-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Buruh tolak pembangunan DKI dengan CSR

Buruh tolak pembangunan DKI dengan CSR

 Kami pilih pemimpin yang jujur, amanah"

“Buruh menentang keras kebijakan gubernur yang mengedepankan ‘uang DP dan CSR’ dari pengusaha dalam membangun ibu kota,” kata Presiden KSPI Said Iqbal di Jakarta, Rabu.

“Saat ini kamu buruh mulai sadar banyak kebijakan Ahok yang anti-demokrasi,” lanjut dia.

Mereka menentang keras kebijakan Gubernur DKI Jakarta Basuki “Ahok” Tjahaja Purnama yang menggunakan “uang DP dan CSR” dalam pembangunan karena berbahaya bagi negara.

Mereka menilai hal tersebut merusak sistem demokrasi karena negara akan tunduk pada kepentingan para pemilik modal.

Selain itu, KSPI berpendapat Ahok adalah satu-satunya pemimpin Jakarta yang membatasi demonstrasi, hanya mengizinkan unjuk rasa di Monas, Parkir TImur Senayan dan DPR RI, melalui Pergub nomor 228 tahun 2015.

Buruh merasa dirugikan oleh kebijakan tersebut, begitu juga dengan kebijakan lainnya seperti upah murah, penggunaan outsourcing di perusahaan pemberi CSR dan ongkos transportasi yang mahal.

Demonstran juga menuntut Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menetapkan Ahok sebagai tersangka dalam sengketa pembelian lahan Rumah Sakit Sumber Waras.


“Kami pilih pemimpin yang jujur, amanah,” kata para demonstran.
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Buruh se-Jabodetabek akan berunjuk rasa ke Istana, Kamis

Buruh se-Jabodetabek akan berunjuk rasa ke Istana, Kamis

Pewarta: 
Buruh se-Jabodetabek akan berunjuk rasa ke Istana, Kamis
ilustrasi Sejumlah buruh berunjuk rasa di Tugu Proklamasi, Jakarta, Jumat (20/11). ( ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Jakarta (ANTARA News) - Ribuan buruh se-Jabodetabek yang tergabung dalam Koalisi Anti Utang - Gerakan Buruh Indonesia akan berunjuk rasa di depan Istana Kepresidenan, Kamis, untuk menuntut Presiden Joko Widodo mencabut PP Nomor 78 tahun 2015 tentang Pengupahan.

Menurut Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), salah satu organisasi dalam KAU-GBI, Said Iqbal, par buruh akan berkumpul mulai Kamis pukul 10.15 WIB di Kawasan Patung Kuda Jala Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

"Setelah dari istana, buruh akan bergerak ke Mahkamah Agung (MA) untuk menyerahkan berkas gugatan judicial review PP Pengupahan," kata Said Iqbal melalui pesan singkat kepada Antara di Jakarta, Rabu.

Iqbal melanjutkan aksi buruh pada Kamis (10/12) tersebut juga dilaksanakan serentak di beberapa provinsi serta kabupaten/kota di Indonesia. Aksi unjuk rasa juga akan terus dilakukan sampai 20 Desember 2015.

Sebelumnya, pada Selasa (8/12) buruh telah berunjuk rasa di Kompleks DPR/DPD/MPR RI dengan tuntutan yang sama.

Para buruh sendiri menolak formula kenaikan upah minimal berdasarkan pada inflasi dan pertumbuhan ekonomi (PDB) seperti yang tertuang dalam PP karena melanggar Undang-Undang Nomor 23 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan.

Selain itu, mereka juga menuntut kenaikan upah minimum sebesar Rp500.000 dan meminta pemerintah memberlakukan upah minimum sektoral.

Pada 24-27 November 2015, dengan tujuan serupa, ribuan buruh sudah melakukan mogok nasional dengan berunjuk rasa serentak di seluruh Indonesia.
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Ini Alasan Buruh Demo di Hari Sabtu

Ini Alasan Buruh Demo di Hari Sabtu

Kartika Sari Tarigan - detikNews
Ini Alasan Buruh Demo di Hari Sabtu Foto: Kartika Sari Tarigan
 

"Karena pada hari Sabtu ini pada nggak kerja dan ini adalah aksi nasional kami yang pertama," kata Olif dari Komite Persiapan-Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KP-KPBI) saat ditemui di depan Istana Negara, Jakarta Pusat, Sabtu (24/10/2015).

Olif mengklaim demonstrasi siang ini diikuti 5 ribu buruh. Jumlah itu disebutnya akan bertambah, karena para buruh yang bekerja hari ini akan menyusul begitu jam kerjanya selesai.

"Yang pulang jam 13.00 WIB langsung akan meluncur ke sini," ujarnya.


Aksi demonstrasi ini digelar dalam rangka menolak PP Pengupahan yang sedang digodok Pemerintah. Menurut para buruh yang berdemo, PP tersebut merugikan, karena tidak memberi kepastian kenaikan gaji dan Kebutuhan Hidup Layak (KHL) tiap tahunnya.

"Karena KHL hanya bisa naik 5 tahun sekali," ulas Olif.


Akibat aksi demonstrasi ini, lalin di sekitar Istana tersendat. Polisi mengimbau pengguna jalan menghindari ruas jalan sekitar stasiun Gambir, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jalan Medan Merdeka Barat, Jalan Veteran, dan lalin di Lapangan Banteng yang padat.

Organisasi buruh yang ikut berdemo di antaranya Federasi Buruh Transportasi Indonesia (FBTPI), Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KPSI), Federasi Serikat Pekerja Pulp dan Kertas Indonesia (FSP2KI), Federasi Perjuangan Buruh Indonesia (FPBI), Gabungan Serikat Buruh Mandiri (GSBM), Komite Persiapan-Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KP-KPBI), dan Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (SBSI).


(tor/nrl)
Wagub DKI minta buruh tak rusak fasilitas umum

Wagub DKI minta buruh tak rusak fasilitas umum


Wagub DKI minta buruh tak rusak fasilitas umum
Wagub DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)
Kalau ada buruh atau pekerja yang melakukan pengrusakan fasilitas umum, sebaiknya langsung difoto saja, lalu kami akan langsung membawanya ke aparat kepolisian untuk diproses secara hukum pidana
Jakarta (ANTARA News) - Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat menghimbau buruh yang berunjuk rasa hari ini untuk tidak anarkistis dengan merusak fasilitas umum.

"Silakan saja kalau mau melakukan demo, itu memang haknya. Tapi saya minta demonya yang tertib, jangan merusak fasilitas umum atau publik," kata Djarot di Jakarta, Selasa.
Dia mengancama memidanakan buruh yang anarkistis atau merusak fasilitas umum.

"Kalau ada buruh atau pekerja yang melakukan pengrusakan fasilitas umum, sebaiknya langsung difoto saja, lalu kami akan langsung membawanya ke aparat kepolisian untuk diproses secara hukum pidana," ujar Djarot.
Dia juga menghimbau buruh selalu menjaga kebersihan dengan tidak membuang sampah sembarangan.

"Intinya, kalau berdemo harus tertib. Jangan bertindak sesuka hati. Selalu jaga kebersihan. Jangan buang sampah sembarangan, seperti di jalan-jalan atau di taman yang ada di sepanjang jalan," tutur Djarot.
Dia juga menghimbau buruh tidak menggunakan lajur jalan sembarangan yang dapat menyebabkan kendaraan bermotor tidak bisa jalan.

"Jangan seperti itu. Jangan sampai melakukan aksi kerusuhan selama berdemo," tutup Djarot.
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Buruh, PNS, TNI/Polri & rakyat miskin tak bayar PBB mulai 2016

Buruh, PNS, TNI/Polri & rakyat miskin tak bayar PBB mulai 2016

Reporter : Saugy Riyandi | Selasa, 5 Mei 2015 16:41

Buruh, PNS, TNI/Polri & rakyat miskin tak bayar PBB mulai 2016
Pembayaran PBB Via Kantor Pos. ©2013 Merdeka.com/m. luthfi rahman


Merdeka.com - Wacana penghapusan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) untuk rumah tangga sempat disambut gembira rakyat Indonesia. Namun ternyata wacana itu tidak berlaku untuk semua. Pemerintah membebaskan PBB hanya untuk buruh, rakyat miskin, Pegawai negeri Sipil (PNS), TNI dan Polri serta pensiunannya.
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional Ferry Mursyidan Baldan mengaku telah menyerahkan kajian penghapusan PBB kepada Presiden Jokowi. Eksekusinya tinggal menunggu lampu hijau berupa lahirnya Peraturan Presiden (Perpres).
"Itu sudah. Tinggal nanti tunggu laporan hasil kajian Presiden," ujar Menteri ATR dan Kepala BPN RI Ferry Mursyidan Baldan dalam konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa (5/5).
Politisi Partai Nasdem ini menuturkan, penghapusan PBB tidak diberlakukan secara menyeluruh. Artinya, hanya untuk golongan tertentu saja.
"Kita ubah itu penghapusan PBB untuk masyarakat yang pensiunan, PNS, TNI dan Polri. Kita ubah bukan lagi objek pajak yang dikejar tetapi pada subjek pajaknya," kata dia.
Dia yakin, Presiden Jokowi akan memberikan lampu hijau dan menerbitkan Perpres terkait penghapusan PBB. Harapannya, kebijakan ini bisa mulai diterapkan 2016.
"Kita minta Perpres dan akan diberlakukan tahun depan," ucapnya.
[noe]
Back To Top