-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
  Indonesia-UE resmi luncurkan perundingan CEPA

Indonesia-UE resmi luncurkan perundingan CEPA

Indonesia-UE resmi luncurkan perundingan CEPA
Suasana pembangunan dan gedung bertingkat di Jakarta, Rabu (23/12). Wakil Presiden, Jusuf Kalla, mengatakan, pemerintah optimistis target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,3 persen sampai 5,4 persen di tahun 2016 akan tercapai. (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
Jakarta (ANTARA News) - Indonesia dan Uni Eropa sepakat secara resmi meluncurkan perundingan Kesepakatan Kemitraan Menyeluruh Indonesia-Uni Eropa (CEPA) yang diharapkan mampu memperluas hubungan strategis khususnya di bidang ekonomi.

"Uni Eropa dan Indonesia sekarang bisa meluncurkan negosiasi resmi untuk merundingkan CEPA. Komisi Uni Eropa mendapat mandat resmi dari negara-negara anggota, sudah merampungkan prosedur internal. Dengan demikian kami bisa meluncurkan negosiasi formal," kata Menteri Perdagangan, Thomas Lembong, dalam jumpa pers, di Jakarta, Senin.

Dia mengatakan, peluncuran perundingan CEPA tersebut menunjukkan keseriusan kedua pihak melanjutkan upaya memperdalam dan memperluas hubungan strategis di bidang ekonomi dalam situasi perekonomian dunia yang tidak pasti saat ini.

Perundingan IEU-CEPA diharapkan dapat selesai dalam kurun waktu dua tahun. Nantinya, perundingan itu akan membawa dampak signifikan bagi Indonesia, antara lain dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, menciptakan lapangan kerja baru, alih teknologi, serta menciptakan kesempatan baru bagi UMKM.

Menurut Lembong, peluncuran perundingan CEPA ini dilakukan tiga bulan setelah naskah pengkajianruang gerak disepakati karena Komisi Eropa perlu mendapatkan mandat melakukan perundingan dari Dewan Uni Eropa berdasarkan scoping paper yang telah disepakati pada April lalu.

"Uni Eropa merupakan blok ekonomi terbesar di dunia. Kami sangat gembira bisa memulai proses perundingan. Ini menunjukkan bahwa semangat kemitraan antara Indonesia dan Uni Eropa sangat kuat, meskipun banyak tantangan mulai dari Brexit, sampai kejadian yang terjadi di Nice, Perancis," kata dia.

Data Badan Pusat Statistik merangkum total perdagangan antara Indonesia dan Uni Eropa pada 2015 mencapai 26,1 miliar dolar Amerika Serikat. Indonesia mencatatkan total ekspor ke Uni Eropa sebesar 14,8 miliar dolar AS dan impor dari Uni Eropa sebesar 11,3 miliar dolar Amerika Serikat.

Sementara itu, total aliran investasi Uni Eropa ke Indonesia dalam 10 tahun terakhir mulai 2005-2015 mencapai 9,8 miliar dolar AS yang terfokus di sektor-sektor konstruksi, transportasi, tanaman pangan, perkebunan, dan pertambangan.
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Indonesia-UE segera masuki negosiasi formal CEPA

Indonesia-UE segera masuki negosiasi formal CEPA

Indonesia-UE segera masuki negosiasi formal CEPA
Mendag Thomas Lembong (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Ditemui Antara serangkaian pertemuan Menteri Perdagangan negara G20 di Shanghai, Sabtu, Mendag Lembong mengatakan, optimistis perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU CEPA) segera memasuki tahap negosiasi formal, meski mengalami keterlambatan dengan adanya Brexit.

Pembahasan terkait tindak lanjut implementasi IEU CEPA, menjadi bahasan dalam pertemuan bilateral Menteri Lembong dengan pihak Uni Eropa, di sela-sela pertemuan menteri perdagangan G20.

Sebelumnya, bersama Menteri Perindustrian Saleh Husin, pihaknya telah melakukan pertemuan dengan pihak Komisi Eropa guna membahas jangkauan kerja sama (scoping paper) IEU CEPA.

"Scooping paper, kini sudah selesai dan Kami siap untuk masuk pada tahap negosiasi formal. Ini membuktikan komitmen yang tinggi dari kedua pihak untuk segera menyelesaikan dan mengimplemantasikan CEPA, meski kemarin sempat mengalami perlambatan karena peristiwa Brexit," ungkap Mendag Lembong.

Ia menyatakan peran Indonesia dalam rantai pasok global dan regional masih perlu ditingkatkan seiring dengan makin meningkatnya persaingan antarnegara.

Persaingan antarnegara tersebut dapat dilihat dari berkembangnya kerja sama di bidang perdagangan, seperti Free Trade Agreement (FTA) dan Economic Partnership Agreement atau Comprehensive Economic Partnership Agreement (EPA/CEPA) antara berbagai negara dan kawasan.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) pada lima tahun terakhir (2011-2015) menunjukkan total nilai perdagangan Indonesia-Uni Eropa turun sekitar 5,4 persen per tahun.

Hal itu berdampak pada penurunan surplus neraca perdagangan bagi Indonesia sebesar 14,5 persen per tahun pada periode waktu yang sama. Sementara itu, pada 2015, nilai surplus neraca perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa hanya mencapai 3,5 miliar dolar AS atau turun 16,7 persen dibandingkan nilai tahun sebelumnya yang mencapai 4,2 miliar dolar AS.

Apalagi ekspor Indonesia ke Uni Eropa masih didominasi produk primer pertanian, seperti minyak kelapa sawit, karet alam, dan kopra. Sebaliknya, produk impor Indonesia dari Uni Eropa didominasi produk-produk industri, seperti permesinan, peralatan telekomunikasi, suku cadang pesawat terbang, dan obat-obatan.

Dari sisi penanaman modal asing, nilai realisasi investasi Uni Eropa di Indonesia juga cenderung menurun. Pada 2014, nilai investasi Uni Eropa di Indonesia mencapai 3,8 miliar dolar AS dan turun menjadi 2,3 miliar dolar AS pada 2015. Investasi Uni Eropa hanya menempati peringkat keempat terbesar bagi Indonesia.

IEU CEPA juga diharapkan dapat mengedepankan prinsip saling menghormati, saling percaya, dan saling menguntungkan.

"IEU CEPA akan menjadi pendorong bagi peningkatan daya saing produk Indonesia di pasar Uni Eropa serta meningkatkan peran Indonesia dalam global value chain," ujar Mendag Lembong. 
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Indonesia sarankan percepatan implementasi CEPA

Indonesia sarankan percepatan implementasi CEPA

Indonesia sarankan percepatan implementasi CEPA
Menteri Luar Negeri, Retno L.P. Marsudi (ANTARA FOTO/Suwandy)
 Saat perjalanan dari London ke Brussels, scooping paper sudah selesai dan siap dinegosiasikan dalam konteks CEPA,"
Brussels (ANTARA News) - Indonesia menyarankan percepatan implementasi Perjanjian Menyeluruh Kemitraan Ekonomi (CEPA) antara Uni Eropa dengan Indonesia dengan persiapan yang sudah dilakukan.

"Saat perjalanan dari London ke Brussels, scooping paper sudah selesai dan siap dinegosiasikan dalam konteks CEPA," kata Menlu Retno Marsudi d Brussels, Kamis.

Menurut Menlu, selesainya scooping paper merupakan sinyal kuat mengenai keterbukaan dan kompetiveness Indonesia dan UE.

Menlu menjelaskan dalam kunjungannya ke Brussels, Presiden Jokowi akan bertemu dengan petinggi Uni Eropa.

Menlu menyebutkan RI merupakan negara pertama yang punya perjanjian kemitraan dengan dengan Uni Eropa. "Ini menandai konkretnya kerja sama bidang ekonomi," kata Menlu.


Ia menjelaskan Scooping paper merupakan komitmen yang diberikan masing-masing pihak untuk bernegosiasi.

"Ini sudah bertahun-tahun tapi belum selesai, Presiden Jokowi mengarahkan untuk mempercepat ini," katanya.

Selain membahas CEPA, menurut Menlu, Presiden Jokowi juga akan membahas bagaimana produk kayu Indonesia yang sudah bersertifikat (SVLK).

"Perjanjian terkait ini harus segera diselesaikan sehingga ekspor kayu Indonesia tidak perlu diperiksa lagi," katanya.

Menurut Menlu, Presiden Jokowi juga akan membahas pentingnya mengagungkan toleransi dalam situasi dunia saat ini.

"Harapan dunia sangat besar kepada Indonesia, dimana Islam demokrasi, toleransi bisa berkembang baik. Indonesia didengar pendapatnya, kita punya penduduk besar, ada demokrasi dan ekonomi tumbuh," kata Menlu. 
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top