-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Komentar Sandiaga Uno jika Gerindra ajukan Sjafrie Sjamsoeddin cagub DKI

Komentar Sandiaga Uno jika Gerindra ajukan Sjafrie Sjamsoeddin cagub DKI

Komentar Sandiaga Uno jika Gerindra ajukan Sjafrie Sjamsoeddin cagub DKI
Calon Gubernur DKI Jakarta yang juga seorang pengusaha Sandiaga Uno (kanan) bersama Direktur Pemberitaan LKBN ANTARA Aat Surya Safaat saat berkunjung ke Kantor LKBN ANTARA, Gd. Wisma Antara Lt.19 Jakarta (15/7/2016). (ANTARA FOTO/Edi Suhaedi)
Jakarta (ANTARA News) - Sandiaga S. Uno berjanji akan loyal kepada Gerindra meski jika tidak diajukan sebagai calon gubernur DKI Jakarta.

"Saya akan loyal dengan partai walaupun nanti Gerindra tidak memilih saya. Kalau petinggi Gerindra lebih memilih Pak Sjafrie maka akan saya dukung," tutur Sandiaga saat berkunjung ke kantor LKBN Antara di Jakarta, Jumat sore.
Dia menegaskan akan tetap bersama Gerindra mendukung calon gubernur yang diusung partai tersebut.

"Saat saya diminta untuk maju ya kaget, karena latar belakang saya wirausaha lalu diminta banting setir ke politik. Saya pun bilang ke Pak Prabowo bahwa saya tidak punya elektabilitas dan popularitas," tuturnya.

Sandiaga mengakui bahwa melalui keputusan tersebut dirinya bisa belajar banyak mengenai dunia politik.
 
Lebih lanjut,Sandiaga mengatakan tidak ingin para pendukungnya merasa kecewa jika dia berpindah ke partai lain.

"Saya tidak mau terlihat mencari-cari dukungan ke partai lain. Nanti kasihan warga yang sudah memberikan dukungan tapi ternyata saya pindah ke sana-sini," katanya.
Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Yusril ambil formulir pendaftaran cagub DKI hari ini

Yusril ambil formulir pendaftaran cagub DKI hari ini

Yusril ambil formulir pendaftaran cagub DKI hari ini
Ferry Noor, perwakilan bakal calon Gubernur DKI Jakarta, Yusril Ihza Mahendra, mengambil formulir pendaftaran Cagub DKI di DPD Partai Demokrat, Senin (11/4). (ANTARA News/ Lia Wanadriani Santosa)

Jakarta (ANTARA News) - Setelah Partai Gerindra dan PDIP, bakal calon gubernur DKI Jakarta dari Partai Demokrat Yusril Ihza Mahendra akhirnya mengambil formulir pendaftaran pencalonannya.

Pengambilan formulir yang diwakili Ferry Noor dan disaksikan sejumlah relawan yang menamakan diri sebagai "Duta Yusril" itu berlangsung sekitar pukul 14.10 WIB, Senin, di DPD Partai Demokrat, Rawamangun.

"Hari ini saya dan kawan-kawan diminta Bang Yusril mengambil formulir yang membuktikan kami legal. Alhamdulillah diterima baik oleh Partai Demokrat," ujar perwakilan relawan Ferry Noor di kantor DPD Partai Demokrat di Jakarta.

"Insya Allah kami akan mengembalikan formulir paling lambat 22 April mendatang," tambah dia.

Ketua Tim Pendaftaran Bakal Calon Gubernur DKI DPD Partai Demokrat, Krishna Salmun, mengatakan partainya menyambut secara terbuka keinginan Yusril maju sebagai Cagub DKI Jakarta.

"Demokrat sifatnya terbuka, apalagi Yusril bukan orang baru (untuk Demokrat). Kami terbuka. Harapan kami Bang Yusril terpilih," kata dia dalam kesempatan yang sama.

Dia mengatakan penjaringan Cagub DKI melalui Partai Demokrat ditentukan oleh Majelis Tertinggi. Pengumuman siapa nantinya yang akan diusung Demokrat akan diketahui sekitar tanggal 7 Mei mendatang.

"Kami sifatnya penjaringan, ditentukan oleh Majelis Tertinggi. Dua calon akan kami kirimkan ke DPP. Pengumuman ini sekitar tanggal 7 Mei," tutur Krishna.

Selain Yusril, sejumlah nama seperti Hasnaeni Moein, Adhyaksa Dault, M. Idris Khalid dan Teguh Santosa juga diketahui mendaftarkan diri menjadi bakal cagub DKI melalui Partai Demokrat.

Sebelumnya, dalam kesempatan berbeda, Yusril mengatakan dirinya secara prinsip sudah berbicara kepada hampir semua partai politik, termasuk Partai Demokrat mengenai keinginannya menjadi cagub DKI Jakarta.

"Prinsipnya saya sudah melakukan pembicaraan ke hampir semua partai politik. Saya sudah bicara pada Pak SBY untuk maju di pemilihan Gubernur DKI. Saya anggap itu suatu yang normal," tutur Yusril.
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Disebut layak jadi cagub DKI, Yusril lihat perkembangan

Disebut layak jadi cagub DKI, Yusril lihat perkembangan

Disebut layak jadi cagub DKI, Yusril lihat perkembangan
Yusril Ihza Mahendra.(ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)


"Kita lihat perkembangannya," kata Yusril kepada wartawan di Jakarta, Sabtu.
Menurut Yusril, wacana dirinya disebutkan bakal menjadi calon dalam Pilkada DKI 2017 sebenarnya dimunculkan oleh salah satu lembaga survei yang melihat fenomena saudara Yusril berhasil mengalahkan adik Gubernur DKI Basuk Tjahaja Purnama (Ahok) dalam salah satu pilkada di Bangka Belitung.

Yusril menyatakan, dirinya awalnya tidak terlalu menanggapi wacana itu tetapi semakin hari semakin berkembang, dan Yusril menginginkan agar sebaiknya dalam Pilkada 2017 calonnya "head to head" (hanya dua) sehingga rakyat juga bisa fokus dalam memilih.

Ketum PBB ini menyatakan, dirinya telah menentukan pilihan untuk berlaga dalam Pemilihan Presiden 2019, tetapi bila ternyata harus didahului dengan mengikuti Pilkada DKI 2017 maka hal itu juga tidak apa-apa.

"Kalau 2017 Ahok menang (dalam Pilkada DKI) maka dia juga akan maju (dalam Pilpres) 2019," ujarnya.

Dia juga menyebutkan bahwa meski belum ada suara resmi dari parpol, tetapi sudah ada pernyataan dari sejumlah politisi dari beragam partai politik yang mendukung pencalonannya.

Ditanyakan mengenai pendapat keluarga, Yusril mengungkapkan bahwa bila dirinya maju dalam Pilkada 2017, maka keluarga sepakat bahwa tidak ada masalah untuk itu.

Yusril juga mengemukakan, dalam Pilkada serentak tahun 2015 lalu, dari sebanyak 168 pilkada, maka PBB berhasil memenangkan hingga sebanyak 53 calon. 
Untuk itu, ujar dia, fokus dirinya saat ini adalah memperkuat PBB secara internal dengan tujuan antara lain agar dirinya juga bisa maju dalam Pilpres 2019.

Apalagi pada tahun 2019, lanjutnya, karena pemilu yang digelar secara serentak maka tidak ada ambang batas suara untuk pencalonan presiden karena setiap parpol peserta pemilu berhak mengusulkan calon presiden.
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top