-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Mentan canangkan penanaman terintegrasi sawit-jagung satu juta ha

Mentan canangkan penanaman terintegrasi sawit-jagung satu juta ha

Mentan canangkan penanaman terintegrasi sawit-jagung satu juta ha
Pekerja mengangkut sawit ke dalam truk di kawasan perkebunan sawit PT Wanasawit Subur Lestari 2, Kalimantan Tengah, Sabtu (19/12/2015). (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
 Gerakan ini dimulai tahun lalu ujicobanya dan ternyata berhasil, maka kita canangkan gerakannya mulai hari ini." 

Pasaman Barat (ANTARA News) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencanangkan gerakan penanaman satu juta hektare integrasi sawit dan jagung di seluruh Indonesia.

"Gerakan ini dimulai tahun lalu ujicobanya dan ternyata berhasil, maka kita canangkan gerakannya mulai hari ini," katanya kepada pers, usai panen raya integrasi sawit jagung di Kecamatan Luhak Nan Dou, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Jumat.

Didampingi pejabat terkait, Amran menegaskan, tujuan utama gerakan ini adalah untuk meningkatkan pendapatan petani sawit dan mengurangi impor jagung.

"Nantinya gerakan ini akan diikuti integrasi sawit dengan lainnya seperti sawit sapi, sawit padi dan lainnya," katanya.

Dijelaskan, metode baru ini sangat luar biasa karena yang dulunya di sela lahan kosong sawit hanya ditumbuhi alang-alang, kini diganti jagung.

Tanaman produktif jagung ini bisa ditanam di sela sawit mulai dari Tumbuhan Belum Menghasilkan (TBM) sawit 0-3 tahun.

"Di Provinsi Sumbar ini saja sudah berhasil ditanam sawit jagung sekitar 13-14 ribu hektare," katanya.
Jika per ha bisa menghasilkan enam ton dan harga per kilogram jagung Rp2000 saja maka ada pendapatan bagi petani Rp120 juta sekali panen.

Jika biaya produksi sekitar 50 persen, kata Amran, maka petani dapat hasil bersih Rp60 jutaan sekali panen per ha.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar gerakan ini didukung oleh para petani, swasta dan lainnya.

"Pemerintah siap memberi bantuan benih jagung. Sumbar saja kita bantu 40 ribu ha dan bisa ditingkatkan sesuai kebutuhan," katanya.

Amran juga menyadari bahwa gerakan itu memang butuh waktu dan perlu kesinambungan.

Amran juga menyebutkan hasil dari berbagai upaya, termasuk gerakan itu, sampai saat ini impor jagung secara nasional hanya 700 ribu ton atau turun 50 persen dari tahun lalu sebesar 1,4 juta ton.

Selain itu, kata Amran, yang terpenting dan sesuai arahan Presiden Jokowi bahwa setiap kali harga jagung di pasar per kilogram di bawah Rp2500-Rp2700 maka Bulog akan membeli jagung petani.

"Ini jaminan pemerintah. Jadi, tak ada alasan petani tidak sejahtera," kata Amran.

Sawit Palsu

Pada kesempatan itu, Amran juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk memproses penjual dan penyebar bibit sawit palsu di petani sawit.

"Ini harus diproses karena sangat merugikan petani," kata Amran.
Sebelumnya, Bupati Pasaman Barat menyebut dari 101.853 ha lahan sawit rakyat, sekitar 50 ribu ha adalah bibit sawit palsu.
Sementara, Wagub Sumatera Barat Nasrul Abid, mengaku, di Sumatera Barat total lahan sawit dengan bibit palsu ini sekitar 30 persen dari total lahan sawit sekitar 340 ribu ha.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Ganjar canangkan tahun infrastruktur pariwisata pada 2016

Ganjar canangkan tahun infrastruktur pariwisata pada 2016

Ganjar canangkan tahun infrastruktur pariwisata pada 2016
Sejumlah wisatawan mengunjungi Candi Arjuna di Kompleks Candi Dieng, Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (24/11). Candi Arjuna merupakan salah satu candi di dataran tinggi Dieng yang ditemukan pada sekitar 1814. (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

Semarang (ANTATRA News) - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mencanangkan Tahun Infrastruktur Pariwisata pada 2016 dengan tujuan menggerakkan perekonomian masyarakat melalui berbagai sektor pariwisata.

"Jateng memiliki banyak potensi wisata yang dapat mengangkat pendapatan asli daerah tapi saat ini sarana dan prasarananya kurang memadai, kita bangun yang bagus karena kalau pariwisatanya OK akan menarik simpul ekonomi kreatif masyarakat," katanya di Semarang, Rabu.
Ganjar mengaku sudah mulai mempersiapkan pencanangan Tahun Infrastruktur Pariwisata sejak akhir 2015 dengan memfokuskan pembahasan APBD 2016 pada penambahan anggaran pembangunan infrastruktur di sekitar objek wisata.

"Persiapan lainnya di bidang pariwisata juga sudah dilakukan seperti menyiapkan paket-paket wisata tidak hanya bersifat umum, tapi juga yang paket wisata minat khusus seperti tracking Merapi, tur ke Dieng, atau live in Karimunjawa," ujarnya.
Langkah taktis yang telah dilakukan Ganjar terkait dengan pencanangan Tahun Infrastruktur Pariwisata 2016 adalah mempromosikan Candi Borobudur ke Belanda saat melakukan kunjungan kerja, peresmian Kebun Raya Baturraden seluas 143,5 hektare di Kabupaten Banyumas yang sempat mangkrak selama 14 tahun.

Kemudian, pengaliran listrik selama 18 jam di Kepulauan Karimunjawa, Kabupaten Jepara, serta peluncuran kawasan Kota Lama Semarang sebagai destinasi wisata.

Potensi pariwisata di Jateng yang menjadi perhatian Ganjar adalah Dataran Tinggi Dieng dan Museum Purbakala Sangiran di Kabupaten Sragen.

Sementara itu, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah terus menggencarkan promosi sejumlah objek wisata yang ada di 35 kabupaten/kota sebagai upaya meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan di Provinsi Jateng pada 2016.

"Promosi objek-objek wisata yang kami gencarkan akan menggunakan e-tourism yang menjadi sebuah tuntuan karena promosinya bisa 24 jam dan jangkauannya luas sampai ke seluruh dunia," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jawa Tengah Prasetyo Aribowo.

Ia menjelaskan bahwa selain penggunaan "e-tourism" melalui jaringan internet, Dinbudpar Jateng juga akan memanfaatkan berbagai bentuk media sosial dan melibatkan berbagai komunitas dengan pertimbangan lebih efisien jika dibandingkan promosi dengan cara yang konvensional.

Menurut dia, promosi pariwisata dengan cara konvensional seperti pameran hasilnya kurang maksimal dan membutuhkan biaya yang besar.

"Kami mengalokasikan anggaran sebesar Rp2 miliar untuk mempromosikan objek-objek wisata yang ada di Jateng pada 2016," ujarnya.

Berdasarkan data Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Jateng, potensi objek wisata di 35 kabupaten/kota saat ini tercatat sebanyak 417 lokasi yang terdiri atas 132 lokasi wisata alam, 88 lokasi wisata budaya, 105 lokasi wisata buatan, 21 lokasi wisata minat khusus, dan wisata lain-lain sebanyak 71 lokasi.
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Jayapura canangkan gerakan sehari tanpa nasi

Jayapura canangkan gerakan sehari tanpa nasi


Jayapura (ANTARA News) - Wali Kota Jayapura Benhur Tommy Mano mencanangkan gerakan sehari tanpa nasi guna meningkatkan kembali konsumsi bahan pangan lokal seperti keladi, petatas, sagu, dan singkong.

"Dalam mengurangi ketergantungan kita pada beras maka saya mencanangkan pada hari ini untuk kita sekalian masyarakat Kota Jayapura, untuk sehari dalam seminggu kita jangan mengkonsumsi beras," katanya, Jumat.
Ia mengajak warga kembali ke makanan pokok masyarakat Papua pada acara peringatan Hari Pangan Sedunia XXXV yang dihadiri para pegawai negeri sipil serta kelompok tani dan nelayan.
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Back To Top