-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Panglima TNI minta Kodam Sriwijaya cegah Karhutla

Panglima TNI minta Kodam Sriwijaya cegah Karhutla

Panglima TNI minta Kodam Sriwijaya cegah Karhutla
Panglima TNI Jenderal TNI Gatot Nurmantyo (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Palembang (ANTARA News) - Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo minta jajaran Kodam II/Sriwijya untuk membantu mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di daerah supaya kabut asap tidak terjadi.

Terus melakukan pemantauan supaya kebakaran hutan dan lahan tidak terjadi, kata Panglima TNI di Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang sebelum terbang ke Jakarta usai menghadiri peresmian desa makmur peduli api dan apel siaga api di Ogan Komering Ilir, Kamis.

Lebih lanjut dia mengatakan, lakukan pengecekan terhadap kanal dan lahan gambut yang lahannya rawan terbakar.

Begitu juga aparat intelijen harus diturunkan dalam mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan, ujar Panglima.

Aparat intelijen harus selalu mengawasi permasalahan di daerah ini termasuk masalah kebakaran hutan dan lahan, katanya.

Segera tangani dan laporkan bila terjadi kebakaran hutan, ucapnya.

Menurut dia, jangan sampai terjadi kebakaran telah membesar baru dilaporkan supaya pemerintah pusat dapat memberi bantuan.

Dalam mengantisipasi agar tidak terjadi kebakaran hutan dan lahan harus bekerja sama dengan aparat lainnya seperi kepolisian, pemerintah setempat dan lainnya.

Dalam kesempatan itu Panglima juga minita agar prajurit juga memberantas narkoba yang cukup membahayakan tersebut.

Begitu juga terorisme harus diantisipasi supaya tidak terjadi, katanya.

Dalam kunjungan kerja tersebut, Panglima TNI menggunakan pesawat TNI Angkatan Udara selanjutnya menuju Ogan Komering Ilir.
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Desa Siaga Api dibentuk di Ketapang cegah Karhutla

Desa Siaga Api dibentuk di Ketapang cegah Karhutla

 | 2.040 Views
Desa Siaga Api dibentuk di Ketapang cegah Karhutla
Dokumentasi--Petugas pemadam kebakaran memadamkan api di atas lahan gambut yang terbakar di Jalan Perdana, Pontianak, Kalbar, Senin (14/9/2015). Walaupun Polda Kalbar sudah mengeluarkan Maklumat Kepolisian tentang larangan pembakaran hutan dan kebun dengan ancaman hukuman penjara minimal 3 tahun dan maksimal 10 tahun penjara serta denda 15 miliar rupiah, tapi hingga kini masih terjadi pembakaran lahan gambut yang dilakukan secara sengaja di wilayah Kalbar. (ANTARA FOTO/Jessica Helena Wuysang)

Pontianak (ANTARA News) - PT Agrolestari Mandiri anak perusahaan perkebunan Sinarmas, membentuk Desa Siaga Api dalam pencegahan kebakaran hutan dan lahan, baik di kawasan kebun maupun di desa-desa sekitar kebun di Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat.

CEO Perkebunan Sinarmas Kalbar, Susanto saat dihubungi di Ketapang, Sabtu, mengatakan, selama ini ketika terjadi kebakaran hutan, lahan (Karhutla) dan kebun, semua pihak langsung mengarah kepada perusahaan khususnya perkebunan kelapa sawit sebagai pelakunya, padahal menurutnya, hal tersebut tidak benar.

Ia menjelaskan, saat ini yang paling penting bukan mencari siapa yang salah dan siapa yang benar, tetapi semua pihak secara bersama-sama memikirkan dan bertindak bagaimana caranya agar kebakaran hutan dan lahan tidak kembali terjadi.

Untuk mengatasi permasalahan ini, tidak bisa hanya diserahkan kepada pemerintah, namun peran serta semua pihak, termasuk pihak perusahaan dan masyarakat sangat dibutuhkan.

Susanto mengatakan, terjadinya kebakaran hutan dan lahan secara meluas disebabkan oleh beberapa faktor, diantaranya masih lemahnya kesadaran masyarakat untuk mencegah terjadinya Karhutla dan lambatnya melakukan pemadaman.

"Salah satu cara mencegah dan mendeteksi dini Karhutla dengan cara membina dan mengajak masyarakat terlibat secara aktif dengan membentuk desa siaga api, seperti yang kami lakukan ini. Karena masyarakat adalah ujung tombak untuk mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan," ujarnya.

Sebagai langkah awal, program desa siaga api ini akan diterapkan di PT Agrolestasi Mandiri (ALMN) di Kecamatan Nanga Tayap. Ada delapan desa yang berada di sekitar kebun yang akan dibentuk menjadi desa siaga api, masing-masing desa akan direkrut 15 orang untuk menjadi relawan yang akan dilatih dan dilengkapi dengan sarana dan prasarana yang memadai untuk mencegah dan mendeteksi bahkan melakukan pemadaman jika ada Karhutla.

"Program desa siaga api adalah bentuk dukungan kami terhadap pemerintah untuk menanggulangi Karhutla dan diharapkan bisa diikuti oleh perusahaan lain. Dan program ini harus terbentuk sebelum musim kemarau datang," ujarnya.
Menurut Susanto, ada lima poin yang menjadi penekanan pada program desa siaga api, diantaranya peningkatan kesadaran siaga api sehingga masyarakat sadar dampak dari Karhutla, pemberdayaan masyarakat desa dengan merekrut masing-masing 15 orang yang sebelumnya dilatih oleh TNI dan Manggala Agni.

"Di masing-masing kebun dan anggota siaga api akan kita bagikan sarana dan prasarana pendukung dalam mencegah dan memadamkan Karhutla," katanya.
Kemudian, menawarkan solusi terkait penyediaan pupuk dengan memanfaatkan limbah sawit yang bisa membantu peningkatan kesuburan tanah, pemantauan hot spot dalam melakukan deteksi dini dengan memanfaatkan teknologi satelit serta penyampaian informasi secara cepat ke lapangan baik melalui email, sms, telepon maupun cara-cara lainnya.

Di samping itu, masyarakat perlu diajak untuk memetakan batas-batas desa serta rencana penggunaan lahan sehingga bisa menghasilkan satu peta yang disepakati bersama area mana yang akan menjadi wilayah pemukiman, pengembangan kebun sawit, area keramat, lahan untuk ladang, hutan simpanan serta areal HCV dan lainnya.

"Kami juga sudah menyiapkan pesawat drone untuk memantau lokasi titk-titik api, sehingga deteksi dini dan proses pemadaman bisa dilakukan dengan cepat," ujarnya.
Susanto menambahkan, dengan program desa siaga api, jika ada desa yang dapat menjaga desanya dari Karhutla sepanjang tahun 2016, maka pihaknya akan memberikan penghargaan kepada desa tersebut, dalam bentuk program kepedulian sosial pembangunan infrastruktur.

Sementara itu, Pejabat Bupati Ketapang, Kartius menyambut baik dan memberikan apresiasi kepada PT ALMN (Sinarmas Grup) yang telah menjadi pelopor pembentukan desa siaga api. Dan meminta perusahaan lain untuk mengikuti langkah tersebut untuk mencegah terjadinya Karhutla.

Dengan adanya program ini, Karhutla dapat dicegah dan dideteksi sejak dini. "Jangan sampai tahun ini ada Karhutla lagi. Untuk itu diperlukan kerja sama dari tiga komponen, pemerintah, perusahaan dan masyarakat," tegasnya.
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top