Pewarta: Joko Susilo

Presiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
Jakarta (ANTARA News) -
Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa negara harus hadir untuk memenuhi dan melindungi hak-hak penyandang disabilitas sebagai warga negara.
"Negara harus hadir menegakkan hak penyandang disabilitas dan
sebagai anak-anak bangsa yang juga hrasu berkontribusi untuk menghidupi
masa depan," kata Presiden saat pidato dalam acara peracaan puncak Hari
Disabilitas Internasional di Istana Negara Jakarta, Kamis.
Presiden juga mengatakan bahwa selama ini banyak pihak yang hanya
terjebak dan hanya membicarakan jumlah penyandang disabilitas di
Indonesia.
"Seakan-akan ini hanya soal angka-angka. Saya kira berapun jumlah
penyandang disabilitas, bahkan satu orang pun negara harus hadir
memenuhi dan melindungi hak-haknya sebagai warga negara," tegasnya.
Presiden berharap Peringatan Hari Disabilitas Internasional ini
diharapkan bisa menggugah kesadaran semua elemen bangsa akan pemenuhan,
perlindungan dan penegakkan hak disabilitas di berbagai sektor
kehidupan.
Jokowi juga menegaskan bahwa pemerintah ke depan pemerintah secara
bertahap ingin bersungguh-sungguh membangun pendidikan, sarana
transportasi publik, menyediakan lapangan pekerjaan yang bisa diakses
para penyandang disabilitas.
Dalam pemenuhan lapangan pekerjaan untuk penyandang disabilitas,
Jokowi berjanji akan segera menyelesaikan pabrik yang khusus untuk
penyandang cacat.
"Saya sudah perintahkan menteri untuk uji coba satu pabrik khusus penyandang disabilitas," katanya.
Jika hal ini berhasil, kata Jokowi, pemerintah akan menambah pabrik
lainnya. "Insya Allah yang lain akan menyusul," janjinya.
Presiden juga mengaku langkah-langkah yang dilakukan pemerintah
belum cukup untuk memenuhi hak-hak bagi para penyandang disabilitas.
"Masih perlu banyak langkah-langkah kongkrit bagi penyandang
disabilitas dan saya menghimbau pada komponen bangsa bersama-sama untuk
melakukan keperpihakan yang dapat direalisasikan," kata Presiden.
Presiden mengatakan bahwa langkah-langkah tersebut bisa melalui
program CSR dari dunia usaha. "Saya berterima kasih terhadap
program-program yang ramah kepada kaum disabilitas," kata Jokowi.
Editor: Desy Saputra
COPYRIGHT © ANTARA 2015