-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Dubes AS sarankan Indonesia tingkatkan potensi pendidikan

Dubes AS sarankan Indonesia tingkatkan potensi pendidikan

Dubes AS sarankan Indonesia tingkatkan potensi pendidikan
Duta Besar AS untuk Indonesia, Robert O Blake JR (ANTARA FOTO/Edi Suhaedi)
Jakarta (ANTARA News) - Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O Blake menyarankan Indonesia untuk meningkatkan potensi-potensi di bidang pendidikan. 

"Pendidikan adalah investasi masa depan bagi bangsa, hal tersebut bisa berdampak besar bagi perkembangan negara, dan Indonesia memiliki potensi itu, secara anggaran mungkin bisa ditingkatkan," kata Blake ketika hadir dalam acara perpisahan masa jabatannya di Ruang Adhiyana, Wisma Antara, Jakarta, Senin.
Dari beberapa pandangan yang ia berikan untuk Indonesia menjelang akhir masa tugasnya, Blake lebih banyak menyoroti soal pendidikan karena menurutnya Indonesia perlu menyiapkan pendidikan bertaraf internasional. 

Baca Juga : Pesan Dubes AS di akhir masa tugasnya

Selain itu ia juga memberi masukan agar Indonesia lebih kuat dalam menjalin konektivitas antar-negara, terutama di wilayah Asia Pasifik.

"Posisi Indonesia di kawasan Asia Pasifik sangatlah strategis dan itu adalah keuntungan lebih, apabila bisa menjalin lebih kuat dan maksimal maka secara ekonomi Indonesia akan memperoleh keuntungan lebih," katanya.

Sementara itu, Blake juga berharap Indonesia ke depan lebih memperhatikan hak minoritas untuk mendukung demokrasi yang lebih baik.

Baca Juga : Dino Djalal: Hillary Clinton lebih paham indonesia

Dalam kesempatan tersebut, ia juga mengapresiasi keaktifan Indonesia mendukung perdamaian dunia, mengatasi ekstremis, mempromosikan perdagangan bebas dan menjalankan hukum internasional.

Dubes Blake akan mengakhiri masa tugasnya sebagai Duta Besar di Indonesia dan untuk sementara akan digantikan Wakil Dubes Brian McFeeters.

Ia mengaku belum mengetahui apa yang akan dilakukan setelah kembali ke Negeri Paman Sam. 

Editor: Heppy Ratna
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Dubes AS kagumi program dana desa

Dubes AS kagumi program dana desa

Dubes AS kagumi program dana desa
Dubes AS untuk Indonesia Robert Blake (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
 Kementerian anda (Kemendes PDTT) sangat difokuskan oleh Pak Jokowi, karena banyak anggaran yang difokuskan ke kementerian ini,"

Jakarta (ANTARA News) - Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert O Blake, mengaku kagum dengan realisasi dana desa 2015 yang sudah terserap 100 persen. 

"Kementerian anda (Kemendes PDTT) sangat difokuskan oleh Pak Jokowi, karena banyak anggaran yang difokuskan ke kementerian ini," ujar Dubes Blake kepada Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Marwan Jafar di Jakarta, Kamis.

Meski mengalami penyimpangan sekitar enam persen dalam penyaluran dana desa, Robert menilai hal itu masih dalam batas wajar, karena mengelola dana desa sebesar Rp20,7 triliun bukanlah hal mudah.
Dalam kunjungannya ke Kementerian Desa PDTT tersebut, Dubes Blake menanyakan cara Menteri Marwan bisa menekan angka deviasi dana desa. Ia juga meminta Menteri Marwan berbagi trik, dalam mengelola dan mengawasi program tersebut. 
"Seberapa efektif uang yang ditransfer ke desa melalui dana desa ini untuk desa," tanya Robert.

Menteri Marwan menjelaskan bahwa Undang-Undang Nomor 6/2014 tentang desa, telah memberikan manfaat yang sangat besar untuk desa, terutama dalam bidang infrastruktur. Sebab saat ini, dana desa diprioritaskan untuk pembangunan infrastruktur desa.

"Jumlah dana desa yang disalurkan ke desa mempertimbangkan beberapa hal, seperti tingkat kemiskinan, letak geografis dan jumlah penduduk. Dana yang disalurkan juga berdasarkan program yang diajukan desa, yang dihasilkan melalui musyawarah desa," terang Marwan.
Terkait pengawasan, lanjut Marwan, pihaknya telah menunjuk ribuan pendamping yang mendampingi desa dalam mengelola dana desa.

Selain itu, ia juga telah membentuk satuan tugas desa serta menggandeng 60 perguruan tinggi untuk membantu mengawasinya.

"Kami punya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) yang mengawasi ini. Juga kita punya ribuan pendamping desa, satgas desa. Kita juga telah membuat forum universitas," ungkap Marwan.

Terkait deviasi dana desa, Menteri Marwan menegaskan bahwa hal tersebut hanya berkaitan dengan penempatan dana desa yang kurang tepat.

"Jadi itu hanya persoalan penempatan yang kurang tepat, misalnya, ada yang digunakan untuk memperbaiki kantor desa. Ini tidak disarankan, seharusnya digunakan untuk kebutuhan infrastruktur desa lainnya," cetus Marwan.
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Ramadan, Dubes AS Majukan Perayaan Kemerdekaan 4 Juli

Ramadan, Dubes AS Majukan Perayaan Kemerdekaan 4 Juli

Yudhistira - detikNews
Ramadan, Dubes AS Majukan Perayaan Kemerdekaan 4 Juli
Jakarta - Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Robert Blake menggelar buka puasa bersama di kediaman dinasnya. Buka puasa bersama ini dihadiri oleh 83 peserta program YES (Youth Exchange and Study) Indonesia.

Acara ini digelar di kediaman Dubes AS di Taman Suropati, Menteng, Jakarta, Jumat (19/6/2015). Dalam sambutannya, Dubes Blake mengatakan bahwa ia sangat bangga bisa menerima kedatangan 83 peserta yang semuanya pelajar dari SMA/SMK se-Indonesia di kediamannya.
"Saya sangat senang dan bangga bisa menerima anda semua di rumah saya. Anda semua terlihat berenergi dan bersemangat setelah cukup lama di Amerika ya," ujar Marciel dalam sambutannya.

"Anda telah setahun menetap di sana (Amerika Serikat), ada yang di Alaska, Michigan, Texas, dan saya harap dengan program ini, kita (Amerika Serikat dan Indonesia) dapat saling memahami perilaku, budaya dan kultur masing-masing," imbuhnya.

Dalam kesempatan ini juga, Dubes Blake menjelaskan alasan dimajukannya perayaan kemerdekaan Amerika yang biasanya selalu dirayakan setiap tanggal 4 Juli menjadi 4 Juni di tahun ini. Menurutnya hal tersebut karena pada tanggal tersebut di Indonesia bertepatan dengan bulan suci Ramadan, untuk menghormati umat muslim yang ada di Indonesia, maka perayaan kemerdekaan Amerika Serikat dimajukan sebulan lebih awal.
"Saya pikir kita harus menghormati masyarakat Indonesia yang mayoritasnya muslim ya. Pada tanggal segitu (4 Juli) di Indonesia masih puasa. Tidak tepat kalau kita merayakan kemerdekaan kita ditengah orang-orang yang sedang khusyuk beribadah," lanjutnya.

"Maka dari itu saya berinisiatif untuk memajukan perayaan kemerdekaan kami di tanggal 4 Juni," tambahnya.

Menandakan waktu berbuka, sebuah beduk kecil telah disiapkan pihak kedutaan untuk dipukul oleh Dubes Blake. "Semua siap, silahkan berbuka puasa. Selamat berbuka guys," ucap Dubes Blake sambil memukul beduk, duk... duk... duk... tek... tek... duk...!
Dalam acara buka puasa bersama ini, beberapa menu Indonesia juga dihidangkan, mulai dari lemper, arem-arem, bakwan jagung, semur daging, hingga pisang cokelat keju. Para tamu undangan yang hadir pun tampak menikmati sajian buka puasa ini.

Sementara itu peringatan kemerdekaan AS yang dimajukan itu sempat dipermasalahkan oleh media setempat. Media itu menyebut bahwa tak seharusnya peringatan hari kemerdekaan diubah karena tak akan mengganggu aktivitas umat muslim yang sedang berpuasa.
(yds/bag)
Dubes AS apresiasi tindakan Indonesia tangani pengungsi

Dubes AS apresiasi tindakan Indonesia tangani pengungsi

Dubes AS apresiasi tindakan Indonesia tangani pengungsi
Dubes AS untuk Indonesia, Robert Blake (ANTARANews/Zul Sikumbang)
 
Jakarta (ANTARA News) - Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert Blake di Jakarta, Selasa, mengapresiasi tindakan yang dilakukan Pemerintah Indonesia dalam menangani krisis pengungsi di Asia Tenggara.

Dia menyambut baik fakta bahwa Indonesia telah berinisiatif melakukan upaya pencarian dan penyelamatan secara mandiri untuk melihat apakah masih ada manusia perahu di tengah-tengah lautan.

Dubes Blake menyatakan apresiasinya tersebut setelah memberikan kuliah umum mengenai hubungan perdagangan Indonesia dan AS di Universitas Al Azhar Indonesia (UAI), Jakarta.

Selanjutnya, dia juga mengapresiasi kerja sama yang dilakukan oleh Indonesia dengan negara-negara ASEAN lain yang terpengaruh dengan krisis pengungsi dari Teluk Benggala.

"Kami menyambut positif pula kesepakatan Indonesia dengan Malaysia yang bersedia menampung sekitar 7 ribu pengungsi," kata Dubes Blake.

Pada awal tahun ini, sekitar 25 ribu migran, yang sebagian besar adalah suku Rohingya dan beberapa penduduk Bangladesh, meninggalkan negara yang sebelumnya mereka tinggali dengan menggunakan kapal.

Data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebutkan jumlah pengungsi Rohingya dari Bangladesh dan Myanmar yang berada di Provinsi Aceh berjumlah 1.722 jiwa, yang terdiri atas 1.239 jiwa laki-laki, 244 jiwa perempuan, dan 238 jiwa anak-anak.

Kementerian Sosial menyalurkan bantuan senilai lebih dari Rp2,3 miliar untuk penanganan pengungsi Rohingya yang saat ini ditampung di empat titik di Provinsi Aceh.

Selain itu, Wakil Presiden Jusuf Kalla pada Rabu (20/5) lalu menyatakan bahwa Indonesia siap membantu suku Rohingya dan beberapa penduduk Bangladesh lainnya.

"Kami membantu mereka demi kemanusiaan. Tentu saja kami akan membantu dengan menyediakan makanan serta tempat tinggal. Semua aspek kemanusiaan akan kami berlakukan," ujar Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Menurut dia, pemerintah setuju untuk menampung para pengungsi tetapi harus ada kerja sama dengan pihak internasional.
Editor: Desy Saputra
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Back To Top