-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Dubes negara sahabat hadiri perayaan HUT RI di Baku

Dubes negara sahabat hadiri perayaan HUT RI di Baku

Dubes negara sahabat hadiri perayaan HUT RI di Baku
Bendera Indonesia, Merah Putih (ANTARA FOTO/SAPTONO)
London (ANTARA News) - Sebanyak sembilan Dubes Negara Sahabat seperti Dubes India, Dubes Malaysia, Palestina, Afghanistan, Korsel, Jepang, Turki, Maroko dan Dubes Saudi Arabia yang ada di Baku menghadiri Perayaan 17 Agustus yang diadakan KBRI Azerbaijan di Baku, Rabu.

Fungsi Pensosbud KBRI Baku, Anggraeni Widiastuti kepada Antara London, Jumat menyebutkan upacara pengibaran bendera Merah Putih berlangsung khidmat sekaligus mengharukan, mengingatkan bahwa kami jauh dari tanah air .

Antusiasme untuk guyub bersama para WNI di ibukota Azerbaijan, Baku justru semakin kental. Jauh sebelum Hari Kemerdekaan Republik Indonesia, berbagai kegiatan dilakukan oleh Perwakilan Indonesia di Baku. Uniknya perayaan ini tak hanya diramaikan oWNI yang berada di Baku tapi juga warga negara asing yang menjadi sahabat dan menjalin relasi dengan para WNI di sini.

Hal ini merupakan salah satu upaya KBRI Baku menjadikan momen Agustusan sebagai ajang pemersatu WNI di Baku, sekaligus mempererat hubungan dengan bangsa lainnya yang tinggal di Baku.

Dubes RI untuk Azerbaijan, Husnan Bey Fananie mengatakan partisipasi berbagai masyarakat, tidak hanya dari Azerbaijan tapi juga dari negara lain menunjukkan persahabatan yang erat antara Indonesia dengan berbagai bangsa di Azerbaijan.

Acara peringatan HUT RI ini dilanjutkan dengan potong tumpeng dan pertunjukan kesenian berupa angklung dan gamelan, tarian yang dibawakan mahasiswa Azerbaijan yang mengambil kuliah Program Studi Indonesia di Azerbaijan.
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Tujuh Dubes hadiri festival budaya Lembah Baliem

Tujuh Dubes hadiri festival budaya Lembah Baliem

Wamena (ANTARA News) - Sebanyak tujuh duta besar negara sahabat Indonesia menghadiri jamuan malam keakraban yang digelar Pemerintah Kabupaten Jayawijaya dalam rangka pelaksanaan Festival Budaya Lembah Baliem 2016.

Wakil Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua di Wamena, Senin mengatakan ketujuh duta besar tersebut berasal dari Swiss, Italia, Armenia, Hungaria, Bulgaria, Mexico dan India.

"Kami berharap kedatangan para duta besar ini dapat memberikan kesan yang baik bagi Tanah Papua, khususnya Kabupaten Jayawijaya," katanya.

Menurut Jhon, festival budaya ini menghabiskan anggaran sebesar Rp9 miliar khusus untuk jasa pelaksana kegiatan atau Event Organizer (EO), di luar biaya lain-lain seperti pembangunan infrastruktur dan sebagainya.

"Dana ini secara keseluruhan diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemkab Jayawijaya tanpa ada sharing dari APBN," ujarnya.

Dia menjelaskan pula persiapan pelaksanaan festival budaya di Distrik Walesi ini sudah mencapai 99 persen, dan sisanya untuk hari-H pelaksanaan sebagai finishing atau penyelesaian saja.

"Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Jayawijaya, apapun cuacanya ketika festival dibuka untuk ikut berpartisipasi memeriahkan agenda nasional ini," katanya lagi.

Sekadar diketahui, Festival Budaya Lembah Baliem ini digelar pada 8-10 Agustus 2016 di Distrik Walesi, Kabupaten Jayawijaya.

Festival budaya ini merupakan festival yang dilaksanakan setiap tahunnya di wilayah yang akrab disebut Kota Dingin Wamena.
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Menlu ucapkan belasungkawa atas meninggalnya Dubes Alexander

Menlu ucapkan belasungkawa atas meninggalnya Dubes Alexander

Menlu ucapkan belasungkawa atas meninggalnya Dubes Alexander
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi (REUTERS/Stephane de Sakutin)
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengucapkan belasungkawa atas meninggalnya Duta Besar RI untuk Republik Kroasia Alexander Litaay saat menjalankan tugas di negara tersebut.

"Bapak Alexander Litaay menjalankan tugasnya di Kroasia sejak awal Maret 2016. Beliau memiliki semangat yang besar untuk memberikan sumbangsihnya bagi peningkatan hubungan bilateral dengan Kroasia," kata Menlu melalui pernyataan resmi yang diterima di Jakarta, Minggu.

"Semoga keluarga Bapak Alexander Litaay diberikan kekuatan dan kesabaran selalu dalam menghadapi cobaan ini," lanjut Menlu.

Berdasarkan keterangan Kemlu, Dubes Alex meninggal pada Minggu (26/6) di Rumah Sakit Dubrava, Zagreb, Kroasia, karena penyakit jantung.

Dubes Alex telah menderita sakit jantung dan stroke sejak 23 April 2016 dan berada dalam kondisi koma sejak tanggal 25 April 2016.

Dubes Alex wafat dalam usia 68 tahun dan meninggalkan seorang istri serta 3 orang anak.

Alex Litaay adalah politisi PDIP kelahiran Ambon, Maluku, yang dilantik menjadi duta besar RI untuk Kroasia oleh Presiden Joko Widodo pada 13 Januari 2016.

Ucapan belasungkawa kepada keluarga Dubes Alexander Litaay juga disampaikan oleh beberapa politisi PDIP, antara lain Eva Kusuma Sundari dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung.
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Dubes buka puasa bersama TKI bermasalah di Qatar

Dubes buka puasa bersama TKI bermasalah di Qatar

Pewarta: 

London (ANTARA News) - Duta Besar RI untuk Qatar, Marsekal Madya TNI (Purn) Muhammad Basri Sidehabi memanfaatkan momen bulan suci Ramadan kali ini dengan berbuka puasa bersama Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bermasalah yang berada di penampungan KBRI Doha, Qatar. 

Acara tersebut merupakan awal dari rangkaian acara buka puasa KBRI dalam rangkaian safari Ramadhan dengan berbagai komunitas diaspora Indonesia yang berjumlah 50 ormas, demikian Counsellor KBRI Doha, Boy Dharmawan kepada Antara London Kamis.

Acara safari Ramadhan tersebut bertujuan untuk menghibur para TKI yang umumnya didominasi Tenaga Kerja Wanita (TKW), sambil menunggu dipulangkan dan sekaligus wujud dari bentuk perhatian pemerintah terhadap TKW di luar negeri. Dubes Sidehabi mengharapkan agar para TKI merasakan keberadaan pemerintah dan sekaligus agar TKW turut merasakan suasana Ramadhan meski jauh dari tanah air.

Para TKW antusias bergotong royong membantu ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan (DWP) KBRI Doha mempersiapkan hajatan bersama dengan berbagai kuliner Nusantara di dapur penampungan. TKW mempersiapkan diri, tak lupa bersolek, dan aktif melakukan ibadah seperti mendengarkan ceramah dan salat tarawih. Acara buka puasa dihadiri Ketua DWP, Andi Una Sidehabi dan keluarga besar KBRI Doha berjumlah sekitar 150 orang, 27 diantaranya TKW bermasalah.

Dubes Sidehabi menyampaikan rasa empatinya terhadap penderitaan yang dialami TKW, pahlawan devisa yang mempertaruhkan nyawa guna menghidupi keluarganya di tanah air. Dikatakannya acara ini merupakan salah satu wujud solidaritas dengan TKI di penampungan agar merasakan rasa persaudaraan, bersama dalam suka dan duka. "Kita harus berbagi dengan saudara kita (TKW bermasalah) yang nasibnya kurang beruntung dan semoga mereka bisa merasakan kasih sayang sebagai saudara seperantauan yang jauh dari tanah air," ujar mantan anggota DPR tersebut. 

Dalam ceramah Ustad Aris Munandar Lc, MA, menyampaikan makna dan hikmah berpuasa guna memperbaiki dan mensucikan diri dari dosa dan kesalahan di masa lampau agar guna menjadi manusia yang lebih baik di masa mendatang. Disebutkan keistimewaan Bulan Ramadan bagi Umat Islam karena pada bulan tersebut diturunkan Kitab Suci Al Quran yang menjadi pedoman dan tuntunan hidup Umat Islam.

Salah orang TKW bernama Tati yang telah bekerja 7,5 tahun di Qatar, merasakan suasana kekeluargaan selama di penampungan. "Seperti Ramadan di tanah air, makanannya enak-enak" ungkap Ibu tiga anak asal Sumedang ketika ditanyakan perasaannya mengenai acara buka puasa di penampungan sambil menunggu pemulangan. 

Diungkapkan pula alasannya kabur ke penampungan karena gajinya tidak dibayar selama tiga tahun terakhir. Hal yang sama juga disampaikan seorang TKW, Nopi ketika ditanya bagaimana suasana hatinya, "Seperti keluarga sendiri, ramai dan heboh" ujar TKW asal Kabupaten Indramayu yang telah empat bulan di penampungan. 

Duta Besar Basri Sidehabi menjelaskan bahwa jumlah TKI di Qatar sekitar 40 ribu, 10 ribu adalah tenaga kerja trampil dan sisanya 30 ribu tenaga kerja infomal. "Hanya 0,4 persen dari total jumlah buruh migran Indonesia yang mengalami masalah di Qatar", ujarnya. Diutarakan pula mengenai kebijakan moratorium pengiriman tenaga kerja informal ke kawasan Timur Tengah yang diberlakukan sejak Mei 2015, agar para TKI Informal tidak lagi bekerja ke Timur Tengah khususnya Qatar.

Mantan Irjen TNI menyampaikan mengenai makna dan hikmah berpuasa guna memperbaiki dan mensucikan diri dari dosa dan kesalahan di masa lampau agar guna menjadi manusia yang lebih baik di masa mendatang. Dubes Sidehabi menghimbau diaspora Indonesia di Qatar sebagai duta bangsa untuk senantiasa meningkatkan kebajikan pada bulan Ramadhan yang suci. "Marilah kita berdoa dan berupaya agar bulan Ramadhan yang penuh berkah ini, dapat memberikan manfaat bagi kita untuk meningkatkan ibadah dan melakukan kebajikan yang berguna bagi agama, nusa dan bangsa," ungkap Dubes Sidehabi.

Menurut Counsellor KBRI Doha, Boy Dharmawan, acara buka puasa bersama TKI di penampungan dan staf KBRI ini akan dijadikan tradisi agar para TKW merasakan sebagai saudara di rantau yang menjadi bagian dari keluarga besar KBRI. "Ini merupakan wujud dari perlindungan dan keberpihakan pemerintah serta sekaligus menghargai perjuangan TKI dalam mencari nafkah di luar negeri" tandasnya.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Dubes: santunan bagi korban crane segera dibayar

Dubes: santunan bagi korban crane segera dibayar

Dubes: santunan bagi korban crane segera dibayar
Raja Salman Bin Abdulaziz Al Saud (REUTERS)
Jakarta (ANTARA News) - Santunan bagi jamaah haji Indonesia yang menjadi korban jatuhnya crane di Masjidil Haram, Mekkah, pada 11 September 2015 segera dibayar, kata Duta Besar RI untuk Kerajaan Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel.

Saat ini pencairan kompensasi korban musibah crane dalam tahap penyelesaian teknis administratif dan Kementerian Keuangan Arab Saudi siap mencairkannya apabila pemeriksaan dan verifikasi data korban rampung.

"Kami terus upayakan dengan pihak terkait di Arab Saudi dan doakan prosesnya cepat tuntas sehingga bisa segera cair," kata Agus Maftuh dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa.

Sejak awal terjadinya musibah, KBRI Riyadh terus mengupayakan kompensasi dan santunan korban crane melalui koordinasi dengan berbagai pihak dan otoritas di Arab Saudi, baik melalui jalur resmi Kementerian Haji dan Kementerian Luar Negeri, maupun jalur informal lainnya dalam berbagai kesempatan pertemuan dengan pihak-pihak terkait di Kerajaan Arab Saudi.

Upaya untuk memastikan pembayaran kompensasi bagi korban crane juga dilakukan Agus Maftuh pada setiap kali pertemuan pada tingkatan tinggi bahkan hingga berbagai pihak yang bergerak pada tingkatan pelaksana di lapangan.

Dalam pertemuan dengan Kepala Protokol Istana Kerajaan Arab Saudi Dr Khalid bin Salih Al-Abad baru-baru ini di Kantor Diwan Malaki Istana as-Salam Jeddah, Agus Maftuh juga kembali menyinggung dan menanyakan realisasi komitmen Raja untuk memberikan kompensasi dan santunan bagi korban musibah crane, baik yang meninggal maupun korban luka dan cacat yang tertunda cukup lama dan belum ada kepastian waktu pencairannya.

Realisasi pembayaran uang santunan korban crane semakin jelas dan pasti setelah Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menyampaikan nota diplomatik Nomor: 08/03/307457 tanggal 23 Mei 2016 yang merupakan jawaban atas Nota diplomatik yang disampaikan KBRI Riyadh Nomor: 0884/10/16 tanggal 18 Mei 2016 yang menanyakan tindak lanjut pembayaran bagi korban crane.

KBRI Riyadh sejak awal dan beberapa hari setelah musibah telah menyampaikan data lengkap dan rinci mengenai korban WNI untuk memenuhi ketentuan administratif dan prosedur sebagaimana disyaratkan oleh otoritas terkait di Arab Saudi guna memperoleh santunan dan kompensasi.

Alat berat crane di Masjidil Haram jatuh menimpa jamaah haji mengakibatkan 107 orang meninggal dunia dan 238 orang cedera. Dari jumlah itu, sebanyak 12 jamaah haji asal Indonesia meninggal dan 49 orang luka-luka. 

Tidak lama berselang, Raja Salman Bin Abdulaziz Al Saud menginstruksikan pemberian kompensasi bagi para korban musibah crane yakni SR1 juta atau sekitar Rp3,5 miliar untuk korban meninggal dan cacat permanen, serta SR500.000 atau sekitar Rp1,75 miliar bagi korban luka. 
Selain itu, Raja Salman juga mengumumkan akan memfasilitasi para korban crane yang belum sempat menunaikan ibadah haji pada tahun 2015 untuk menunaikannya di tahun 2017 atas undangan Raja. 
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top