Pewarta: Imam Budilaksono

Dokumentasi
calon Panglima TNI, Jenderal TNI Gatot Nurmantyo, menyapa wartawan
sebelum mengikuti uji kelayakan dan kepatutan sebagai calon Panglima
TNI, di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (1/6/15). Dalam paparannya,
Gatot mengungkapkan TNI akan efektif dan efisien dalam melaksanakan
tugasnya menghadapi kondisi global, regional, tantangan bangsa ke depan
dan akan menargetkan TNI dalam upaya Minimum Essential Force (MEF)
mengantisipasi konflik sengketa wilayah dengan negara tetangga. (ANTARA
FOTO/M Agung Rajasa)
... anggota dewan, apakah hasil keputusan Komisi I DPR kita setujui?...
Jakarta (ANTARA News) -
Rapat Paripurna ke-36 DPR di masa sidang ke IV memberikan persetujuan kepada Jenderal TNI Gatot Nurmantyo sebagai panglima TNI menggantikan seniornya, Jenderal TNI Moeldoko.
Nurmantyo
telah menjalani uji kelayakan di depan Komisi I DPR, Rabu kemarin
(1/7). Itu terjadi hanya sehari setelah C-130 Hercules TNI AU jatuh dan
menewaskan 122 orang, di Medan.
"Bagaimana anggota dewan, apakah hasil keputusan Komisi I DPR kita
setujui?," tanya Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah, di Rapat Paripurna DPR,
Gedung Nusantara II, Jakarta, Jumat.
Seperti dipimpin, seluruh
anggota DPR menjawab setuju atas pertanyaan itu. Lalu Hamzah mengetuk
palu tanda persetujuan DPR kepada Nurmantyo sebagai panglima TNI
menggantikan Moeldoko.
Ketua Komisi I DPR, Mahfudz Siddiq, dalam pidatonya di Rapat
Paripurna itu, mengatakan, Komisi I DPR memutuskan menyetujui
pemberhentian Panglima TNI, Jenderal TNI Moeldoko.
"Komisi I DPR memutuskan menyetujui pemberhentian Panglima TNI,
Jenderal TNI Moeldoko, dengan itu kami sangat apresiasi dengan kinerja
beliau selama ini," ujar Siddiq.
Dia juga mengatakan Komisi I DPR setelah melaksanakan uji kelayakan
dan kepatutan terhadap calon panglima TNI, 10 fraksi memberikan
persetujuan kepada Nurmantyo sebagai panglima TNI.
Sebelumnya 10 fraksi di Komisi I DPR setuju mengangkat Nurmantyo
sebagai panglima TNI dan juga menyetujui pemberhentian Moeldoko dari
jabatan panglima TNI.
"Jadi 10 fraksi di Komisi I sepakat setuju pencalonan Gatot sebagai
Panglima TNI," kata Ketua Komisi I DPR, Siddiq dalam Ruang Rapat Komisi I
DPR, Jakarta, Rabu (1/7).
Dia mengatakan ada tiga poin yang menjadi pertimbangan Komisi I DPR
dalam memberikan persetujuan. Pertama, persyaratan administrasi dari
seluruh penelaahan tidak ada masalah.
Kedua, paparan visi, misi, dan program Nurmantyo ada hal penting
yaitu menggambarkan dan mencerminkan pengetahuan tentang aspek
geopolitik dan geostrategis kawasan global yang menjadi tren perubahan.
"Selain itu beliau menegaskan yang menjadi titik pusat konflik
perebutan Sumber Daya Alam di kawasan ekuator dan Indonesia salah satu
negara besar dalam rentang tersebut," katanya.
Ketiga, menurut dia, Komisi I DPR mempertimbangkan visi dan
pandangan Nurmantyo terhadap TNI yang menginginkan konsolidasi secara
institusi seperti personil, doktrin dan alutsista.
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2015