-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Temanggung gelar pasar murah di 20 kecamatan

Temanggung gelar pasar murah di 20 kecamatan

Temanggung gelar pasar murah di 20 kecamatan
Warga membawa beras usai berbelanja di pasar murah yang diselenggarakan oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) di Kelurahan Semampir, Kota Kediri, Jawa Timur, Rabu (8/6/2016). TPID yang beranggotakan sejumlah dinas di bawah naungan pemerintah daerah setempat, Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi, dan Bank Indonesia menyelenggarakan pasar murah setiap hari di sejumlah pasar tradisional dan di 46 kantor kelurahan se-Kota Kediri secara bergilir guna mengendalikan inflasi pada level wajar. (ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani)
 Kami melakukan langkah seperti ini semata-mata karena tidak ingin masyarakat menghadapi sejumlah kendala dalam memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadhan dan Lebaran mendatang, terutama akibat fluktuasi harga yang sering kali terjadi di pasaran."
Temanggung (ANTARA News) - Pemerintah Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, menggelar pasar murah di 20 kecamatan guna mengantisipasi kenaikan harga kebutuhan pokok menjelang Lebaran 1437 Hijriah.

Ketua Panitia Penyelenggara Pasar Murah Kabupaten Temanggung, Hatimah Bambang Sukarno di Temanggung, Senin, mengatakan kegiatan ini sebagai langkah antisipasi terjadinya kenaikan harga kebutuhan pokok seiring meningkatnya permintaan masyarakat selama bulan Ramadhan dan Lebaran.

Ia mengatakan hal tersebut usai membuka pasar murah di halaman Kantor Camat Kaloran. Giliran pertama penyelenggaraan pasar murah di Kaloran kemudian nanti disusul 19 kecamatan lainnya secara bergantian dan ditutup kegiatan pasar murah yang diselenggarakan di halaman Pendopo Pengayoman Temanggung.

"Jadi, selain diselenggarakan di 20 kecamatan, pasar murah juga diselenggarakan di Pendopo Pengayoman sebagai penutup dijadwalkan berlangsung 20 Juni 2016," katanya. 

Ia menuturkan dalam pasar murah tersedia sejumlah kebutuhan pokok seperti gula, beras, sirup, telur, dan tepung terigu yang dijual lebih murah selisih Rp1.000 hingga Rp2.000 dari harga pasar.

Ia menyebutkan beras dijual Rp41.000 per lima kilogram. gula pasir Rp11.300 per kilogram, minyak goreng Rp10.800 per liter, sirup Rp16.000 per botol, dan telur Rp18.000 per kilogram.

"Kami melakukan langkah seperti ini semata-mata karena tidak ingin masyarakat menghadapi sejumlah kendala dalam memenuhi kebutuhan pokok selama Ramadhan dan Lebaran mendatang, terutama akibat fluktuasi harga yang sering kali terjadi di pasaran," katanya.

Melalui kegiatan tersebut, istri Bupati Bambang Sukarno ini juga ingin memastikan ketersediaan kebutuhan pokok di seluruh wilayah aman.

Berdasarkan pantauan ratusan warga menyerbu pasar murah di Kaloran tersebut, bahkan di antara mereka telah antre sejak pagi hari.

Sejumlah paket sembako yang disediakan panitia habis terbeli masyarakat dalam beberapa jam.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Indonesia-Filipina gelar patroli bersama di perbatasan

Indonesia-Filipina gelar patroli bersama di perbatasan

Surabaya (ANTARA News) - Angkatan Laut Indonesia (TNI AL) dan "Republic of Philipines Navy" (AL Filipina) menggelar patroli bersama di perbatasan yang bertajuk "Coordinated Border Patrol Philippines-Indonesian XXX-16" (Corpat Philindo XXX-16) atau Patroli Terkoordinasi Filipina-Indonesia, 25 Mei - 1 Juni 2016.

"Tidak hanya pada aspek militer, tapi juga aspek ekonomi dan sosial budaya, termasuk juga Transnational Crime," kata Kadispen Koarmatim Letkol Laut (KH) Maman Sulaeman dalam keterangan pers yang diterima Antara di Surabaya, Jumat.

Ia mengatakan patroli terkoordinasi itu dibuka Pangarmatim Laksamana Muda TNI Darwanto, yang didampingi Ketua Delegasi Filipina Letjen Guerero AFP selaku Eastmincom Commander, di Ruang Serbaguna Mako Lantamal VIII, Surabaya, 26 Mei.

Kegiatan bersama di wilayah Perairan Laut Sulawesi pada perbatasan wilayah laut Indonesia - Filipina itu dilaksanakan dalam dua tahap.

Tahap pertama merupakan "Preparation Phase" pada 25-28 Mei 2016 di Bitung dan Manado, lalu pembukaan di Surabaya pada 26 Mei 2016.

Tahap kedua merupakan "Execution Phase" pada 28 Mei-1 Juni 2016 yang melibatkan kapal perang kedua negara yaitu dari Indonesia KRI Sura-802 yang dikomandani oleh Mayor Laut (P) Romi Habe dan dari Philipina BRP Pangasinan (PS31) dengan Komandan kapal CDR Ireneo Battung PN.

Dalam sambutan pembukaan, Pangarmatim menegaskan bahwa "Corpat Philindo" merupakan implementasi dari upaya untuk meningkatkan kerja sama dalam saling percaya serta "Capasity Building" oleh kedua negara yaitu Indonesia dan Filipina.

Patroli bersama yang merupakan program latihan rutin pihak TNI AL dengan AL Filipina itu melaksanakan tugas pokok Operasi Patroli terkoordinasi yang meliputi pencegahan (penangkalan) dan penindakan terhadap setiap pelanggaran wilayah dan tindak kejahatan di wilayah kedua negara.

"Patroli ini sekaligus sebagai bentuk pengamanan pulau-pulau terluar NKRI yang amat berdekatan dengan Filipina," kata Pangarmatim sebagaimana dikutip Dispen Koarmatim.

"Corpat Philindo XXX-16" juga merupakan sebuah manifestasi dari hubungan baik secara bilateral antara kedua negara, Indonesia-Filipina.

"Lebih dari itu makna terpenting dari kegiatan ini adalah untuk lebih meningkatkan semangat persahabatan antara kedua negara, khususnya antara kedua Angkatan Laut," katanya.

Acara pembukaan itu dihadiri Komandan Lantamal VIII Laksma TNI Suselo, Komandan Gugus Keamanan Laut Armatim (Dan Guskamlatim) Laksma TNI I.N.G. Sudihartawan, Asisten Intelijen (Asintel) Pangarmatim Kolonel Laut (E) Yanuar Adi Legowo, dan Asisten Personel (Aspers) Pangarmatim Kolonel Laut (P) R. Joko Heriyanto.
Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Menag dukung prakarsa umat Islam Indonesia di Australia gelar konferensi Muslim

Menag dukung prakarsa umat Islam Indonesia di Australia gelar konferensi Muslim

Menag dukung prakarsa umat Islam Indonesia di Australia gelar konferensi Muslim
Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin (ANTARA FOTO/Moch Asim)

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mendukung dan mengapresiasi inisiatif masyarakat Muslim Indonesia di Australia yang akan menggelar Konferensi Muslim di Australia. Selain dihadiri umat Islam Indonesia di Australia, konferensi yang akan digelar pada 23 – 25 September 2016 di Melbourne ini rencananya akan dihadiri juga oleh perwakilan umat Islam dunia, dan pemerintah Lokal.

“Saya sangat mengapresiasi inisiatif dan prakarsa ini. Apalagi ini merupakan konferensi umat Islam Indonesia di Australia yang pertama,” kata Menag saat menerima Project Director Konferensi Muslim Indonesia di Australia Diski Naim di kantor Kementerian Agama, Jakarta, Kamis (19/05). Kedatangan Diski untuk mengundang Menag hadir dan memberikan sambutan pada konferensi tersebut, bersama sejumlah tokoh Indonesia lainnya. 

“Acara ini kami buat, karena kami ingin lebih terlihat sebagai representasi muslim yang sebenarnya. Karena selama ini, Barat melihat muslim ya Timur Tengah. Sudah waktunya kita ambil wilayah ini. Kita yang muslim, bisa hidup bercampur, berdampingan dan damai dengan siapa pun, termasuk warga lokal. Karenanya, tema yang kami angkat adalah “Living in Harmony,” demikian penjelasan Diski kepada Menag sebagaimana dikutip laman kemenag.go.id, Jumat.

Menag melihat bahwa konferensi ini sangat strategis dan relevan dengan kondisi kehidupan bermasyarakat dan bernegara saat ini, tidak hanya di Indonesia dan Australia, tetapi juga warga dunia. Apalagi, sesuai temanya “Living in Harmony”, konferensi ini mengusung semangat menebarkan Islam rahmatan lil alamin, Islam moderat yang bisa hidup di tengah keragaman. Menag Lukman pun berharap diberi kesehatan dan kesempatan untuk bisa hadir pada waktunya.

Kesempatan bertemu Menag juga dimanfaatkan Diski untuk menginformasikan kondisi terkini masyarakat Muslim Indonesia yang tinggal di Australia. Saat ini ada sekitar 15.000 Muslim Indonesia yang tinggal di Australia dari total sekitar 500 ribu populasi Mslim di sana. Dari 15.000 ribu tersebut, diperkirakan 70% tinggal di Melbourne dan Sydney. 
Menurutnya, umat Islam Indonesia yang tinggal di Australia saat ini masih membutuhkan dukungan ahli agama, da’i atau ustadz dari Indonesia.  Apalagi, komunitas Muslim Indonesia di Melbourne kini mempunyai 3 center (masjid) dan 15 majelis pengajian. “Jika ada mahasiswa dari IAIN atau UIN di Melbourne atau kota lain di Australia, alhamdulillah, kami terbantu, karena bisa ceramah dan dakwah yang baik. Tapi sering kali, kami sangat kekurangan da’i,” terangnya.

“Untuk akomodasi dan lain sebagainya, kami siap nanggung. Kami melakukannya dengan swadaya,” tambahnya.

Akan hal ini, Menag Lukman berharap komunitas Muslim Indonesia di Australia berkirim surat kepada Kementerian Agama agar bisa dipelajari dan ditindaklanjuti. 
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Pedalangan ISI Solo gelar ruwatan masal

Pedalangan ISI Solo gelar ruwatan masal

Pedalangan ISI Solo gelar ruwatan masal
Ilustasi - Tetua adat menjamas atau membasuh "bocah bajang" pada ritual ruwatan potong rambut gimbal di komplek candi Arjuna dataran tinggi Dieng Desa Dieng Kulon, Batur, Banjarnegara, Jateng, Minggu (30/6/13). (ANTARA FOTO/Idhad Zakaria)

Solo (ANTARA News) - Jurusan Pedalangan Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo dalam upaya melestarikan nilai-nilai budaya tradisi serta menggalakan wisata budaya dan sekaligus memperingati Dies Natalis ke52 ISI Solo, akan menggelar ruwatan massal untuk umum.

Ruwatan masal itu dijadwalkan tanggal 16 Juli 2016 di Pendapa Agung ISI Solo, dengan dalang pangruwat Ki H.Manteb Soedarsono, kata Panitia Ruwatan ISI Solo Esha Kardus di Solo, Kamis

Ia mengatakan bagi masyarakat yang ingin ikut serta dalam ruwatan tersebut, pendaftaran telah dibuka mulai tanggal 11 April sampai 1 Juli 2016, dengan mendaftarkan di ke Sekretariat Panitia Ruwatan Sukerta Jurusan Pedalangan Fakultas Seni Pertunjukan ISI Solo.

Ruwatan Sukerta adalah sebuah peristiwa budaya yang kini telah langka hadir di tengah-tengah masyarakat. Dalam pandangan hidup masyarakat Jawa, Sukerta adalah orang yang memiliki cacat spiritual atau hidupnya berada dalam masalah. 
Ia mengatakan mengingat hal tersebut maka untuk bisa kembali pada kondisi normal orang Sukerta perlu melewati serangkaian prosesi ritual.

Dikatakan mengacu pada Kitab Pustaka Raja Purwa karya Ronggowarsito orang Sukerta ada 136 macam, Kitab Centhini karya Sri Pakubuwana V menyebut 19 macam, Serat murwakala menyebut 19 macam, dan Kitab Manik Maya serta Pakem Pangruwatan Murwakala sama-sama menyebutkan orang yang nandang Sukerta ada 60 macam. 


Beberapa macam Sukerta yang cukup dikenal masyarakat yaitu ontang-anting satu anak laki-laki, unting-unting satu anak perempuan, Kedhana-kedhini dua anak laki-laki dan perempuan, Kedhini-kedhana dua anak perempuan dan laki-laki.

Kembang Sepasang dua anak perempuan semua, Uger-uger Lawang dua anak laki-laki semua, Sendhang Kaapit Pancuran tiga anak laki-laki, perempuan, laki-laki, Pancuran Kaapit Sendhang tiga anak perempuan, laki-laki, perempuan.

Tripurusa tiga anak laki-laki semua, Triwati tiga anak perempuan semua,Saramba empat anak laki-laki semua, Sarimpi empat anak perempuan semua,Pandhawa lima anak laki-laki semua, Ngayoni lima anak perempuan semua,Apil-apil lima anak empat laki-laki dan satu perempuan, dan masih banyak lagi. 

Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Ribuan warga lereng Gunung Sumbing gelar Gerebek Nusantara

Ribuan warga lereng Gunung Sumbing gelar Gerebek Nusantara

 | 2.191 Views
Ribuan warga lereng Gunung Sumbing gelar Gerebek Nusantara
Ilustrasi - Kirab Grebek Suro di Kabupaten Tegal, JawaTengah. (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)

Temanggung (ANTARA News) - Ribuan warga di lereng Gunung Sumbing mengikuti Gerebek Nusantara Kirab Merah Putih dan Haul Ki Ageng Jogopati di Tembarak, Kabupaten Temanggung, Jawa Tengah, Minggu.

Gerebek diawali upacara bendera dengan inspektur Danramil Tembarak Kapten Hermanto dengan komandan upacara Pelda Suroso di lapangan Desa Menggoro, dilanjutkan kirab sejauh dua kilometer menuju ke Desa Tawangsari.
Beberapa gunungan yang terbuat dari makanan tradisional dan hasil bumi diarak. Gunungan ini dibagikan pada warga usai didoakan oleh tokoh agama.

Namun, besarnya antusias warga mengikuti kegiatan tersebut menjadikan mereka saling berebut gunungan tersebut.

Danramil Tembarak Kapten Hermanto berharap kegiatan gerebek meningkatkan sinergi yang harmonis antara TNI, Polri dengan masyarakat.

"Gerebek untuk mewujudkan dan menyepakati bahwa Negara Kesatuan Republik Indonesia sudah menjadi harga mati," katanya.

Wakil Bupati Temanggung, Irawan Prasetyadi mengatakan tradisi gerebek telah menjadi bagian tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat, sebagai ungkapan rasa syukur pada Tuhan Yang Maha Esa.

Selain punya makna religi, katanya ritual gerebek juga menjadi kegiatan pariwisata, sehingga harus dikembangkan dan semakin menarik.

"Pemkab mendorong ritual tradisi menjadi kegiatan pariwisata, namun jangan sampai hilang makna dan pesan religi serta sosial kemasyarakatannya," katanya. 
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top