-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Gunung Lokon bisa keluarkan lagi letusan uap

Gunung Lokon bisa keluarkan lagi letusan uap

Gunung Lokon bisa keluarkan lagi letusan uap
Gunung Lokon. (ANTARA FOTO/Andika Wahyu)

Manado (ANTARA News) - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Bandung memperkirakan erupsi freatik (letusan uap) masih berpotensi terjadi dari kawah Gunung Lokon, di Kota Tomohon, Sulawesi Utara.

"Ancaman saat ini adalah terjadi letusan uap yang dapat terjadi secara tiba-tiba disertai lontaran lapili hingga bongkahan serta letusan debu vulkanik," kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Lokon dan Mahawu di Kakaskasen Farid R Bina, Sabtu.
Dia mengatakan, lontaran material dapat terjadi dalam radius satu kilometer dari pusat erupsi atau kawah Tompaluan, selanjutnya hujan debu lebat dapat menjangkau radius 1,5 kilometer dari titik erupsi.

Oleh karena itu, kata dia, radius bahaya yang direkomendasikan PVMBG sejauh 1,5 kilometer dari kawah hendaknya dipatuhi warga dan pendaki.


Dia mengatakan, walaupun saat ini status gunung dengan ketinggian 1.578 meter dari permukaan laut telah diturunkan dari Siaga (Level III) menjadi Waspada (Level II), gempa vulkanik dalam dan dangkal masih terekam dengan frekuensi yang menurun.
"Bukan berarti kalau status Siaga sudah tidak terekam lagi adanya gempa vulkanik, kami masih merekamnya. Sehari diperkirakan terjadi gempa vulkanik sekitar tiga hingga lima kali," ujarnya.


Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Aktivitas vulkanik Gunung Lokon di Tomohon meningkat

Aktivitas vulkanik Gunung Lokon di Tomohon meningkat

Aktivitas vulkanik Gunung Lokon di Tomohon meningkat
Kondisi Gunung Lokon pascaletusan, diabadikan dari pesawat CASA N212 milik Skuadron Udara 600 Wing Udara-1 Puspenerbal, saat melakukan patroli di ketinggian 8500 feet di atas wilayah Tomohon, Sulawesi Utara, Sabtu (5/5). Pusat Vulkonologi dan Mitigasi Bencana Geologi Bandung masih menetapkan status siaga level III terhadap aktivitas Gunung Lokon, meskipun kegempaan vulkanik terus meningkat. (FOTO ANTARA/Mayor laut (P) Andri Wahyudi)
 Warga hendaknya mematuhi radius bahaya ini sehingga terhindar dari bahaya-bahaya yang tidak diinginkan." 
Manado (ANTARA News) - Aktivitas Gunung Lokon di Kota Tomohon, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) meningkat sejak Senin (14/12) pukul 20.00 WITA, kata Kepala Pos Pengamatan Gunung Api Farid Ruskanda Bina, Selasa.

"Jumlah kegempaan vulkanik dalam dan dangkal sudah mencapai 100 kali hingga pukul 17.00 WITA," kata Farid, di Tomohon.

Walaupun terjadi peningkatan aktivitas vulkanik, kata dia, pusat vulkanologi masih menetapkan status siaga pada level III dengan radius bahaya sejauh 2,5 kilometer.

Dia berharap, peningkatan aktivitas kegempaan ini diwaspadai warga masyarakat sekitar lereng dengan tidak melakukan aktivitas di radius bahaya tersebut.

"Warga hendaknya mematuhi radius bahaya ini sehingga terhindar dari bahaya-bahaya yang tidak diinginkan," katanya.

Pada tahun 2015, gunung api jenis "stratovolcano" bererupsi pada 30 Agustus, dan masih menunjukkan aktivitas vulkanik di atas rata-rata bahkan kegempaan sempat meningkat sampai beberapa kali meskipun tidak berujung letusan.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Gunung Lokon paksa Bandara Sam Ratulangi ditutup

Gunung Lokon paksa Bandara Sam Ratulangi ditutup


Gunung Lokon paksa Bandara Sam Ratulangi ditutup
Pesawat komersial bersiap mendarat di Bandara Internasional Sam Ratulangi, Manado, Sulawesi Utara (ANTARA FOTO/Fiqman Sunandar) 
 
Manado (ANTARA News) - Bandara Sam Ratulangi, Manado,  Sulawesi Utara, ditutup akibat letusan Gunung Lokon Sabtu pukul 23:48 WITA.

"Bandara Sam Ratulangi Manado kami harus tutup hingga pukul 09:00 WITA pagi ini, karena masih adanya semburan abu vulkanik Gunung Lokon," kata Humas PT Angkasa Pura I Ilham Sakti di Manado, Minggu.

Menurut Ilha,  jika dipaksakan melakukan kegiatan akan berdampak buruk pada penerbangan.

"Ini merupakan kondisi alam yang tidak memungkinkan Bandara Samrat untuk dibuka pagi ini, tapi kami mencoba akan membuka kembali pada pukul 09:00 WITA nanti," jelas dia.
Dia menjelaskan para penumpang masih menunggu di bandara itu dan mereka sangat memahaminya.

Dia mengatakan untungnya semua pesawat semalam sudah mendarat di bandara, sebelum abu vulkanik Gunung Lokon menyembur.

Sabtu pukul 23:48 WITA, gunung api aktif di Tomohon ini kembali meletus dan melontarkan material debu vulkanik setinggi 1.500 meter ke arah timur hingga utara.

Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Back To Top