-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
HUT ke-70 RI, Deddy Mizwar Lantangkan 'Rasanya' Karya Gus Mus

HUT ke-70 RI, Deddy Mizwar Lantangkan 'Rasanya' Karya Gus Mus

HUT ke-70 RI, Deddy Mizwar Lantangkan Rasanya Karya Gus Mus
Baban Gandapurnama - detikNews
  
Jakarta - Wakil Gubernur Jabar Deddy Mizwar punya cara lain memaknai momen HUT ke-70 RI. Dia membacakan puisi karya KH Ahmad Mustofa Bisri atau Gus Mus berjudul 'Rasanya' di hadapan wartawan.

Pemeran utama film 'Nagabonar' ini mengaku siang tadi menerima teks puisi tersebut. "Puisi ini karya Gus Mus. Barusan keterimanya," ucap Deddy di Gedung Sate, Jalan Diponegoro, Kota Bandung, Senin (17/8/2015).

Dia menatap layar ponselnya, lalu membacakan bait-bait 'Rasanya' dengan suara lantang. Sambil duduk santai di kursi, Deddy begitu menjiwai makna puisi itu.

Berikut teks puisi bertitel 'Rasanya' karya Gus Mus:

Rasanya

Baru kemarin Bung Karno dan Bung Hatta
Atas nama kita menyiarkan dengan seksama
Kemerdekaan kita di hadapan dunia

Rasanya Baru kemarin
Padahal sudah tujuh puluh tahun lamanya

Pelaku-pelaku sejarah yang nista dan mulia
Sudah banyak yang tiada. Penerus-penerusnya
Sudah banyak yang berkuasa atau berusaha
Tokoh-tokoh pujaan maupun cercaan bangsa
Sudah banyak yang turun tahta

Rasanya
Baru kemarin
Padahal sudah lebih setengah abad lamanya.

Petinggi-petinggi yang dulu suka korupsi
Sudah banyak yang meneriakkan reformasi.
Tanpa merasa risi

Rasanya baru kemarin
Rakyat yang selama ini terdaulat
sudah semakin pintar mendaulat
Pejabat yang tak kunjung merakyat
pun terus dihujat dan dilaknat

Rasanya baru kemarin
Padahal sudah tujuh puluh tahun lamanya

Pembangunan jiwa masih tak kunjung tersentuh
Padahal pembangunan badan
yang kemarin dibangga-banggakan
sudah mulai runtuh

Daging yang selama ini terus dimanjakan
kini sudah mulai kalap mengerikan
Ruh dan jiwa
sudah semakin tak ada harganya

Masyarakat yang kemarin diam-diam menyaksikan
para penguasa berlaku sewenang-wenang
kini sudah pandai menirukan

Rasanya
Baru kemarin
Padahal sudah lebih setengah abad kita merdeka.

Pahlawan-pahlawan idola bangsa
Seperti Pangeran Diponegoro
Imam Bonjol, dan Sisingamangraja
Sudah dikalahkan oleh Sin Chan, Baja Hitam
dan Kura-kura Ninja dan artis idola

Rasanya
Baru kemarin

Tokoh-tokoh angkatan empat lima
sudah banyak yang koma
Tokoh-tokoh angkatan enamenam sudah
banyak yang terbenam
Tokoh-tokoh angkatan selanjutnya
sudah banyak yang tak jelas maunya

Rasanya
Baru kemarin

Negeri zamrud katulistiwaku yang manis
Sudah terbakar nyaris habis
Dilalap krisis dan anarkis

Mereka yang kemarin menikmati pembangunan
Sudah banyak yang bersembunyi meninggalkan beban
Mereka yang kemarin mencuri kekayaan negeri
Sudah meninggalkan utang
dan lari mencari selamat sendiri

Mereka yang kemarin
sudah terbiasa mendapat kemudahan
Banyak yang tak rela sendiri kesulitan

Rasanya baru kemarin
Ternyata sudah tujuh puluh tahun kita
Merdeka
Ingin rasanya
aku sekali menguak angkasa
dengan pekik yang lebih perkasa:

M E R D E K A   !!!!!


Tuntas baca puisi, Deddy mengajak seluruh masyarakat memaknai 70 tahun kemerdekaan Indonesia dengan sikap optimistis. "Kita harus bangga menjadi bangsa Indonesia," ucapnya.
"Buktikan kepada dunia, Indonesia bangkit dan berjaya," kata Deddy.
(bbn/nwy)
HUT ke-70 RI, Presiden Jokowi Gelar Renungan Suci di TMP Kalibata

HUT ke-70 RI, Presiden Jokowi Gelar Renungan Suci di TMP Kalibata

Nur Khafifah - detikNews
HUT ke-70 RI, Presiden Jokowi Gelar Renungan Suci di TMP Kalibata Jokowi dan JK saat rapat kabinet (Agung Pambudhy/detikFOTO)

 Jakarta - Presiden Joko Widodo, Wapres Jusuf Kalla dan para menteri Kabinet Kerja mengunjungi Taman Makam Pahlawan Kalibata. Presiden dan para menteri melaksanakan upacara apel kehormatan dan renungan suci Hari Kemerdekaan Republik Indonesia.

Ibu negara Iriana Widodo dan istri Wapres Jusuf Kalla, Mufidah Kalla juga menghadiri acara renungan suci tersebut. Tepat pukul 00.00 WIB, upacara renungan suci dimulai. Suasana terasa hening, gelap dan sunyi.

"Kami berdoa agar arwah para pahlawan diterima Tuhan Yang Maha Esa dan ditempatkan di tempat yang sebaik-baiknya," ujar Presiden Jokowi dalam pembukaan renungan suci di TMP Kalibata, Jakarta Selatan, Senin (17/8/2015).

Jokowi menyebutkan, ada 9568 pahlawan yang dimakamkan di TMP Kalibata. Mereka merupakan pahlawan dari kalangan TNI/Polri sebanyak 8.767 orang, pahlawan dari badan perjuangan sebanyak 809 orang, tokoh nasional 39 orang dan tidak dikenal 43 orang.

"Begitu pun para pahlawan yang tidak dikenal nama dan tempatnya di kota, dusun, lereng, lembah, ngarai dan dasar lautan, kami menyatakan hormat yang sebesar-besarnya atas keridhoan, keikhlasan dan kesucian pahlawan dalam mengabdi demi kebahagiaan nusa dan bangsa," ujar Jokowi.
"Kami bersumpah dan berjanji, perjuangan pahlawan adalah perjuangan kami," imbuhnya.
Upacara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Mengheningkan Cipta. Kemudian Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin memimpin pembacaan doa untuk para pahlawan.

Tampak hadir Mendikbud Anis Baswedan, Menkes Nila F Moeloek, Mensos Khofifah Indar Parawansa, Kapolri Jenderal Badrodin Haiti, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo, Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, Gubernur DKI Jakarta Basuki T Purnama.
(khf/fdn)
Back To Top