-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Menteri Luhut Didesak Tegur Habib Rizieq

Menteri Luhut Didesak Tegur Habib Rizieq

CNN Indonesia
Menteri Luhut Didesak Tegur Habib RizieqKetua Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Sihab saat berada diantara ratusan orang dari Front Pembela Islam (FPI) menggelar demontrasi di depan Gedung DPRD DKI Jakarta, Maret lalu. (CNN Indonesia/Safir Makki)

JakartaCNN Indonesia -- Organisasi Masyarakat Laskar Muda Padjadjaran mendesak agar Menteri Koordinator Politik Hukum dan Hak Azasi Manusia Luhut Binsar Panjaitan menegur Rizieq Shihab terkait kasus plesetan salam sunda "Sampurasun" menjadi "Campur Racun".

"Perilaku pimpinan Front Pembela Islam (FPI) tersebut kami nilai bisa menimbulkan potensi perpecahan antar anak bangsa. Sehingga kami rasa Menkopulhukam harus menegur yang bersangkutan," kata Ketua Laskar Muda Padjadjaran Tedy Subarkah, di Bandung, Sabtu .
Menurut Tedy perkataan Habib Rizieq yang memplesetkan "Sampurasun" menjadi "Campur Racun" dalam sebuah ceramah di Kabupaten Purwakarta, Jabar, harus dibuktikan sengaja atau tidak saat disampaikan kepada forum.

"Namun tetap saja esensi ucapan tersebut menimbulkan potensi perpecahan. Sehingga itu tadi, kami menyarankan Pak Luhut Binsar Panjaitan, sangat berhak menegur saudara Habib Rizieq atas perilaku tersebut karena menimbulkan potensi perpecahan anak bangsa yang selama ini kita bina bersama kawan-kawan Pemuda Pancasila dan masyarakat kabuyutan," kata Tedi.

Teddy berharap semoga perpecahan tidak timbul akibat pengaruh ucapan Habib Rizieq. Dalam kewajiban warga negara, setiap orang memiliki kewajiban menjaga kerukunan.
"Kami menilai sikap Habib Rizieq sangat tidak elok mengatakan sampurasun jadi campur racun dalam forum terbuka. Apalagi yang menyatakan adalah orang yang mengaku paling Islam. Semoga Habib Rizieq segera sadar dan meminta maaf kepada seluruh rakyat Jabar," ujarnya.

Menurut Teddy, masalah adat bukan masalah komunitas atau kelompok namun masalah adat adalah masalah akhlak, manusia harus memiliki kepribadian seperti yang sudah ditetapkan menjadi ideologi dan cita-cita bangsa.
"Sebagai bagian NKRI kami sangat meghargai yang diyakini siapapun oleh masyarakat karena tertuang dalam UUD 45 dan digarisbawahi oleh butir-butir Pancasila," kata dia.

Sementara itu, desakan agar Habib Rizieq meminta maaf kepada masyarakat sunda terkait plesetan "Sampurasun" menjadi "Campur Racun" terus berdatangan, kali ini adalah dari MPC Pemuda Pancasila (PP) Kota Bandung.

Ketua MPC PP Kota Bandung Yayan Suherlan menyatakan, seluruh elemen masyarakat adat akan menolak Habib Rizieq di Jawa Barat.

"Atas kasus plesetan 'Sampurasun' menjadi 'Campur Racun' ini maka kami meminta Habib Rizieq datang dan berdiskusi dengan kami. Sampurasun itu identitas budaya Sunda yang sangat tinggi. Cukup minta maaf, tidak lebih," kata Yayan.

Pihaknya merasa wajib membela adat dari pelecehan yang dilakukan Habib Rizieq dan menyesalkan sikap mantan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) tersebut yang tidak mencerminkan manusia berakhlak mulia.

"Dan sebelum meminta maaf, kami menimbau dan mengajak masyarakat untuk menolak Habib Rizieq. Sebagai orang yang memposisikan sebagai orang Islam, dia tidak pantas berada di bumi pertiwi," katanya. (sip)
Bupati Purwakarta siap berdialog dengan Hhabib Rizieq

Bupati Purwakarta siap berdialog dengan Hhabib Rizieq

 Pewarta:
Bupati Purwakarta siap berdialog dengan Hhabib Rizieq
Ketua FPI (Front Pembela Islam) Habib Rizieq (ANTARA/Anis Efizudin)
Kalau bertemu, bicara enggak ada masalah, tapi kalau menyangkut setiap orang ada hak asasi yang harus dihormati, mari kita menghormati. Ini kan perbedaan,"
Bandung (ANTARA News) - Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi siap berdialog dengan petinggi Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq terkait permasalahan plesetan salam sunda "Sampurasun" menjadi "Campur Racun" yang terjadi saat Habib Rizieq menyampaikan ceramah di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

 "Kalau bertemu, bicara enggak ada masalah, tapi kalau menyangkut setiap orang ada hak asasi yang harus dihormati, mari kita menghormati. Ini kan perbedaan," kata Dedi Mulyadi disela-sela acara Malam Puncak Perayaan HUT AMS Pusat di Kota Bandung, Jumat malam.

Ia menuturkan secara pribadi dirinya bersikap santai dan telah memaafkan segala tuduhan atau pernyataan yang diutarakan Habib Rizieq dalam ceramahnya di Kabupaten Purwakarta, seperti tudingan dirinya menikahi Nyi Roro Kidul.

"Yang pertama dari sisi pribadi saya terus membuat jawaban, saya tidak menganggap itu tuduhan atau pertanyaan dari mulai makna Sampurasun dan pertanyaan di dalamnya menganggap saya menikah dengan Nyi Roro Kidul, saya sudah menjawab semuanya dengan baik," kata dia.

Orang nomor satu di Kabupaten Purwakarta ini mengaku telah terbiasa dengan segala tuduhan yang dialamatkan kepada dirinya seperti tudingan menikah dengan Nyi Roro Kidul.

"Saya sampaikan, saya pribadi sudah terlalu biasa menghadapi berbagai tuduhan, yang menyangkut tentang pribadi saya," kata dia.

Sementara itu, terkait plesetan "Sampurasun" menjadi "Campur Racun" ia menegaskan salam Sunda tersebut memiliki makna yang bagus dan tidak bertentangan dengan kaidah agama Islam.

"Sebelum Sampurasun populer seperti saat ini, mungkin bisa dikatakan saya pejabat pertama di Jawa Barat yang mengucapkan itu di berbagai acara pemerintah," kata dia.

Menurut dia, "Sampurasun" kepanjangan dari "Sampurna Ning Insun" yang berarti sempurnakan diri anda dan ada empat penyempurnaan yang harus dilakukan yakni penyempurnaan telinga, mata, hidung, lidah dan kesemuanya berfokus dalam hati.

Sekretaris Jenderal Pengurus Pusat Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Denta Alamsyah menambahkan pihaknya tidak ada masalah dengan organisasi tempat bernaung Habib Rizieq.
"Kami membuka pintu dan siap berdialog dengan Habib Rizieq dan kami merasa tidak pernah ada masalah dengan FPI," kata Denta.
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Plesetkaan salam "sampurasun", Habib Rizieq dilaporkan ke polisi

Plesetkaan salam "sampurasun", Habib Rizieq dilaporkan ke polisi

Plesetkaan salam
Habib Rizieq Shibab. (FOTO.ANTARA)
 
Bandung (ANTARA News) - Aliansi Masyarakat Sunda Menggugat yang diinisiasi oleh Angkatan Muda Siliwangi Jawa Barat melaporkan Habib Rizieq kepada Polda Jawa Barat atas tuduhan penghinaan dan pelecehan terhadap budaya sunda karena telah memplesetkan salam sunda "sampurasun" menjadi "campur racun".

"Laporannya dilakukan kemarin. Dia memplesetkan sampurasun menjadi campur racun saat diundang ceramah oleh Bupati Purwakarta beberapa waktu lalu," kata Ketua Umum Angkatan Muda Siliwangi (AMS) Pusat Noeriy Ispandji Firman, di Bandung, Selasa.
Ia memperlihatkan rekaman video berdurasi sekitar 40 detik yang menampilkan Habib Rizieq sedang berceramah lalu memplesetkan salam sunda "sampurasun" menjadi "campur racun" kepada wartawan.

Petinggi ormas keagamaan tersebut dilaporkan oleh Aliansi Masyarakat Sunda Menggugat dengan UU ITE karena dalam video tersebut terdapat ucapan Habib Rizieq yang memplesetkan salam "Sampurasun".

Ia menuntut agar Habib Rizieq meminta maaf kepada seluruh etnis Sunda karena telah memplesetkan salam "Sampurasun".

"Kami Mengecam pimpinan Front Pembela Islam tersebut dengan melarang Habib Rizieq masuk ke Jawa Barat dan menuntut Habib Rizieq Shihab meminta maaf secara terbuka. Itu tuntutan kami," kata dia.

Noeriy mengatakan etnis sunda memang tidak suka berselisih namun ketika diganggu dan diusik maka orang Sunda juga bisa melawan karena salam "Sampurasun" bagi masyarakat sunda memiliki arti hormat dan merupakan sebuah doa.

"Perlu saya tegaskan di sini Sampurasan adalah salam hormat dan doa, sekarang diplesetkan oleh seorang tokoh, tidak pantas, apalagi itu disampaikan di tanah Sunda, di Purwakarta," katanya.

Menurut dia, salam "Sampurasun" juga menjadi identitas bangsa diantara keragaman suku dan etnis yang ada di Indonesia sehingga jika diplesetkan maka secara tidak langsung kita melecehkan Bhineka Tunggal Ika.

Selain Habib Rizieq, pihaknya juga melaporkan Muhammad Syahid yang juga dianggap telah melecehkan dengan memplesetkan sampurasun di media sosial Facebook.

"Orang sunda jangan diam dengan pelecehan budaya ini, kami akan koordinasi dengan semua saudara kita. Ini keterlaluan, kita seharusnya menghormati sesama budaya. Secara resmi kemarin sudah melapor ke Polda, tapi kalau Polda tidak mengusut tuntas hal ini kami dan teman-teman akan bergerak," kata dia.

Seniman dan budayawan Acil Bimbo menambahkan pernyataan Habib Rizieq yang memplesetkan salam "Sampurasun" menjadi "Campur Racun" ini harus didiskusikan kembali oleh semua elemen. Terutama yang merasa tersinggung pernyataan tersebut.

"Jadi apa memang cuma segini yang tersinggung. Saya yakin bukan cuma di Bandung saja yang tersinggung. Ini cerminan, orang Bandung sudah tidak jadi pribumi lagi di Bandung. Kenapa dia berani, karena dia merasa kuat, percaya diri. Ini bukan lagi bercanda," kata Acil.
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Back To Top