-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Harga minyak dunia jatuh karena kekhawatiran Brexit meningkat

Harga minyak dunia jatuh karena kekhawatiran Brexit meningkat

 | 3.217 Views
Harga minyak dunia jatuh karena kekhawatiran Brexit meningkat
Dokumentasi seorang petugas merawat kilang mini PT Tri Wahana Universal yang sudah tidak menerima pasokan minyak mentah sejak 16 Januari 2016 di wilayah Bojonegoro, Jawa Timur, Kamis (10/3). (ANTARA FOTO/HO/Parto)

New York (ANTARA News) - Harga minyak dunia jatuh pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena kekhawatiran wacana Brexit --Inggris keluar dari Uni Eropa-- dalam referendum pada pekan keempat Juni ini, mengirim investor beralih ke dolar yang dinilai lebih aman.

Dengan referendum Inggris hanya seminggu lagi, jajak pendapat menunjukkan pemungutan suara pada 23 Juni semakin mendukung kampanye untuk "meninggalkan" Uni Eropa.

Sebuah potensi Brexit memicu kekhawatiran tentang pukulan negatif terhadap perekonomian Inggris dan Uni Eropa, dan dampaknya terhadap seluruh ekonomi global yang lemah.

"Kekhawatiran tentang dampak ekonomi jika Inggris keluar dari Uni Eropa ini, diperparah oleh kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi di China. Ini semua memiliki dampak negatif pada harga," kata ekonom energi James Williams dari WTRG Economics.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Juli merosot ke level terendah dalam lebih dari sebulan di New York Mercantile Exchange, berakhir di 46,21 dolar AS per barel, turun 1,80 dolar AS dari tingkat penutupan Rabu.

Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Agustus, patokan internasional, jatuh 1,78 dolar AS menjadi menetap di 47,19 dolar AS per barel, penutupan terendah sejak 9 Mei.

"Harga minyak jatuh hari ini untuk hari keenam berturut-turut, membuat kerugian beruntun terpanjang mereka sejak Februari," kata analis Commerzbank, Carsten Fritsch.

Dolar naik terhadap euro, dolar Kanada dan franc Swiss. Dolar yang lebih kuat biasanya menekan permintaan minyak mentah yang dihargakan dalam dolar.

Kekhawatiran tentang kelebihan pasokan global tetap di pasar. 

"Sementara kami tidak melihat berita tertentu yang menunjukkan pasokan minyak bumi meningkat, kami melihat kecemasan atas penurunan produksi baru-baru ini dari Kanada dan Nigeria berkurang setidaknya beberapa derajat, dengan surplus persediaan masih bergantung di pasar," Tim Evans, di Citi Futures, Kamis. 
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Harga minyak dunia turun setelah tiga hari naik

Harga minyak dunia turun setelah tiga hari naik

Harga minyak dunia turun setelah tiga hari naik
Anjungan PAPA, Flowstation Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) di lepas pantai Karawang, Jawa Barat, Senin (28/7).(ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

New York (ANTARA News) - Setelah melonjak tiga hari berturut-turut hingga mencapai tingkat tertinggi 11-bulan, harga minyak dunia turun pada Kamis (9/6), saat para investor membukukan keuntungan.

"Meski ada potensi penurunan kecil berkembang menjadi penurunan lebih signifikan, sejauh ini terlihat seperti koreksi teknikal moderat menyusul tiga hari keuntungan daripada pembalikan besar," kata Tim Evans dari Citi Futures.

Acuan Amerika Serikat, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI), untuk pengiriman Juli turun 67 sen menjadi berakhir di 50,56 dolar AS per barel sehari setelah ditutup pada level tertinggi sejak Juli 2015.

Patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea, untuk pengiriman Agustus turun 56 sen menjadi menetap di 51,95 dolar AS per barel di perdagangan London.

"Sedikit aksi ambil untung terjadi, tapi masih ada banyak kekuatan di pasar," kata Carl Larry dari Frost & Sullivan seperti dikutip kantor berita AFP.

Larry memperkirakan harga minyak bisa mencapai 55 dolar AS minggu depan. "Permintaan kuat," kata dia, sementara pasokan mulai terlihat sedikit melemah. 
"Kami mulai melihat animo sedikit lebih meningkat."
Harga minyak telah meningkat hampir dua kali lipat sejak menyentuh level terendah sejak 2003 pada Februari, terbantu penurunan produksi Amerika Serikat dan pemangkasan produksi di Nigeria karena kerusuhan pemberontak, dan di Kanada akibat kebakaran hutan di kawasan penghasil minyak Alberta.
"Momentum yang ada, sentimen pasar, tidak adanya berita bearish dan pengurangan pasokan yang masih cukup besar menunjukkan bahwa kenaikan harga akan terus berlanjut," kata analis Commerzbank dalam sebuah catatan penelitian.
Mereka mencatat bahwa investor mengabaikan kenaikan produksi minyak mentah Amerika serikat sebesar 10.000 barel per hari pekan lalu, yang merupakan kenaikan pertama dalam 13 minggu terakhir.  (Uu.A026)

Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Harga minyak dunia naik tipis

Harga minyak dunia naik tipis

Harga minyak dunia naik tipis
Petugas mengawasi kapal tanker yang melakukan pengisian minyak di Single Buoy Mooring (SBM) milik Pertamina RU VI Balongan di Laut Indramayu, Jawa Barat, Minggu (13/3). (ANTARA FOTO/Dedhez Anggara)

New York (ANTARA News) - Harga minyak dunia bersusah payah naik tipis pada Selasa (Rabu pagi WIB) setelah dua hari sebelumnya mencatat penurunan besar, di tengah peringatan Dana Moneter Internasional (IMF) atas pertumbuhan global yang lambat.

Menurut Xinhua, harga minyak telah jatuh lebih dari lima persen dalam dua hari perdagangan terakhir karena rencana pembatasan produksi oleh produsen-produsen utama meredup. 

Minyak mentah Brent North Sea, patokan global, yang diperdagangkan di London untuk pengiriman Juni, berakhir naik 18 sen menjadi menetap di 37,87 dolar AS per barel.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, bertambah 19 sen menjadi ditutup pada 35,89 dolar AS per barel di perdagangan New York.

Brent jatuh ke serendah 37,27 dolar AS dan WTI merosot menjadi 35,24 dolar AS per barel di awal perdagangan, di tengah harapan yang rendah untuk pembicaraan pembatasan produksi di Doha, Qatar, pada 17 April antara Rusia dan para produsen OPEC untuk memperkuat harga.

Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde melukiskan sebuah gambar suram untuk perekonomian global dalam sebuah pidato di Frankfurt, mengatakan pertumbuhan masih "terlalu lambat" dan "terlalu rapuh" dan sangat mendesak negara-negara maju untuk meningkatkan upaya stimulus fiskal.

"Secara keseluruhan, prospek global telah melemah selama enam bulan terakhir - diperparah oleh pelambatan relatif Tiongkok, harga komoditas yang lebih rendah, dan prospek pengetatan keuangan di banyak negara," katanya.

IMF "waspada, bukan cemas," katanya, dalam sambutannya, yang membuat pasar ekuitas global melemah

Sementara itu Nawal al-Fezaia, Gubernur OPEC Kuwait pada Selasa mengatakan bahwa negara-negara penghasil minyak utama dapat mencapai kesepakatan untuk membekukan produksi, sekalipun jika Iran tidak bergabung dengan tindakan tersebut.

Produksi minyak mentah Iran telah melonjak sejak Barat mencabut sanksi-sanksi terkait nuklir pada Januari, dan negara, yang telah lama mengurangi pasokannya ke pasar minyak mentah global, telah menegaskan seharusnya tidak menjadi salah satu yang  harus memotong kembali produksinya.

Namun, Mohammad bin Salman Al Saud, wakil putra mahkota Arab Saudi, Jumat lalu, mengisyaratkan keengganan kerajaan itu untuk membekukan produksi kecuali negara-negara lain melakukan hal yang sama.

Sementara para pejabat Iran telah membuat jelas bahwa negaranya tidak akan berpartisipasi dalam pembekuan produksi sampai produksinya berjalan ke tingkat sebelum sanksi internasional diterapkan.

(A026)
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Harga minyak dunia bangkit kembali dari terendah 12-tahun

Harga minyak dunia bangkit kembali dari terendah 12-tahun

New York (ANTARA News) - Harga minyak dunia naik dari terendah 12-tahun pada Kamis (Jumat pagi WIB), karena kebangkitan teknikal setelah jatuh di bawah 30 dolar AS per barel pekan ini di tengah kelebihan pasokan global yang sedang berlangsung.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari, naik 72 sen menjadi berakhir di 31,20 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, lapor AFP.

Patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Februari juga naik 72 sen, ditutup pada 31,03 dolar AS per barel di perdagangan London.

"Apa yang telah kita lihat, jika ada, adalah sedikit dari kebangkitan teknikal," kata Bart Melek, kepala strategi komoditas di TD Securities.

"Mungkin untuk saat ini pasar telah sedikit kelebihan jual (oversold). Jadi saya tidak akan mengatakan bahwa sesuatu yang fundamental terjadi hari ini," katanya.

Dua minggu memasuki 2016, harga minyak telah merosot lebih dari 15 persen akibat para investor khawatir tentang kondisi global yang terus kelebihan pasokan minyak mentah dan ketidakpastian prospek permintaan, terutama di Tiongkok.

WTI turun di bawah 30 dolar AS per barel pada Selasa dan giliran Brent pada Rabu, membawa kontrak-kontark acuan ke tingkat terendah dalam sekitar 12 tahun.

"Kami mulai melihat beberapa bagian terbawah di Amerika Serikat, mungkin kita melihat posisi terbawah pada 30 dolar AS, tidak jauh lebih banyak," kata Carl Larry di Frost & Sullivan.

"Ada beberapa konsolidasi terjadi."

Namun demikian, sebagian besar analis memperkirakan keuntungan akan berumur pendek.

"Pasar yang lebih luas masih di bawah tekanan jual yang moderat ... surplus pasokan/permintaan secara fisik yang sedang berlangsung masih menambah persediaan global," Tim Evans dari Citi Futures mengatakan dalam sebuah catatan kepada klien.

"Iran juga terus membuat kemajuan menuju hari pelaksanaan pada

kesepakatan nuklirnya dengan kekuatan internasional, dengan sanksi kemungkinan dicabut dalam beberapa hari dan minyak tambahan mengalir segera setelah itu," tambah Evans.

Iran mengatakan pada Kamis, pihaknya telah menghapus inti reaktor air berat Arak dan mengisi bagian itu dengan semen, langkah penting di bawah perjanjian nuklir yang segera dilaksanakan dengan enam kekuatan dunia.

Pelaksanaan kesepakatan, yang memungkinkan penghapusan sanksi, diharapkan pada Minggu.
(Uu.A026)
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Harga minyak dunia jatuh di bawah 32 dolar AS

Harga minyak dunia jatuh di bawah 32 dolar AS

Harga minyak dunia jatuh di bawah 32 dolar AS
minyak mentah, minyak, harga minyak dunia (REUTERS)

New York (ANTARA News) - Harga minyak dunia jatuh di bawah 32 dolar AS per barel pada Senin (Selasa pagi WIB), untuk pertama kalinya dalam 12 tahun di tengah tanda-tanda bahwa Iran dapat bebas meningkatkan ekspornya dalam beberapa minggu.

Menurut AFP, Di perdagangan New York, patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari merosot 1,75 dolar AS menjadi berakhir di 31,41 dolar AS per barel, tingkat yang terakhir disaksikan pada 23 Desember 2003.

Patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Februari, turun 1,61 dolar AS menjadi menetap di 31,55 dolar AS per barel, penutupan terendah yang terakhir terjadi pada April 2004.

Sebelumnya harga anjlok sebesar 10 persen pekan lalu karena kekhawatiran tentang perekonomian Tiongkok, yang merupakan konsumen energi terbesar di dunia, membenamkan data positif laporan ketenagakerjaan AS yang kuat.

"Pada saat ini tidak banyak orang mengharapkan untuk melihat reboundsignifikan dalam minyak, sehingga harga terus bergerak lebih rendah ke tingkat terendah multi-tahun karena sentimen bergerak dari posisi buruk menjadi lebih buruk," analis Capital Gain, Fawad Razaqzada, mengatakan kepada AFP.

Para analis masih harus mempertimbangkan risiko geopolitik -- termasuk konfilik Arab Saudi-Iran -- terhadap prospek pasokan baru yang datang ke pasar dari Iran ketika sanksi-sanksinya dicabut.

(A026)
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top