-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Darmin: stabilitas harga pangan turunkan angka kemiskinan

Darmin: stabilitas harga pangan turunkan angka kemiskinan

Darmin: stabilitas harga pangan turunkan angka kemiskinan
Menko Perekonomian Darmin Nasution (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution menilai penurunan angka kemiskinan sebesar 0,27 persen dari total penduduk Indonesia, karena harga komoditas pangan yang stabil.

"Harga pangan itu komposisinya besar dalam konsumsi masyarakat miskin," kata Darmin di Jakarta, Senin.
Menurutnya, penurunan angka kemiskinan itu juga mencerminkan mulai meratanya stabilitas pada berbagai harga komoditi, terutama untuk komoditi yang banyak dikonsumsi masyarakat miskin.

Dengan stabilitas harga tersebut, ujarnya, membuat konsumsi masyarakat bertambah sehingga dapat keluar dari garis kemiskinan.

Garis kemiskinan menurut Badan Pusat Statistik (BPS) juga naik 2,78 persen menjadi Rp354.386 per kapita dari Rp344.809 per kapita pada September 2015

"Penurunan angka kemiskinan ini juga tidak bisa langsung dikorelasikan dengan capaian pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2016. Penurunan ini, menghitung berapa penduduk yang di bawah garis kemiskinan, sementara pertumbuhan ekonomi menghitung penambahan kegiatan ekonomi dan jasa," jelasnya.
Pada Senin ini, BPS melaporkan jumlah penduduk miskin Indonesia turun 0,26 persen menjadi 28,01 juta orang atau 10,86 persen pada Maret 2016.

Jumlah tersebut menurun dibandingkan pada September 2015 yakni 28,51 juta orang atau 11,13 persen.

Menurut data yang disajikan BPS, turunnya jumlah penduduk miskin tersebut di antaranya dipengaruhi oleh penurunan rata-rata harga kebutuhan pokok. Misalnya harga daging ayam ras turun sebesar 4,08 persen dari Rp37.742 menjadi Rp36.203.

Selain itu, tingkat pengangguran terbuka juga menurun, yakni pada Agustus 2015 sebesar 6,18 persen menjadi 5,5 persen pada Februari 2016. Penurunan tingkat pengangguran terbuka tersebut berperan meningkatkan pendapatan bagi sebagian masyarakat, kata Kepala BPS Suryamin.

Suryamin juga menilai faktor lainnya yang memengaruhi penurunan jumlah penduduk miskin adalah nilai rata-rata upah buruh petani per hari Maret 2016 dibanding September 2015, yang naik 1,75 persen dari Rp46.793 menjadi Rp47.559.

Editor: Heppy Ratna
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Presiden Jokowi panggil Mentan terkait harga pangan Ramadhan

Presiden Jokowi panggil Mentan terkait harga pangan Ramadhan

Presiden Jokowi panggil Mentan terkait harga pangan Ramadhan
Menteri Pertanian Andi A Sulaiman (ANTARA FOTO/Ho/Wiyono/pd/16)

Mentan Andi Amran Sulaiman di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, mengatakan ia menghadap Presiden Jokowi untuk membahas pasokan dan harga pangan.

"Semuanya, mulai dari jagung, daging, pangan semua," kata Amran.

Khusus untuk daging yang ditekankan Presiden harganya harus di bawah Rp80.000/kg sebelum Ramadhan, Amran mengatakan rekomendasi telah diterbitkan.
Ia mengemukakan pembicaraan itu akan ditindaklanjuti dalam rapat koordinasi di Kantor Kementerian BUMN. 

"Kemudian besok kita bahas bersama, tiga kementerian melibatkan pula pejabat eselon 1 dan eselon 2," katanya.
Oleh karena itu, Amran mengaku baru akan memberikan detail persoalan itu esok hari menanti pembahasan lanjutan rampung.

Ia juga enggan menyampaikan soal penyebab harga daging yang naik menjelang Ramadhan dari tahun ke tahun.

"Detailnya besok. Kita lihat pembahasan lanjutan. Nanti kita bahas dulu ya," katanya.
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top