-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Harimau sumatera bernama Elsa mati

Harimau sumatera bernama Elsa mati

Harimau sumatera bernama Elsa mati
Seekor harimau Sumatra (Phantera Tigris Sumatrae) yang terkena jerat pemburu diamankan petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu dari Desa Beriang Tinggi, Kabupaten Kaur, Bengkulu, Jumat (4/4). Satwa langka itu ditemukan dengan kaki kanan depan membusuk akibat gesekan sling jerat dan harus segera diamputasi. (ANTARA FOTO/Helti Marini Sipayung)
 Saya sedang laporan kematian harimau ke BP Dirjen di Jakarta

Bengkulu (ANTARA News) - Harimau sumatera (Panthera tigris Sumatrae) yang dinamai Elsa ditemukan mati di Pusat Latihan Gajah Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara, Provinsi Bengkulu.

Polisi Hutan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Provinsi Bengkulu, Sigit saat dihubungi di Bengkulu, Senin, mengatakan, Elsa diduga sakit saat dirawat di kandang sejak Novembar 2015.

"Sudah diautopsi, untuk penyebab pasti belum diketahui," kata dia.

Kepala BKSDA Bengkulu, Anggoro Dwi Sujiarto, mengatakan, saat ini dirinya sedang menuju Jakarta untuk melaporkan kematian harimau tersebut.

"Saya sedang laporan kematian harimau ke BP Dirjen di Jakarta," kata Anggoro melalui pesan singkat.

Sebelumnya, harimau betina bernama Elsa diselamatkan dari jerat pemburu liar di kawasan hutan Kabupaten Kaur oleh Tim tapal batas hak guna usaha (HGU) bersama Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu.

Kaki kanan depan harimau yang sudah berusia empat tahun itu terpaksa diamputasi sebab sudah membusuk saat ditemukan petugas.

BKSDA Pada 27 Oktober 2015 memindahkan perawatan harimau korban konflik tersebut ke Taman Wisata Alam (TWA) Sebelat, Pusat Latihan Gajah Kecamatan Putri Hijau, Kabupaten Bengkulu Utara.

Sebelum dipindahkan ke TWA Sebelat, Elsa dikarantina di BKSDA Provinsi Bengkulu sejak diselamatkan dari jerat pemburu liar.
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Harimau Sumatera Mati Terlilit Kawat Jeratan Babi di Sumbar

Harimau Sumatera Mati Terlilit Kawat Jeratan Babi di Sumbar

John Nedy Kambang - detikNews

Harimau Sumatera Mati Terlilit Kawat Jeratan Babi di Sumbar  
Harimau yang mati karena terkena jerat babi hutan. (John Nedy Kambang/detikcom) 
 
Padang - Seekor harimau sumatera ditemukan mati di Jorong Pelangai, Balai Selasa, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar). Binatang langka tersebut terlilit kawat penjerat babi yang dipasang warga setempat.

Wakil Komandan (Wadan) Satgas Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumbar, Zumi menyebutkan, harimau yang mati itu berjenis kelamin jantan. Usianya diperkirakan lebih dari 10 tahun.

"Terkena jeratan babi yang dipasang oleh warga setempat," kata Zumi kepada wartawan Senin (4/5/2015) siang.

Menurut Zumi, hewan pemangsa dengan nama latin Panthera tigris sumatrae itu terjerat pada Sabtu (2/5). Jeratan babi biasa dipasang oleh warga setempat dengan tujuan mengurangi hama babi hutan yang sering merusak tanaman masyarakat. Rupanya, kali ini bukan babi yang terjerat, melainkan seekor binatang langka.
Mendapat laporan ada harimau terjerat, petugas BKSDA kemudian datang ke lokasi. Bangkai binatang itu lalu dibawa pada Minggu (3/5) malam. Setelah diperiksa, kemudian dikuburkan di halaman belakang kantor BKSDA di Padang.

Harimau sumatera merupakan subspesies harimau yang habitat aslinya di Pulau Sumatera. Jenis binatang ini merupakan satu dari enam subspesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini, dan termasuk dalam klasifikasi satwa kritis yang terancam punah dalam daftar merah spesies terancam yang dirilis Lembaga Konservasi Dunia IUCN. Populasi liarnya diperkirakan saat ini tinggal antara 400-500 ekor, dan jumlahnya terus menurun akibat perburuan.


(rul/try)
Back To Top