-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Tak ada indikasi hujan es di pegunungan Papua

Tak ada indikasi hujan es di pegunungan Papua


Tak ada indikasi hujan es di pegunungan Papua
Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) (istimewa)
 
Jayapura (ANTARA News) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Wilayah V Jayapura menyatakan hingga kini tidak terdeteksi terjadi hujan es di kawasan pegunungan Papua, termasuk di Kabupaten Lanny Jaya.

Kasubdit Pelayanan Jasa BMKG Wilayah V Jayapura, Zem Padama, di Jayapura, Rabu, menyatakan dari citra radar dan satelit tidak ada kondisi yang mendukung terjadi hujan es.

"Hingga kini tidak nampak awan konvektif atau awan kumulonimbus yang terdapat di atas wilayah tersebut," ujar Padama, seraya menambahkan hingga kini belum ada laporan dari BNPB Papua tentang terjadi bencana hujan es.

Secara terpisah, Dandim Jayawijaya Letkol Inf Mohammad Aidi ketika dihubungi mengakui, dari laporan yang diterima tanggal 21 Oktober lalu terjadi hujan es asam di Kabupaten Lanny Jaya terutama di Distrik Kuyawage, Wano Barat, dan Distrik Goa Balim.
Bahkan dilaporkan sekitar 3.000 warga dari ketiga distrik telah mengungsi.

Namun saya belum bisa memastikan kebenarannya karena belum melihat langsung ke lokasi, ujar Letkol Aidi lagi.

Menurutnya, dia berencana pada Rabu ini akan meninjau ke lokasi-lokasi yang dilaporkan mengalami hujan es itu.

"Kita tunggu saja sekembalinya saya dari kunjungan ke lokasi yang dilaporkan telah terjadi hujan es," katanya pula.

Wilayah tugas Kodim Jayawijaya meliputi Kabupaten Jayawijaya, Lanny Jaya, Tolikara, Nduga, Mamberamo Tengah, dan Kabupaten Yahukimo.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Hujan Es Terjadi di Medan Selama 30 Menit

Hujan Es Terjadi di Medan Selama 30 Menit

Jeffris Santama - detikNews
 Hujan Es Terjadi di Medan Selama 30 Menit 
Foto: Riri Aulia/Butiran es

 Medan - Jika sejumlah kawasan dilanda bencana kekeringan, hujan es justru terjadi di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Hujan es ini berlangsung sekitar 30 menit dan membuat  warga heboh.

Hujan es itu berlangsung di Jalan Brigjen Zein Hamid, Kecamatan Medan Maimun Gang Keluarga. Salah seorang warga, Riri Aulia (22) mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Minggu (26/7/2015) sekitar pukul 13.30 WIB.

"Saat itu hujan sedang deras dan angin kencang. Awalnya itu saya mau tidur. Jadi tiba-tiba atap rumah saya kayak dilempari batu gitu saat sedang hujan," kata Riri kepada detikcom.
Rini lalu keluar rumah bersama keluarga untuk mengecek apa yang terjadi. Ternyata suara batu itu adalah butiran es.

"Sempat kaget saat itu. Esnya itu sebesar ujung jari kelingking. Esnya pun cepat kali cairnya," sebut mahasiswi Fakultas Ilmu Soial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara ini.

Menurut Riri, warga yang berada seputaran rumahnya pun mendadak heboh.  Sejumlah warga rela untuk mandi hujan demi memegang es itu.

"Saya tinggal di sini sudah sekitar 15 tahun. Selama saya tinggal di sini, baru kali ini terjadi," terang Riri.
(nrl/nrl)

Back To Top