-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
IHSG dibuka menguat 13,45 poin

IHSG dibuka menguat 13,45 poin

IHSGdibuka menguat 13,45 poin
Karyawan mengamati pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (11/7/2016). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

IHSG BEI dibuka naik 13,45 poin atau 0,26 persen menjadi 5.112,98. Sedangkan kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 3,35 poin (0,38 persen) menjadi 880,51.

"Sejalan dengan pergerakan bursa saham Asia, IHSG kembali bergerak menguat meski sebagian investor mulai khawatir akan adanya aksi ambil untung," kata NH Korindo Securities Indonesia, Reza Priyambada di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, salah satu penopang IHSG yakni pelaku pasar asing yang masih terus melakukan aksi belinya secara masif, menandakan ekspektasi ekonomi Indonesia ke depan akan baik.

"Sentimen pengampunan pajak di dalam negeri, stimulus ekonomi Jepang, dan meredanya kekhawatiran Inggris keluar dari Uni Eropa (Brexit) menjadi pendorong aksi beli itu," katanya.
Kendati demikian, lanjut dia, pelaku pasar diharapkan tetap waspada mengingat faktor teknikal menunjukan harga saham di dalam negeri sudah mulai masuk dalam area jenuh beli sehingga rawan aksi ambil untung.

Sementara itu, Analis Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya mengatakan bahwa momentum kenaikan IHSG terlihat masih akan berlanjut, investor masih dapat melakukan akumulasi.

"Data perekonomian dalam negri yang telah dan akan dilansir dalam pekan ini masih memberikan sinyal positif dan dapat menjaga IHSG," katanya.
Namun, lanjut dia, jika IHSG BEI mengalami koreksi, investor diharapkan tidak panik karena situasi itu dapat dimanfaatkan untuk melakukan akumulasi pembelian secara selektif.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 198,37 poin (0,93 persen) ke level 21.423,11, indeks Nikkei naik 280,99 poin (1,75 persen) ke level 16.376,64, dan Straits Times menguat 14,71 poin (0,51 persen) ke posisi 2.916,83.
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
BEI: pengampunan pajak topang IHSG

BEI: pengampunan pajak topang IHSG

BEI: pengampunan pajak topang IHSG
Direktur Utama BEI, Tito Sulistio. (Humas BEI))
Jakarta (ANTARA News) - Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio mengatakan kebijakan pengampunan pajak menjadi salah satu faktor penopang indeks harga saham gabungan (IHSG) hingga menembus level 5.000 poin.

"Apresiasi tax amnesty mulai terlihat, sederhana saja, kebijakan itu menambah likuiditas. Lalu, tax amnesty juga dapat memperbaiki neraca pembayaran Indonesia," kata Tito di Jakarta, Jumat.

Ia mengemukakan bahwa rasio utang Indonesia terhadap produk domestik bruto yang sebesar 30 persen terbilang sehat namun sayang pasar keuangannya tidak terlalu likuid.

"Dengan dana repatriasi hasil kebijakan tax amnesty kita tarik ke Indonesia, kita akan menjadi lebih sehat, neraca pembayaran bagus, inflasi terjaga, ekonomi membaik," kata Tito, menambahkan bahwa pintu masuk utama bagi dana repatriasi yakni perbankan, manajemen investasi, dan perusahaan efek. 

"Hal-hal ini yang diapresiasi investor, asing juga sangat bullish terhadap pasar saham kita, bisa dilihat dalam lima hari terakhir yang mencatatkan beli bersih sekitar Rp4 triliun," katanya.

Situasi itu nantinya akan menambah permintaan investasi di pasar modal.

Dia juga mengemukakan bahwa Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merelaksasi aturan mengenai kontrak pengelolaan dana (KPD) berupa penurunan besar nilai investasi untuk setiap pemodal dari Rp10 miliar menjadi Rp5 miliar.

"KPD dikeluarkan OJK, dana yang masuk ke pasar modal melalui rekening dana nasabah (RDN) dapat dibekukan. Nantinya, akan terjadi demand, karena permintaan akan naik maka ada apresiasi harga di pasar," katanya. 


Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2016
IHSG ditutup naik 7,67 poin

IHSG ditutup naik 7,67 poin


Jakarta (ANTARA News) - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Selasa ditutup menguat sebesar 7,67 poin merespons pengumuman Paket Kebijakan Ekonomi jilid XI.

IHSG ditutup naik 7,67 poin atau 0,16 persen menjadi 4.781,29. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak naik 1,77 poin (0,21 persen) menjadi 829,31.

Analis Reliance Securities Lanjar Nafi mengatakan, pengumuman Paket Kebijakan Ekonomi jilid XI yang di dalamnya terdapat pelonggaran logistik, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) hingga dana investasi real estate (Dire) menjadi salah satu faktor yang menopang indeks BEI.

"Penguatan indeks BEI yang tipis ini tertolong oleh investor yang antusias terhadap pengumuman paket kebijakan XI," ujarnya.
Secara teknikal, lanjut dia, IHSG juga mulai masuk dalam area jenuh jual sehingga berpeluang besar bagi investor kembali melakukan akumulasi saham pada perdagangan selanjutnya.

"IHSG diperkirakan bergerak di kisaran 4.710-4.850 poin dengan kecenderungan menguat pada Rabu (30/3) besok," paparnya.

Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere menambahkan, pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi salah satu faktor yang menghambat laju IHSG untuk bergerak lebih tinggi.

Selain itu, lanjut dia, laporan laba perusahaan tercatat di BEI atau emiten juga belum direspons pelaku pasar saham sehingga laju indeks BEI cenderung terbatas.

Selain dari faktor internal, ia mengatakan, investor juga masih mencemaskan kondisi ekonomi global yang belum menunjukkan pemulihan menyusul perekonomian Tiongkok yang belum sepenuhnya pulih.

Sementara, frekuensi perdagangan saham di BEI mencapai 216.519 kali transaksi dengan total jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 7,91 miliar lembar saham senilai Rp6,14 triliun. Sebanyak 146 saham mengalami kenaikan, 141 saham turun, dan 93 saham tidak bergerak.

Bursa regional, di antaranya indeks Bursa Hang Seng menguat 20,69 poin (0,10 persen) ke level 20.366,30, indeks Nikkei turun 30,84 poin (0,18 persen) ke level 17.103,53, dan Straits Times melemah 8,73 poin (0,31 persen) ke posisi 2.821,56.

Editor: Heppy Ratna
COPYRIGHT © ANTARA 2016
IHSG dibuka naik 10,29 poin

IHSG dibuka naik 10,29 poin

Pewarta: 

Jakarta (ANTARA News) - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat dibuka naik sebesar 10,29 poin menanggapi kebijakan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga.

IHSG BEI dibuka naik 10,29 poin atau 0,21 persen menjadi 4.895,97. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 3,20 poin (0,40 persen) menjadi 857,45.

"Kebijakan Bank Sentral AS (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga, dan juga langkah dari Bank Indonesia menurunkan suku bunga (BI rate) menjadi sentimen positif bagi IHSG BEI," kata Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo di Jakarta, Jumat.
Satrio Utomo menambahkan bahwa sentimen dari The Fed membuat dolar AS melemah dan mendorong harga minyak mentah mentah dunia bergerak naik level psikologis di 40 dolar AS per barrel, dan berdampak positif juga ke bursa saham di kawasan Asia.

"Sentimen positif dari bursa eksternal itu, turut mendorong IHSG bergerak naik untuk menguji level psikologis ke 4.900 poin. Meskipun demikian, pemodal sebaiknya tetap waspada dan melakukan aksi aksi ambil untung jika terdapat sinyal negatif," kata Satrio.
Sementara itu,Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere menambahkan bahwa salah satu faktor yang juga mendorong penguatan indeks BEI yakni ditunjang oleh sentimen individual emiten, seperti kinerja keuangan dan rencana bisnis.

Kendati demikian, Nico Omer mengatakan bahwa faktor teknikal membayangi sentimen itu sehingga saham-saham di dalam negeri rawan bergerak melemah mengingat sebagian harga saham sudah masuk dalam area jenuh beli.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng naik 88,52 poin (0,43 persen) ke level 20.592,33, dan indeks Nikkei melemah 268,38 poin (1,58 persen) ke level 16.668,00, Straits Times menguat 13,20 poin (0,40 persen) ke posisi 2.892,06.
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
IHSG dibuka naik 10,29 poin

IHSG dibuka naik 10,29 poin


Jakarta (ANTARA News) - Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Jumat dibuka naik sebesar 10,29 poin menanggapi kebijakan Bank Indonesia yang mempertahankan suku bunga.

IHSG BEI dibuka naik 10,29 poin atau 0,21 persen menjadi 4.895,97. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau LQ45 bergerak menguat 3,20 poin (0,40 persen) menjadi 857,45.

"Kebijakan Bank Sentral AS (The Fed) untuk mempertahankan suku bunga, dan juga langkah dari Bank Indonesia menurunkan suku bunga (BI rate) menjadi sentimen positif bagi IHSG BEI," kata Kepala Riset Universal Broker Indonesia Satrio Utomo di Jakarta, Jumat.

Satrio Utomo menambahkan bahwa sentimen dari The Fed membuat dolar AS melemah dan mendorong harga minyak mentah mentah dunia bergerak naik level psikologis di 40 dolar AS per barrel, dan berdampak positif juga ke bursa saham di kawasan Asia.

"Sentimen positif dari bursa eksternal itu, turut mendorong IHSG bergerak naik untuk menguji level psikologis ke 4.900 poin. Meskipun demikian, pemodal sebaiknya tetap waspada dan melakukan aksi aksi ambil untung jika terdapat sinyal negatif," kata Satrio.
Sementara itu,Vice President Research and Analysis Valbury Asia Securities Nico Omer Jonckheere menambahkan bahwa salah satu faktor yang juga mendorong penguatan indeks BEI yakni ditunjang oleh sentimen individual emiten, seperti kinerja keuangan dan rencana bisnis.

Kendati demikian, Nico Omer mengatakan bahwa faktor teknikal membayangi sentimen itu sehingga saham-saham di dalam negeri rawan bergerak melemah mengingat sebagian harga saham sudah masuk dalam area jenuh beli.

Bursa regional, di antaranya indeks Hang Seng naik 88,52 poin (0,43 persen) ke level 20.592,33, dan indeks Nikkei melemah 268,38 poin (1,58 persen) ke level 16.668,00, Straits Times menguat 13,20 poin (0,40 persen) ke posisi 2.892,06.
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top