-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
INKA mulai kirim gerbong kereta ke Bangladesh

INKA mulai kirim gerbong kereta ke Bangladesh

INKA mulai kirim gerbong kereta ke Bangladesh
Pekerja memindahkan gerbong kereta api dari truk pengangkut ke kapal kargo Seiyo Spring di Terminal Jamrud Utara Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (30/3). PT Industri Kereta Api (INKA) mengirim 15 unit gerbong kereta api jenis Meter Gauge (MG) dan Board Gauge (BG) pada tahap pertama dari tahapan pengiriman 150 gerbong kereta ke Bangladesh. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Pada tahap pertama, 15 gerbong kereta dikirim melalui Dermaga Jamrud Utara di Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, dalam acara yang dipimpin oleh Menteri Keuangan Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro. 

Seluruh gerbong kereta pesanan Bangladesh Railway ditargetkan sampai ke Bangladesh paling lambat akhir 
"Ekspor gerbong kereta api sangat membanggakan dan ke depan diharapkan terus berlangsung, bahkan ekspor ke negara-negara lain," kata Bambang.

"PT INKA mampu membuktikan bahwa Indonesia bisa mengekspor gerbong kereta api, serta menunjukkan bahwa memang sekarang dibutuhkan ekspor produk maupun destinasi ekspor baru," katanya.


Direktur Utama PT INKA R. Agus H. Purnomo menjelaskan ekspor 150 gerbong kereta penumpang itu nilainya 72,3 juta dolar AS.

"Realisasi ekspor gerbong kereta ini membuktikan bahwa produksi dari PT INKA telah diakui di tingkat internasional dan berhasil menembus pasar ekspor dunia," katanya.
Menteri Perdagangan Thomas Trikasih Lembong, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Yuddy Chrisnandi, Gubernur Jawa Timur Soekarwo serta sejumlah direksi badan usaha milik negara hadir dalam acara pelepasan ekspor gerbong kereta itu.


Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2016
INKA siapkan enam rangkaian kereta angkutan Lebaran

INKA siapkan enam rangkaian kereta angkutan Lebaran

INKA siapkan enam rangkaian kereta angkutan Lebaran
Rangkaian kereta api kelas ekonomi (K3) produksi PT INKA di Madiun, Jawa Timur, Kamis (19/7). (FOTO ANTARA/Siswowidodo)

Madiun (ANTARA News) - PT Industri Kereta Api (INKA) di Kota Madiun, Jawa Timur, sedang menyiapkan enam rangkaian kereta api yang dipesan oleh PT Kereta Api Indonesia untuk angkutan Lebaran.

"Saat ini sedang dikerjakan dan ditargetkan sebelum Lebaran sudah diserahkan ke PT KAI. Sebab, kereta-kereta tersebut akan digunakan untuk mendukung angkutan Lebaran 2016," kata Senior Manajer Sekretariat, Hubungan Publik dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan PT INKA Cholik Mochamad Zamzam di Madiun, Sabtu.

Ia menjelaskan kereta pesanan PT Kereta Api Indonesia (KAI) meliputi empat rangkaian kereta api ekonomi (K3) dan dua rangkaian kereta api eksekutif (K1).

Dua dari empat rangkaian kereta ekonomi yang digarap, menurut dia, merupakan rangkaian kereta panjang dengan 15 gerbong. Sementara rangkaian kereta biasa umumnya terdiri atas 10 gerbong.

Setiap rangkaian kereta, ia melanjutkan, meliputi kereta penumpang, kereta makan dan kereta pembangkit.

Ia menjelaskan pula bahwa rangkaian kereta ekonomi dan eksekutif pesanan PT KAI adalah kereta model baru yang desain dan interiornya berbeda dengan kereta-kereta yang saat ini beroperasi.

PT INKA berencana menyerahkan pesanan rangkaian kereta eksekutif kepada PT KAI awal Maret.

"Sedangkan K3 rangkaian panjang masih butuh waktu pengerjaan yang agak lama," kata Cholik.

Selain membuat kereta untuk angkutan Lebaran, PT INKA juga sedang menggarap kereta pesanan Kementerian Perhubungan yang antara lain lokomotif dan kereta kedinasan.

Secara umum, pesanan terbanyak PT INKA berasal dari Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan, yakni mencapai 75 hingga 80 persen dari seluruh kontrak. Sisanya dibuat untuk kalangan swasta dan ekspor.

Untuk keperluan ekspor, PT INKA antara lain telah membuat kereta pesanan dari Bangladesh, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Australia. 


Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2016
INKA garap kereta penumpang pesanan Bangladesh

INKA garap kereta penumpang pesanan Bangladesh


INKA garap kereta penumpang pesanan Bangladesh
ilustrasi - Suatu kereta api kelas ekonomi (K3) ber-AC produksi PT Inka Madiun, Jatim (arsip2012/FOTO ANTARA/Siswowidodo) 
 
Madiun (ANTARA News) - PT Industri Kereta Api (INKA) di Kota Madiun Jawa Timur saat ini menggarap kereta pesanan dari negara Bangladesh yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2016.

Direktur Komersial dan Teknologi PT INKA Yunendar Aryo Handoko di Madiun, Jumat mengatakan kereta pesanan tersebut berupa 150 unit gerbong penumpang yang nilai kontraknya mencapai 72 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp900 miliar.

"Kontrak tersebut kami dapatkan pada November tahun 2015 dan akan diserahkan secara bertahap hingga selesai pada akhir tahun 2016," ujar Yunendar kepada wartawan seusai menyambut kedatangan Delegasi Perkeretaapian Bangladesh di PT INKA Kota Madiun.

Menurut dia, tahap awal penyerahan akan dilakukan pada Februari 2016 yaitu 15 kereta ke Bangladesh dengan rangakaian 11 kereta penumpang non-AC (tipe WEC), dua kereta makan (tipe WECDR), satu kereta pembangkit (tipe WPC), dan satu kereta tidur (tipe WFC).

Ia menjelaskan, sejauh ini pengerjaan kereta pesanan Bangladesh untuk tahap pertama telah mencapai 70 persen.

Pihaknya optimistis pada batas waktu tahap pertama Februari 2016 mendatang dapat dilakukan pengiriman.

"Kali ini Delegasi Perkeretapian dari Bangladesh sengaja berkunjung ke PT INKA untuk melihat perkembangan pengerjaan pesananannya tersebut. Selain itu juga untuk menyetujui komponen-komponen yang akan dipasang di kereta," kata dia.

PT INKA berhasil menang tender untuk pesanan Bangladesh tersebut karena memenuhi persayaratan dari segi teknis dan kualitas. Selain itu, harga yang ditawarkan juga mampu bersaing dengan kompetitor dari Tiongkok dan India.

Yunendar menambahkan, kunjungan delegasi tersebut memiliki arti penting bagi PT INKA, sebab jika pesanan 150 kereta ini lancar maka INKA akan mendapat pesanan pengadaan 250 kereta lagi pada tahun berikutnya.

"Untuk pengadaan yang 250 unit kereta, saat ini sedang persiapan tender. Itu nilai kontraknya mencapai 150 juta dollar Amerika Serikat atau sekitar Rp1,7 triliun," terang Yunendar.
Humas PT INKA, Fathor Rosid, menambahkan, selain Bangladesh, PT INKA sebelumnya juga mendapat pesanan kereta dari sejumlah negara, disamping pesanan untuk dalam negeri.

"Di antaranya, pesanan dari Malaysia untuk kereta penumpang, kemudian negara Thailand, Singapura, dan Australia untuk kereta barang," kata dia.

Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © ANTARA 2015
"Indonesia harus mampu maksimalkan potensi INKA"

"Indonesia harus mampu maksimalkan potensi INKA"

Kepala Staf Kepresidenan Luhut Binsar Pandjaitan (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
Industri strategis dalam negeri harus terus dikedepankan karena ini investasi tersendiri. Demikian juga dengan PT INKA (Persero) sebagai salah satu industri yang sangat strategis di tanah air,"
Madiun (ANTARA News) - Kepala Staf Kepresidenan Republik Indonesia Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan sebagai industri dalam negeri yang strategis, PT Industri Kereta (INKA) harus dimaksimalkan sebaik mungkin.

 "Industri strategis dalam negeri harus terus dikedepankan karena ini investasi tersendiri. Demikian juga dengan PT INKA (Persero) sebagai salah satu industri yang sangat strategis di tanah air," ujar Luhut Binsar kepada wartawan di Madiun, Jawa Timur, Jumat.

Saat mengadakan kunjungan kerja ke PT INKA (Persero) itu, dia juga menyatakan jika industri strategis dalam negeri bisa dimanfaatkan secara maksimal, maka akan bisa menciptakan lapangan kerja, memberikan nilai tambah, dan menghasilkan devisa untuk negara.

Ia juga menyinggung keharusan adanya sinergi antara pengguna dan industri dalam menghasilkan produk moda transportasi massal kereta api yang efektif dan efisien.

Sementara, Direktur Utama PT INKA (Persero) Agus Hartono, mengatakan, INKA siap menjadi industri dalam negeri yang dibanggakan. Sebagai industri kereta api satu-satunya di Asia Tenggara, PT INKA akan menjadikan industri dalam negeri yang menjadi andalan Bangsa Indonesia.

Produk-produk andalan PT INKA di antaranya, lokomotif, kereta penumpang, kereta barang, KRDI, KRL, bus trans, dan masih banyak lagi.

"Bahkan, produk-produk tersebut telah diekspor ke berbagai negara, di antaranya, Bangladesh, Thailand, Australia, Singapura, dan Filipina," kata Agus.
Dalam kunjungan kerja tersebut, Luhut Binsar Pandjaitan juga menyempatkan diri meninjau berbagai kegiatan atau "work shop" PT INKA Madiun.

Hadir pula dalam kegiatan tersebut mendampingi Luhut Pandjaitan, Danrem 081/DSJ Kolonel Czi M. Reza Utama, Dandim 0803/ Madiun Letkol Inf Rachman Fikri, dan Kapolres Madiun AKBP Agus Yulianto.

Rombongan Luhut Pandjaitan disambut oleh Direktur Utama PT INKA (Persero) Agus Hartono bersama jajaran Direksi dan pimpinan perusahaan. Kunjungan ditutup dengan mengunjungi berbagai fasilitas produksi di industri setempat.

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Back To Top