-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
KTT OKI - Mahmoud Abbas ingin bertemu Presiden Jokowi

KTT OKI - Mahmoud Abbas ingin bertemu Presiden Jokowi

KTT OKI - Mahmoud Abbas ingin bertemu Presiden Jokowi
Presiden Palestina Mahmoud Abbas (REUTERS/Ammar Awad)

Jakarta (ANTARA News) - Presiden Palestina Mahmoud Abbas yang dipastikan hadir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Luar Biasa Kerja sama Organisasi Islam (OKI) pada 6-7 Maret mendatang di Jakarta, ingin bertemu secara khusus dengan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) di sela-sela acara.

"Presiden Mahmoud Abbas menginginkan sebuah pertemuan bilateral dengan Presiden Jokowi untuk menyampaikan rasa terima kasih atas kesediaan Indonesia menjadi tuan rumah KTT OKI," ujar Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz Mehdawi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat malam.

Dikatakannya, agenda pertemuan bilateral di sela-sela konferensi yang akan secara khusus membahas isu Palestina dan Al-Quds Al-Syarif itu akan menjadi perjumpaan pertama Abbas dan Jokowi.

Dalam kesempatan tersebut, diharapkan Presiden Jokowi dapat mendengar lebih banyak dari Presiden Abbas mengenai situasi terkini di Palestina sekaligus untuk mempererat kerja sama kedua negara.

Selain mengikuti KTT OKI dan bertemu Presiden Jokowi, Presiden Abbas juga berencana mengadakan konferensi pers dengan media untuk membahas hasil konferensi dan menanggapi dukungan internasional demi kemerdekaan Palestina.

Dalam kesempatan berbeda, Presiden Jokowi menyatakan harapannya agar rakyat Palestina bersatu untuk membangun negerinya menuju kedaulatan, antara lain karena adanya berbagai kelompok disana.

"Tentu saja pertama persatuan di Palestina sendiri antara faksi- faksi yang ada membangun bersama-sama Palestina," kata presiden saat meninjau persiapan KTT LB OKI di Balai Sidang Jakarta, Jumat.

Presiden mengatakan Indonesia selalu mendukung Palestina menjadi negara berdaulat diantaranya melalui pembukaan kantor Konsulat Kehormatan RI di Kota Ramallah, Palestina pada 13 Maret 2016.

Penyelenggaraan KTT LB OKI ke-5 di Jakarta juga merupakan bentuk nyata upaya negara-negara OKI, termasuk Indonesia, untuk mendorong penyelesaian konflik di Palestina.

Hingga saat ini, 47 negara dari 56 negara anggota OKI, dua negara peninjau, dan lima perwakilan negara anggota Dewan Keamanan Tetap PBB, serta utusan khusus PBB dalam Kuartet Negosiasi Palestina-Israel telah mengonfirmasi kehadiran pada KTT LB OKI tersebut.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016
KTT OKI - Konsulat Kehormatan Indonesia di Ramallah diresmikan 13 Maret

KTT OKI - Konsulat Kehormatan Indonesia di Ramallah diresmikan 13 Maret

KTT OKI - Konsulat Kehormatan Indonesia di Ramallah diresmikan 13 Maret
Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz N. Mehdawi (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)
 Tanggalnya sudah ditentukan yakni 13 Maret 2016. Setelah KTT OKI, ibu Retno akan berkunjung ke Ramallah untuk meresmikan konsulat kehormatan tersebut."


"Tanggalnya sudah ditentukan yakni 13 Maret 2016. Setelah KTT OKI, Ibu Retno akan berkunjung ke Ramallah untuk meresmikan konsulat kehormatan tersebut," ujar Duta Besar Palestina untuk Indonesia Fariz Mehdawi dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat malam.

Pemerintah Palestina telah memilih satu dari beberapa kandidat konsul yang diajukan oleh pemerintah Indonesia, namun Fariz menolak menyebutkan nama konsul jenderal yang kabarnya seorang perempuan tersebut.

Menurut dia, pembukaan Konsulat Kehormatan RI di Ramallah tidak hanya akan mempererat hubungan bilateral kedua negara tetapi juga membawa berbagai manfaat dalam kerja sama perdagangan, investasi, dan akan pariwisata.

"Selain itu, keberadaan konsulat kehormatan membantu proses pemahaman tentang kondisi terkini yang terjadi di Palestina. Kami sangat bahagia menyambut berkibarnya bendera Indonesia di Ramallah," tutur Dubes Fariz.

Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi menyatakan pembukaan konsulat kehormatan tersebut merupakan salah satu langkah menuju representasi utuh Indonesia di Ramallah, selain dukungan lain berupa kesediaan Indonesia menjadi tuan rumah KTT LB OKI ke-5.

Melalui konferensi tersebut, Indonesia ingin mengembalikan isu Palestina dan Al-Quds Al-Syarif ke "radar dunia".

"Isu Palestina yang sekarang belum terselesaikan harus kembali ke radar perhatian dunia. Oleh karena itu KTT ini sangat penting artinya," kata Menlu Retno.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top