-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Aher: kehadiran PNS Jabar 100 persen

Aher: kehadiran PNS Jabar 100 persen

Aher: kehadiran PNS Jabar 100 persen
Gubernur Jabar, Ahmad Heryawan (ANTARA FOTO/Novrian Arbi)

"Alhamdulilah untuk absensi setelah libur Lebaran tahun 2016 mencapai 100 persen. Total hari ini yang hadir 1.051 orang PNS, adapun enam orang yang tidak masuk itu karena cuti melahirkan dan cuti hamil," ujarnya setelah memimpin apel di Gedung Sate Bandung, Senin.
Dengan tingkat kehadiran PNS mencapai 100 persen, tuturnya, maka seluruh pelayanan publik di lingkup Setda Provinsi Jawa Barat telah berjalan normal.
"Kita pastikan untuk dinas-dinas yang berhubungan dengan pelayanan publik seperti Samsat dan BMPPT (Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu) berjalan normal atau siap melayani publik," ujar Aher.

Ia pun menegaskan, PNS yang tidak masuk kerja tanpa alasan jelas akan menerima sanksi berupa pemotongan tunjangan pokok penghasilan (TPP).
"Dan kalau tidak bolos maka TPP-nya dipertahankan. Ini bentuk reward dan punishment," kata dia.

Usai memimpin apel di Lapangan Gedung Sate Bandung, Gubernur Jabar melakukan sidak ke sejumlah dinas yakni ke Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Jawa Barat di Jalan Sumatera Kota Bandung.

Editor: Heppy Ratna
COPYRIGHT © ANTARA 2016
37 titik operasi pasar daging sapi Jabar

37 titik operasi pasar daging sapi Jabar

37 titik operasi pasar daging sapi Jabar
ilustrasi - Pekerja memeriksa daging sapi segar pada pelepasan perdana penjualan daging sapi murah pada foto 22 Juli 2013 (arsip/ANTARA FOTO/Fanny Octavianus)

"Operasi pasar daging sapi telah digulirkan sejak awal Ramadhan, termasuk Bulog Jawa Barat yang menggelar di beberapa titik," kata Kepala Bulog Divre Jabar Alip Affandi di Bandung, Minggu.

Ia menyebutkan penjualan daging sapi beku berharga Rp80 ribu per kilogram itu dilakukan bersama program pasar murah komoditas lainnya yakni minyak goreng, terigu, beras, bawang putih, bawang merah, gula pasir serta terakhir juga menjual daging ayam dengan harga murah.

Menurut Alip, program stabilisasi harga kebutuhan bahan pokok itu dilakukan untuk menjaga harga tetap terjangkau oleh masyarakat khususnya pada Ramadhan dan Lebaran yang biasa memicu inflasi untuk kelompok pengeluaran bahan makanan.

Berdasarkan data Kementerian Perdagangan RI, lokasi penjualan daging murah di Kota Bandung dilakukan di 11 titik, Bekasi 12 titik, Bogor lima lokasi, Kota Cirebon tiga lokasi serta di sejumlah lokasi lainnya.

Sementara itu penjualan daging sapi Rp80 ribu per kilogram di Kota Bandung selain dilakukan Bulog bersama Dinas Industri dan Perdagangan (Indag) jabar yang digelar di Kantor Bulog Jabar Jalan Soekarno Hatta dan Tegalega Bandung, juga digelar di sembilan titik lainnya.

Lokasi lainnya Masa Food Supplier Bandung, Kompleks Puri BKR Kav. 15, Lingkar Moh Toha Bandung. Masa Food Supplier Bandung, Jl. Bebedahan No. 56 Babakan Penghulu, Cinambo, Bandung, Masa Food Supplier Bandung, Cigending, Pasir Ujung Berung Bandung, Masa Food Supplier Bandung, Jl. Cikoang Jati Endah, Cilengkrang, Bandung.

CV Pajaringan Bandung Pasar Ciwidey Bandung, CV Pajaringan Bandung Sasak Gantung Bandung, CV Pajaringan Bandung Pasar Caringin Bandung, PT Bintang Mandiri Perkasa, Jl. Srimahi Baru Bandung, PT Bintang Mandiri Perkasa Jl. Kembar Sari Bandung, PT Bintang Mandiri Perkasa Babakan Priangan Bandung.
Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Pramono Edhie dijadwalkan hadiri musda Demokrat Jabar

Pramono Edhie dijadwalkan hadiri musda Demokrat Jabar

Pramono Edhie dijadwalkan hadiri musda Demokrat Jabar
Jenderal TNI (Purn) Pramono Edhie Wibowo (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

"Selain Pak Pramono Edhie, sejumlah tokoh lainnya seperti Sekjen DPP yakni Hinca Pandjaitan dan Mas Ibas selaku Ketua Komisi Pemenangan Pemilu DPP Partai Demokrat juga akan hadir di Musda Demokrat Jabar," kata Ketua Steering Committee Musda IV Partai Demokrat Jawa Barat Asep Wahyuwijaya, di Bandung, Rabu malam.

Ada sedikit "kejanggalan" dalam Musda Ke-IV Partai Demokrat Jawa Barat tersebut karena masa kepemimpinan Iwan Sulandjana Sebagai Ketua DPD Partai Demokrat Jaawa Barat belum selesai selama lima tahun.

Iwan Sulandjana seharusnya memimpin DPD Partai Demokrat Jabar hingga tahun 2017 mendatang tapi malah digelar musda dengan tujuan untuk memilih Ketua DPD Partai Demokrat Jawa Barat yang baru.

Menyikapi hal tersebut, Asep Wahyuwijaya menjelaskan, jika pelaksanaan Musda Ke-IV Partai Demokrat Jawa Barat kali ini telah sesuai dengan anggaran dasar dan anggatan rumah tangga partai.

Ia juga membantah jika musda yang digelar ini ilegal karena dasar pelaksanaannya telah sesuai dengan instruksi DPP Partai Demokrat yang menyatakan bahwa tahun 2016 adalah tahun konsolidasi partai.

"Dan memang yang namanya isu-isu dalam sebuah politik sudah biasa, untuk Musda IV Demokrat Jabar kita mengacu pada pasal 12,40, 80 anggaran rumah tangga partai keputusan DPP," kata dia.

Selain itu, kata Asep, sejumlah daerah lain seperti Jawa Timur juga telah menggelar musda meskipun kepemimpinan Ketua DPD-nya belum genap berjalan selama lima tahun.

"Dan pelaksanaan Musda DPD Demokrat Jawa Timur tidak ada masalah kan," katanya.

Menurut dia ada delapan kandidat akan mengikuti pemilihan Ketua Dewan Pengurus Daerah Partai Demokrat Jawa Barat periode 2016-2021, di Kota Bandung.

Kedelapan nama tersebut diantaranya Iwan Sulanjana (Ketua DPD Demokrat Jabar), Irfan Suryanagara (Wakil Ketua DPRD Jabar) hingga Dede Yusuf (anggota DPR RI), Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, Wakil Bupati Indramayu Supendi, Wali Kota Cirebon Aziz, dan Wali Kota Sukabumi Muraz telah menyatakan kesiapannya.

"Kami masih menerima pendaftaran jika masih ada ada yang berminat menjadi kandidat. Menurutnya, pemilihan ketua ini dilakukan secara demokratis tanpa adanya intervensi dari Dewan Pimpinan Pusat Demokrat," kata dia

Ia mengatakan meski sosok Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono sangat sentral dan menjadi acuan partai tersebut namun pemilihan nanti sepenuhnya akan diserahkan ke masing-masing DPC kabupaten/kota.

"DPP sama dengan DPD (Jabar) dan DPC, masing-masing punya satu suara. Jadi total ada 29 suara (di Jabar terdapat 27 DPC kabupaten/kota). DPP pun tidak punya hak veto, semuanya diserahkan di DPC," kata Asep.
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2016
BNPB sebut banjir Jabar akibatkan kerugian miliaran rupiah

BNPB sebut banjir Jabar akibatkan kerugian miliaran rupiah

BNPB sebut banjir Jabar akibatkan kerugian miliaran rupiah
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)
Jakarta (ANTARA News) - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan banjir yang merendam sejumlah wilayah di Jawa Barat telah mengakibatkan kerugian ekonomi yang mencapai miliaran rupiah.

"Sebagian besar banjir yang merendam wilayah di Jawa Barat kemarin telah surut. Banjir menyisakan lumpur dan kerugian ekonomi mencapai miliaran rupiah," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho melalui siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu.

Dia menjelaskan, banjir bukan hanya di tengah sungai, tetapi juga di bagian hilir sungai.

"Selain luapan sungai dan tanggulnya jebol di bagian tengah daerah aliran sungai, banjir juga disebabkan adanya pasang air laut di bagian hilir sehingga banjir merendam ribuan rumah," katanya.

Dia merinci, di Kabupaten Karawang banjir terjadi pada Kamis (21/4) pukul 08.45 WIB. Total warga yang terdampak 438 KK atau 1.053 jiwa di empat kecamatan yaitu Kecamatan Telukjambe Barat, Tanjung Mekar, Karawang Kulon dan Tanjungpura.

Sementara itu, banjir di Kota Bekasi merendam beberapa kompleks perumahan yang padat penduduk sejak Kamis (21/4) pukul 05.30 WIB.

Komplek perumahan yang terdampak meliputi Kompleks IKIP, Kompleks Mustika, Perumahan Lotus Chandra dan Kompleks Perum Pondok Gede Permai.

"Banjir juga meredam Desa Bojongkulur, Jatisari dan Tarikolot di Kecamatan Cileungsi, Gunung Putri dan Citeureup di Kabupaten Bogor pada Kamis 21 April 06.30 WIB," katanya.

Penyebab banjir di Kabupaten Bogor, kata dia, disebabkan hujan deras selama lebih dari empat jam sehingga Sungai Cikeas meluap sehingga Desa Bojongkulur banjir. Tinggi banjir sekitar 40 hingga 150 centimeter.

Sementara itu, dia juga menambahkan, dataran banjir di sepanjang Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi telah berkembang menjadi permukiman padat.

"Pertemuan kedua sungai tersebut menyatu dan dikenal sebagai Sungai Bekasi dimana lahan dataran banjir telah berkembang jadi permukiman. Kondisi tanggul di sepanjang sungai tersebut masih perlu diperkuat. Sistem peringatan dini banjir juga perlu diperkuat sehingga dapat memberikan informasi yang cepat kepada masyarakat," katanya.

Dia juga menambahkan, berulangnya banjir di wilayah tersebut mengingatkan pentingnya mitigasi bencana, baik struktural maupun non struktural. Masyarakat harus selalu disiapkan menghadapi bencana banjir.

"Ke depan, ancaman banjir akan makin meningkat akibat meningkatnya kerentanan, dampak perubahan iklim global, makin kritisnya daerah aliran sungai dan faktor lainnya," katanya.
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Bupati Purwakarta terpilih jadi Ketua Golkar Jabar

Bupati Purwakarta terpilih jadi Ketua Golkar Jabar

Bupati Purwakarta terpilih jadi Ketua Golkar Jabar
Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie berbincang dengan Bupati Purwakarta yang juga Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat Dedi Mulyadi (kiri) saat Pembukaan Musda Ke-IX DPD Golkar Jabar di Bandung, Sabtu (23/4/2016). (ANTARA FOTO/Fahrul Jayadiputra)

Purwakarta (ANTARA News) - Dedi Mulyadi secara aklamasi terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jawa Barat pada Musyawarah Daerah atau Musda Partai Golkar Jawa Barat di Kota Bandung, Sabtu.

Dedi terpilih setelah calon ketua lainnya, Irianto MS Syafiuddin atau Yance, mundur saat pembukaan. Yance beralasan karena usia dan ingin fokus kepada keluarga.

Dedi yang juga Bupati Purwakarta berjanji untuk segera menyusun kepengurusan yang disebutnya akan didominasi kalangan muda.

"Susunan pengurus itu nantinya 60 persen diisi generasi muda, sisanya kaum tua. Itu dilakukan, karena sekarang ini banyak kader yang sudah tua, sedangkan regenerasi Golkar harus jalan," tegas Dedi.

Ia juga akan membangun sistem kepartaian secara objektif dengan menggandeng lembaga survei yang independen untuk menilai kader-kader Partai Golkar Jawa Barat yang berada di lembaga legislatif dan esekutif.

Dedi menginginkan sistem kepartaian seperti itu agar Partai Golkar bisa terus berkembang dan memberikan kontribusi dan mengabdi kepada masyarakat.

"Kita ingin membangun objektivitas, bagaimana kader Partai Golkar dalam pengabdiannya dan kinerjanya kepada masyarakat. Kita juga ingin Partai Golkar memberikan saran pemikiran terutama dalan kesejahteraan masyarakat Jawa Barat," kata dia.



Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top