-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Saham Apple dan teknologi ternama lainnya dorong Wall Street jatuh

Saham Apple dan teknologi ternama lainnya dorong Wall Street jatuh

Saham Apple dan teknologi ternama lainnya dorong Wall Street jatuh
Wall Street (REUTERS)

New York (ANTARA News) - Indeks saham Wall Street berakhir turun pada Jumat (Sabtu pagi WIB), akibat pelemahan saham Apple dan saham teknologi ternama lainnya.

Apple jatuh 2,3 persen di tengah berita bahwa perusahaan itu menghadapi pertarungan untuk tetap bisa menjual iPhone di Beijing menyusul administrative order yang menyimpulkan raksasa teknologi itu melanggar paten desain produsen China Shenzhen Baili.
Apple mengatakan masih menjual ponsel di China sambil menunggu putusan banding.

Tetapi, saham-saham teknologi ternama lainnya juga melemah, dengan Amazon, Facebook dan induk perusahaan Google, Alphabet semuanya kehilangan setidaknya 1,0 persen.


Indeks Dow Jones Industrial Average turun 57,94 poin (0,33 persen) menjadi ditutup pada 17.675,16.

Indeks berbasis luas S&P 500 merosot 6,77 poin (0,33 persen) menjadi berakhir di 2.071,22, sementara Nasdaq turun 44,58 poin (0,9 persen) menjadi 4.800,34.

Jack Ablin, kepala investasi di BMO Private Bank, mengatakan saham-saham teknologi dan saham-saham tumbuh sedang dihukum oleh investor yang lebih memilih dividen sebagai imbal hasil pada obligasi pemerintah AS.

Coca-Cola dan Dr Pepper Snapple Group keduanya jatuh lebih dari 1,0 persen setelah Philadelphia menjadi  kota besar AS pertama yang memberlakukan pajak pada minuman manis. PepsiCo, yang menjual minuman ringan selain soda, turun 0,4 persen.

Raksasa software Oracle naik 2,7 persen karena laba bersih kuartal keempat fiskalnya naik 2,0 persen didukung pertumbuhan yang kuat dalam beberapa penawaran layanan penting dalam komputasi awan.

Perusahaan kosmetik Elizabeth Arden melonjak 49,1 persen dipicu berita perusahaan setuju untuk diakuisisi oleh Revlon senilai sekitar 870 juta dolar AS. Revlon naik 6,6 persen.

Sebagian besar saham terkait minyak bumi naik karena harga minyak lebih tinggi, dengan Anadarko Petroleum meningkat 3,0 persen, Schlumberger naik 1,6 persen dan Devon Energy bertambah 3,4 persen.
(A026)
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Harga minyak dunia jatuh jelang pertemuan Doha

Harga minyak dunia jatuh jelang pertemuan Doha


 Pasar tentu saja berada di bawah tekanan untuk mengantisipasi pertemuan Doha

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Mei, turun 1,14 dolar AS (2,7 persen) menjadi berakhir di 40,36 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.

Di London, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Juni, patokan internasional, menetap pada 43,10 dolar AS per barel, turun 74 sen (1,7 persen) dari penutupan Kamis.

Setidaknya 18 negara produsen minyak mentah akan menghadiri pertemuan di Doha pada Minggu, sebagian besar dari OPEC yang dipimpin oleh Arab Saudi, dan beberapa produsen non-OPEC seperti Rusia, untuk membahas pembekuan produksi minyak mentah.

Namun seorang pejabat Iran, sebelum pertemuan, mengatakan bahwa negaranya akan menolak setiap batasan pada produksi sebelum mencapai tingkat pra-sanksi.

"Pasar tentu saja berada di bawah tekanan untuk mengantisipasi pertemuan Doha ini," kata Andy Lipow dari Lipow Oil Associates.

"Ekspektasi begitu rendah sehingga produsen-produsen OPEC dan non-OPEC akan melakukan apa pun dengan rincian signifikan yang melekat padanya," kata Lipow.

"Saya benar-benar memperkirakan mereka mengumumkan pembekuan dari tingkat produksi yang terlihat pada Januari atau Februari atau kombinasi keduanya, tanpa menetapkan jumlah aktual untuk itu dan meninggalkan pasar untuk menafsirkan berapa banyak produksi yang benar-benar berarti."

Pasar naik minggu ini karena optimisme bahwa produsen-produsen utama bisa menyetujui pembekuan produksi untuk mengatasi bertahannya kelebihan pasokan global yang telah mendorong harga turun sekitar 60 persen sejak pertengahan 2014.

Para analis mengatakan hasil pertemuan bisa mengirim pasar melonjak atau jatuh.

Anggota utama OPEC, Arab Saudi, menegaskan tidak akan bergabung pada pembekuan produksi kecuali saingan regionalnya Iran melakukan langkah serupa. Iran, yang sedang bangkit dari sanksi-sanksi terkait nuklir yang dicabut pada Januari, diperkirakan akan mengabaikannya sampai produksinya mencapai tingkat pra-embargo.

Dalam twist mengejutkan pada Jumat, Teheran mengumumkan bahwa Menteri Minyak Bijan Zanganeh tidak akan bergabung dengan perundingan -- yang sebaliknya akan dihadiri oleh perwakilan OPEC Republik Islam itu.

Dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh kantor berita Shana, kementerian Iran juga mencatat bahwa "Iran sudah mengumumkan tidak dapat bergabung dengan rencana untuk menstabilkan harga minyak" sementara produksinya masih di bawah tingkat pra-sanksi.

"Iran mendukung upaya-upaya ... untuk menstabilkan pasar dan mendukung harga," kata juru bicara kementerian minyak Akbar Nematollahi.
"Perwakilan Iran akan pergi ke Doha untuk menjelaskan posisi Iran dan menghidupkan kembali upaya-upaya untuk memperbaiki situasi pasar."

Sementara itu, pasokan minyak dunia merosot 0,3 juta barel per hari pada Maret menjadi 96,1 juta barel per hari, menurut laporan pasar minyak yang dirilis Badan Energi Internasional pada Kamis, demikian seperti dikutip dari AFP dan Xinhua.

(Uu.A026)

Editor: Heppy Ratna
COPYRIGHT © ANTARA 2016
TNI AD benarkan helikopter jatuh di Poso

TNI AD benarkan helikopter jatuh di Poso

TNI AD benarkan helikopter jatuh di Poso
Helikopter TNI AD saat ditampilkan di pameran alutsista di Monas, 3-7 Oktober 2013 dalam rangka HUT ke-68 TNI AD. (ANTARA FOTO/Dhoni Setiawan/ed/pd/13)

Jakarta (ANTARA News) - Markas Besar TNI Angkatan Darat membenarkan sebuah helikopter miliknya jatuh di Desa Kasiguncu, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Minggu petang tadi sekitar pukul 18.55 WITA.

"Saya membenarkan kejadian itu. Bahwa kecelakaan yang menimpa helikopter berpenumpang milik AD benar adanya," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen Sabrar Fadhilah di Jakarta, Minggu.

TNI AD masih mengumpulkan informasi karena ada kesimpangsiuran informasi.

"Kronologi pun masih belum jelas. Oleh sebab itu saya belum bisa berbicara panjang lebar. Nanti mungkin bisa difollowup ke Puspen TNI," kata Fadhilah.

Kapendam Wirabuana Kolonel I Made Sutia juga membenarkan kabar kecelakaan ini. "Iya betul, kecelakaan karena kena petir," ujar Sutia.

Made menambahkan, peristiwa itu terjadi di sebuah kebun di Kelurahan Kasiguncu Kecamatan Poso Pesisir, Kabupaten Poso. Helikopter ini berangkat sekitar 17.30 WITA dari Desa Watutau, Kecamatan Lore Utara, menuju Poso.

"Namun pada saat di atas perkebunan Kelurahan Kasiguncu terjadi kecelakaan," imbuhnya.

Di antara korban tewas dalam insiden ini adalah Kolonel Inf Saiful Anwar, Kolonel Inf Ontang, Kolonel Inf Heri Setiaji, Letkol Cpm Tedi dan Mayor Inf Faki. Helikopter ini berpenumpang 12 orang.
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Harga minyak dunia jatuh di bawah 32 dolar AS

Harga minyak dunia jatuh di bawah 32 dolar AS

Harga minyak dunia jatuh di bawah 32 dolar AS
minyak mentah, minyak, harga minyak dunia (REUTERS)

New York (ANTARA News) - Harga minyak dunia jatuh di bawah 32 dolar AS per barel pada Senin (Selasa pagi WIB), untuk pertama kalinya dalam 12 tahun di tengah tanda-tanda bahwa Iran dapat bebas meningkatkan ekspornya dalam beberapa minggu.

Menurut AFP, Di perdagangan New York, patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Februari merosot 1,75 dolar AS menjadi berakhir di 31,41 dolar AS per barel, tingkat yang terakhir disaksikan pada 23 Desember 2003.

Patokan Eropa, minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Februari, turun 1,61 dolar AS menjadi menetap di 31,55 dolar AS per barel, penutupan terendah yang terakhir terjadi pada April 2004.

Sebelumnya harga anjlok sebesar 10 persen pekan lalu karena kekhawatiran tentang perekonomian Tiongkok, yang merupakan konsumen energi terbesar di dunia, membenamkan data positif laporan ketenagakerjaan AS yang kuat.

"Pada saat ini tidak banyak orang mengharapkan untuk melihat reboundsignifikan dalam minyak, sehingga harga terus bergerak lebih rendah ke tingkat terendah multi-tahun karena sentimen bergerak dari posisi buruk menjadi lebih buruk," analis Capital Gain, Fawad Razaqzada, mengatakan kepada AFP.

Para analis masih harus mempertimbangkan risiko geopolitik -- termasuk konfilik Arab Saudi-Iran -- terhadap prospek pasokan baru yang datang ke pasar dari Iran ketika sanksi-sanksinya dicabut.

(A026)
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top