-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Jerman imbau penghormatan kepada lembaga demokrasi Turki

Jerman imbau penghormatan kepada lembaga demokrasi Turki

Jerman imbau penghormatan kepada lembaga demokrasi Turki
Kanselir Jerman Angela Merkel (REUTERS)


"Tatanan demokrasi harus dihormati," cuit Steffen Seibert di Twitter.

"Dukung pemerintah (Turki) terpilih," imbuhnya. "Segala cara harus dilakukan untuk melindungi nyawa manusia."

Merkel "sedang berbicara" dengan Menteri Luar Negeri Frank-Walter Steinmeier dan Wakil Kanselir Sigmar Gabriel, katanya.


Sementara itu, Kementerian Luar Negeri Jerman mengimbau warganya di Turki "untuk sangat berhati-hati" dan menghindari keramaian dan tempat-tempat umum, demikian AFP.
Penerjemah: Gilang Galiartha
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Pasca-Brexit: Jerman masih bersabar, Prancis ingin Inggris segera keluar

Pasca-Brexit: Jerman masih bersabar, Prancis ingin Inggris segera keluar

Pasca-Brexit: Jerman masih bersabar, Prancis ingin Inggris segera keluar
Kanselir Jerman Angela Merkel (REUTERS/Francois Lenoir)
 Inggris akan tetap menjadi mitra dekat dengan mana kita sudah terikat secara ekonomi

Berlin/Hermanswerder, Jerman (ANTARA News) - Kanselir Jerman Angela Merkel Sabut waktu setempat menyerukan negosiasi pikiran jernih dengan "mitra dekatnya" Inggris menyangkut pemisahan Inggris dari Uni Eropa.

Sebelumnya enam negara pendiri Uni Eropa menyatakan Inggris harus segera keluar dari blok itu setelah rakyat Inggris memilih keluar dari blok beranggotakan 28 negara itu. Namun, Merkel justru menyampaikan nada yang lebih rekonsiliatif.

"Negosiasi mesti ditempuh dengan cara-cara bisnis, iklim yang baik," kata Merkel setelah bertemu dengan partai konservatif asalnya di Hermannswerder, sebelah barat Berlin.

"Inggris akan tetap menjadi mitra dekat dengan mana kita sudah terikat secara ekonomi," kata dia seraya mengatakan Inggris tak perlu terburu-buru memenuhi Pasal 50 Perjanjian Uni Eropa.

"Itu semestinya tidak lama, memang benar, namun saya sekarang tidak ini bertarung untuk jangka waktu pendek," kata Merkel yang pendiriannya berbeda dari para menteri luar negeri Jerman, Prancis, Italia, Belanda, Belgia dan Luxembourg, yang akan bertemu di utara ibu kota Jerman.
Sebaliknya Presiden Parlemen Eropa Martin Schulz menekan Inggris dengan menyerukan percepatan proses keluar dari Uni Eropad pada KTT Uni Eropa Selasa pekan depan.

"Kami perkirakan pemerintah Inggris menyampaikan sekarang. KTT Selasa nanti adalah momen yang tepat untuk melakukannya," kata Schulz kepada koran Jerman Bild am Sonntag.

Sebaliknya Sekjen PBB Ban Ki-moon yang sudah bertemu dengan Presiden Prancis Francois Hollande di Paris kemarin, menyerukan negosiasi yang pragmatis begitu Pasal 50 itu dipenuhi.

"Pesan saya jelas, ketika kita bekerjasama maka kita akan lebih kuat. Saya harap rakyat Inggris akan mampu mengatasi tantangan-tantangan yang menanti mereka," kata Ban seperti disiarkan media Prancis Journal du Dimanche.

Matthew Elliott, kepala eksekutif kampanye Pilih Leave (tinggalkan Uni Eropa), menyatakan Inggris harus memulai negosiasi informal menyangkut pasca-Brexit dengan Uni Eropa sebelum memenuhi Pasal 50 Perjanjian Lisbon.

Sementara itu Prancis menekan Inggris supaya secepatnya keluar dari Uni Eropa ketika Menteri Luar Negeri Jean-Marc Ayrault menyatakan negosiasi harus secepatnya dilakukan dan bahwa negara-negara anggota Uni Eropa lainnya memerlukan dorongan segar untuk proyek Eropa.

"Kita harus memberikan kesadaran baru untuk Eropa karena kalau tidak populisme akan mengisi kekosongan itu," kata dia seraya menyatakan Uni Eropa tidak bisa menunggu Cameron sampai mundur Oktober nanti sebelum proses keluar dari UE dimulai.

Ayrault meminta Uni Eropa menekan Cameron pada KTT Selasa pekan depan agar segera bertindak.

Menteri Luar Negeri Luxembourg Jean Asselborn berkata kepada Reuters, "Saya yakin Anda bisa menghancurkan Uni Eropa dengan referendum. Kita harus berkomunikasi lebih baik ketimbang yang sudah dilakukan Uni Eropa, dan kita harus bekerja lebih keras menyangkut masalah-masalah semacam migrasi yang gagal kita tangani."

Baik Ayrault maupun Asselborn memperingatkan Inggris untuk tidak bermain-main dalam proses keluar mereka dari Uni Eropa.

"Adalah demi kepentingan Inggris dan kepentingan Eropa untuk tidak melewati masa yang tidak menentu yang menciptakan konsekuensi-konsekuensi keuangan dan itu menciptakan konsekuensi-konsekuensi ekonomi dan politik," kata Asselborn seperti dikutip Reuters.

Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Banjir bandang di Jerman tewaskan sedikitnya lima orang

Banjir bandang di Jerman tewaskan sedikitnya lima orang

Banjir bandang di Jerman tewaskan sedikitnya lima orang
Dampak banjir besar di Jerman, rumah-rumah hancur dan ribuan keluarga harus hidup tanpa listrik (Reuters)

Berlin (ANTARA News) - Paling sedikit lima orang tewas akibat banjir yang diakibatkan hujan deras terus menerus di negara bagian Bavaria, Jerman. Banjir besar ini juga membuat ribuan rumah tangga terputus dari aliran listrik.

Para petugas pemadam kebakaran menemukan jenazah tiga wanita di ruang dasar sebuah rumah yang direndam air di Simbach am Inn yang jauhnya 120 km dari arah timur Muenchen. Mereka juga menemukan satu jenazah seorang pria di kota itu.

Pihak berwajib belum mengetahu penyebab kematian pria itu, namun yang jelas berkaitan dengan banjir.

Di desa Julbach, petugas menemukan jenazah seorang wanita yang tenggelam karena terperangkap batang kayu. Rumah si wanita ambruk diterjang banjir.

Paling sedikit empat orang hilang di distrik Rottal-Inn. "Kami memperkirakan yang terburuk," kata juru bicara polisi Michael Emmer.

Banjir telah menerjang sebuah area sekitar 160 km persegi dekat perbatasan Austria dan menyebabkan kerusakaan senilai puluhan juta euro, kata para pejabat.

Gubernur Bavaria Michael Fahmueller melukiskan kehancuran akibat banjir itu sebagai "kejadian horor".

"Sebelum ini kami sudah diterjang banjir, namun kali ini jauh lebih buruk. Kami sudah membangun kembali segalanya selama setahun, jadi rumah kita yang sudah direnovasi menjadi baru dari atas sampai bawah, tapi kini hancur kembali," kata warga bernama Sieglinde Simboeck kepada Reuters TV.

Polisi juga menangkap dua orang penjarah yang berusaha mencuri radio mobil.

Ribuan rumah tangga terputus dari aliran listrik di daerah dekat perbatasan Austria. Bantuan dana darurat senilai 1.500 euro telah diberikan kepada para korban yang paling parah tertimpa bencana, umum pemerintah seperti dikutip Reuters.

Sebagian dari negara bagian pusat industri North Rhine-Westphalia juga terkena dampak serius dari banjir bandang ini.

Belum lama pekan ini, tiga orang tewas karena banjir di negara bagian Baden-Wuerttemberg dan seorang gadis dilindas kereta api selagi berlindung dari banjir di jalur kereta api.
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2016
AS, Inggris, Prancis dan Jerman dukung bisnis dengan Iran

AS, Inggris, Prancis dan Jerman dukung bisnis dengan Iran

Brussels (ANTARA News) - Bank-bank asing dan pelaku bisnis semestinya tidak menahan diri untuk menjalin bisnis secara sah dengan Iran, demikian pernyataan bersama Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, Prancis, Inggris, dan Jerman usai pembicaraan di Brussels, Jumat. 

Dalam pertemuan di Brussels, AS, Uni Eropa, Prancis, Inggris dan Jerman berusaha meyakinkan perusahaan-perusahaan bahwa setelah kesepakatan nuklir Iran bentuk perdagangan tertentu telah diizinkan.

"Kami tidak akan menghalangi aktivitas bisnis yang diizinkan dengan Iran," kata empat negara adidaya plus Uni Eropa dalam pernyataan bersama mereka.

Berdasarkan persyaratan dalam kesepakatan nuklir Iran yang ditandatangani tahun lalu dan diimplementasikan pada Februari, beberapa sanksi internasional yang ditujukan pada program nuklir Teheran telah dicabut.

Namun AS mempertahankan sanksi-sanksinya yang menyasar dugaan dukungan Iran terhadap gerakan bersenjata di Timur Tengah dan program rudal balistiknya.

Bank-bank Eropa, yang sering memiliki anak perusahaan di AS, masih enggan melanjutkan bisnis dengan Iran karena takut dituntut di Amerika Serikat.


Namun, pernyataan bersama dari pihak-pihak Barat untuk Rencana Aksi Komprehensif Bersama (Joint Comprehensive Plan of Action/JCPOA) memberikan lampu hijau kepada para pelaku bisnis.

"Minat Eropa dan perusahaan global lain di Iran sangat tinggi" menurut pernyataan itu.
Bank-bank Eropa enggan memperbarui ikatannya dengan republik Islam Iran karena khawatir mereka bisa melanggar hukum Amerika Serikat meski beberapa sanksi sudah dicabut.

"Kami memahami bahwa perusahaan-perusahaan mungkin masih punya pertanyaan-pertanyaan spesifik terkait sanksi atau kekhawatiran tentang melakukan bisnis dengan Iran," kata pernyataan itu sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

"Dan kami siap memberikan keterangan-keterangan jelas dengan cepat," kata pernyataan itu, yang mendorong bank-bank dan perusahaan lain bergerak dan meminta saran mengenai bagaimana membuat kesepakatan legal dengan Iran.

"Kami mendorong perusahaan-perusahaan mendekati pemerintah-pemerintah kami untuk menyampaikan pertanyaan-pertanyaan yang masih tersisa, daripada melewatkan kesempatan karena kesalahpahaman atau kurang informasi."


Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Negara bagian Jerman desak media serahkan "Naskah Panama" ke kejaksaan

Negara bagian Jerman desak media serahkan "Naskah Panama" ke kejaksaan

Negara bagian Jerman desak media serahkan
Firma hukum Panama Mossack Fonseca menjadi sentral dari skandal penggelapan pajak tokoh-tokoh dan perusahaan-perusahaan dunia yang disebut dengan skandal "Panama Papers" (Reuters)

Skandal tersebut menyeruak pada awal April saat koran Jerman "Sueddeutsche Zeitung" menyatakan menerima kumpulan 11,5 juta bocoran dokumen dari lembaga hukum Mossack Fonseca, yang berpusat di Panama, dan membagikannya kepada lebih dari 100 media dunia serta Perhimpunan Wartawan Penguakan Antarbangsa (ICIJ).

"Sueddeutsche Zeitung" menyatakan bahwa tidak akan memberikan dokumen tersebut kepada pejabat sejak terjadi pelanggaran asas perlindungan narasumber dan kebebasan pers.
Bundesrat Jerman, lembaga legislatif mewakili 16 negara bagian, Jumat, meloloskan resolusi pemanggilan terhadap "Sueddeutsche Zeitung" dan ICIJ untuk menyerahkan dokumen tersebut.

Penanganannya di Jerman akan dilakukan oleh negara-negara bagian.

"Jika data set dari Panama Papers dirancang tidak dapat diakses, maka kami tidak bisa mendapatkan konsekuensi apa pun," kata Menteri Keuangan Lower Saxony, Peter-Juergen Schneider.

Pemerintah di seluruh dunia sedang menyelidiki kemungkinan kesalahan keuangan oleh orang-orang terkemuka dan sejumlah perusahaan setelah adanya penjelasan atas ratusan ribu klien Mossack Fonseca yang bocor telah mendirikan sekitar 250 ribu perusahaan dalam empat dasawarsa terakhir.

ICIJ pada Kamis mengatakan tidak ikut dalam penyelidikan kejahatan oleh Kementerian Kehakiman Amerika Serikat.

Konsorsium tersebut masih belum merilis bocoran file dari Panama itu kepada publik.

Dokumen tersebut mencantumkan nama pemimpin lima negara, yakni Argentina, Islandia, Arab Saudi, Ukraina, dan Uni Emirat Arab, serta pejabat pemerintahan, kerabat dekat, dan teman dekat sejumlah kepala pemerintahan sekitar 40 negara lainnya, termasuk Brasil, China, Prancis, India, Malaysia, Meksiko, Malta, Pakistan, Rusia, Afrika Selatan, Spanyol, Suriah, dan Britania Raya. 

AS tidak tercantum dalam dokumen tersebut karena memiliki beberapa negara bagian yang sudah dianggap sebagai surga pajak, seperti, Delaware, Nevada, dan Kepulauan Virgin, demikian Reuters.

(Uu.M038)

Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top