-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
'Jantung kekuasaan Jokowi-JK disusupi kelompok neoliberal'

'Jantung kekuasaan Jokowi-JK disusupi kelompok neoliberal'

Reporter : Al Amin | Rabu, 9 Maret 2016 21:31
'Jantung kekuasaan Jokowi-JK disusupi kelompok neoliberal'
Ray Rangkuti. ©2012 Merdeka.com
Merdeka.com - Konsep Nawa Cita atau sembilan agenda utama Joko Widodo-Jusuf Kalla dalam menjalankan roda pemerintahan dianggap tidak efektif selama ada pihak-pihak berpaham neoliberalisme dalam Kabinet Kerja. Salah satu program Nawa Cita yang mengagendakan Indonesia mandiri di sektor ekonomi dianggap bertentangan dengan paham neo liberal.

"Kelompok neoliberal tidak happy dengan Jokowi-JK. Di Nawa Cita yang dikehendaki ekonomi konstitusi, anti-neo liberal. Maka tidak mungkin tradisi penyokong neoliberalisme berhadapan keras dengan rezim. Mereka melakukan penyusupan ke jantung kekuasaan," kata Pengamat politik Ray Rangkuti.

Hal itu disampaikan Ray dalam diskusi bertajuk 'Gerhana Kabinet di Pusat Kuasa: Pertarungan Kelompok Liberal VS Pendukung Nawacita', di Menteng, Jakarta, Rabu (9/3).

Salah satu cara yang dilakukan dengan menyusupkan tokoh-tokoh yang berpandangan neoliberalisme di pos kementerian yang penting. Kondisi ini, lanjut Ray, telah berlangsung sejak era kepemimpinan Presiden Soeharto.

Ray menuturkan, pendukung neoliberalisme dapat diketahui dari pola kerjanya. Menurutnya, ada empat cara yang dilakukan pendukung neoliberalisme dalam menjalankan agendanya.

Yang pertama, pendukung neoliberalisme sering mengambil keputusan diam-diam, yang dianggap merugikan negara. Kedua, proses pengambilan kebijakan yang tidak diketahui publik.

"Dalam hal ini, tiga kasus yang mencolok, Freeport, kereta cepat, dan Blok Masela," ujarnya.
[did]
Jokowi-JK Buka Puasa Bersama 3.500 Anak Yatim di JCC Senayan

Jokowi-JK Buka Puasa Bersama 3.500 Anak Yatim di JCC Senayan

Muhammad Taufiqqurahman - detikNews
Jokowi-JK Buka Puasa Bersama 3.500 Anak Yatim di JCC Senayan  
Jokowi-JK menggelar buka puasa bersama 3.500 anak yatim di JCC Senayan (Bagus/detikcom)



 Jakarta - Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menggelar buka puasa bersama dengan 3.500 anak yatim. Acara ini merupakan agenda dari Himpunan Bank-bank Milik Negara.

Jokowi dan JK bersama pasangan masing masing yaitu Iriana Jokowi dan Mufidah Jusuf Kalla tiba di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (2/7/2015) sekitar pukul 17.15 WIB.

Jokowi dan JK terlihat langsung duduk bersila bersama di atas mimbar menghadap ke ribuan anak yatim piatu.
 
Jokowi-JK menggelar buka puasa bersama 3.500 anak yatim di JCC Senayan (Bagus/detikcom)


"Ini pertama kali dihadiri Presiden Jokowi dan wapres JK dan para pejabat tinggi negara," ujar corporate secretary BRI Budi Satria.

Salah satu agenda acara ini adalah menjawab pertanyaan tebakan dari Presiden Jokowi. Acara tebak tebakan sesaat lagi akan dimulai sembari menunggu waktu berbuka puasa.
(fiq/bar)
Jokowi dan JK Melayat Jenazah Dubes Burhan

Jokowi dan JK Melayat Jenazah Dubes Burhan

Fotografer - Grandyos Zafna

Foto lain dari Jokowi dan JK Melayat Jenazah Dubes Burhan


Di Depan Jokowi-JK, Luhut Paparkan Kesiapan Peringatan 60 Tahun KAA

Di Depan Jokowi-JK, Luhut Paparkan Kesiapan Peringatan 60 Tahun KAA

Moksa Hutasoit - detikNews

Jakarta - Presiden Joko Widodo menggelar rapat khusus membahas pelaksanaan peringatan 60 Tahun Konferensi Asia Afrika‎. Kepala Staf Kepresidenan Luhut Panjaitan didapuk untuk menjelaskan sejauh mana kesiapan acara besar itu.

‎Jabatan Luhut di acara itu memang tidak main-main. Dialah penanggungjawab panitia nasional Konferensi Asia Afrika.

"Pada siang ini saya minta laporan mengenai persiapan penyelenggaraan peringatan ke 60 tahun Konferensi Asia Afrika, saya persilakan Pak Luhut‎," kata Jokowi membuka rapat terbatas di Kantor Kepresidenan, Jalan Veteran, Jakarta Pusat, Kamis (2/4/2015).

Dengan sigap Luhut membuka paparan dengan bantuan slide yang sudah terpasang. Selain dia, Luhut juga meminta beberapa panitia lainnya untuk ikut menjelaskan sejauh mana kesiapan mereka.

Rapat ini diikuti oleh sejumlah menteri, termasuk Wakapolri Komjen Badrodin Haiti serta Panglima TNI Jend Moeldoko. Tampak juga Gubernur DKI Basuki T Purnama.‎ Rapat ini sendiri berlangsung tertutup.


(mok/ndr)
 Massa Mahasiswa Kepung Istana Bogor, Beri Raport Merah untuk Jokowi-JK

Massa Mahasiswa Kepung Istana Bogor, Beri Raport Merah untuk Jokowi-JK

Farhan - detikNews

Massa Mahasiswa Kepung Istana Bogor, Beri Raport Merah untuk Jokowi-JK
Bogor - Massa mahasiswa dari berbagai kampus di Bogor, Depok, Bekasi, Bandung hingga Lampung, melakukan unjuk rasa di Istana Bogor. Massa mahasiswa ini memberikan raport merah untuk Jokowi-JK dan menyampaikan sejumlah tuntutan.

Massa dari BEM Unpak, BEM UPI Bandung, Unjani Bandung, Univ Tazkia, Unida Bogor, Unpad, Bem PNJ Politehnik Negeri Jakarta, BSI, IPB, UIK dan UNILA Lampung yang beraksi pada Jumat (27/3/2015) ini memenuhi kawasan Istana Bogor.

Mahasiswa semula melakukan orasi di pintu utama Istana Bogor di Jalan Sudirman, namun kemudian bergeser ke pintu 3 Istana Bogor yang berada di jalan IR Juanda Bogor atau persis berada di depan gereja Zeboth Bogor.

Dalam orasinya, mahasiswa meminta dipertemukan dengan staf Istana Bogor untuk menyampaikan aspirasinya dan memberikan raport merah untuk Jokowi.

"Maju dua langkah, kawan-kawan," kata seorang mahasiswa yang berada di atas mobil sound mengajak mahasiswa merapat ke gerbang Istana Bogor.

Dalam orasinya mahasiswa menyoroti pemerintahan Jokowi-JK, yang menurut mahasiswa-mahasiswa Indonesia sedang mengalami pergejolakan ekonomi, hukum, hingga sumber daya alam. Mereka juga menilai program nawacita Jokowi -JK, kebijakanya tidak pro rakyat.
Hal itu, kata mahasiswa, bisa dilihat dari melemahnya nilai tukar rupiah. Salah satu sebab melemahnya dolar adalah gonjang ganjing dan tidak kondusifnya perpolitikan di Indonesian.

Beberapa tuntutan mahasiswa antara lain:

1.Stabilkan Perekonomian dan Sejahtrakan Rakyat Kecil
2.Nasionalisasi Aset Negara
3.Tolak Remisi Bagi Koruptor
4.Selesaikan konflik antara Aparatur Penegak Hukum
5. Stabilisasi kondisi perekonomian nasional di Indonesia.
6. Nasionalisasi aset sumbet daya alam di Mahakam dan Frepoot.
7. Cabut kebijakan BBM berdasarkan mekanisme pasar dan kembalikan subsidi BBM.
8. Selesaikan konflik antar lembaga penegak hukum
9. Pertahankan pengetatan pemberian remisi kepada kasus kejahatan narkoba dan korupsi.
10. Segera tuntaskan penyeledikan kasus BLBI dan Bank Century.
11. Mengeluarkan kebijakan konkrit dan nyata di bidang maritim yang pro kepada masyarakat terutama nelayan

Sementara itu, pihak kepolisian masih terus berjaga di lokasi. Satu unit water canon dirapatkan ke samping barisan pendemo dengan jarak sekitar 30 meter. Aksi mahasiswa tersebut, juga mengakibatkan arus lalulintas di sekitar Istana Bogor tersendat. Polisi terpaksa memberlakukan satu arah untuk mengurai kemacetan.

(ndr/ndr)
Back To Top