-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Kemenkominfo minta masyarakat kritis informasi medsos

Kemenkominfo minta masyarakat kritis informasi medsos

Kemenkominfo minta masyarakat kritis informasi medsos
Niken Widiastuti (ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna)
 Harus cek dan cek lagi dulu. Jangan langsung percaya dengan informasi yang menyebar di media sosial," 
Yogyakarta (ANTARA News) - Kementerian Komunikasi dan Informatika meminta masyarakat bersikap kritis terhadap setiap informasi yang menyebar cepat di media sosial karena tidak seluruhnya kredibel sebagai acuan informasi.

"Harus cek dan cek lagi dulu. Jangan langsung percaya dengan informasi yang menyebar di media sosial," kata Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika Rosarita Niken Widiastuti dalam acara Editors Meeting bertajuk "Untuk Publik Demi Republik", di Yogyakarta, Kamis.

Menurut Niken, seiring terus berkembang teknologi informasi, jejaring media sosial seolah memiliki pengaruh yang tidak kalah kuat dengan media mainstream atau konvensional seperti koran, televisi dan radio karena hampir sebagian besar masyarakat saat ini memiliki akun media sosial.

"Seringkali masyarakat langsung percaya karena persebaran informasi di media sosial lebih cepat, meski belum disertai dengan cek dan cek ulang lagi," kata dia pula.
Padahal, menurut Niken, tidak jarang persebaran informasi di media sosial dimanfaatkan oknum tertentu untuk tujuan negatif. Seperti dalam konteks kasus kerusuhan di Tanjung Balai, menurut Niken, juga tidak luput dari peran media sosial yang menyebarkan propaganda atau informasi provokatif.

"Tidak semua orang menggunakan media sosial untuk kebaikan. Bahkan orang yang ada di Jakarta bisa memprovokasi masyarakat di Tanjung Balai melalui media sosial," kata dia lagi.

Menurut dia, masyarakat masih perlu mendapatkan literasi media secara optimal agar mampu menyaring berbagai informasi yang menyebar bebas di media sosial.

Niken mengakui hingga saat ini memang belum ada regulasi yang lebih spesifik mengatur persebaran informasi yang tidak sahih di media sosial, kecuali bersandar pada Undang-Undang (UU) Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). 
UU itu bisa menjadi dasar aduan masyarakat ketika ada informasi yang memuat penghinaan serta fitnah. "Jika menyangkut ujaran kebencian masyarakat tentu bisa langsung mengadukan kepada pihak yang berwajib," kata dia lagi.
Sedangkan pengamat media sosial Nukman Luthfie berharap di tengah karut marut informasi dan gagasan yang tersebar liar di media sosial, justru media mainstream sebagai penyebar informasi resmi mampu menjadi penengah sebagai acuan informasi terpercaya bagi masyarakat.

Karena itu, ia justru berharap media mainstream juga ikut hadir dan memanfaatkan media sosial sebagai sarana pendistribusian informasi.
"Di tengah pertikaian informasi di media soasial, media mainstream bisa hadir sebagai patokan informasi paling sahih," kata Nukman pula.
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Kementerian Komunikasi dan Informatika blokir 780.000 situs porno

Kementerian Komunikasi dan Informatika blokir 780.000 situs porno

Kementerian Komunikasi dan Informatika blokir 780.000 situs porno
Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
 Kita ajak semuanya karena kalau dari Kemenkominfo kan tidak terlalu banyak, yang tahu kan yang ahli ini,

Bandung (ANTARA News) - Kementerian Komunikasi dan Informatika menyatakan hingga saat ini memblokir sekitar 780.000 situs/laman yang yang memiliki konten pornografi, radikalisme dan perundungan/bully.

"Kita sudah mulai masuk ke sana (memblokir situs radikal, porno dan perudungan). Kita memiliki panel dari tenaga ahli di bidang masing-masing. Misalkan radikalisme, terorisme, kita ada BNPT, juga ada tokoh agama," kata Rudiantara, di Bandung, Selasa.

Sementara terkait perlindungan anak, kata dia, ada KPAI yang meneliti situs berbau pornografi, radikalisme dan perudungan.

"Kita ajak semuanya karena kalau dari Kemenkominfo kan tidak terlalu banyak, yang tahu kan yang ahli ini," kata dia.

Menurut dia, upaya melibatkan tenaga ahli dalam memerangi situs porno, radikal dan peruduangan tersebut bersifat penanganan di hilir dan saat ini sedang berupaya melakukan penanganan di hulunya.

"Kalau di hilir kita seolah menyembuhkan orang sakit terus, lama-lama kan capek juga. Sekarang kita bergerak ke hulu, yang tadinya di blacklist 780 ribu mulai ke whitelist, kita cari yang bagus-bagus. Kita sudah punya puluhan ribu yang whitelist," kata dia.

Ia berharap dari sekitar 800 ribu situs radikal, porno dan perudungan itu dalam waktu 3 tahun ke depan bisa masuk ke dalam whitelist-nya. "Masa sih lebih banyak blacklist nya daripada whitelist-nya," kata dia.
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Menkominfo Ingin Broadband Jadi Warisan Jokowi-JK

Menkominfo Ingin Broadband Jadi Warisan Jokowi-JK

Achmad Rouzni Noor II - detikinet
http://images.detik.com/content/2015/05/04/328/083051_jokowi546.jpg 
 Presiden Joko Widodo (detikcom)
 
Jakarta - Menkominfo Rudiantara memaparkan rencananya untuk memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada untuk ekspansi broadband. Karena menurutnya, masa depan Indonesia akan sangat bergantung pada infrastruktur pita lebar itu.

"Masa depan kita akan soal broadband, broadband, broadband. Dan broadband ini akan jadi legacy (warisan) pemerintahan Jokowi-JK," kata menteri yang akrab disapa Chief RA saat ditemui di Makassar, Senin (4/5/2015).

Rencana untuk ekspansi broadband ini tertuang dalam Rencana Pitalebar Indonesia dalam lima tahun sejak 2014 hingga 2019. Mulai dari rencana broadband berbasis kabel hingga nirkabel, dari perkotaan hingga kabupaten dan pedesaan.

"Mengapa indonesia harus bangun broadband, itu untuk mengatasi isu internet lelet. Broadband dari akses ada fixed atau mobile. Kalau fixed, kita tidak bisa banyak-banyak karena bergantung pada jumlah telepon fixed yang cuma 8 juta. Kita akan banyak bergantung pada broadband mobile," jelas Rudiantara.
Untuk mobile broadband, setelah membuka akses 4G di 900 MHz sejak akhir 2014 lalu, rencananya akan dilanjutkan dengan penataan di 1.800 MHz. Setelah frekuensi 1.800 MHz selesai ditata dan diterapkan 4G, sasaran selanjutnya adalah implementasi di 2,1 GHz, 2,3 GHz, dan 700 MHz.

"Setelah di 1.800 MHz, tahun depan kami implementasikan di 2.100 MHz, kemudian di 2.300 MHz. Lalu kita digitalisasi penyiaran, setelah selesai pindah dari analog ke digital maka frekuensinya akan digunakan untuk broadband," pungkasnya.


Selain itu Menkominfo juga berniat membebaskan frekuensi 700 MHz yang saat ini digunakan oleh TV analog paling lambat pada 2019."Sekarang kalau coverage sudah dari sisi penyiaran, sekarang analog dan sedang disiapkan migrasi ke digital. Sambil menunggu proses migrasi ke digital, kita bahas UU Penyiarannya terlebih dahulu," pungkas menteri.
(rou/asj)
Menkominfo Resmikan Proyek Kabel Laut Luwuk-Tutuyan

Menkominfo Resmikan Proyek Kabel Laut Luwuk-Tutuyan

Achmad Rouzni Noor II - detikinet
http://images.detik.com/content/2015/05/03/328/ramakasar62.jpg 
 (kiri) Menkominfo Rudiantara (rou/detikINET)
 
Makassar - Menkominfo Rudiantara meresmikan pembangunan Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) yang membentang sepanjang 348 kilometer dari daerah Luwuk, Sulawesi Tengah, hingga daerah Tutuyan, Sulawesi Utara, yang dipercayakan oleh Telkom kepada PT Sarana Global Indonesia (SGI).

Kick-off dari ground breaking kabel laut ini dimulai dari pelabuhan Soekarno-Hatta di Makassar, Minggu (2/5/2015) dan diharapkan rampung Juni 2015 atau dua bulan dari sekarang. Peresmian proyek ini juga dihadiri oleh Walikota Makassar Moh. Ramdhon Pomato‎.

"Pembangunan SKKL oleh Telkom bersama SGI ini akan menjadi gateway bagi masyarakat di Indonesia timur agar bisa segera menikmati internet broadband dengan cepat," kata Rudiantara dalam sambutannya.

Penggelaran ‎kabel serat optik ini merupakan bagian penting dari pembangunan infrastruktur jaringan Telkom untuk melayani kebutuhan data dan suara melalui akses broadband, khususnya untuk masyarakat di Indonesia bagian timur.

"Untuk ‎pembangunan SKKL Luwuk-Tayutan ini kami menunjuk SGI sebagai kontraktor untuk bangun fiber optik sepanjang 348 kilometer‎. Nilai investasinya Rp 85 miliar‎," kata Abdus Somad Asa, Direktur Network IT & Solution Telkom dalam kesempatan yang sama.

CEO SGI ‎Chandra Arie Setiawan menjelaskan, kabel optik ini akan menembus laut Maluku. Sementara jenis kabel yang digunakan adalah Submarine Optical Cable G.654 Light Weight Protected (LWP), tipe Single Armor (SA) dan Double Armor (DA) yang terdiri atas enam pasang fiber.

Penggelaran yang dipercayakan kepada SGI juga meliput pekerjaan shore-end, yaitu dari kawasan pantai Luwuk, sebelum kabel masuk ke bawah laut. Kemudian masuk ke kedalaman laut hingga mencapai 3.000 meter.

"Di kawasan pantai Tuyutan, SGI juga bertugas menanam kabel fiber optik sekitar 7.500 meter sebelum daratan untuk kemudian dihubungkan ke STO milik Telkom di Tutuyan," jelasnya.

(rou/ash)
Back To Top