-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Kemenpora ingatkan atlet Indonesia terkait keamanan di Rio

Kemenpora ingatkan atlet Indonesia terkait keamanan di Rio

Kemenpora ingatkan atlet Indonesia terkait keamanan di Rio
Atlet bulu tangkis debby Susanto memberikan hormat kepada bendera merah putih ketika mengikuti pengukuhan dan pelepasan kontingen Olimpiade di Kantor Kemenpora, Jakarta, Selasa (21/6/2016). Sebanyak 26 atlet akan mewakili Indonesia untuk berlaga pada Olimpiade Rio de Janeiro, Brazil pada Agustus mendatang. (ANTARA FOTO/Wahyu Putro A)
Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pemuda dan Olahraga mengingatkan atlet Indonesia yang bertanding di Olimpiade terkait keamanan di tempat perhelatannya di Rio de Janeiro, Brazil.

"Kendati keadaan di sana oke menurut IOC dan laporan Dubes Indonesia di Brazil, tapi bukan berarti semua beres dan tidak ada pernak-pernik, ini harus diperhatikan," kata Deputi IV Bidang Olah Raga Prestasi Kementerian Pemuda dan Olahraga Gatot S Dewa Broto saat dihubungi, Jakarta, Sabtu.

Masalah keamanan tersebut, kata Gatot, perlu diperhatikan seluruh tim Olimpiade karena pihaknya juga mendapatkan informasi bahwa situasi di Brazil bisa dikatakan masih fluktuatif seperti ada pemogokan di beberapa tempat.

"Tapi menurut beliau yang melegakan adalah rakyat Brazil tidak ingin kehilangan momentum Olimpiade," ujar dia.

Lebih lanjut Kemenpora mengimbau para atlet agar tidak berkeliaran keluar penginapan atau arena jika tidak diperlukan meskipun telah dikawal keamanan terutama ke tempat yang tidak terlalu aman.

"Jadi kami minta pak Raja Sapta Oktohari agar dia cerewet ampun-ampunan dan memastikan bahwa dari menit ke menit dia memantau tim walau ada jaminan dari pemerintah Brazil atas keamanan atlet, official dan pelatih benar dilindungi oleh 20 ribu petugas kepolisian yang dikerahkan," ucap Gatot.

Selain mempercayakan pada tim di Rio, Gatot menjelaskan tim olimpiade akan dibantu oleh pihak Kedutaan Indonesia di Brazil yang membuka kantor sementara di Rio de Janeiro selama gelaran olimpiade.

"Ini kami juga harus menyampaikan rasa terima kasih bagi KBRI yang sesungguhnya berkantor di Brazilia, namun membuka kantor sementara di Rio selama Olimpiade dan anggarannya langsung oleh Kementerian Luar Negeri dengan tujuan mengawal tim kita," ucapnya.
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Kemenpora minta Tim Transisi-BOPI amankan ISC

Kemenpora minta Tim Transisi-BOPI amankan ISC


Kemenpora minta Tim Transisi-BOPI amankan ISC
Gatot S Dewa Broto (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
Permintaan pemerintah kepada kedua lembaga tersebut disampaikan Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora, Gatot S Dewa Broto setelah melakukan pertemuan dengan Tim Transisi dan BOPI di Kemenpora, Jakarta, Senin.

"Tim Transisi dan BOPI kami harapkan memberikan catatan kritis dan harus disampaikan kepada Menpora. Bisa dilaporkan tiap hari maupun mingguan. Yang jelas kami meminta Tim Transisi dan BOPI mengamankan kick off ISC 29 April nanti," kata Gatot S Dewa Broto.

Menurut dia, pertemuan dengan Tim Transisi ini berlangsung dengan alot karena kedua lembaga tersebut tetap pada pendiriannya sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing. Namun, arahan Presiden dan Menpora tetap menjadi dasar dalam menindaklanjuti ISC.

Catatan dari Tim Transisi maupun BOPI memang sangat ditunggu, namun apapun catatan dan verifikasi tidak dapat membatalkan atau memundurkankick off ISC yang telah dijadwalkan.

"Bisa dikatakan Menpora pasang badan akan pelaksanaan ISC ini," kata pria yang juga Kepala Komunikasi Publik Kemenpora itu.
Gatot menambahkan, meski sempat terjadi rapat yang alot, pihak BOPI tetap memberikan keterangan terkait dengan pelaksanaan ISC terutama masalah koordinasi dengan pihak Mabes Polri karena akhir dari perijinan akan bermuara di kepolisian.

Selain itu pihak BOPI juga meminta jika kompetisi ISC berjalan sesuai dengan rencana awal harus ada pihak atau tim yang melakukan monitoring. Hal ini dilakukan agar semuanya berjalan dengan lancar.

Sementara itu anggota Tim Transisi, Cheppy T Wartono mengatakan pihaknya tidak mempermasalahkan jika kompetisi ISC berjalan. Namun, untuk kelanjutan masalah ini pihaknya mengaku sudah angkat tangan. 
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Kemenpora siap bangun 1.000 lapangan olahraga

Kemenpora siap bangun 1.000 lapangan olahraga

 | 3.122 Views
Kemenpora siap bangun 1.000 lapangan olahraga
Kemenpora (ANTARA News/Grafis)

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pemuda dan Olahraga menyiapkan dana sebesar Rp163 miliar untuk membangun 1.000 lapangan berbagai cabang olahraga di seluruh daerah pedesaan Indonesia.

"Sudah dibangun sejak tahun kemarin, ini meneruskan kembali guna mendukung pencapaian prestasi olahraga di Indonesia melalui pengembangan bibit daerah," kata Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora Gatot S Dewa Broto di Jakarta, Kamis.

Usai jumpa pers, ia menjelaskan bahwa dana pembangunan lapangan di desa meliputi lapangan voli, bulu tangkis, panjat dinding, futsal dan lapangan sepak bola.

Lapangan bulu tangkis dianggarkan sebesar Rp100 juta per paket dengan target 100 paket, lapangan voli dianggarkan Rp100 juta per paket target 100 paket, lapangan futsal Rp170 juta untuk target 200 paket dan sisanya lapangan panjat dinding.


Saat ini, menurut data, sudah hampir setengah target tercapai. Syarat untuk pengajuan bantuan rehabilitasi lapangan ini adalah pertama perangkat desa mengirimkan data administratif ke Kemenpora. Kemudian, tanah tersebut haruslah milik desa atau bukan perorangan, guna menghindari sengketa kemudian hari.
Dan selanjutnya, memiliki rekening BRI atas nama perangkat desa. Secara umum, pemerintah desa mengajukan surat permohonan dan proposal pengajuan bantuan ke Menpora dengan tembusan kepala SKPD Keolahragaan Provinsi dan kabupaten/kota.

Syarat khusus adalah tidak mengalihfungsikan lapangan tersebut menjadi bentuk aset yang lain serta kesanggupan mengembalikan sisa dana bantuan. 


Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemda juga harus ada kesanggupan dalam menyediakan tenaga teknis serta menangani pekerjaan umum.

"Hal itu nanti sifatnya adalah swakelola, jadi harus dirawat masing-masing, kemudian untuk mengatasi beda harga di beda wilayah, kami akan menerapkan subsidi silang pada daerah-daerah yang memiliki harga tanah dan bangunan yang lebih mahal," katanya. 


Ia juga akan mengutamakan pada daerah-daerah terpencil serta pelosok, agar pengembangan atlet lebih merata.
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Kemenpora kedepankan pendataan atlet berbasis teknologi informasi

Kemenpora kedepankan pendataan atlet berbasis teknologi informasi

Kemenpora kedepankan pendataan atlet berbasis teknologi informasi
Gatot S. Dewa Broto (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pemuda dan Olahraga mengedepankan pendataan atlet dengan basis teknologi informasi (TI) setelah terjadi penggantian pucuk pimpinan Deputi Peningkatakan Prestasi Olahraga dari Djoko Pekik Irianto kepada Gatot S. Dewa Broto.

"Perkembangan teknologi tidak bisa dibendung. Kita harus secepatnya menyesuaikan demi pendataan yang lebih bagus lagi," kata Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga Kemenpora Gatot S. Dewa Broto usai pelantikan di Wisma Kemenpora, Jakarta, Senin.

Tidak hanya pendataan atlet, tetapi semua hal yang menyangkut peningkatan prestasi juga akan dikerjakan dengan basis TI seperti halnya dalam pengadaan alat latihan maupun untuk pertandingan. Selama ini, kedua hal tersebut sering mengalami kendala.

Dengan adanya sistem berbasis TI, diharapkan tidak akan ada lagi keterlambatan dalam pengadaan alat seperti yang sering terjadi sebelumnya.

Selain itu, kata Gatot, data atlet dari semua tingkatan bisa terdata dengan baik sehingga mempermudah untuk pemantauan.

"Atlet nanti juga bisa interaksi langsung dengan kami. Misalnya, masalah gaji hingga bonus seharusnya didapat. Kami akan berusaha mempermudah akses kepada atlet. Nanti juga ada semacam call center," katanya.


Terpilihnya Gatot S. Dewa Broto menduduki posisi panas di Kemenpora itu terbilang cukup lama. Bahkan, mantan Deputi 5 Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora tidak mengambil posisi Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kementerian Komunikasi dan Informatika.

Tantangan ke depan bagi seorang Gatot tidak hanya pendataan atlet, tetapi juga persiapan beberapa kejuaraan internasional mulai Olimpiade 2016, SEA Games 2017, Asian Games 2018, hingga rencana Indonesia menjadi tuan rumah kejuaraan MotoGP 2017 sampai dengan 2019.
Selama ini tugas yang menantang ini ditangani oleh Djoko Pekik Irianto. Setelah lengser dari kedudukannya, pejabat asal Yogyakarta ini akan kembali ke habitatnya, yaitu ke kampus Universitas Negeri Yogyakarta.

Sementara itu, Menpora Imam Nahrawi dalam sambutannya berharap semua pejabat yang dilantik Setulus hati mencurahkan kemampuannya dalam menyelesaikan tugas yang dibebankan. Apalagi, ke depan tantangan yang akan dihadapi bakal lebih berat.

"Kemenpora adalah kementerian yang seksi. Tinggalkan egosektoral. Kami berharap semua pejabat ini bisa melanjutkan program yang sedang berjalan," katanya.

Selain Deputi Peningkatan Prestasi Olahraga, penggantian juga terjadi di Deputi Pemberdayaan Pemuda dari Yuni Poerwanti kepada Chandra Wijaya, sedangkan Deputi Pembudayaan Olahraga diserahterimakan dari Faisal Abdullah kepada Raden Isnanta.
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Kemenpora hormati putusan Asprov PSSI soal KLB

Kemenpora hormati putusan Asprov PSSI soal KLB

Pewarta: 
Kemenpora hormati putusan Asprov PSSI soal KLB
Kemenpora (ANTARA News/Grafis)
 Kami menghormati keputusan Asprov. Kami sejak awal tidak akan campur tangan (KLB). Mereka sah-sah saja menolak KLB karena mereka adalah votersnya,"

Jakarta (ANTARA News) - Kementerian Pemuda dan Olahraga menghormati keputusan Asosiasi Provinsi PSSI soal penolakan terhadap Kongres Luar Biasa setelah ada penetapan tersangka kepada Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti.

"Kami menghormati keputusan Asprov. Kami sejak awal tidak akan campur tangan (KLB). Mereka sah-sah saja menolak KLB karena mereka adalah votersnya," kata Kepala Komunikasi Publik Kemenpora Gatot S Dewa Broto di Media Center Kemenpora, Jakarta, Rabu.

Menurut dia, apa yang diputuskan oleh Asprov PSSI merupakan hak mereka. Namun, pihaknya tetap memberikan apresiasi apalagi pada rapat yang digelar di Hotel Sultan Jakarta, Senin (21/3), mendapatkan hal yang spesial karena diundang pada pertemuan tersebut.

Gatot menilai, apa yang dilakukan oleh pihak penyelenggara pertemuan dengan mengundang pihak Kemenpora merupakan sebuah kemajuan karena selama ini atau dalam masa polemik tidak pernah diundang.

"Tapi Pak Menteri maupun saya tidak bisa menghadiri pertemuan itu karena masih di Melbourne," kata mantan Deputi V Bidang Harmonisasi dan Kemitraan Kemenpora itu.

Sebelumnya perwakilan dari 34 Asprov PSSI mengadakan pertemuan sebagai tidak lanjut penetapan Ketua Umum PSSI La Nyalla Mattalitti sebagai tersangka dugaan korupsi dana hibah Kadin sebesar Rp5 miliar oleh Kejaksaan Tinggi Jawa Timur.

Dalam pertemuan tersebut ditetapkan lima poin penyataaan sikap dari Asprov PSSI yaitu :

1. Menjunjung tinggi kedaulatan organisasi PSSI dan juga lembaga mandiri untuk mengatur, mengembangkan, dan menjalankan kegiatan sepak bola di tanah air.

2. Menjaga harkat martabat dan olahraga sepakbola serta organisasi PSSI dari gangguan eksternal dan internal yang dapat merugikan organisasi.

3. Menjalankan dan menaati statuta PSSI sebagai pedoman dalam menjalankan roda organisasi sepak bola nasional.

4. Menjalankan keputusan organisasi hasil kongres luar biasa 18 April 2015 di Surabaya yang telah memilih secara sah Komite eksekutif PSSI masa bakti 2015-2019.

5. Menolak segala bentuk upaya pengambil alihan dan penggantian pengurus PSSI melalui cara-cara inskonstitusional yang melanggar statuta PSSI.
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top