-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
 Kereta barang Priok ditargetkan beroperasi akhir tahun ini

Kereta barang Priok ditargetkan beroperasi akhir tahun ini

Kereta barang Priok ditargetkan beroperasi akhir tahun ini
Menko bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli (ANTARA FOTO/Rosa Panggabean)
 
Jakarta (ANTARA News) - Satuan Tugas (Satgas) Dwelling Time yang dibentuk Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli menyatakan jalur kereta barang yang menghubungkan Stasiun Pasoso, Jakarta Utara, dengan Stasiun Lapangan Kontainer Jakarta International Container Terminal Pelabuhan Panjung Priok ditargetkan beroperasi akhir Desember 2015.

"Desember 2015 atau selambatnya Februari 2016 kereta barang yang menghubungkan Tanjung Priok ke Cikarang Dry Port bisa beroperasi. Pak Menko berharap jangan sampai lewat tahun ini," kata Ketua Satgas Dwelling Time Agung Kuswandono dalam jumpa pers di Jakarta, Senin.
Agung yang juga Deputi II Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Kemaritiman berharap, dengan mulai beroperasinya jalur rel sepanjang 1,2 kilometer itu maka akan dapat menghubungkan Pelabuhan Tanjung Priok ke pelabuhan lain melalui kereta barang.

"Jadi memang tidak terlalu panjang. Tapi gara-gara ini (jalur kereta barang), terputuslah akses ke sejumlah lokasi. Kalau tersambung, proses (arus barang) bisa langsung terus ke Surabaya atau Banyuwangi. Jadi bisa mengembangkan ekonomi lebih besar ke luar," katanya.
Agung melanjutkan, proses pengadaan dan pembayaran lahan sudah selesai dilakukan sejak Agustus-September lalu.

PT KAPM, anak perusahaan PT KAI yang menjadi pelaksana jasa konstruksi proyek kereta barang itu, telah melakukan proses "aanwijzing" (penjelasan pekerjaan) lapangan pada kedua lokasi perpanjangan rel kereta.

"Kesimpulannya, bahwa lokasi penambahan jalur rel kereta dari Stasiun Pasoso ke rencana Stasiun Dermaga 208 tidak memiliki kendala," katanya.
Kendati demikian, Agung mengatakan perusahaan tersebut masih terkendala timbunan material milik Direktorat Jenderal Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang masih akan menggunakan lahan tersebut hingga Oktober 2015.

"Ada proyek jalan layang di Pelabuhan Tanjung Priok, kalau buat crossing kereta api, tentu harus disingkirkan karena materialnya besar-besar. Insya Allah bukan masalah besar, proses kerja akan lebih cepat setelah Oktober ini," katanya.

Untuk menjamin adanya akses keluar masuk terminal JICT menuju Stasiun Lapangan Kontainer JICT, PT KAI dan Ditjen Bina Marga Kementerian PUPR sepakat untuk melakukan pergeseran atau perubahan ramp off (pintu keluar) yang sudah dibangun.
Sebelumnya, Menko Kemaritiman Rizal Ramli melakukan pembongkaran jalur kereta barang yang tertutup beton di area Pelabuhan Tanjung Priok pada September lalu.

Rizal menegaskan, adanya kereta barang akan bisa mengurangi kemacetan di pelabuhan di wilayah Jakarta Utara itu.
Kemacetan di pelabuhan dipercaya dapat memangkas waktu inap barang (dwelling time) di Pelabuhan Tanjung Priok yang saat itu sekitar 5--6 hari. Sementara itu, pemerintah menargetkan bisa mencapai hanya sekitar 2--3 hari. 
Editor: Desy Saputra
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Menko : kereta barang Priok selesai dua bulan

Menko : kereta barang Priok selesai dua bulan


Menko : kereta barang Priok selesai dua bulan
Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli (tengah) menghancurkan beton yang menutup jalur rel kereta di dermaga 3, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (10/9). (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja) 
 
 Jakarta (ANTARA News) - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli meminta pembangunan kereta barang yang menghubungkan Stasiun Pasoso dengan Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, bisa selesai dalam waktu dua bulan.

"Ini (kereta barang) harus segera diselesaikan dalam waktu dua bulan," kata Rizal saat membongkar beton penutup jalur rel kereta api di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Kamis.

Dalam acara pembongkaran itu, turut hadir Anggota Komisi III DPR Masinton Pasaribu, Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Edy Sukmoro, Dirjen Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi dan Ketua Tim Task Force Percepatan Dwelling Time yang juga Deputi II Bidang Koordinasi Sumber Daya Alam dan Jasa Kemenko Kemaritiman Agung Kuswandono, dan Ketua Serikat Pekerja Jakarta International Container Terminal (JICT) Nova Sofyan Hakim.
Rizal menuturkan, pembukaan kembali jalur kereta api barang yang berhenti beroperasi pada 1998 itu diharapkan bisa membuat efisiensi sistem logistik di pelabuhan.
"Kalau jalur kereta api dibuka kembali maka akan terjadi efisiensi, mengurangi dwelling time, mengurangi kecelakaan dan memperbaiki jalanan," katanya.
Adanya jalur kereta barang yang masuk ke pelabuhan, menurut Rizal, akan memangkas sepertiga kemacetan di pelabuhan.
Hal itu pulalah yang juga dinilai bisa mengurangi waktu bongkar muat barang (dwelling time) di pelabuhan yang saat ini berkisar 7-8 hari menjadi 2,5 hari sesuai target pemerintah.

Direktur Utama KAI Edy Sukmoro menuturkan saat ini kereta barang hanya berhenti di Stasiun Pasoso dan tidak tersambung hingga ke Terminal Peti Kemas Koja di Pelabuhan Tanjung Priok.

Menurut dia, untuk membangun jalur kereta barang hingga masuk pelabuhan tidaklah sulit. Pasalnya, pihaknya hanya perlu membuat sambungan jalur dari Stasiun Pasoso sepanjang 1,2 kilometer.

"Itu tidak jauh dan kita akan bekerja keras untuk selesaikan hal itu," katanya.

Edy menambahkan, meski pembangunan ditargetkan bisa rampung dalam dua bulan, pihaknya masih harus menghadapi masalah pembebasan tanah untuk tujuh bidang.

"Tujuh bidang ini masih punya warga. Saya harap akhir September ini selesai karena sudah kita panggil orangnya, harga sudah ada dan sudah kelihatan sepakat. Kalau tidak ada halangan akhir September selesai dan Oktober kita mulai kerja," katanya.
Dengan demikian, lanjut Edy, sekitar awal tahun depan kereta barang ke pelabuhan itu sudah bisa beroperasi.
"Kita harap Februari-Maret 2016 operasi," katanya.      
Editor: Desy Saputra
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Back To Top