-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Bandara Incheon siapkan robot untuk layani turis

Bandara Incheon siapkan robot untuk layani turis

Bandara Incheon siapkan robot untuk layani turis
Suasana bagian dalam Incheon International Airport di Korea Selatan pada 22 Maret 2009. (Wikimedia Commons/Pmsyyz)
Jakarta (ANTARA News) - Mulai akhir 2016, pengguna bandara internasional Incheon di Korea Selatan akan mendapatkan informasi mengenai fasilitas dan seluk beluk bandara dari robot yang dapat berbicara dengan empat bahasa. 

Robot-robot juga akan dikerahkan untukmelayani pengantaran bagasi dan membersihkan lantai bandara.
"Kami berencana menghadirkan 15 robot yang melayani informasi, pembersihan lantai dan pengantaran bagasi," kata Korea Tourism Organization dalam siaran persnya.
"Selain robot-robot tersebut, ke depannya kami berencana menghadirkan beberapa robot lain yang melayani pemeriksaan keamanan, proses check-in, lounge bandara dan lainnya."
Ada 15 robot yang akan diperkenalkan terlebih dahulu, yakni lima robot yang akan memberikan pelayanan informasi fasilitas dan arah di bandara, lima robot pengantar bagasi dan lima robot pembersih lantai. 
Robot-robot tersebut dilengkapi dengan fungsi otonom yang dapat mendeteksi lokasi sehingga dia dapat menghindari tabrakan dengan wisatawan. 
Robot juga dilengkapi dengan pengenal suara dan fungsi tanggap yang memungkinkan mereka memahami empat bahasa yaitu bahasa Korea, Inggris, China dan Jepang. 
 "Jika ada pertanyaan selain dari data yang sudah di input, untuk sementara robot akan menjawab 'tidak tahu'. Kemudian, tim informasi bandara Incheon akan menerima pertanyaan tersebut dan memberikan jawabannya," kata otoritas bandara. 
"Pertanyaan dan jawaban tersebut selanjutnya akan langsung disebarkan ke robot-robot lainnya agar dapat menyajikan informasi bagi wisatawan di bandara."

Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2016
KONI Pusat rintis kerja sama dengan Korea

KONI Pusat rintis kerja sama dengan Korea


Jakarta (ANTARA News) - Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat merintis kerja sama dengan Korea Selatan terutama dalam hal yang mendukung pembinaan dan peningkatan prestasi atlet Indonesia yang dipersiapkan turun di kejuaraan internasional.

Kerja sama ini terjalin setelah pihak KONI Pusat yang diwakili oleh sang ketua Tono Suratman, Wakil Ketua Umum 1 Suwarno, Wakil Ketua Umum II Inugroho dan Kabid Sport Science Lilik Sudarwati melakukan kunjungan langsung ke Negeri Ginseng itu.

"Kami akan segera menindaklanjuti hasil positif kunjungan ke Korea Selatan. Banyak hal yang harus secepatnya direalisasikan," kata Wakil Ketua Umum II KONI Pusat, Inugroho dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Selama berkunjung ke Korea Selatan, 11-16 April, rombongan KONI Pusat ini berkunjung ke beberapa tempat dan yang pertama ke mengunjungi Universitas Yong In. Di universitas tersebut, pihak KONI diterima oleh Rektor Miss Park. Dalam pertemuan tersebut dibahas masalah bantuan pelatihan bagi atlet maupun pelatih.

Selain itu, rombongan KONI juga melihat secara dekat fasilitas pelatihan yang dimiliki universitas tersebut. Fasilitas yang dimiliki lengkap dan modern. Universitas ini juga dikenal dengan fakultas yang fokus ke olahraga beladiri mulai taekwondo, judo, gulat dan tinju.

"Fasilitasnya sangat lengkap dan didukung dengan sport science yang aplikatif ," kata Inugroho menambahkan.

Setelah berkunjung ke Universitas Yong In, rombongan KONI juga melakukan audiensi dengan Ketua Komite Olahraga Nasional (NOC) Korea Selatan. Dalam kesempatan tersebut juga mengunjungi training Centre yang dimiliki Negeri Ginseng itu. Selain itu juga melakukan audiensi dengan Walikota Incheon dan melihat dari dekat venue ex Asian Games 2014.

Rombongan KONI Pusat setelah melakukan audiensi dengan beberapa pihak dilanjutkan dengan penandatangan MoU dengan lima perusahaan yang bergerak dibidang sarana dan prasarana penunjang fasilitas olahraga yaitu PT Musco yang bergerak di bidang lampu, PT Samik Scorringboard, PT JMON untuk sound system, PT Plubber joging track dan PT World Green: rumput sintetis.
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Korea niat bangun pabrik makanan dan minuman 600 juta dolar

Korea niat bangun pabrik makanan dan minuman 600 juta dolar

Korea niat bangun pabrik makanan dan minuman 600 juta dolar
Kepala BKPM Franky Sibarani (ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf)

Jakarta (ANTARA News) - Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Franky Sibarani mengatakan pihaknya bertemu dengan investor Korea Selatan yang berniat membangun dua pabrik makanan dan minuman senilai 600 juta dolar AS (setara Rp8,3 triliun, kurs Rp13.900).

Melalui keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Senin, investor Korsel yang bergerak dibidang industri makanan dan minuman itu menyatakan kesiapannya untuk membangun dua pabrik di indonesia dengan perkiraan nilai investasi masing-masing pabrik sebesar 300 juta dolar AS.

"Mereka saat ini sedang dalam proses untuk menentukan lokasi. Saat ini alternatif lokasi yang dipilih adalah di sekitar Banten atau Jawa Barat dan Jawa Timur untuk dua pabrik makanan dan minuman tersebut," katanya.

Franky menuturkan, CEO perusahaan Korea Selatan tersebut menyampaikan permintaannya terkait kebutuhan serta keberlanjutan bahan bahan baku, salah satunya jagung.

"Mereka sangat siap untuk menyerap apabila bahan baku yang salah satunya jagung tersebut dapat tersedia di dalam negeri," katanya.

Lebih lanjut, Franky menambahkan pihaknya akan mencari solusi agar produk petani dapat di serap oleh investor.

"Mengingat investasi tersebut akan menyerap tenaga kerja dan substitusi produk impor, serta tingginya dampak ganda yang ditimbulkan," ujarnya.

Franky yang baru saja mengunjungi Seoul, Korea Selatan, juga mengaku terus meyakinkan investor negeri ginseng untuk tidak hanya melihat Indonesia sebagai basis industri, namun juga sebagai rumah kedua mereka.

Pasalnya, saat ini banyak fasilitas-fasilitas umum seperti restoran, pusat perbelanjaan dengan berbasis komunitas Korea Selatan yang ada di kota-kota besar di Indonesia.

Franky juga melakukan "one on one meeting" dengan perusahaan-perusahaan Korea Selatan yang berminat investasi di Indonesia.

Ia juga menjadi pembicara utama dalam business forum dengan 80 CEO perusahaan-perusahaan yang telah menyatakan minat investasi di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Franky memaparkan mengenai kemudahan layanan investasi di Indonesia termasuk di antaranya layanan investasi tiga jam dan kemudahan investasi langsung konstruksi (KLIK).

Pejabat Promosi Investasi Perwakilan BKPM (IIPC) di Seoul, Korea Selatan, Imam Soejoedi mengemukakan IIPC Seoul telah membantu fasilitasi pendirian pabrik tersebut dengan menginformasikan berbagai regulasi dan lokasi-lokasi yang prospektif di Indonesia.

"Kami akan terus mengawal minat investasi yang disampaikan hingga realisasi, bahkan proses konstruksi. Ini sesuai dengan arahan Kepala BKPM untuk menyediakan layanan end-to-end services kepada para investor," katanya.

Investor Korea Selatan termasuk yang aktif melakukan penanaman modal di Indonesia.

Investasi yang masuk dari Korea Selatan pada 2015 mencapai 1,2 miliar dolar AS, tumbuh sebesar 7,6 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya.

Sejak 2010-2015 nilai investasi yang masuk dari Korea Selatan mencapai angka 8 miliar dolar AS dan didominasi oleh sektor industri logam mencapai 45 persen.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Kementerian Pariwisata bidik 400.000 turis Korea

Kementerian Pariwisata bidik 400.000 turis Korea

Kementerian Pariwisata bidik 400.000 turis Korea
Wisatawan menikmati liburan di Pantai Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Senin (1/2). Selama ini tujuan kebanyakan wisatawan Korea Selatan masih ke Bali karenanya pemerintah memperkenalkan tujuan wisata di daerah-daerah lain saat promosi wisata di Korea Selatan. (ANTARA FOTO/Wira Suryantala)

Jeju (ANTARA News) - Kementerian Pariwisata melakukan berbagai upaya promosi untuk meningkatkan kunjungan turis Korea Selatan dari 338.671 orang tahun lalu menjadi 400.000 orang tahun ini.

Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata Vinsensius Jemadu di Jeju, Jumat, mengatakan Korea Selatan merupakan salah satu pasar utama yang menjadi fokus promosi kementerian.

Ia mengatakan selama ini tujuan wisatawan asal Korea Selatan kebanyakan masih ke Bali. Paket wisata bulan madu yang sangat digemari oleh turis Korea tujuannya juga masih ke Bali.

"Kemenpar berupaya untuk memperkenalkan destinasi lain seperti Yogyakarta, Solo, Bandung, Lombok dan Manado," katanya.

Untuk menarik lebih banyak turis Korea Selatan ke Indonesia, ia mengatakan, Kementerian Pariwisata untuk pertama kalinya mengikuti Jeongwol Daeboreum Fire Festival di Pulau Jeju.

"Kami sangat mengapresiasi keikutsertaan Indonesia dalam festival ini karena merupakan wadah yang penting untuk mengenal lebih banyak budaya Korea Selatan, khususnya di Pulau Jeju ini," kata Direktur Departemen Promosi Pariwisata Jeju Kim Young Mi di Jeju City Hall.

Indonesia juga merupakan satu-satunya negara Asia Tenggara yang mengikuti festival yang dihadiri oleh negara-negata di Benua Amerika dan Eropa tersebut.

Kim menyebutkan terdapat lima negara selain Korea Selatan yang terlibat dalam festival yang akan memamerkan berbagai pertunjukan dari api tersebut, di antaranya Amerika Serikat, Jerman, Jepang.

"Kami sangat senang Indonesia bisa meramaikan festival ini dan berharap besar bisa kembali ikut serta tahun depan," katanya tentang festival yang berlangsung 3-6 Maret itu.

Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Korea dan Belanda Siap Danai Proyek Tanggul Garuda Raksasa Rp 174 Miliar

Korea dan Belanda Siap Danai Proyek Tanggul Garuda Raksasa Rp 174 Miliar

Dana Aditiasari - detikfinance
Korea dan Belanda Siap Danai Proyek Tanggul Garuda Raksasa Rp 174 Miliar

Komitmen dukungan dua negara tersebut didapat ketika Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono, menghadiri acara World Water Forum di Korea, April lalu. Dalam kesempatan tersebut, ternyata juga dicapai kesepakatan dengan dua negara sekaligus untuk merealisasikan program tanggul laut raksasa atau giant sea wall di utara Jakarta.

Dua negara yang digandeng untuk mengerjakan mega proyek yang juga dikenal dengan ini National Capital Integrated Coastal Development (NCICD)/Pengembangan Terpadu Pesisir Ibukota Negara (PTPIN) ini adalah Korea dan Belanda.
Direktur Jenderal Sumberdaya Air (SDA) Kementerian PU dan Perumahan Rakyat (PUPR) Mudjiadi mengatakan, Kedua negara itu siap memberikan dukungan tenaga ahli termasuk menggelontorkan dana untuk membantu realisasi proyek tersebut.

Dari informasi di Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas)/ Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) dana yang digelontorkan masing-masing sebesar 3 juta Euro (US$ 3,405 juta atau Rp 44,265 miliar) dari pihak Belanda dan dari Korea Selatan sebesar US$ 10 juta (Rp 130 miliar).

"Waktu di Korea kan Pak Menteri (Menteri PUPR) meneken MoU dengan Menteri Infrastrutktur dan Lingkungan Belanda Melanie Henriette Schultz Van Haegen-Mass Geesteranus, dan MoU dengan Korea International Cooperation Agency (KOICA)," ujar Midjiadi di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta, Rabu (17/6/2015).

Dana tersebut, kata Mudjiadi akan digunakan untuk mendanai sejumlah kegiatan terkait realisasi NCICD.

"Jadi Belanda tetap ingin bantu kita dalam meneruskan program NCICD terutama untuk bagian B dan C, di luar A, karena yang A saat ini sedang dalam tahap implementasi. Sedangkan Korea ingin membantu untuk menyelesaikan detail design tahap A, juga pendanaan," kata Mudjiadi.
Bukan sekedar MoU, dua negara ini juga berniat menindaklajutinya hingga bisa direalisasikan. Salah satunya dibuktikan dengan hadirnya duta besar dari Belanda ke Kantor Kementerian Infrastruktur dan Perumahan ini pada awal pekan ini.
(dna/rrd) 
Back To Top