-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Harga minyak di Asia turun setelah pekerja Kuwait akhiri pemogokan

Harga minyak di Asia turun setelah pekerja Kuwait akhiri pemogokan

Harga minyak di Asia turun setelah pekerja Kuwait akhiri pemogokan
Anjungan PAPA, Flowstation Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) di lepas pantai Karawang, Jawa Barat, Senin (28/7).(ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Tokyo (ANTARA News) - Harga minyak mentah berjangka turun di perdagangan Asia pada Rabu pagi, setelah pekerja minyak Kuwait mengakhiri pemogokan tiga hari yang memangkas produksi negara Timur Tengah itu dan data menunjukkan stok Amerika Serikat naik pekan lalu.

Harga minyak mentah Brent berjangka turun 55 sen menjadi 43,48 dolar AS per barel pada pukul 00.30 GMT. Pada Selasa, Brent ditutup naik 1,12 dolar AS atau 2,6 persen menjadi 44,03 dolar AS per barel di perdagangan London.   

Minyak mentah Amerika Serikat harganya turun 66 sen menjadi 40,36 dolar AS per barel. Kontraknya naik 1,30 dolar AS atau 3,3 persen menjadi 41,08 dolar AS pada sesi sebelumnya.

Pekerja minyak dan gas Kuwait mengakhiri pemogokan tiga hari yang sementara memangkas produksi minyak mentah anggota OPEC itu hampir setengahnya menurut serikat pekerja dalam pernyataan yang disampaikan lewat Twitter, Selasa.
Kuwait Oil Company
 (KOC) terpaksa memangkas produksi sedikitnya 1,1 juta barel per hari (bph), turun dari tingkat normal sekitar tiga juta barel per hari. Produksi Selasa telah pulih menjadi sekitar 1,5 juta barel per hari.
Berakhirnya pemogokan menghidupkan kembali suasana bearish yang dibawa oleh kegagalan produsen utama mencapai kesepakatan pada Minggu tentang pembekuan produksi, untuk membantu mengatasi ketidakseimbangan pasar yang telah menyebabkan kemerosotan harga sejak 2014.

Menambah nada bearish, data dari kelompok industri American Petroleum Institute (API) juga menunjukkan stok minyak mentah AS naik lebih besar dari yang diperkirakan pada pekan lalu.


Persediaan minyak mentah naik 3,1 juta barel dalam pekan yang berakhir 15 April menjadi 539,5 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi analis untuk kenaikan 2,4 juta barel. Stok minyak mentah di pusat pengiriman Cushing, Oklahoma, turun 235.000 barel, kata API seperti dikutip kantor berita Reuters. (Uu.A026)
      
Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Kuwait akan bangun kilang minyak di Tuban

Kuwait akan bangun kilang minyak di Tuban

Kuwait akan bangun kilang minyak di Tuban
Ilustrasi: kilang minyak. (Al Jazeera)

Jakarta (ANTARA News) - Kuwait akan membangun sebuah kilang minyak di Tuban, Jawa Timur, sebagai bentuk investasi oleh investor negara itu di Indonesia.

Berbicara dalam wawancara dengan Antara di Jakarta, Selasa, Duta Besar Kuwait untuk Indonesia Abdulwahab Abdullah Al Sager mengatakan bahwa negaranya siap untuk membantu pembangunan kilang minyak yang diintegrasikan dengan Petrokimia Gresik.

"Kami senang sekali bisa berinvestasi di Indonesia yang merupakan negara Muslim yang terbesar di dunia," tegas Al Sager yang baru tinggal di Indonesia selama dua bulan.

Menurutnya, selain membangun kilang minyak, Kuwait juga akan memasok minyak mentah ke kilang tersebut.

Direktur Pengolahan Pertamina Rachmad Hardadi sebelumnya menjelaskan ada enam perusahaan yang akan membentuk konsorsium untuk pembangunan kilang minyak di Tuban.

Investor proyek kilang minyak di Tuban ini akan mengerucut menjadi enam perusahan, yakni Rosneft (Rusia), Saudi Aramco (Arab Saudi), China National OffshoreOil Corporation (CNOOC), Kuwait Petroleum International, PTT GC Thailand dan Thai Oil.

Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Kuwait sambut kesepakatan pembekuan produksi minyak

Kuwait sambut kesepakatan pembekuan produksi minyak

 | 2.248 Views

Kuwait City (ANTARA News) - Kuwait pada Selasa menyambut kesepakatan oleh empat produsen minyak termasuk Arab Saudi dan Rusia untuk membekukan produksi minyak mentah dalam upaya meningkatkan harga yang merosot.

"Kuwait menyambut perjanjian Doha ... dan menegaskan kepatuhannya untuk membekukan produksi di tingkat Januari yang bersyarat kepada komitmen produsen utama dari anggota OPEC dan non-OPEC," Pejabat Menteri Perminyakan Kuwait Anas al-Saleh mengatakan dalam sebuah pernyataan, lapor AFP.

Dia mengatakan komitmen Kuwait untuk kesepakatan dalam mendukung upaya-upaya menstabilkan pasar.

Ia berharap kesepakatan itu akan membantu mendukung harga minyak dan memulihkan keseimbangan pasar.

Kuwait adalah produsen terbesar keempat OPEC, dan menghasilkan 3,0 juta barel per hari.

Anggota OPEC Arab Saudi, Venezuela dan Qatar serta non-OPEC Rusia setuju pada Selasa untuk membekukan produksi minyak mentah di tingkat Januari asalkan produsen lainnya setuju.

Langkah ini merupakan upaya untuk menghentikan tambahan pasokan dalam upaya untuk menopang harga minyak yang telah jatuh lebih dari 70 persen sejak pertengahan 2014.

Menteri Perminyakan Saudi Ali al-Naimi mengatakan langkah itu dirancang untuk menstabilkan pasar, setelah harga secara dramatis jatuh sejak pertengahan 2014.

Pembicaraan lebih lanjut yang melibatkan Iran dan Irak akan digelar di Teheran, Rabu.

Minyak menyerahkan keuntungan Selasa pagi untuk perdagangan lebih rendah karena kesepakatan itu terlihat terlalu lemah untuk mengubah arah pasar.

Pada sore hari di Eropa, minyak mentah Brent North Sea diperdagangkan turun 78 sen di 32,61 dolar AS, terendah sesi itu, setelah secara bertahap melemah dari tingkat 35,55 dolar AS sebelum pengumuman.

Patokan AS, minyak mentah West Texas Intermediate untuk pengiriman Maret turun 51 sen dari tingkat penutupan Senin di 28,93 dolar AS per barel.
(Uu.A026)
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Ulama Muslim Dunia Kecam Serangan Sadis di Prancis, Kuwait, dan Tunisia

Ulama Muslim Dunia Kecam Serangan Sadis di Prancis, Kuwait, dan Tunisia

Taufan Noor Ismailian - detikNews Ulama Muslim Dunia Kecam Serangan Sadis di Prancis, Kuwait, dan Tunisia  
Penyerangan di Tunisia (reuters)

 Paris - Serangan sadis terjadi di tiga negara pada Jumat (26/6/2015). Insiden mengerikan tersebut terjadi di Prancis, Tunisia, dan Kuwait.

Akibat penyerangan tersebut, seperti dilaporkan kantor berita AFP, Lembaga Islam Sunni, Al-Azhar yang berbasis di Mesir mengatakan penyerangan di Prancis, Tunisia, dan Kuwait merupakan penyerangan yang keji. penyerangan tersebut merupakan pelanggaran dalam norma agama dan kemanusiaan.

"Al-Azhar menyerukan masyarakat internasional untuk mengalahkan kelompok teroris ini meskipun segala cara yang tersedia," ujarnya dalam sebuah pernyataan yang mengacu pada ISIS.

ISIS dan kelompok Ekstrimis telah menyuarakan akan meningkatkan serangan pada bulan suci ramadan ini. Seorang tokoh ulama Sunni Youssef al-Qaradawi menyatakan bahwa ISIS lebih keji daripada binatang.

"Binatang tidak membunuh hewan lain kecuali mereka perlu makan, tetapi beberapa orang tidak pernah mengisi perutnya dengan cara pembunuhan dan pertumpahan darah," ujarnya melalui twitter.

Adapun, di Paris, Prancis sebuah insiden mengerikan terjadi di kawasan industri. Beberapa sekelompok orang tak dikenal menabrakkan mobil ke gedung perusahaan gas milik Amerika Serikat. Akibatnya, 1 orang tewas dan beberapa mengalami luka-luka.

Sementara itu di Kuwait, terjadi serangan bunuh diri di sebuah masjid Syiah saat shalat Jumat berlangsung. Sedikitnya, 25 orang tewas dan 202 orang mengalami luka-luka dalam peristiwa tersebut seperti dilaporkan Kementerian Dalam Negeri setempat.

Sedangkan di Tunisia, sekitar 39 orang menjadi korban dalam penembakan keji yang dilakukan oleh seorang pria di sebuah Hotel di Distrik Sousse.
(tfn/rvk)

Back To Top