-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
"Revitalisasi KA lintas Jakarta-Surabaya tunggu Presiden"

"Revitalisasi KA lintas Jakarta-Surabaya tunggu Presiden"

Jalur kereta api (ANTARA FOTO)
 Tunggu Presiden pulang, Pak Menteri belum bilang apa-apa soal ini," 
Jakarta (ANTARA News) - Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan Prasetyo Boeditjahjono menyatakan bahwa revitalisasi kereta api llintas Utara Jawa yang menghubungkan Jakarta-Surabaya masih menunggu arahan Presiden Joko Widodo.

"Tunggu Presiden pulang, Pak Menteri belum bilang apa-apa soal ini," kata Prasetyo usai pengukuhan tenaga penguji perkeretaapian di Kemenhub, Jakarta, Kamis.
Prasetyo mengatakan apabila Jepang jadi memberikan pembiayaan untuk merevitaliasi lintas tersebut, diharapkan dapat segera berjalan.

Namun, dia mengaku hal itu bukan merupakan prioritas dalam rencana strategis (Renstra) 2015-2019 pembangunan kereta api.

"Prioritas pemerintah itu tidak di Jawa, harus ke Timur, kemudian pinggiran-pinggirannya. Makanya, kita mau Trans Sumatera dan Trans Sulawesi dulu selesai secepat mungkin," katanya. 

Presiden Joko Widodo tengah menghadiri pertemuan kenegaraan dalam "Group of Seven" (G7) di Jepang pada hari ini (26/5).

Sekretaris Kabinet Pramono Anung memastikan salah satu yang dibahas dengan Jepang adalah soal pembiayaan Pelabuhan Patimban, yakni pengganti Pelabuhan Cilamaya, namun belum dipastikan membahas soal revitalisasi lintas Jakarta-Surabaya.

Ditemui terpisah, Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenhub Hemi Pamurahardjo juga belum bisa memastikan bahwa dokumen-dokumen revitalisasi lintas Jakarta-Surabaya turut dibawa dan dibahas dalam pertemuan kenegaraan tersebut. 

"Saya belum pegang datanya, mungkin saja," katanya.

Jepang sebelumnya telah menyatakan minatnya untuk merevitalisasi kereta Lintas Utara Jawa dengan meningkatkan kecepatannya dari 80 kilometer per jam menjadi 150 kilometer per jam.

Dirtjen Perkeretaapian Kemenhub sebelumnya menyatakan bahwa Jepang sudah berminat terkait revitalisasi lintas Utara Jawa tersebut.

Awalnya, Jepang ditawarkan untuk pembiayaan Trans Sumatera dan Sulawesi, namun Negara Sakura tersebut lebih memilih untuk meningkatkan kecepatan laju kereta lintas Utara Jawa karena dinilai bisa menonjolkan unsur kecanggihan teknologi yang dimiliki. 


Apabila kecepatan kereta lintas tersebut meningkat menjadi 150 kilometer per jam, maka Jakarta-Surabaya bisa ditempuh hanya dalam waktu lima jam. 
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016
KRL Lintas Jakarta Kota-Manggarai belum beroperasi

KRL Lintas Jakarta Kota-Manggarai belum beroperasi

Pewarta: 
KRL Lintas Jakarta Kota-Manggarai belum beroperasi
KRL Anjlok Petugas mengevakuasi Kereta Rel Listrik (KRL) rute Manggarai-Duri yang anjlok di antara lintasan Manggarai-Sudirman, Manggarai, Jakarta, Rabu (6/4). KRL dengan nomor KA 2473 tersebut anjlok sekitar pukul 15.30 WIB yang mengakibatkan perjalanan KRL relasi Bogor-Tanah Abang-Jatinegara dan sebaliknya untuk sementara tidak dapat dioperasikan. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/pd/16. ()
 Sementara tujuan Bekasi, sebagian mengawali perjalanan dari Stasiun Manggarai, dan sebagian tetap dapat beroperasi dari Jakarta Kota namun melalui jalur Kampung Bandan-Pasar Senen-Jatinegara-Bekasi,"

Kepala Humas KCJ Eva Chairunnisa dalam keterangan tertulis di Jakarta mengatakan KRL tujuan Bogor mengawali perjalanan dari Stasiun Manggarai.

"Sementara tujuan Bekasi, sebagian mengawali perjalanan dari Stasiun Manggarai, dan sebagian tetap dapat beroperasi dari Jakarta Kota namun melalui jalur Kampung Bandan-Pasar Senen-Jatinegara-Bekasi," katanya pula. 

Dia menambahkan, KRL dari Bogor tujuan Jakarta Kota dan Jatinegara hanya dapat melakukan perjalanan sampai Stasiun Manggarai

Eva menyatakan pula, KRL dari Bekasi tujuan Jakarta Kota sebagian mengakhiri perjalanan di Stasiun Manggarai dan sebagian tetap dapat menuju Jakarta Kota melalui jalur Kampung Bandan-Pasar Senen.

Sedangkan untuk penumpang dari Sudirman yang ingin melanjutkan perjalanan ke Stasiun Tanah Abang dan Duri, tersedia satu rangkaian feeder Sudirman-Duri (PP).

"Tersedia pula satu rangkaian feeder Jatinegara-Manggarai PP," katanya pula. 
Eva mengatakan KRL dari Jatinegara/Tanah Abang tujuan Bogor dapat melakukan perjalanan menuju Manggarai, hanya saja dengan jumlah perjalanan yang terbatas.

Sedangkan KRL relasi Duri-Tangerang PP dan Tanah Abang-Serpong/Parung Panjang/Maja PP normal beroperasi.

"Saat ini proses evakuasi masih terus dilakukan. Proses tersebut diperkirakan akan berlangsung hingga dua jam ke depan," katanya.

Dia menyampaikan, bagi pengguna jasa angkutan KA yang tidak dapat menunggu, bisa mengurus pengembalian tiket pada loket stasiun dan dihimbau untuk menggunakan moda transportasi lain.

"Penumpang juga diimbau untuk tetap memperhatikan keselamatan dengan tidak memaksakan diri untuk naik apabila KRL telah penuh dan mohon dapat menunggu perjalanan selanjutnya," katanya lagi.
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top