-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Bali dan Lombok diguncang gempa, tak ada kerusakan

Bali dan Lombok diguncang gempa, tak ada kerusakan

Bali dan Lombok diguncang gempa, tak ada kerusakan
(ANTARA FOTO/Sahlan Kurniawan)
Jakarta (ANTARA News) - Kepala Pusat Data Informasi dan Hubungan Masyarakat Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho mengatakan tidak ada kerusakan dan korban jiwa akibat gempa berkekuatan 6,2 skala Richter di Bali, Lombok dan Sumbawa Kamis pukul 11.13 WIB.

"Gempa dirasakan kuat selama tiga detik hingga empat detik di wilayah Sumbawa Barat dan Bali. Sebagian masyarakat panik berhamburan ke luar rumah," kata Sutopo dalam siaran pers di Jakarta, Kamis.

Sutopo mengatakan gempa  berpusat di laut pada kedalaman 10 kilometer di 286 kilometer barat daya Sumbawa Barat atau 308 kilometer tenggara Klungkung, Bali dan tidak berpotensi tsunami.

Sumber gempa berasal di jalur pertemuan lempeng tektonik antara Lempeng Hindia Australia dan Lempeng Eurasia. Gempa juga dirasakan di Lombok Timur dengan guncangan sedang.

Berdasarkan peta, guncangan yang dirasakan di Sumbawa Barat mempunyai intensitas II Skala Intensitas Gempa Bumi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (SIG-BMKG).

Di Kuta, intensitas gempa dirasakan pada skala II SIG-BMKG, Mataram skala II SIG-BMKG, Karangkates skala I SIG-BMKG) dan Bima skala I SIG-BMKG.

Warga Bali merasakan gempa 4,7 skala Richter hari ini pukul 09.40 WIB dengan lokasi gempa 42 kilometer tenggara Klungkung, Bali pada kedalaman 109 kilometer.


Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2016
 Bandara internasional Lombok kembali beroperasi

Bandara internasional Lombok kembali beroperasi


Bandara internasional Lombok kembali beroperasi
Pesawat Garuda Indonesia di Bandara Internasional Lombok, Praya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (1/10). (FOTO ANTARA/Ahmad Subaidi)
 
Mataram (ANTARA News) - Bandara Internasional Lombok di Praya, Kabupaten Lombok Tengah, sudah mulai beroperasi lagi, Kamis (12/11), pukul 08.00 Wita, setelah beberapa waktu ditutup karena terdampak letusan Gunung Barujari.

"Hasil citra satelit cuaca Himawari, abu vulkanik Gunung Barujari sudah tidak lagi menyelimuti bandara," kata Kepala Bidang Urusan Umum PT Angkasa Pura I Bandara Internasional Lombok, I Gde Sandi Asmadi.

Bandara Internasional Lombok sudah ditutup selama delapan hari, mulai Rabu (4/11) hingga Rabu (11/11) karena terdampak abu vulkanik letusan Gunung Barujari, anak Gunung Rinjani.

I Gde Sandi Asmadi mengatakan pengoperasian kembali bandara dilakukan setelah Kementerian Perhubungan, Airnav, Angkasa Pura, maskapai penerbangan, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dan Volcanic Ash Advisory Center (VOAAC) menyatakan bahwa bandara sudah aman untuk penerbangan.

Sementara Bandara Selaparang di Kota Mataram hingga kini belum dioperasikan karena dinilai belum aman untuk penerbangan.


Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Back To Top