-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Trio elektro-pop Perfume gelar pameran di London

Trio elektro-pop Perfume gelar pameran di London

Trio elektro-pop Perfume gelar pameran di London
Trio elektro-pop Perfume asal Jepang (http://www.perfume-web.jp)

London (ANTARA News) - Trio elektro-pop Perfume akan menggelar pameran khusus di London, Agustus mendatang. 

Penggemar dan pengunjung dapat melihat busana-busana yang dikenakan A-chan, Kashiyuka dan Nocchi di panggung dan video musik mereka, begitu pula dengan memorabilia dan benda bersejarah sepanjang 15 tahun berkarir.

"Perfume: A Gallery Experience - Supported by Rhizomatiks" mengumpulkan koleksi seperti gaun berhias LED yang dipakai untuk video klip "Spring of Life" yang dibuat oleh grup desain multimedia Rhizomatiks.

Pameran itu juga menampilkan sepatu hak tinggi yang dipakai untuk menyanyi di panggung, poster promosi sepanjang karir, serta foto-foto dan pesan video khusus dari tiga penyanyi itu khusus untuk pameran ini.

Pameran ini bertepatan dengan peluncuran vinyl dari album terbaru "Cosmic Explorer" di Eropa serta Blu-ray dokumenter "WE ARE Perfume - WORLD TOUR 3rd DOCUMENT" serta CD dan DVD lain, seperti dilansir Japan Today.

Penerjemah: Nanien Yuniar
Editor: Heppy Ratna
COPYRIGHT © ANTARA 2016
RI sampaikan masalah Selat Malaka di sidang dewan IMO London

RI sampaikan masalah Selat Malaka di sidang dewan IMO London

RI sampaikan masalah Selat Malaka di sidang dewan IMO London
Indonesia Poros Maritim. Suasana aktivitas kapal dan bongkar muat barang di Pelabuhan Tanjung Priuk, Jakarta, Jumat (14/11/2014). Presiden Joko Widodo berencana mengembangkan 24 pelabuhan dalam kurun waktu lima tahun terkait rencana menjadikan Indonesia poros maritim dunia. (ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna)
Jakarta (ANTARA News) - Indonesia menyampaikan masalah kerjasama penanganan Selat Malaka, dalam Sidang International Maritime Organisation Council ke116 yang diadakan di markas besar IMO di London dari tanggal 4 sampai 8 Juli.

Dalam sidang dipimpin Sekretaris Jenderal IMO Mr. Kitack Lim , Indonesia menyampaikan intervensi agar IMO menegaskan kembali defenisi piracy dan arm robbery sebagaimana ditetapkan pada UNCLOS 1982 artikel 101 sehingga negara tidak dirugikan.

Atase Perhubungan KBRI London, Simson Sinaga kepada Antara di Jakarta, Kamis menyebutkan dalam sidang Council IMO ke 116, Indonesia melakukan intervensi dan menyampaikan terimakasih kepada Sekjen IMO, Direktur Divisi MEPC dan Chairman Sidang Komite Perlindungan Lingkungan Maritim ke 69 dimana pada sidang MEPC ke 69 di IMO London Presiden RI menyampaikan kebijakan pemerintah tentang pembangunan di sektor Maritim yang disebut pembangunan Poros Maritim.

Dikatakannya beberapa negara anggota IMO sangat tertarik dengan kebijakan yang dilakukan Pemerinah RI serta meminta materi pidato yang disampaikan Presiden RI dan melakukan diskusi mengenai pembangunan dan pengembangan pelabuhan yang dilakukan pemerintah Indonesia untuk dapat diterapkan di negaranya. 

Pada sidang IMO Council, Indonesia menyampaikan perkembangan yang dilakukan pemerintah Indonesia sebagai tindak lanjut pelaksanaan aturan IMO di negara anggota antara lain persiapan yang dilakukan Indonesia sehubungan dengan pelaksanaan Verifikasi Berat Kontainer (VGM) yang diterapkan pada tanggal 1 Juli.

Indonesia terpilih menjadi anggota dewan kategori C terkait dengan bidang lingkungan Maritim di IMO pada pemilihan anggota dewan yang dilaksanakan pada pemilihan bulan November tahun lalu. Posisi Indonesia dimanfaatkan untuk menyampaikan masukan yang terkait dengan kepentingan Indonesia di IMO.

Dikoordinasikan Utusan Khusus Menteri Perhubungan untuk IMO, DR Marsetio, peran serta Kementerian Perhubungan dan Kemeterian serta Biro terkait dengan maritim mengalami kemajuan dan hal tersebut terlihat dari semakin banyaknya Kementerian dan Biro terkait terlibat dalam pembahasan materi yang disidangkan di IMO.

Pada sidang council ke 116, negara anggota mendengarkan laporan disampaikan masing-masing ketua sidang dan pertanggung jawaban keuangan organisasi yang diaudit auditor independent dan peserta sidang memberikan tanggapan, sanggahan dan masukan terhadap laporan 32 sidang yang dilakukan setiap satu tahun. 

Sidang Council dihadiri 39 negara dari 40 negara anggota terpilih sebagai anggota Council dan dari Indonesia dihadiri perwakilan Kemenlu, Kemenko Maritim, Kementerian ESDM, Kementerian Lingkungan Hidup, Sekretariat Negara, dan Biro Klassifikasi Indonesia.

Atase Perhubungan KBRI London, Simson Sinaga mendampingi delegasi dan dengan Basilio Dias Araujo dari Kemenko Maritim menyampaikan intervensi Indonesia antara lain intervensi pada laporan yang disampaikan Chairman Legal Committee terkait dengan submissi yang disampaikan Indonesia mengenai Transboundary Pollution yang mendapat dukungan dari Direktur Maritime Savety Division IMO dan Chairman Legal Committee. 

Indonesia juga menyampaikan intervensi terhadap kesiapan implementasi konvensi Ballast Water Management yang menjadi perdebatan hangat diikuti beberapa negara yang duduk sebagai Council berkepentingan dengan pemilik kapal meminta agar ditetapkan kembali standar penghitungan data tonase kapal yang lebih akurat dan uniform untuk memenuhi persayarat konvensi tersebut dapat dilaksanakan.

Terkait dengan kerjasama penanganan Selat Malaka, Indonesia dengan tegas menyampaikan intervensi agar IMO menegaskan kembali defenisi piracy dan arm robbery sebagaimana yang ditetapkan pada UNCLOS 1982 artikel 101 sehingga negara tidak dirugikan dengan adanya laporan yang dapat menyebabkan resiko tinggi sehingga biaya asuransi akan mahal menjadi penyumbang tingginya biaya logistik.

Indonesia akan lebih banyak bersuara pada sidang IMO berikutnya sehingga akan semakin terpandang di dunia maritime Internasional sejalan dengan Poros Maritim.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Sekutu utama Merkel nyatakan London mestinya dibolehkan pikir ulang Brexit

Sekutu utama Merkel nyatakan London mestinya dibolehkan pikir ulang Brexit

Sekutu utama Merkel nyatakan London mestinya dibolehkan pikir ulang Brexit
Seorang imigran mengambil foto 'selfie' bersama Kanselir Jerman, Angela Merke, di depan kamp pengungsian dekat Kantor Federal untuk Imigrasi dan Pengungsi setelah pendaftaran di distrik Spandau, Berlin, Jerman, Kamis (10/9). Jerman di dalam kerangka Uni Eropa memegang peranan penting. (REUTERS/Fabrizio Bensch)
 ... Politisi di London memiliki kemungkinan mempertimbangkan kembali dampak keluar dari Uni Eropa...

Berlin (ANTARA News) - Kepala staf Kanselir Jerman, Angela Merkel, menyatakan, politisi di London seharusnya diberi kesempatan memikirkan lagi dampak memisahkan diri dari Uni Eropa.

"Politisi di London memiliki kemungkinan mempertimbangkan kembali dampak keluar dari Uni Eropa," kata koran jaringan RND, Minggu, mengutip pernyataan Peter Altmaier, kepala staf Merkel.

"Jika betul-betul memisahkan diri, maka Inggris akan kesulitan dengan berbagai dampaknya," kata RND mengutip pernyataan Altmaier.

Tentu saja, Inggris dapat mengajukan permohonan bergabung kembali dengan Uni Eropa, namun butuh waktu lama, demikian RND melaporkan pernyataan kepala staf itu. 

Jerman menyumbang kontribusi terbesar bagi Uni Eropa dari sisi perekonomian dan pasar, diikuti Prancis. Sedangkan Inggris menyumbang sekitar 11,8 persen. 

The Independent, koran utama Inggris, dalam edisi 25 Juni-nya, menyatakan, ada petisi yang dikeluarkan warga Inggris untuk menggelar referendum ulang tentang kesertaan mereka dalam Uni Eropa. Petisi itu telah ditandatangani 700.000 pemilih yang punya hak suara. 

Sebagian anak muda Inggris mengaku menyesal memilih Brexit dan kurang paham akan sejumlah konsekuensinya.

Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Lima desainer Indonesia tampil di London Fashion Week

Lima desainer Indonesia tampil di London Fashion Week

Lima desainer Indonesia tampil di London Fashion Week
(dari kiri) Dian Pelangi, Jenahara, Restu Anggraini, Vivi Zubedi, dan Zaskia Sungkar berpose usai menghadiri konferensi pers jelang keberangkatan mereka ke London Fashion Week 2016 di Jakarta, Jumat (12/2). (ANTARA FOTO/Teresia May)

London (ANTARA News) - Organisasi internasional asal Inggris British Council bekerja sama dengan e-commerce fesyen muslim HijUp.com mempromosikan busana muslim (modest wear) dalam acara London Fashion Week 2016 menampilkan karya lima desainer asal Indonesia Dian Pelangi, Restu Anggraini, Jenahara, Zaskia Sungkar dan Vivi Zubedi. 

Direktur Seni British Council Indonesia Adam Pushkin kepada Antara London, Minggu mengatakan kemitraan dengan HijUp.com merupakan bagian dari upaya British Council mengembangkan kolaborasi antara masyarakat Indonesia dan Inggris melalui platform digital.

"Saya bangga dengan keterlibatan desainer busana modest wear" asal Indonesia dalam ajang bergengsi London Fashion Week," ujar Pushkin.

Chief Executive Officer HijUp.com, Diajeng Lestari menyebutkan ia bertemu dengan Perdana Menteri Inggris, David Cameron saat mengunjungi Indonesia beberapa waktu lalu. Perdana Menteri kagum dengan masyarakat muslim di Indonesia yang sangat inklusif.

Dengan mengikuti ajang London Fashion Week International Fashion Showcase ini, menunjukkan melalui fesyen, nilai-nilai Islam adalah keindahan, kreatifitas dan kedamaian yang dipresentasikan desainer-desainer fesyen muslim Indonesia, ujarnya.

HijUp.com juga menggelar HijUp.com International Fashion Bloggers Meet Up & Trunk Show. Rangkaian acara tersebut terdiri dari bloggers meet-up yang merupakan wadah fashion bloggers dunia bertemu dan saling berbagi pengalaman.

Selain itu ada trunk show yang akan menampilkan koleksi busana muslim dari desainer Indonesia Vivi Zubedi.

Disainer Dian Pelangi, Restu Anggraini, Jenahara, dan Zaskia Sungkar selama di London mengikuti program International Fashion Showcase yang merupakan program kunci dari London Fashion Week dari tanggal 19 sampai 23 Februari. Sedangkan Vivi Zubedi hadir sebagai representatif tenant dari HijUp.com.

Keempat desainer mengusung tema Modest Cosmopolist mewakili empat elemen yaitu api, air, udara dan cahaya mengedepankan filosofi bahwa untuk tumbuh, manusia harus kembali ke akar budaya sehingga menghasilkan keseimbangan antara gaya sederhana dan avant-garde.

Karya empat desainer asal Indonesia yang mendapat tempat di International Fashion Showcase tersebut dikurasi Direktur Seni, Penata Gaya dan Perancang Busana yang berbasis di London, Carri Munden, yang sebelumnya banyak bekerja dengan musisi M.I.A, Klaxons, Dizzee Rascal, FKA Twigs, serta berkolaborasi dengan Nicola Formachetti.

Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Tiga luka dalam "insiden teror" di stasiun kereta London

Tiga luka dalam "insiden teror" di stasiun kereta London


London (ANTARA News) - Seorang pria dengan pisau menikam pria lainnya di sebuah stasiun kereta bawah tanah London Timur pada Sabtu petang dan polisi menanganinya sebagai "insiden teror".

"Kami menangani ini sebagai insiden teroris," kata Richard Walton, yang memimpin Komando Kontra Terorisme di Kepolisian London, dalam satu pernyataan.

Polisi mendapat laporan mengenai penikaman di stasiun Leytonstone Underground di London Timur dan bahwa seorang pria mengancam orang lain dengan pisau.

Satu pria terluka parah dan dua lainnya luka ringan dalam kejadian itu menurut polisi.

Koran Evening Standard melaporkan penyerang berteriak "ini untuk Suriah" sebelum polisi melumpuhkan dan menahannya namun juru bicara kepolisian menolak berkomentar mengenai itu.

Inggris sedang berada pada tingkat kewaspadaan tertinggi kedua, artinya bahwa serangan teror dianggap sangat mungkin terjadi.

Menurut otoritas hal itu dilakukan utamanya karena ancaman yang ditimbulkan oleh ISIS di Suriah dan Irak dan dorongan mereka kepada para pendukung untuk melancarkan serangan di Tanah Air mereka.

Parlemen Inggris menyetujui pengeboman target-target ISIS di Suriah pada Rabu. Angkatan Udara Inggris sejak itu sudah melancarkan dua serangan bom.

Bulan lalu ISIS mengklaim serangan yang menewaskan 130 orang di Paris.

Sejauh ini Inggris mengalami serangan paling parah pada Juli 2005, ketika 52 orang tewas dalam serangan bom bunuh diri di kereta bawah tanah dan bus, demikian seperti dilansir kantor berita Reuters.


Editor: Maryati
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Back To Top