Bersihnya Sungai Ciliwung di Kompleks Mako Kopassus Cijantung
Elza Astari Retaduari - detikNews
Jakarta - Sungai Ciliwung terbentang di sepanjang Jakarta dan kerap menjadi permasalahan karena banyaknya sampah. Berbeda dengan aliran di kawasan lain, Sungai Ciliwung, di Kompleks Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, sangat bersih dan terawat.
Pantauan detikcom di lokasi, Sabtu (28/3/2015), sungai Ciliwung yang berada di Kompleks Mako Kopassus sangat bersih. Tak ada sampah pada aliran sungainya. Kopassus selalu membersihkan kotoran atau sampah di Sungai Ciliwung di lingkungan Mako.
"Digilir per satuan, bersihin. Kami kan program Jumat Bersih, Sabtu Hijau, dan Minggu Sehat. Aliran Sungai Ciliwung di Mako Kopassus kira-kira 5 km," ujar Koordinator acara lomba sepeda dan rafting Mako Kopassus, Mayor Inf Ali Imran.
Kopassus bahkan memiliki Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) untuk mengolah sampah-sampah. Program ini menggandeng warga-warga desa binaan di dekat Mako Kapassus.
"Kegiataannya pertama kita mengenalkan pengolahan sampah kita ada jaring apung juga untuk sampah, terus kita turun mengambil sampah-sampah yang tersangkut," kata Ali.
TPST sendiri berada di dalam kompleks Mako Kopassus, tepat di pinggir Sungai Ciliwung. Sampah-sampah yang datang ini sendiri disebut bukan berasal dari warga Jakarta.
"Yang buang sampah bukan dari warga Jakarta, hasil kita selama ini lihat. Mereka nggak buang. Sampah dari hulu (bukan Jakarta). Sering ditemuin kasur, lemari, awal-awal TPSP jaring apung sampai rusak. Kita duit sendiri, kesadaran sendiri buat ini," tutur Ali.
Sampah-sampah yang diambil pun lantas dipisahkan di TPST. Ada yang diolah, dan sampah yang masih bisa didaur ulang akan dijual. Semuanya dikelola oleh masyarakat warga binaan.
"Ada yang jadi kompos, terus ada yang agronomis apa misal plastik dijual utntuk pemasukan honorer warga setempat. Dari Tanjung Barat dan Lenteng Agung," jelas Ali.
"Kita sebulan sekali hari Jumat kita ngajak masyrakat desa binaan Kopassus untuk bersihkan kali Ciliwung. Mereka antusias. Kalau buang sampah, kita marahi. Kan kita ada patroli, terus nanti ditegur, dilaporin ke Lurah," imbuhnya.
Tak berhenti sampai situ, Kopassus juga memasang turap di pinggir-pinggir Sungai Ciliwung. Program-program penghijauan juga dilakukan secara rutin dengan menanam bibit-bibit pohon. Itu pun juga mengajak partisipasi masyarakat.
"Turap, itu seperti geronjong. Seperti impian Jokowi dan Ahok kayak sungai-sungai di Korsel. Bisa mengeliminasi sampah, biar nggak erosi juga. Kita tanam-tanam pohom di pinggir-pinggir sungai. Program kami sudah dari 2008. Dulu sampah di kita nggak terurus, makanya kita bikin TPSP. Ada pembibitan juga," tutupnya.
Kegiatan yang dilakukan oleh Kopassus terbilang cukup mengesankan karena dapat membantu Jakarta dalam penanggulangan banjir. Langkah Kopassus ini perlu dicontoh semua pihak, khususnya warga DKI Jakarta.
(ear/aan)
Pantauan detikcom di lokasi, Sabtu (28/3/2015), sungai Ciliwung yang berada di Kompleks Mako Kopassus sangat bersih. Tak ada sampah pada aliran sungainya. Kopassus selalu membersihkan kotoran atau sampah di Sungai Ciliwung di lingkungan Mako.
"Digilir per satuan, bersihin. Kami kan program Jumat Bersih, Sabtu Hijau, dan Minggu Sehat. Aliran Sungai Ciliwung di Mako Kopassus kira-kira 5 km," ujar Koordinator acara lomba sepeda dan rafting Mako Kopassus, Mayor Inf Ali Imran.
Kopassus bahkan memiliki Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) untuk mengolah sampah-sampah. Program ini menggandeng warga-warga desa binaan di dekat Mako Kapassus.
"Kegiataannya pertama kita mengenalkan pengolahan sampah kita ada jaring apung juga untuk sampah, terus kita turun mengambil sampah-sampah yang tersangkut," kata Ali.
TPST sendiri berada di dalam kompleks Mako Kopassus, tepat di pinggir Sungai Ciliwung. Sampah-sampah yang datang ini sendiri disebut bukan berasal dari warga Jakarta.
"Yang buang sampah bukan dari warga Jakarta, hasil kita selama ini lihat. Mereka nggak buang. Sampah dari hulu (bukan Jakarta). Sering ditemuin kasur, lemari, awal-awal TPSP jaring apung sampai rusak. Kita duit sendiri, kesadaran sendiri buat ini," tutur Ali.
Sampah-sampah yang diambil pun lantas dipisahkan di TPST. Ada yang diolah, dan sampah yang masih bisa didaur ulang akan dijual. Semuanya dikelola oleh masyarakat warga binaan.
"Ada yang jadi kompos, terus ada yang agronomis apa misal plastik dijual utntuk pemasukan honorer warga setempat. Dari Tanjung Barat dan Lenteng Agung," jelas Ali.
"Kita sebulan sekali hari Jumat kita ngajak masyrakat desa binaan Kopassus untuk bersihkan kali Ciliwung. Mereka antusias. Kalau buang sampah, kita marahi. Kan kita ada patroli, terus nanti ditegur, dilaporin ke Lurah," imbuhnya.
Tak berhenti sampai situ, Kopassus juga memasang turap di pinggir-pinggir Sungai Ciliwung. Program-program penghijauan juga dilakukan secara rutin dengan menanam bibit-bibit pohon. Itu pun juga mengajak partisipasi masyarakat.
"Turap, itu seperti geronjong. Seperti impian Jokowi dan Ahok kayak sungai-sungai di Korsel. Bisa mengeliminasi sampah, biar nggak erosi juga. Kita tanam-tanam pohom di pinggir-pinggir sungai. Program kami sudah dari 2008. Dulu sampah di kita nggak terurus, makanya kita bikin TPSP. Ada pembibitan juga," tutupnya.
Kegiatan yang dilakukan oleh Kopassus terbilang cukup mengesankan karena dapat membantu Jakarta dalam penanggulangan banjir. Langkah Kopassus ini perlu dicontoh semua pihak, khususnya warga DKI Jakarta.
(ear/aan)
