China Anggap RUU Keamanan Jepang Membahayakan Bagi Kawasan
Yudhistira Amran Saleh - detikNews
Foto: Internet
Jakarta - Perluasan peran militer Jepang di luar negeri menurut China membahayakan bagi perdamaian di kawasan. Melalui Kementerian Pertahanannya, China mengatakan bahwa Jepang harus belajar dari masa lalu.
Seperti dilansir BBC, Sabtu (19/9/2015), RUU keamanan yang baru disahkan memungkinkan pengiriman pasukan militer Jepang ke luar negeri untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun. Ketegangan antara Jepang dan China telah meningkat beberapa bulan terakhir.
Ketegangan dipicu oleh klaim pulau yang sama yaitu Senkaku. Korea Selatan yang saat ini bersitegang dengan Jepang juga menentang RUU keamanan ini.
Korea Selatan telah memperingatkan Jepang untuk tidak menjalankan RUU baru tanpa persetujuan negara tetangga. Sesuai RUU tersebut, militer Jepang yang dikenal sebagai Self-Defense Forces akan memiliki opsi untuk ikut berperang melindungi sekutu-sekutu seperti Amerika Serikat.
Meskipun tak ada ancaman langsung bagi negara Jepang atau rakyatnya. Amerika dan Inggris menyambut baik RUU keamanan ini.
Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond mengatakan bahwa dengan RUU ini, Jepang akan semakin aktif dalam menjaga perdamaian. Perdana Menteri Shinzo Abe berupaya keras untuk meloloskan RUU tersebut sebelum libur tiga hari pada pekan depan.
RUU ini telah membuat anjloknya popularitas Abe. Sebab menurut sejumlah polling, kebanyakan warga Jepang menentang RUU tersebut.
(yds/ega)
Foto: Internet
Jakarta - Perluasan peran militer Jepang di luar negeri menurut China membahayakan bagi perdamaian di kawasan. Melalui Kementerian Pertahanannya, China mengatakan bahwa Jepang harus belajar dari masa lalu.
Seperti dilansir BBC, Sabtu (19/9/2015), RUU keamanan yang baru disahkan memungkinkan pengiriman pasukan militer Jepang ke luar negeri untuk pertama kalinya dalam puluhan tahun. Ketegangan antara Jepang dan China telah meningkat beberapa bulan terakhir.
Ketegangan dipicu oleh klaim pulau yang sama yaitu Senkaku. Korea Selatan yang saat ini bersitegang dengan Jepang juga menentang RUU keamanan ini.
Korea Selatan telah memperingatkan Jepang untuk tidak menjalankan RUU baru tanpa persetujuan negara tetangga. Sesuai RUU tersebut, militer Jepang yang dikenal sebagai Self-Defense Forces akan memiliki opsi untuk ikut berperang melindungi sekutu-sekutu seperti Amerika Serikat.
Meskipun tak ada ancaman langsung bagi negara Jepang atau rakyatnya. Amerika dan Inggris menyambut baik RUU keamanan ini.
Menteri Luar Negeri Inggris Philip Hammond mengatakan bahwa dengan RUU ini, Jepang akan semakin aktif dalam menjaga perdamaian. Perdana Menteri Shinzo Abe berupaya keras untuk meloloskan RUU tersebut sebelum libur tiga hari pada pekan depan.
RUU ini telah membuat anjloknya popularitas Abe. Sebab menurut sejumlah polling, kebanyakan warga Jepang menentang RUU tersebut.
(yds/ega)
