Perayaan Idul Fitri di Den Haag yang Menegaskan Kemajemukan Indonesia
Eddi Santosa - detikNews
Foto: istimewa
Den Haag - Perayaan Idul Fitri masyarakat muslim Indonesia di Den Haag dihadiri umat dan organisasi Katolik, Kristen, Hindu dan lainnya. Sekitar 1.500 warga Indonesia dan Belanda menghadiri acara halal bi halal Idul Fitri di gedung pertemuan Event Plaza, Rijswijk, Jumat (17 Juli 2015) sore waktu setempat.
Selain organisasi agama, mereka juga berasal dari berbagai kalangan, termasuk ekspatriat, diaspora Indonesia, jamaah berbagai masjid Indonesia di Belanda, komunitas asing dari Friends of Indonesia dan mahasiswa.
"Perhelatan ini bukan hanya untuk merayakan kemenangan umat muslim setelah selama satu bulan berpuasa, tapi lebih dari itu untuk merayakan ke-bhinneka tungga ika-an kita," ujar tuan rumah Kuasa Usaha Ad-interim (KUAI) Ibnu Wahyutomo dalam sambutannya.
Menurut KUAI, pihaknya memilih momentum hari besar umat muslim ini untuk menegaskan kembali ke-bhinneka tunggal ika-an Indonesia, mempererat tali silaturahim dan persaudaraan.
"Apa yang sudah terjalin dengan baik di antara kita harus terus kita pertahankan, bahkan tidak saja di antara kita tapi juga antara kita dengan warga Belanda dan WNI di Belanda," demikian KUAI.
Setelah itu dilanjutkan dengan doa bersama dipimpin oleh imam masjid Al Hikmah Den Haag K.H. Hambali didampingi para pemuka agama lainnya.
K.H. Hambali dalam doanya memohon agar bangsa Indonesia terus dirahmati oleh Tuhan YME dengan berbagai kebaikan dan dilindungi dari berbagai permasalahan yang dapat memecah belah kerukunan warganya.
Ala Kampung
Masyarakat pada acara halal bi halal KBRI Den Haag ini dapat menikmati suasana lebaran ala kampung halaman. Ada sajian lontong, opor ayam, telur balado, sayur lodeh, sambal goreng hati ampela, kerupuk dan lainnya.
Mereka terlihat ceria saling bersalaman dan bersilaturahmi satu dengan lainnya. Kehangatan dan kebersamaan juga dirasakan oleh warga Belanda yang ikut hadir merayakan Idul Fitri.
Ketua Protestantse Kerk Nederland (Gereja Protestan Belanda) Corrie van der Ven, yang juga dewan pembina Konsorsium Kerjasama Kristen-Islam untuk Belanda-Indonesia menyampaikan kekagumannya.
"Saya selalu merasa ada keramahan dan kebersamaan yang kuat dalam setiap acara masyarakat Indonesia di Belanda. Toleransi dan semangat menghargai antar mereka begitu tinggi," demikian Van der Ven.
Van der Ven, yang hadir bersama suami dan 2 anak remajanya, juga menyebut aspek lainnya yakni hiburan yang menyatukan emosi mereka dan makanan Indonesia yang enak. "Kedua anak perempuan saya pun sangat menikmati suasana ini, apalagi satu di antaranya lahir di Indonesia," pungkas Van der Ven.
(es/dra)
Den Haag - Perayaan Idul Fitri masyarakat muslim Indonesia di Den Haag dihadiri umat dan organisasi Katolik, Kristen, Hindu dan lainnya. Sekitar 1.500 warga Indonesia dan Belanda menghadiri acara halal bi halal Idul Fitri di gedung pertemuan Event Plaza, Rijswijk, Jumat (17 Juli 2015) sore waktu setempat.
Selain organisasi agama, mereka juga berasal dari berbagai kalangan, termasuk ekspatriat, diaspora Indonesia, jamaah berbagai masjid Indonesia di Belanda, komunitas asing dari Friends of Indonesia dan mahasiswa.
"Perhelatan ini bukan hanya untuk merayakan kemenangan umat muslim setelah selama satu bulan berpuasa, tapi lebih dari itu untuk merayakan ke-bhinneka tungga ika-an kita," ujar tuan rumah Kuasa Usaha Ad-interim (KUAI) Ibnu Wahyutomo dalam sambutannya.
Menurut KUAI, pihaknya memilih momentum hari besar umat muslim ini untuk menegaskan kembali ke-bhinneka tunggal ika-an Indonesia, mempererat tali silaturahim dan persaudaraan.
"Apa yang sudah terjalin dengan baik di antara kita harus terus kita pertahankan, bahkan tidak saja di antara kita tapi juga antara kita dengan warga Belanda dan WNI di Belanda," demikian KUAI.
Setelah itu dilanjutkan dengan doa bersama dipimpin oleh imam masjid Al Hikmah Den Haag K.H. Hambali didampingi para pemuka agama lainnya.
K.H. Hambali dalam doanya memohon agar bangsa Indonesia terus dirahmati oleh Tuhan YME dengan berbagai kebaikan dan dilindungi dari berbagai permasalahan yang dapat memecah belah kerukunan warganya.
Ala Kampung
Masyarakat pada acara halal bi halal KBRI Den Haag ini dapat menikmati suasana lebaran ala kampung halaman. Ada sajian lontong, opor ayam, telur balado, sayur lodeh, sambal goreng hati ampela, kerupuk dan lainnya.
Mereka terlihat ceria saling bersalaman dan bersilaturahmi satu dengan lainnya. Kehangatan dan kebersamaan juga dirasakan oleh warga Belanda yang ikut hadir merayakan Idul Fitri.
Ketua Protestantse Kerk Nederland (Gereja Protestan Belanda) Corrie van der Ven, yang juga dewan pembina Konsorsium Kerjasama Kristen-Islam untuk Belanda-Indonesia menyampaikan kekagumannya.
"Saya selalu merasa ada keramahan dan kebersamaan yang kuat dalam setiap acara masyarakat Indonesia di Belanda. Toleransi dan semangat menghargai antar mereka begitu tinggi," demikian Van der Ven.
Van der Ven, yang hadir bersama suami dan 2 anak remajanya, juga menyebut aspek lainnya yakni hiburan yang menyatukan emosi mereka dan makanan Indonesia yang enak. "Kedua anak perempuan saya pun sangat menikmati suasana ini, apalagi satu di antaranya lahir di Indonesia," pungkas Van der Ven.
(es/dra)
