-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Luhut: Menlu Australia tahu keseriusan Indonesia

Luhut: Menlu Australia tahu keseriusan Indonesia

Luhut: Menlu Australia tahu keseriusan Indonesia
Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan (ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan)

Jayapura (ANTARA News) - Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan telah menyampaikan keseriusan Pemerintah RI dalam menuntaskan kasus-kasus pelanggaran hak asasi manusia di seluruh Indonesia, termasuk Papua, saat bertemu Menlu Australia Julie Bishop di Jakarta baru-baru ini.

"Saya ini perwira. Saya akan melakukan itu," katanya di depan para bupati dan wali kota se-Provinsi Papua yang mengikuti sesi pembukaan rapat kerja daerah di Jayapura, Selasa malam, sehubungan dengan komitmen pemerintah terkait penyelesaian kasus-kasus HAM dan pertemuannya dengan Menlu Bishop.
Menlu Australia itu, kata Luhut, sempat ragu dengan apa yang dia dengar dari pernyataannya saat keduanya bertemu di Jakarta. "Kamu serius," kata Luhut menirukan kata-kata Bishop.

Menkopolhukam Luhut Binsar Pandjaitan menegaskan bahwa pemerintah sangat serius dalam menuntaskan berbagai kasus pelanggaran HAM supaya Indonesia tidak terus direcoki oleh beban masa lalu dan masalahnya dipolitisasi pihak-pihak tertentu di luar negeri.

Dia lebih lanjut mengatakan pelanggaran HAM itu tidak hanya terjadi di Indonesia tetapi juga di banyak negara seperti kasus Guantanamo, Irak dan Afghanistan. 
Namun penuntasan kasus HAM di Indonesia penting supaya bangsa ini tidak lagi dipandang sebagai seolah-olah bangsa barbar.
Komitmen pemerintah untuk menuntaskan kasus-kasus pelanggaran HAM, termasuk di Provinsi Papua itu telah pula disampaikan Luhut sejak dia tiba pada Senin (28/3) petang untuk memulai kunjungan kerja dua hari di Jayapura.

Luhut kepada wartawan menegaskan bahwa saat ini ada enam kasus pelanggaran HAM berat yang menjadi prioritas, seperti PKI, Semanggi, dan Talangsari. 

Adapun, untuk kasus pelanggaran HAM Papua yang dilaporkan, dia mengatakan ada 16 kasus yang masih dipilah-pilah dan seluruhnya akan diselesaikan.
"Bagi yang bersalah dan melakukan pelanggaran hukum akan dihukum, sehingga masalah HAM tidak lagi menjadi komoditas yang liar," katanya menegaskan.

Dia mengatakan, sebagai bangsa yang besar Indonesia akan menyelesaikan seluruh kasus pelanggaran HAM yang pernah terjadi.

Kehadiran Menkopolhukam pada sesi pembukaan rapat kerja daerah Provinsi Papua itu merupakan bagian dari rangkaian kunjungan kerja Menkopolhukam di Jayapura hingga Rabu (30/3). 

Pada Selasa, Luhut juga melakukan peletakan batu pertama (groundbreaking) pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Terpadu Skouw.

PLBN Terpadu Skouw ini merupakan salah satu dari tujuh PLBN yang dilakukan percepatan pembangunannya sesuai dengan Inpres I Nomor 6 Tahun 2015 tentang Percepatan Pembangunan Tujuh Pos Lintas Batas Negara Terpadu dan Sarana Prasarana Penunjang di Kawasan Perbatasan.

Sesuai dengan Inpres tersebut, Menkopolhukam bertugas memberikan pengarahan dan pengawasan umum dalam pelaksanaan pembangunan PLBN Terpadu yang harus selesai dalam waktu dua tahun sejak dikeluarkan Inpres tersebut.

Setelah menghadiri acara peletakan batu pertama PLBN Terpadu Skouw, Menkopolhukam juga menghadiri acara sosialisasi tentang bahaya terorisme dan narkoba untuk memperkokoh stabilitas politik, hukum dan keamanan di Gedung Olahraga Cenderawasih.

Seusai melakukan kunjungan kerja di Jayapura, Menkopolhukam dijadwalkan melanjutkan misi kunjungan bilateral ke Fiji dan Papua Nugini.
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Menlu Australia kagumi program telemedicine Makassar Pomanto

Menlu Australia kagumi program telemedicine Makassar Pomanto

Menlu Australia kagumi program telemedicine Makassar Pomanto
Ilustrasi. Peresmian Konjen Australia. Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop memberi sambutan saat peresmian Konsulat Jenderal (Konjen) Australia di Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (22/3/16). Penempatan konsulat jenderal Australia di Makassar tersebut untuk mengembangkan kerjasama bilateral dibidang perdagangan dan investasi di Makassar dan Indonesia Timur. (ANTARA FOTO/Yusran Uccang)
 Ini adalah terobosan yang sangat brilian karena semua rekam medis dari si pasien sudah ada dalam kartu smart card yang diciptakan wali kota, luar biasa."

"Ini adalah terobosan yang sangat brilian karena semua rekam medis dari si pasien sudah ada dalam kartu smart card yang diciptakan wali kota, luar biasa," ujarnya di Makassar, Selasa.

Menlu Julia Bishop bersama rombongan dari Kedutaan Australia juga menyaksikan pelayanan Telemedicine di Puskesmas Pembantu (Pustu) yang juga difungsikan sebagai Posyandu (Pos Pelayanan Terpadu).

Di bilik Home Care yang disatukan dengan Telemedicine, Bishop menyaksikan pemeriksaan EKG (Jantung) bagi pasien yang tengah terbaring di ranjang Pustu.

Ditangani seorang dokter, pasien menerima pelayanan EKG yang terbaca pada layar monitor. Danny memaparkan kepada Bishop, jika pelayanan kesehatan di Makassar dapat dilakukan dari rumah melalui fasilitas homecare (Dottorota) yang digandengkan dengan Telemedicine.

Hasil diagnosa dari dokter di Rumah Sakit dikirimkan ke dokter yang berada di rumah pasien. Seluruh proses pemeriksaan Telemedicine berbasis smart city, menggunakan Smart Card yang memuat riwayat atau rekam medik pasien.

Bishop menyimak penjelasan Danny. Ia tak mampu menutupi kekagumannya, menyaksikan di Pustu yang berada di tengah - tengah lorong melayani pemeriksaan EKG.


Sementara itu Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto menjelaskan, bahwa program Telemedicine yang diciptakannya itu merupakan yang pertama di dunia dan dengan satu kartu untuk semua data pribadi warga Makassar, semuanya telah terdata dalam kartu pintar tersebut.

Telemedicine yang dikembangkannya dengan mengintegrasikan semua data-data pribadi maupun rekam medik setiap warga dalam satu kartu itu akan memudahkan tim medis ataupun dokter dalam melakukan pemeriksaan secara komprehensif terhadap para pasien.

Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Menlu Australia temui Wapres buka Konjen Makassar

Menlu Australia temui Wapres buka Konjen Makassar

Pewarta: 
Menlu Australia temui Wapres buka Konjen Makassar
Wapres Terima Menlu Australia Wakil Presiden Jusuf Kalla (kiri) berjabat tangan dengan Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop (kanan) di Kantor Wapres, Jakarta, Senin (21/3). Pertemuan antara Wapres Jusuf Kalla dan Menlu Australia Julie Bishop tersebut membahas soal peningkatan hubungan kerja sama bilateral kedua negara antara lain di bidang bisnis, investasi, pendidikan, dan kontra terorisme. (ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf) ()
 Dia lapor mau buka konsulat di Makassar,"

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri Australia Julie Bishop menemui Wakil Presiden Jusuf Kalla untuk menjelaskan rencana pembukaan kantor konsulatnya di Makassar, Sulawesi Selatan.

"Dia lapor mau buka konsulat di Makassar," kata Wapres Kalla seusai menerima Menlu Australia di ruang kerjanya di kantor Wapres di Jakarta, Senin.

Terkait rencana tersebut, Wapres menilai wajar karena secara geografis, letak Australia relatif dekat dengan wilayah Indonesia bagian timur.

"Kalau dekat gitu, tentu banyak kunjungan dari orang Australia. Dia buka (konsulat) juga di Bali. Mungkin sekarang di Makassar. Saya tidak tahu, apakah nanti juga akan buka di Surabaya," ujarnya.


Pembukaan kantor konsulat di Makassar, Wapres berharap dapat berdampak pada peningkatan investasi dari Australia di Ibu Kota Provinsi Sulsel itu.

Namun saat ditanya mengenai pertemuan dengan Menlu Australia tersebut membahas masalah ancaman terorisme di Indonesia, Wapres mengaku tidak tahu.

"Saya kira hal itu dibicarakan dengan Pak Luhut (Menko Polhukam Luhut Binsar Panjaitan) tadi, bukan dengan saya," kata Wapres sambil terburu-buru meninggalkan ruang kerjanya.

Dalam pertemuan tersebut Menlu Retno Marsudi dan Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson.


Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016
MA RI Minta Menlu Australia Melapor ke Bawas soal Dugaan Suap ke Hakim

MA RI Minta Menlu Australia Melapor ke Bawas soal Dugaan Suap ke Hakim

Rivki - detikNews

MA RI Minta Menlu Australia Melapor ke Bawas soal Dugaan Suap ke Hakim 
 
Jakarta - Di detik-detik akhir pelaksanaan eksekusi mati, Menlu Australia Julie Bishop mengembuskan isu suap di balik vonis mati terpidana duo Bali Nine. Mahkamah Agung (MA) sebagai lembaga yang membawahi kehakiman dan pengadilan menanggapi isu liar itu dengan santai.

"Kami belum dapat info apa-apa, tapi kalau ada seperti itu, dilaporkan saja ke Badan Pengawas (Bawas)," ujar jubir MA, hakim agung Suhadi dalam jumpa pers di Gedung MA, Jl Medan Merdeka Utara, Jakarta, Senin (27/4/2015).

Suhadi mengaku belum tahu ada isu suap yang dihembuskan pemerintah Australia. Namun dia menyarankan agar pemerintah tidak langsung mempercayai isu itu secara mentah.

"Ini saya baru dengar dan belum bisa tanggapi lebih lanjut," ucap Suhadi.
Sementara itu, Komisi Yudisial (KY) menyatakan pihaknya telah menerima laporan tersebut pada 13 Februari 2015 lalu. Laporan itu dibuat oleh kantor Lubis, Santoso and Makarim dengan dugaan permintaan uang oleh majelis hakim. KY telah melayangkan surat ke pengadu dan meminta datang ke KY pekan depan untuk dimintai klarifikasi.

"Walaupun eksekusi mati telah dilaksanakan, KY tetap akan menindaklanjuti laporan itu. Antara eksekusi mati dengan soal dugaan permintaan uang oleh hakim itu bab terpisah," ujar komisioner KY, Iman Anshori Saleh saat dihubungi terpisah.
(rvk/asp)
Back To Top