-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Menlu napak tilas di kediaman Ahmad Soebardjo

Menlu napak tilas di kediaman Ahmad Soebardjo

Menlu napak tilas di kediaman Ahmad Soebardjo
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi (REUTERS/Stephane de Sakutin)
 Selain rumah tinggal, kediaman ini juga kantor pertama Kemlu yang menjadi saksi hidup berdirinya Kemlu
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi melakukan napak tilas di kediaman Menlu RI pertama Ahmad Soebardjo di Cikini, Jakarta Pusat, dalam rangka Ulang Tahun Kemlu ke-71.

"Selain rumah tinggal, kediaman ini juga kantor pertama Kemlu yang menjadi saksi hidup berdirinya Kemlu," kata Menlu Retno di Kediaman Ahmad Soebardjo, Cikini Jakarta Pusat, Jumat.

Presiden Soekarno menunjuk Mr Ahmad Soebardjo sebagai menteri luar negeri pertama pada 17 Agustus 1945, dan pada 19 Agustus 1945 Kemlu berdiri.

Menlu Retno menceritakan bahwa Ahmad Soebardjo, saat itu melakukan tugasnya hanya dengan dibantu sepuluh staf.

"Padahal tugas beliau saat itu sangat berat, yaitu mencari atau memintakan pengakuan dari negara-negara lain atas kemerdekaan Indonesia," kata dia.

"Semangat beliau menjadi inspirasi bagi para diplomat masa kini akan pentingnya diplomasi sebagai tiang penyangga Republik Indonesia," kata dia.
Ahmad Soebardjo dua kali menjabat sebagai Menlu RI di masa Presiden Soekarno, yakni pada 1945 selama empat bulan (Agustus-Desember) dan pada 1951-1952.

Di lingkungan internal Kemlu, Ahmad Soebardjo adalah pendiri Pusat Pendidikan dan Pelatihan bagi diplomat Kemlu.

Selain itu, Ahmad Soebardjo juga pernah menjabat sebagai duta besar RI untuk Swiss pada 1961.

Acara napak tilas di kediaman Ahmad Soebardjo juga dihadiri Wakil Menlu AM Fachir, mantan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa, diplomat senior, dan para sesepuh Kemlu.
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Menlu: sentralitas-kesatuan kunci ASEAN hadapi tantangan regional

Menlu: sentralitas-kesatuan kunci ASEAN hadapi tantangan regional

Menlu: sentralitas-kesatuan kunci ASEAN hadapi tantangan regional
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi (REUTERS/Stephane de Sakutin)
 Kesatuan dan sentralitas ASEAN sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan regional dan menggali potensi kerja sama untuk mewujudkan Komunitas ASEAN dan mencapai visi ASEAN 2025, khususnya dengan dinamika kawasan saat ini,"

"Kesatuan dan sentralitas ASEAN sangat diperlukan untuk menghadapi tantangan regional dan menggali potensi kerja sama untuk mewujudkan Komunitas ASEAN dan mencapai visi ASEAN 2025, khususnya dengan dinamika kawasan saat ini," kata Menlu Retno, seperti disampaikan dalam keterangan pers dari Kemlu RI yang diterima di Jakarta, Senin.

Menlu RI menjelaskan bahwa hanya dengan negara-negara ASEAN yang bersatu, organisasi regional tersebut dapat terus berkontribusi terhadap stabiltas perdamaian dan keamanan kawasan.

Menurut dia, negara anggota ASEAN harus terus membangun sentralitas dan kesatuan agar dapat menikmati perdamaian dan stabilitas sebagai pondasi kemajuan ekonomi dan pembangunan, serta peningkatan kesejahteraan yang berkelanjutan untuk mencapai komunitas ASEAN yang beorientasi kepada masyarakat.

"Mata dunia sedang melihat ASEAN, ini merupakan momen penting bagi ASEAN untuk bicara, bertindak dan bergerak secara kohesif," ujar Menlu Retno.

Menlu RI juga menyampaikan perlunya negara anggota ASEAN untuk bekerjasama mengatasi ancaman keamanan non tradisional di perairan kawasan, seperti penangkapan ikan secara ilegal (IUU fishing), pembajakan, perdagangan dan penyeludupan manusia, dan perampokan bersenjata.

Dalam pertemuan itu, Retno menekankan bahwa Pemerintah Indonesia menyoroti adanya ancaman multi sektor dari "IUU fishing", yang tidak hanya berdampak negatif terhadap kesejahteraan ekonomi regional, namun juga merusak lingkungan dan mengganggu stabiltas dan keamanan kawasan.

"ASEAN perlu kerja sama konkret untuk mengatasi hal tersebut (IUU Fishing)," kata dia.

Salah satu langkah awal dari kerja sama untuk memberantas "IUU Fishing", menurut Menlu RI, adalah implementasi penuh kesepakatan untuk penguatan kerja sama maritim regional oleh negara-negara East Asia Summit (EAS) yang telah disetujui pada pertemuan EAS pada 2015.

Menlu RI juga menegaskan kembali pentingnya bagi ASEAN untuk segera memiliki kerangka regional untuk perlindungan dan promosi hak tenaga kerja migran melalui penyelesaian pembahasan "ASEAN Instrument on the Protection and Promotion of the Rights of Migrant Workers" dalam satu tahun ke depan. 
"Keuntungan Komunitas ASEAN harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk sekitar 6,5 juta tenaga migran di ASEAN," ujar Retno. 
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Menlu: Inggris tekankan dukungan bagi pemerintah Turki

Menlu: Inggris tekankan dukungan bagi pemerintah Turki

 | 1.272 Views
Menlu: Inggris tekankan dukungan bagi pemerintah Turki
Aparat keamanan pro-pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan melucuti tentara yang mencoba kudeta pada Jumat (15/7/2016) waktu setempat. (twitter.com/anadoluagency)


"Baru saja berbicara dengan #Menteri luar negeri Turki @MevlutCavusoglu. Saya menekankan dukungan #UK untuk institusi dan pemerintah terpilih yang demokratis," kata Johnson di akun Twitter-nya. 

Upaya kudeta militer Turki gagal pada Sabtu setelah banyak orang menjawab seruan Presiden Tayyip Erdogan untuk turun ke jalan guna mendukung dia.

Sementara itu Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Sabtu pagi waktu setempat mengatakan pemerintah berfungsi dan ia tetap memangku jabatan, setelah negara itu dilanda kudeta malam sebelumnya.

Di dalam pidato kedua yang disampaikan di Bandar Udara Istanbul dalam waktu kurang dari dua jam, Presiden Turki tersebut mengatakan Angkatan Bersenjata tidak dan tak bisa memerintah Turki.

Erdogan berikrar akan mengakhiri operasi terhadap perencana kudeta untuk mempertahankan militer agar "tetap bersih".

Di dalam pernyataan yang disiarkan melalui televisi segera setelah ia mendarat di Bandar Udara Internasional Ataturk di Istanbul, Presiden Turki itu mengatakan Kota Pelancongan Marmaris di bagian barat-daya Turki dibom sebab para penyerang mengira ia "masih berada di sana".

Erdogan berikrar akan mengakhiri operasi terhadap perencana kudeta di dalam militer, dan mengatakan, "Militer kami bersih dan tak seorang pun dapat membahayakannya."

Ia menuduh upaya kudeta di negerinya dilakukan oleh gerakan yang dipimpin oleh tokoh Turki Fethullah Gulen --yang kini tinggal di Negara Bagian Pennsylvania, Amerika Serikat.

Ankara telah menuduh gerakan itu mengoperasikan negara paralel dan berusaha menggulingkan Pemerintah Turki.

"Mereka mendapat perintah dari Pennsylvania," kata Erdogan --yang merujuk ke satu "kelompok minoritas" di dalam militer sebagai bagian dari "struktur paralel".

"Hari ini, tindakannya adalah pemberontakan, apa yang mereka lakukan adalah pengkhianatan," katanya. Ia menyeru semua prajurit agar tidak "mengarahkan senjata ke arah ibu kalian" dan "terhadap bangsa".

Pemimpin Turki tersebut juga mengungkapkan sekretaris jenderalnya dibawa pergi. "Apa yang akan kalian lakukan dengan sekretaris jenderal saya?" ia mempertanyakan.

Perdana Menteri Turki Binali Yildirim telah mengatakan sebagian besar situasi di Ankara telah dikendalikan dan sebanyak 120 orang ditangkap.

Sedikitnya 60 orang tewas di Turki saat beberapa kelompok di dalam militer berusaha menggulingkan pemerintah, demikian jumlah terkini dari Kantor Kejaksaan yang dilansir Reuters.

(G003)
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Menlu tenangkan WNI terjebak di bandara Istanbul

Menlu tenangkan WNI terjebak di bandara Istanbul

Menlu tenangkan WNI terjebak di bandara Istanbul
Menteri Luar Negeri Indonesia Retno Marsudi (REUTERS/Stephane de Sakutin)
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menenangkan puluhan WNI yang terjebak di Bandara Attaturk Istanbul, Turki, pascakudeta militer terhadap Presiden Raceep Thayyeb Erdogan, Sabtu.

Direktur Perlindungan WNI dan Badan Hukum Indonesia (PWNI-BHI) Kemlu Lalu Muhammad Iqbal mengatakan melalui pesan pendek yang diterima di Jakarta, Sabtu, bahwa Menlu Retno berbicara langsung melalui telepon dengan perwakilan dari sekitar 60 WNI yang terjebak di Bandara Attaturk.

"Menlu meminta agar para WNI tidak panik, tetap tenang dan tidak keluar bandara," kata dia.

Iqbal menambahkan Menlu Retno juga meyakinkan WNI bahwa Konsulat Jenderal RI di Istanbul telah mengetahui keberadaan mereka dan akan segera memberikan bantuan yang diperlukan begitu akses bandara dibuka.

Berikut daftar WNI yang berhasil dihimpun PWNI melalui koordinasi sukarela dari perwakilan WNI yang berada di Bandara Attaturk, Qamaruzzaman Badri Umar.
Rombongan Daya Wisata Tour:

1. Bambang Purwinto Soeparto

2. Roeswandi, Roekiman Roestamadji

3. Rina Yuniarti Kurnia

4. Raka Reyhananda Andi

5. Kintan Putri Resvaldy

6. Debby Rismawati, Telaumbanua

7. Tadjuddin Ius Agung

8. Nazla Meuthia Tadjuddin

9. Danish Danial Tadjuddin

10. Davin Gifara Tadjuddin

11. Maezar Maolana, Udjang Dady

12. Imas Yayah Suryani

13. Aiko Maolana

14. Aoki Maolana

15. Sri Widyati Sutjipto

16. Kartika Laksmi Sutjipto

17. Adristi Sitineysa Prasetyo

18. Muhammad Vito Prasetyo

19. Chairul Saleh, Waro

20. Riezca Ausvia, Ausri

21. Isnania Nurlintang Aqmarina

22. Amalia Nuril Aqmarina

23. Qomaruzzaman, Badri Umar

24. Oktarina Kariani Hamid

Rombongan Teavelindo:

1. Nesya Yunitasari

2. Rujito Siswoyo Putro

3. Julianti Sukadi Sukatno

4. Nabilah Fadwa Siswoyo Putri

5. Cahaya Marwah Siswoyo Putri

6. Muhamad Aziz Fahrit

7. Nur Muhammad Ihsan Mufidz

8. Muhammad Wahid Abdulloh

Rombongan Bayu Buana:

1. Findi Yapin Lie

2. Luluq Carbellani Erwan

3. Camila Bani Alawia

4. Rachmat Santosa

5. Deni Karnia

6. Vennyra Alpan Kowtianata

7. Sidharta Utama

8. Cyntia Afriani

9. Jasmine Nadhira

10. Farrel Azhar Sarfaraz

11. Inita Lianawati

12. Azwar Darassim

13. Widyawati Jahja

14. Ni Penelope Aiku

15. Freshta Rio

16. Rio Chandra

Selain itu, terdapat pula WNI lainnya yang tidak tergabung dalam tur wisata:

1. Rabin Upakerti Rana

2. Agus Ellan Budiono

3. Andreas Kurniawan

4. Munarto

5. Ate Nurmasyah Tohirin

6. Rudi Sugiarto

7. Yanuar Anwas

8. Agustiar

9. Supama

10. Widya Kusuma

11. Rahayu Ferlina

12. Anatolia Marrakesh
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Menlu: penyanderaan ABK sudah tidak bisa ditoleransi

Menlu: penyanderaan ABK sudah tidak bisa ditoleransi

Menlu: menyanderaan ABK sudah tidak bisa ditoleransi
Menlu Retno Marsudi. (ANTARA FOTO/HO/Kemenlu/Rudi Hartanto)
 ...ini merupakan kejadian yang sama sekali tidak bisa ditolerir.
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi mengatakan tindakan penyanderaan terhadap anak buah kapal (ABK) asal Indonesia oleh kelompok bersenjata di perairan perbatasan Malaysia dan Filipina yang kembali terjadi, sudah tidak bisa ditoleransi lagi.

"Kejadian (penyanderaan ABK) seperti ini merupakan kejadian yang sama sekali tidak bisa ditolerir. Oleh karena itu, upaya serius harus dilakukan segera, baik oleh Pemerintah Filipina maupun Pemerintah Malaysia," kata Menlu Retno di Kementerian Luar Negeri RI di Jakarta, Senin.

Menlu menjelaskan bahwa pada 9 Juli sekitar pukul 23.30 waktu setempat, kapal pukat tunda LLD113/5/F yang berbendera Malaysia disergap oleh kelompok bersenjata di sekitar perairan kawasan Felda Sahabat, Tungku, Lahad Datu, Malaysia.

Dia menyebutkan, dari ketujuh ABK yang disergap di kapal itu, tiga orang diculik dan empat orang lainnya dibebaskan, dan ketiga ABK yang diculik diketahui seluruhnya adalah WNI. 

Baca Juga : Kronologi penculikan WNI di Lahad Datu Negeri Sabah Malaysia

"Kepolisian Lahad Datu telah mengkonfirmasi kejadian tersebut dan sekaligus mengkonfirmasikan bahwa tiga ABK adalah WNI yang memiliki izin kerja yang sah di Malaysia," ujar dia.

"Kejadian tersebut baru dilaporkan kemarin oleh pemilik kapal pada tanggal 10 Juli kepada Kepolisian Lahad Datu. Menurut laporan yang kami terima, kapal tersebut disergap oleh speed boat yang dinaiki lima lelaki bersenjata api," lanjut Menlu Retno.

Lebih lanjut dia menyebutkan bahwa berdasarkan informasi yang diterima dari lapangan, ketiga ABK asal Indonesia yang diculik itu dibawa ke perairan Tawi-tawi di Filipina selatan.

Menurut Retno, setelah mendapatkan informasi tentang penyanderaan tigak ABK WNI itu, Kemlu RI terus berkoordinasi dengan empat perwakilan RI, yaitu KBRI Kuala Lumpur, Konsulat di Tawau, KBRI Manila dan Konsulat di Davao, untuk memantau lebih jauh perkembangan kasus tersebut.

Selain itu, Konsulat RI di Tawau juga telah mengirimkan staf teknis ke Kepolisian Lahat Datu dan untuk berkoordiansi dengan otoriats setempat dan pemilik kapal. 

Baca Juga : Lagi penculikan WNI, kali ini tiga WNI diculik di Sabah Malaysia

"Pada pagi ini, saya juga telah melakukan komunikasi dengan Menlu Filipina dan Menlu Malaysia untuk meminta kembali perhatian kepada kasus baru (penyenderaan ABK) ini," ucap Menlu Retno.

Menlu RI menegaskan bahwa Pemerintah Indonesia siap untuk bekerjasama dalam upaya pembebasan ABK yang disandera dalam waktu sesegera mungkin.

"Keselamatan sandera tetap merupakan prioritas utama bagi kita. Setelah ini akan dilalukan rapat koordinasi yang dipimpin oleh Menkopolhukam mengenai upaya selanjutnya untuk pembebasan sandera," ujar dia.

Sebelumnya, sebanyak tujuh ABK Indonesia juga disandera oleh kelompok bersenjata di perairan Filipina selatan. Penyanderaan itu terjadi di Laut Sulu dalam dua tahap, yaitu pada 20 Juni sekitar pukul 11.30 waktu setempat dan sekitar 12.45 waktu setempat.
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top