-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Mentan: solusi Indonesia adalah mekanisasi pertanian

Mentan: solusi Indonesia adalah mekanisasi pertanian

Mentan: solusi Indonesia adalah mekanisasi pertanian
Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)
 Solusi pertanian Indonesia adalah mekanisasi, makanya kami memberikan `combine harvester` (mesin panen kombinasi) dan rice planter (mesin penanam padi),"
Makassar (ANTARA News) - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengatakan salah satu solusi masalah peningkatan produksi pertanian Indonesia adalah menerapkan mekanisasi pertanian.

"Solusi pertanian Indonesia adalah mekanisasi, makanya kami memberikan combine harvester (mesin panen kombinasi) dan rice planter (mesin penanam padi)," kata Amran dalam sambutannya pada acara Reuni Agrokompleks Pertanian Universitas Hasanuddin ke-9 di Makassar, Sabtu malam.

Amran mengemukakan bahwa mekanisasi menjadi solusi ketika jumlah tenaga kerja di sektor pertanian semakin menurun karena para pemuda lebih banyak yang memilih meninggalkan desa.

"Dengan mekanisasi, panen yang biasanya butuh 20 orang, dalam empat jam selesai," kata dia.
Mekanisasi pertanian, kata dia, juga mampu menurunkan biaya produksi hingga 40 persen, dan meningkatkan efisiensi waktu tanam hingga panen.

"Kalau negara-negara Eropa saja yang hanya punya waktu tanam tiga bulan bisa swasembada, kenapa kita yang punya waktu tanam 12 bulan tidak bisa," ujarnya.
Untuk itu, Amran mengatakan pihaknya terus memotivasi agar para peneliti pertanian di Indonesia dapat berinovasi menciptakan berbagai mesin pertanian, diantaranya dengan memberikan royalti yang memadai.

"Baru-baru ini kita minta dibuatkan mesin panen jagung, dan akan diberikan royalti lima hingga sepuluh persen," jelas Amran.

Menteri lulusan Universitas Hasanuddin ini mengajak semua pihak khususnya para peneliti dan petani untuk bekerja keras bagi kemajuan pertanian Indonesia.
"Bangunkan lahan tidur, peneliti tidur, petani tidur, selama ini kita sudah terlalu banyak santai," pungkasnya.

Selain Menteri Pertanian Amran Sulaiman, acara yang diselenggarakan di Benteng Rotterdam Makassar ini, juga dihadiri Wakil Gubernur Sulsel Agus Arifin Numang, Wakil Wali Kota Makassar Syamsu Rizal, dan anggota DPR RI Aliyah Mustika Ilham.
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Mentan: operasi pasar digelar di 4.000 titik tiap hari

Mentan: operasi pasar digelar di 4.000 titik tiap hari

Mentan: operasi pasar digelar di 4.000 titik tiap hari
Menteri Pertanian Amran Sulaiman (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pertanian Amran Sulaiman mengungkapkan kementeriannya menggelar operasi pasar secara besar-besaran selama bulan Ramadan di 4.000 titik tiap hari di seluruh Indonesia sebagai upaya menstabilkan harga pangan pokok.

"Jadi ini operasi pasar kita lakukan besar-besaran. Kita buka seluruh titik di Indonesia ada 4.000 setiap hari. Solusi jangka pendek adalah operasi besar-besaran untuk menghadapi Idul Fitri," kata Mentan saat menghadiri kegiatan operasi pasar di Pasar Minggu Jakarta, Minggu.

Selain Menteri Pertanian, Menteri Perindustrian Saleh Husin juga hadir dalam operasi pasar murah yang berlokasi di Kantor Dirjen Hortikultura , Jakarta Selatan, dilanjutkan di Pasar Minggu serta Pasar Cipete tersebut.

Operasi pasar kali ini ini merupakan tindak lanjut atas rapat koordinasi yang dilakukan Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, Menteri Koperasi dan UKM serta Dirut Perum Bulog, Jumat (10/6) lalu di Kementerian Pertanian.

Di sela operasi pasar yang dilakukan bekerja sama dengan Artha Graha Peduli itu, Mentan menjelaskan bahwa persoalan pangan tidak bisa diselesaikan hanya Kementerian Pertanian saja tapi juga kementerian lain terkait.

"Kita ini sinergi, egoisme sektoral kita hilangkan, jadi ini soal pangan tidak bisa selesai hanya dengan satu kementerian saja, Kementan, Kemenperin, Kemendag, Kemenkop ini satu kesatuan tidak bisa dipisah," ujarnya.

Operasi pasar pertama di gelar di Kantor Ditjen Hortikultura, Kementan, Pasar Minggu yang dimulai pada pukul 06.00 WIB, menjual sejumlah komoditas pangan pokok seperti beras, bawang merah, daging sapi, minyak goreng, cabai merah, dan gula pasir

Puluhan warga yang umumnya ibu-ibu memadati halaman kantor Ditjen Hortikultura untuk mendapatkan kebutuhan pangan pokok yang ditawarkan dengan harga di bawah harga pasaran tersebut.

Kepadatan serupa juga tampak di Pasar Minggu dan Pasar Cipete yang mana puluhan warga telah memadati lokasi dengan hampir menutup sebagian badan jalan.

Dalam operasi pasar tersebut daging sapi dijual seharga Rp75.000/kg, bawang merah Rp 25.000/kg, minyak goreng Rp11.000/liter, beras Rp7.500/kg, cabai merah keriting Rp18.000/kg dan paket sembako Rp25.000/paket.

Sementara itu paket sembako terdiri dari beras 2 kg, minyak goreng 1 liter, gula pasir 1 kg, dan 3 bungkus mie instan.


Editor: Heppy Ratna
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Mentan pastikan pasokan minyak goreng cukup jelang Lebaran

Mentan pastikan pasokan minyak goreng cukup jelang Lebaran

Mentan pastikan pasokan minyak goreng cukup jelang Lebaran
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (ANTARA FOTO/Irfan Anshori)
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan pasokan minyak goreng cukup untuk kebutuhan jelang hingga sepanjang Ramadan dan Lebaran 2016.
 

Dengan demikian, Mentan menegaskan tidak ada kelangkaan minyak goreng. Produksi Sinar Mas  sendiri dengan merk Filma dan Kunci Mas juga mencukupi.
 
"Ketersediaan minyak goreng  bagi masyarakat mencukupi, sehingga kelangkaan dan gejolak harga kami harapkan tidak terjadi," kata Managing Director Sinar Mas, G. Sulistiyanto setelah mendampingi Mentan melakukan penjualan minyak goreng bagi warga Desa Segara Makmur.

Lebih dari 5.000 liter minyak goreng kemasan disalurkan seharga Rp9.000 per liter dalam kegiatan Bazaar Rakyat kali ini. Setelah bazaar, Mentan menyempatkan melakukan peninjauan ke Marunda Refinery.

"Pengembangan berkelanjutan yang kami lakukan adalah bentuk komitmen memperkuat penghiliran sekaligus mendorong ekspor produk akhir bernilai tambah, tapi tanpa melupakan pemenuhan kebutuhan masyarakat," ujarnya.

Tahun lalu, di pengujung bulan Februari (24/2/2015), pemerintah juga sempat meninjau ke lokasi yang sama.
 
Keberadaan Marunda Refinery di Marunda Center International Warehouse & Industrial Estate, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat yang diresmikan 30 Maret 2011 silam adalah jawaban Sinar Mas atas program pemerintah mendorong penghiliran berikut menghasilkan produk akhir bernilai tambah.

Pabrik seluas lebih dari 20 hektar ini memiliki kapasitas produksi hingga 1.800 ton per hari, yang mampu menghasilkan sebanyak 326.000 ton minyak goreng dan 112.000 ton margarin setiap tahun, dan dipasarkan ke seluruh Indonesia, sementara sebagian lagi diekspor ke luar negeri menjangkau kawasan Asia, Afrika, Amerika Latin hingga Eropa.

PT SMART Tbk. tercatat memiliki enam fasilitas pengolahan minyak kelapa sawit yang disebut Pabrik Industri Hilir Kelapa Sawit. Tersebar mulai dari Belawan, Sumatera Utara, Lubuk Gaung di Riau, Tarahan, Lampung, Tarjun, Kalimantan Selatan, Surabaya, Jawa Timur dan Marunda, Jawa Barat.
 
Aktivitas produksi, pengembangan dan penelitian yang dilakukan di pabrik ini tampak dari luasan pabrik yang awalnya seluas 10 hektar, kini telah mencapai 20 hektar, mempekerjakan lebih ari 1.000 orang karyawan.

Hingga 2015 nilai investasi keseluruhan di Marunda Center  mencapai Rp2 triliun dan melibatkan hingga 1.200 orang tenaga kerja.
 
Sementara melalui Bazaar Rakyat, Sinar Mas berkesempatan menjalankan program corporate social responsibility dengan mengedepankan produk dan merek andalan milik sendiri, dalam hal ini minyak goreng kemasan, Filma.

Kegiatan ini telah berlangsung sejak tahun 2005, dan menyalurkan sekitar 30 juta liter minyak goreng bagi warga masyarakat di berbagai kota.
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Presiden Jokowi panggil Mentan terkait harga pangan Ramadhan

Presiden Jokowi panggil Mentan terkait harga pangan Ramadhan

Presiden Jokowi panggil Mentan terkait harga pangan Ramadhan
Menteri Pertanian Andi A Sulaiman (ANTARA FOTO/Ho/Wiyono/pd/16)

Mentan Andi Amran Sulaiman di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin, mengatakan ia menghadap Presiden Jokowi untuk membahas pasokan dan harga pangan.

"Semuanya, mulai dari jagung, daging, pangan semua," kata Amran.

Khusus untuk daging yang ditekankan Presiden harganya harus di bawah Rp80.000/kg sebelum Ramadhan, Amran mengatakan rekomendasi telah diterbitkan.
Ia mengemukakan pembicaraan itu akan ditindaklanjuti dalam rapat koordinasi di Kantor Kementerian BUMN. 

"Kemudian besok kita bahas bersama, tiga kementerian melibatkan pula pejabat eselon 1 dan eselon 2," katanya.
Oleh karena itu, Amran mengaku baru akan memberikan detail persoalan itu esok hari menanti pembahasan lanjutan rampung.

Ia juga enggan menyampaikan soal penyebab harga daging yang naik menjelang Ramadhan dari tahun ke tahun.

"Detailnya besok. Kita lihat pembahasan lanjutan. Nanti kita bahas dulu ya," katanya.
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Mentan canangkan penanaman terintegrasi sawit-jagung satu juta ha

Mentan canangkan penanaman terintegrasi sawit-jagung satu juta ha

Mentan canangkan penanaman terintegrasi sawit-jagung satu juta ha
Pekerja mengangkut sawit ke dalam truk di kawasan perkebunan sawit PT Wanasawit Subur Lestari 2, Kalimantan Tengah, Sabtu (19/12/2015). (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)
 Gerakan ini dimulai tahun lalu ujicobanya dan ternyata berhasil, maka kita canangkan gerakannya mulai hari ini." 

Pasaman Barat (ANTARA News) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mencanangkan gerakan penanaman satu juta hektare integrasi sawit dan jagung di seluruh Indonesia.

"Gerakan ini dimulai tahun lalu ujicobanya dan ternyata berhasil, maka kita canangkan gerakannya mulai hari ini," katanya kepada pers, usai panen raya integrasi sawit jagung di Kecamatan Luhak Nan Dou, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, Jumat.

Didampingi pejabat terkait, Amran menegaskan, tujuan utama gerakan ini adalah untuk meningkatkan pendapatan petani sawit dan mengurangi impor jagung.

"Nantinya gerakan ini akan diikuti integrasi sawit dengan lainnya seperti sawit sapi, sawit padi dan lainnya," katanya.

Dijelaskan, metode baru ini sangat luar biasa karena yang dulunya di sela lahan kosong sawit hanya ditumbuhi alang-alang, kini diganti jagung.

Tanaman produktif jagung ini bisa ditanam di sela sawit mulai dari Tumbuhan Belum Menghasilkan (TBM) sawit 0-3 tahun.

"Di Provinsi Sumbar ini saja sudah berhasil ditanam sawit jagung sekitar 13-14 ribu hektare," katanya.
Jika per ha bisa menghasilkan enam ton dan harga per kilogram jagung Rp2000 saja maka ada pendapatan bagi petani Rp120 juta sekali panen.

Jika biaya produksi sekitar 50 persen, kata Amran, maka petani dapat hasil bersih Rp60 jutaan sekali panen per ha.

Oleh karena itu, pihaknya mendorong agar gerakan ini didukung oleh para petani, swasta dan lainnya.

"Pemerintah siap memberi bantuan benih jagung. Sumbar saja kita bantu 40 ribu ha dan bisa ditingkatkan sesuai kebutuhan," katanya.

Amran juga menyadari bahwa gerakan itu memang butuh waktu dan perlu kesinambungan.

Amran juga menyebutkan hasil dari berbagai upaya, termasuk gerakan itu, sampai saat ini impor jagung secara nasional hanya 700 ribu ton atau turun 50 persen dari tahun lalu sebesar 1,4 juta ton.

Selain itu, kata Amran, yang terpenting dan sesuai arahan Presiden Jokowi bahwa setiap kali harga jagung di pasar per kilogram di bawah Rp2500-Rp2700 maka Bulog akan membeli jagung petani.

"Ini jaminan pemerintah. Jadi, tak ada alasan petani tidak sejahtera," kata Amran.

Sawit Palsu

Pada kesempatan itu, Amran juga meminta kepada aparat penegak hukum untuk memproses penjual dan penyebar bibit sawit palsu di petani sawit.

"Ini harus diproses karena sangat merugikan petani," kata Amran.
Sebelumnya, Bupati Pasaman Barat menyebut dari 101.853 ha lahan sawit rakyat, sekitar 50 ribu ha adalah bibit sawit palsu.
Sementara, Wagub Sumatera Barat Nasrul Abid, mengaku, di Sumatera Barat total lahan sawit dengan bibit palsu ini sekitar 30 persen dari total lahan sawit sekitar 340 ribu ha.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top