-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Menteri Marwan minta kabupaten tidak kutip dana desa

Menteri Marwan minta kabupaten tidak kutip dana desa

Menteri Marwan minta kabupaten tidak kutip dana desa
Menteri Desa Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar memberi penjelasan pada kegiatan sosialisasi keuangan desa di Fakultas Ekonomi, Universitas Hasanuddin (Unhas), Makassar, Sulawesi Selatan, Sabtu (13/2). (ANTARA FOTO/Sahrul Manda Tikupadang/nz/16)
 Kabupaten jangan mengutip dana desa, pokoknya siapapun tidak boleh, karena dana desa hanya untuk kesejahteraan dan rakyat di desa-desa,"

Bantul (ANTARA News) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Marwan Jafar meminta kabupaten maupun kecamatan tidak mengutip dana desa yang telah digelontorkan pemerintah pusat ke masing-masing desa.

"Kabupaten jangan mengutip dana desa, pokoknya siapapun tidak boleh, karena dana desa hanya untuk kesejahteraan dan rakyat di desa-desa," katanya di sela silaturahmi dengan kepala desa se Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Rabu sore.
Menurut dia, dana desa yang digelontorkan pemerintah pusat kepada desa dengan besaran mencapai Rp1 miliar sesuai aturan digunakan untuk kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat desa melalui pembangunan infrastruktur dan sarana prasarana desa.
Permintaan agar kabupaten maupun kecamatan tidak mengutip atau menggunakan dana desa untuk mencegah pemanfaatan dana desa yang tidak tepat sasaran, mengingat diakui ada salah satu daerah yang pihak kabupaten berniat mengutip dana desa.

"Di tempat lain banyak oknum camat dan kabupaten yang minta mengutip dana desa, padahal siapapun tidak boleh. Dan saya kira kalau di Kabupaten Bantul tidak terjadi," kata Menteri Marwan.

Meski tidak boleh mengutip dana desa, namun Menteri tetap meminta pemerintah kabupatan melalui tim yang ditugaskan untuk memberikan pendampingan, jika memang masih ada desa yang kesulitan menyusun Anggaran Pendapatan Belanja Desa.

"Kalau memang ada pendamping desa saya minta pendamping jangan kalah pintar dengan kepala desa, harus pintar dan tidak bebani desa. Kalau ada program masyarakat harus tahu, jangan hanya perangkat desa dan lurah saja," katanya.

Sementara itu, Menteri mengatakan, berkaitan dengan program pemberdayaan desa, di kementeriannya telah mempunyai dana untuk mengadakan berbagai program strategis yang langsung bisa dirasakan masyarakat desa.

"Ada program revitalisasi pasar desa, program pembuatan jalan poros desa, jalan lingkungan desa, tetapi dananya terbatas, sehingga kita harus bagi seluruh desa di Indonesia yang jumlahnya sekitar 75 ribu desa," katanya. 
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Menteri Marwan tegaskan BUMNDes penggerak ekonomi nasional

Menteri Marwan tegaskan BUMNDes penggerak ekonomi nasional

Menteri Marwan tegaskan BUMNDes penggerak ekonomi nasional
ilustrasi Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Marwan Jafar (kedua kanan) memberikan secara simbolis kapal bantuan kepada perwakilan kepala daerah di Geladak Kapal PT Proskuneo Kadarusman Muara Baru, Jakarta Utara, Senin (21/12). (ANTARA FOTO/HO/nz)

Gorontalo (ANTARA News) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (PDTT) Marwan Jafar menilai Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) harus dibentuk di setiap desa, karena itu bisa jadi wadah penggerak ekonomi nasional.

Dihadapan jajaran kepala desa, camat, lurah dan warga Desa Huntu Barat, Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, kemarin, Marwan berharap BUMDes bisa dibentuk.

"Desa Huntu Barat ini memiliki BUMDES dan ini yang saya dorong secara terus menerus agar setiap desa memiliki BUMDes, saya yakin di provinsi Gorontalo banyak desa yang memiliki potensi untuk dijadikan BUMDes, karena BUMDes merupakan penggerak ekonomi di desa sekaligus hal yang dapat menopang perekonomian nasional kita," ungkapnya.

Ia bangga dapat berada di Desa Huntu Barat yang maju dan mendapat penghargaan nasional berupa "Anugerah Desa Membangun Indonesia" tingkat nasional pada tahun 2015 kategori percepatan pemanfaatan dana desa dan pendayagunaan potensi lokal.

Marwan juga mengucapkan terima kasih kepada Desa Huntu Barat yang telah mengembangkan BUMDes dan apabila semakin berkembang, Menteri berjanji akan menambah dana dari Kementerian untuk desa Huntu Barat.

"Semangat dari warga desa Huntu dapat menjadi spirit dan vitamin bagi saya dan kementrian, semangat itulah yang menjadi vitamin bagi perubahan desa-desa diseluruh Indonesia," tutupnya.

Pada kunjungan kerja tersebut, Marwan meresmikan jembatan desa yang merupakan akses pertanian warga desa Huntu Barat yang didanai oleh dana desa tahun anggaran 2015 senilai Rp101.885.500.

Turut didampingi wakil gubernur Gorontalo, Idris Rahim dan Kapolda Gorontalo Brigadir Jenderal Polisi Hengkie Kaluara dan memberikan bantuan berupa dua unit traktor.
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Menteri Marwan targetkan entaskan 80 daerah tertinggal

Menteri Marwan targetkan entaskan 80 daerah tertinggal

Menteri Marwan targetkan entaskan 80 daerah tertinggal
Menteri Desa, PDT dan Transmigrasi Marwan Jafar. (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)
 Pemerintah akan melakukan sejumlah program yakni percepatan infrastruktur, pembangunan indeks manusia, dan mengupayakan fiskal di daerah setempat juga naik,"

Lumajang (ANTARA News) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Marwan Jafar, menargetkan bahwa pihaknya dapat mengentaskan sebanyak 80 daerah tertinggal di seluruh Indonesia selama lima tahun ke depan.

"Pemerintah akan melakukan sejumlah program yakni percepatan infrastruktur, pembangunan indeks manusia, dan mengupayakan fiskal di daerah setempat juga naik," kata Marwan saat berkunjung ke Desa Selok Awar-awar, Kecamatan Pasirian, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Minggu.

Data Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi mencatat jumlah daerah yang masuk kategori tertinggal terus mengalami penurunan, yakni pada 2004-2009 sebanyak 199 daerah.

Kemudian pada rentang tahun 2010-2014, pemerintah menetapkan sebanyak 183 daerah tertinggal yang tersebar di seluruh Indonesia, dan pada tahun 2015-2019 tercatat 122 kabupaten/kota yang dinyatakan masih tertinggal.

"Pihak kementerian berusaha mengintervensi sejumlah daerah yang masuk kategori daerah tertinggal dengan sejumlah program yang sudah disiapkan, sehingga diharapkan ke depan tidak lagi menjadi kabupaten/kota tertinggal," ucap politisi Partai Kebangkitan Bangsa itu.

Suatu daerah yang ditetapkan sebagai daerah tertinggal berdasarkan kriteria meliputi perekonomian masyarakat, sumber daya manusia, kemampuan keuangan daerah, aksesbilitas, dan karakteristik daerah.

"Saya optimistis jumlah daerah yang tertinggal akan terus berkurang setiap tahun karena pemerintah akan terus gencar memberikan arahan pembangunan desa untuk mendorong daerah menjadi lebih mandiri," katanya.

Di Pulau Jawa tercatat hanya Provinsi Jatim dan Banten yang masuk daerah tertinggal, dengan rincian empat kabupaten di Provinsi Jatim yang kategori daerah tertinggal yakni Kabupaten Situbondo, Bondowoso, kemudian Bangkalan dan Sampang di Pulau Madura.

Di Provinsi Banten yang masuk kategori daerah tertinggal yakni Kabupaten Lebak dan Pandeglang.

Sementara itu, dari 74.093 desa di Indonesia, tercatat sebanyak 3,91 persen yang masuk kategori maju, kemudian 27,23 persen adalah desa tertinggal, dan 68,85 persen masuk kategori berkembang.
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Menteri Marwan dorong pengembangan potensi ekonomi desa

Menteri Marwan dorong pengembangan potensi ekonomi desa

Menteri Marwan dorong pengembangan potensi ekonomi desa
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar (ANTARA FOTO/HO/pd/15)
Desa-desa ditempatkan sebagai subjek pembangunan. Mayarakat desa adalah pelaku pembangunan. Paradigma ini harus benar-benar dihayati dan dilaksanakan secara penuh oleh semua elemen bangsa."
Jakarta (ANTARA News) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Marwan Jafar mendorong pengembangan potensi ekonomi yang ada di perdesaan.

"Potensi kekayaan alam di desa-desa sangat melimpah. Namun, belum digarap secara optimal sehingga belum mampu membawa kesejahteraan bagi masyarakat desa secara menyeluruh," kata Menteri Marwan di Jakarta, Senin.

Oleh karena itu, Marwan Jafar terus menyerukan agar seluruh masyarakat desa segera bekerja mengoptimalkan semua sumber daya yang ada di Tanah Air.

"Desa-desa di Tanah Air sangat subur dan gudangnya potensi. Mulai dari aneka buah-buahan, aneka bunga, kerajinan UMKM, sektor pertanian, keindahan alam, hingga banyak potensi lain yang bisa digali untuk kemajuan ekonomi desa dan kawasan perdesaan," katanya.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menjelaskan jika semua potensi desa bisa dikelola dengan optimal, ekonomi masyarakat desa pasti akan ikut bergerak.

Dengan mengelola potensi yang ada, kata dia, tidak akan ada masyarakat yang kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari karena roda perekonomian desa akan berjalan dengan baik dan merata.

"Ini yang terus kita dorong. Di desa banyak jenis buah-buahan, jangan sampai buah impor terus membanjiri. Demikian pula, potensi sektor pertanian, UMKM, dan banyak lagi potensi lain yang bisa membantu menggerakkan perekonomian desa dan kawasan perdesaan. Sekali lagi saya katakan, banyak sekali potensi desa yang bisa dikembangkan untuk menggerakkan perekonomian masyarakat desa," katanya.

Ia mengatakan bahwa dukungan pemerintah terhadap kemajuan desa sudah optimal. Selain ada pengakuan dan pemberian kewenangan, juga ada dana desa yang bisa dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur desa dan pembangunan ekonomi desa berbasis potensi.

"Kami mendorong terus agar desa-desa bisa sejahtera dan mandiri. Ini usaha bersama yang harus dilakukan karena pada dasarnya desa-desa itu sudah kaya akan potensi namun belum digarap secara baik. Padahal, jika dikelola, saya yakin ekonomi masyarakat desa akan bangkit," ujarnya.

Menteri Marwan mengatakan bahwa pemerintah Jokowi telah mengarahkan kebijakan membangun desa sebagai salah satu prioritas utama pembangunan nasional. Hal ini dituangkan dalam Nawacita ketiga, yakni membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan.

"Desa-desa ditempatkan sebagai subjek pembangunan. Mayarakat desa adalah pelaku pembangunan. Paradigma ini harus benar-benar dihayati dan dilaksanakan secara penuh oleh semua elemen bangsa," katanya.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Menteri Marwan minta masyarakat benahi sarana pengelolaan air desa

Menteri Marwan minta masyarakat benahi sarana pengelolaan air desa

Menteri Marwan minta masyarakat benahi sarana pengelolaan air desa
Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Marwan Jafar (ANTARA FOTO/Vitalis Yogi Trisna)

Jakarta (ANTARA News) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Menteri Desa PDTT) Marwan Jafar meminta masyarakat desa agar tetap waspada dan membuat sarana pengelolaan air untuk mengantisipasi meningkatnya debit air di musim hujan.

"Musim hujan ini anugerah Allah yang harus kita kelola dengan baik. Jangan sampai musim hujan menjadi bencana gara-gara ulah kita sendiri yang tidak membat sarana untuk mengelola air," kata Marwan di Jakarta, Selasa.
Dalam keterangan persnya, Marwan mengingatkan bahwa ada sejumlah desa yang rawan tertimpa bencana di musim hujan, baik berupa banjir, genangan-genangan air, longsor, termasuk gagal panen akibat genangan air di sawah-sawah. "Ini semua harus diantisipasi. Buatlah dranaise atau saluran air desa yang baik. Masyarakat harus menjaga kebersihan desa dan sungai-sungai," ujarnya.

Membuat embung atau bak besar penada air hujan juga sangat perlu, khususnya bagi desa-desa yang kerap mengalami kekeringan ketika musim kemarau. Dengan adanya wadah penapungan air hujan, akan ada tabungan air yang bisa dimanfaatkaan pada musim kemaru kelak.
"Prinsipnya desa-desa harus kreatif membangun infrastruktur. Gunakanlah Dana Desa untuk hal-hal strategis yang dibutuhkan desa. Misalnya membenahi saluran air, membuat embung desa, sarana jalan, dan sebagainya,"  tegas Marwan.
Tokoh kelahiran Pati, Jawa Tengah ini mengingatkan kabar gembira soal Dana Desa 2016 yang akan dinaikkan jumlahnya dua kali lipat dibanding 2015 menjadi Rp47.684,7 triliun (rata-rata per desa Rp643,6 juta). Dana Desa ini bisa menjadi anugerah, sekaligus tantangan bagi masyarakat desa untuk memanfaatkannya secara maksimal. Tahun 2017 Dana Desa akan dinaikkan lagi menjadi Rp81.184,3 triliun sehingga rata-rata per desa Rp1.09 miliar.

"Dana Desa ini adalah amanat UU No.6/2016 tentang Desa dan bagian penting dalam penguatan desa. Kita berikhtiar agar desa lebih cepat maju, karena dari 74.093 Desa di Indonesia, 20.175 (27,23%) adalah Desa tertinggal, 51.014 (68,85%) adalah Desa berkembang, dan hanya 2.904 (3,91%) masuk kategori desa maju. Butuh kerja keras yang melibatkan langsung masyarakat desa secara aktif," katanya.

Marwan kembali mengingatkan tentang tiga prioritas penggunaan Dana Desa. Yang paling utama adalah untuk membangun infrastruktur dan pembangunan sarana prasarana desa, seperti pembangunan jalan desa, pembangunan saluran air,  pemeliharaan embung desa, pembangunan energi baru terbarukan dan pemeliharaan sanitasi lingkungan.

Prioritas kedua adalah untuk pemenuhan kebutuhan dasar seperti pengembangan pos kesehatan desa dan polindes, pengembangan dan pembinaan posyandu, pembiunaan dan pengelolaan pendidikan anak usia dini (PAUD).

Adapun prioritas Dana Desa ketiga adalah untuk pengembangan potensi ekonomi lokal, meliputi pendirian dan pengembangan BUMDesa, pembangunan pasar desa dan kios desa, pembangunan dan pengelolaan tempat pelelangan ikan milik desa, keramba jarring apung dan bagan ikan, pembangunan dan pengelolaan lumbung pangan desa, pembuatan pupuk dan pakan organic untuk pertanian dan perikanan.
Editor: Tasrief Tarmizi
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Back To Top