-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Metromini kembali beroperasi, penumpang minta perbaikan pelayanan

Metromini kembali beroperasi, penumpang minta perbaikan pelayanan

Metromini kembali beroperasi, penumpang minta perbaikan pelayanan
Dokumentasi antrian Metromini di pintu keluar terminal Blok M, Jakarta, Minggu (13/1) malam. Angkutan umum ini akan ditata pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera. (FOTO ANTARA/M Agung Rajasa)
 ... Jangan dihapus, diperbaiki saja Metromini yang jelek-jelek biar enggak tabrakan... 

"Semoga Metromini ke depannya bisa lebih baik ya, armada diutamakan yang bagus-bagus supaya penumpang nyaman, enggak pindah naik ojek atau naik motor pribadi," kata Yustinus, penumpang Metromini U-23 yang baru turun di Terminal Tanjung Priok, Selasa. 

Metromini dan mikro bis lain dikenal dan diakui dalam sistem transportasi nasional, apakah itu untuk beroperasi dalam kota, antar kota dalam provinsi, atau antar kota antar provinsi. 

Tidak demikian halnya dengan ojek konvensional ataupun ojek berbasis online, yang beroperasi memakai plat hitam sebagai tanda bahwa itu adalah kendaraan pribadi. Sepeda motor yang diojek-kan juga tidak ada KIR.

Penumpang lain Metromini, Sularni mengaku menggunakan bis sedang berwarna oranye itu untuk berbelanja bahan dagangan di Pasar Waru, Jakarta Utara, setiap hari.

"Soalnya kalau naik ojek susah bawa belanjaan banyak, ongkosnya juga mahal sekali naik Rp15ribu. Naik Mikrolet (angkutan kecil) ruangnya sempit, makanya saya naik Metromini karena bisa bawa barang dagangan banyak dan ongkosnya murah, cuma Rp3ribu," cetus Sularni.

"Jangan dihapus, diperbaiki saja Metromini yang jelek-jelek biar enggak tabrakan," katanya. Keberadaan Metromini juga diperlukan masyarakat luas di Jakarta. 
Berdasarkan pengamatan pada pukul 18.00 WIB, Metromini U-23 jurusan Terminal Tanjung Priok-Cilincing dan Metromini U-07 jurusan Simpang Lima Semper-Terminal Senen terlihat kembali mengangkut penumpang kendati belum begitu banyak armada yang mangkal di terminal.

Sebetulnya tidak semua Metromini kondisi fisik dan kelengkapannya bobrok walau harus diakui banyak pengemudinya yang ugal-ugalan dan membahayakan keselamatan umum. Pemilik bus Metromini juga membeli semua suku cadang kendaraan dengan harga pasar, tidak ada keistimewaan apapun. 

Metromini yang beroperasi rata-rata berkondisi baik terlihat dari cat bodi yang masih berwarna oranye terang, lampu-lampu menyala, klakson berfungsi, knalpot tidak mengeluarkan asap pekat, dan terdapat kartu uji kelayakan kendaraan umum (KIR) yang ditempelkan di dekat kaca supir.

"Mobil ini lolos uji KIR, makanya berani narik. Kami butuh makan, butuh biaya tambahan juga untuk hidup," kata Nikson pengemudi Metromini U-23. 
Namun ketika ditanya apakah mendukung jika Metromini bergabung dengan manajemen Transjakarta, pria tersebut menolak menjawab dengan mengatakan "soal itu saya enggak tahu, yang penting saya bisa kerja."
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Kapolda Metro Jaya dukung Ahok soal metromini

Kapolda Metro Jaya dukung Ahok soal metromini

Kapolda Metro Jaya dukung Ahok soal metromini
ilustrasi - Petugas gabungan melakukan pemeriksaan surat kendaraan saat razia angkutan umum gabungan (ANTARA FOTO/Reno Esnir)

Jakarta (ANTARA News) - Kapolda Metro Jaya Inspektur Jenderal Polisi Tito Karnavian mendukung kebijakan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya Purnama (Ahok) terkait pengelolaan Metromini yang dilakukan satu perusahaan.

"Kita mendukung Gubernur agar Metromini dikelola satu perusahaan," kata Irjen Polisi Tito Karnavian di Jakarta, Senin.

Tito menuturkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dapat memberlakukan pengelolaan Metromini melalui Transjakarta atau perusahaan yang berbadan hukum.

Dia berpendapat pengelolaan Metromini yang di bawah perusahaan dapat memperketat kelayakan uji KIR sehingga meningkatkan keselamatan penumpang maupun masyarakat pengguna jalan lainnya.

Diakui pengelolaan Metromini yang dilakukan satu perusahaan itu akan meningkatkan kedisplinan pengemudi karena khawatir tidak mendapatkan pekerjaan.

Tito juga meminta pemilik Metromini perseorangan harus paham dan mengerti karena selama ini telah merugikan masyarakat karena ketidaklaikan kendaraan.

"Jika dikelola satu perusahaan maka ada standardisasinya," ujar jenderal polisi bintang dua itu.

Pengelolaan Metromini melalui satu perusahaan itu, diungkapkan Tito maka Pemprov DKI Jakarta akan mensubsidi pengemudi karena tidak mengejar setoran namun mendapatkan gaji berdasarkan rupiah per kilometer.
Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Pengurus Metromini bersatulahlah

Pengurus Metromini bersatulahlah

Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta meminta kepada dua pihak pengurus Metromini agar secepatnya bersatu dalam satu perusahaan dan kepengurusan. 

Hal tersebut disampaikan secara langsung oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Hidayat, terkait peristiwa kecelakaan Metromini yang menabrak dua pejalan kaki pada Rabu kemarin (16/12).

"Kami minta supaya dua pihak pengurus Metromini itu supaya cepat bersatu. Metromini kan sudah lama ada di Jakarta, sebaiknya jangan beda-beda begitu lah," kata dia, di Balai Kota, Jakarta Pusat, Kamis. 

Menurut dia, apabila kedua pengurus itu bersatu, maka rencana pemerintah DKI Jakarta untuk menggabungkan Metromini dengan manajemen PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) dapat diwujudkan. 
"Masalahnya, Metromini itu kan tidak ada badan hukumnya. Maka dari itu, kedua pengurus harus bersatu dulu. Setelah itu, baru kita bisa ajak Metromini bergabung dengan Transjakarta. Pendekatan itu akan kami lakukan secara persuasif," ujar dia
Dengan penggabungan tersebut, maka diharapkan kedepannya Metromini semakin layak untuk dioperasikan dan tidak lagi membahayakan para penumpang.

Seperti diketahui, Metromini B92 jurusan Grogol-Ciledug dengan nomor polisi B 6304 AZ menabrak dua orang pejalan kaki di Jalan Meruya Utara, Kembangan, Jakarta Barat pada Rabu (16/12) kemarin sekitar pukul 06.00 WIB. 

Diduga, sopir metromini tidak dapat mengendalikan kendaraannya karena rem bus yang tidak berfungsi.
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Back To Top