Hajriyanto: Abad Ke-2, Muhammadiyah Berkompetisi dengan Gulen Movement
Ahmad Toriq - detikNews
Jakarta - Tokoh Muhammadiyah Hajriyanto Y Thohari berbicara soal
masa depan ormas yang didirikan KH Ahmad Dahlan itu. Setelah memasuki
usia 103 tahun alias abad kedua, Hajriyanto ingin Muhammadiyah
berkompetisi dengan ormas Turki Gulen Movement.
"Di abad kedua ini, tidak relevan lagi Muhammadiyah disejajarkan dengan Ikhwanul Muslimin di Mesir, Jemaat Islamiyah di Iran, atau Wahabi di Arab Saudi. Muhammadiyah kini sedang merasa berkompetisi, dalam artian fastabikhul khairat dengan gerakan keagamaan di Turki, Gulen Movement," kata Hajri di arena Muktamar ke-47 di Universitas Muhammadiyah Makassar, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Rabu (5/8/2015).
Gulen Movement adalah organisasi keagamaan yang berbasis di Turki. Fokus organisasi ini adalah bidang pendidikan.
"Gulen Movement ini sudah memiliki sekolah-sekolah di 180 negara, di Korea saja ada empat. Muhammadiyah harus berkompetisi ke sana," ujar Mantan Wakil Ketua MPR ini.
Fokus gerakan Muhammadiyah di Indonesia memang di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial keagamaan. Hajri berharap gerakan ini bisa melanglang buana di dunia internasional dengan membuka sekolah Muhammadiyah di negara-negara sahabat.
(tor/erd)
"Di abad kedua ini, tidak relevan lagi Muhammadiyah disejajarkan dengan Ikhwanul Muslimin di Mesir, Jemaat Islamiyah di Iran, atau Wahabi di Arab Saudi. Muhammadiyah kini sedang merasa berkompetisi, dalam artian fastabikhul khairat dengan gerakan keagamaan di Turki, Gulen Movement," kata Hajri di arena Muktamar ke-47 di Universitas Muhammadiyah Makassar, Jl Sultan Alauddin, Makassar, Rabu (5/8/2015).
Gulen Movement adalah organisasi keagamaan yang berbasis di Turki. Fokus organisasi ini adalah bidang pendidikan.
"Gulen Movement ini sudah memiliki sekolah-sekolah di 180 negara, di Korea saja ada empat. Muhammadiyah harus berkompetisi ke sana," ujar Mantan Wakil Ketua MPR ini.
Fokus gerakan Muhammadiyah di Indonesia memang di bidang pendidikan, kesehatan, dan sosial keagamaan. Hajri berharap gerakan ini bisa melanglang buana di dunia internasional dengan membuka sekolah Muhammadiyah di negara-negara sahabat.
(tor/erd)
