-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Munaslub Partai Golkar 27 Mei

Munaslub Partai Golkar 27 Mei

Munaslub Partai Golkar 27 Mei
Airlangga Hartarto (Foto ANTARA)
 tinggal menunggu penetapan dalam rapat pleno

Makassar (ANTARA News) - Politikus Partai Golkar Airlangga Hartarto mengatakan Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) akan diselenggarakan 27 Mei mendatang.

"Munaslub itu tanggal 27 Mei," kata Airlangga usai bertemu dengan Ketua DPD I Partai Golkar Sulawesi Selatan Syahrul Yasin Limpo di Makassar, Senin.

Menurut dia, tanggal itu sudah disepakati oleh Abu Rizal Bakri, Agung Laksono, dan Jusuf Kalla. Sedangkan kepanitiaan Munaslub akan terdiri atas Theo Sambuaga untuk kepanitiaan, Zainuddin Amali untuk Organizing Committee, dan Nurdin Halid untuk Steering Committee.

"Kira-kira seperti itu, tinggal menunggu penetapan dalam rapat pleno," imbuh Airlangga.

Mengenai keputusan Mahkamah Agung yang menolak kasasi kubu Munas Ancol, Airlangga mengatakan hal ini tidak akan mempengaruhi Munaslub.

"Ini riak, tetapi tidak mengubah keinginan untuk rekonsiliasi, dan menjadikan Munas sebagai titik rekonsiliasi," pungkasnya.

Airlangga menemui Ketua DPD I Partai Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo, untuk membangun koalisi menuju Kursi Ketua Umum Golkar pada Munaslub. Keduanya mencalonkan diri sebagai ketua umum partai ini.


Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Meutya Hafid sebut kader Golkar ingin munaslub tanpa politik uang

Meutya Hafid sebut kader Golkar ingin munaslub tanpa politik uang

Meutya Hafid sebut kader Golkar ingin munaslub tanpa politik uang
Meutya Hafid (ANTARA FOTO/Yudhi Mahatma)
 Dalam Munaslub harus dihilangkan betul money politics

Jakarta (ANTARA News) - Kader Muda Partai Golkar, Meutya Hafid, menegaskan bahwa mayoritas kader Golkar menghendaki agar Musyawarah Nasional Luar Biasa Golkar nanti berlangsung transparan, bersih, tidak berlangsung transaksional dengan permainan politik uang.

"Keinginan kami yang muda Munas ini harus berkualitas, tidak ada permainan politik uang, dan tidak transaksional," katanya di Jakarta, Minggu.

Hal itu dikatakannya saat diskusi bertajum "Mau Kemana Partai Golkar?" yang berlangsung di Jakarta, Minggu.

Dia mengatakan, Munaslub menjadi momentum bagi kebangkitan Golkar sehingga unsur politik uang harus dihilangkan. Menurut dia, kualitas Munaslub harus berkualitas dengan menampilkan ide dan gagasan bagi masa depan Golkar.

"Munaslub harus berkualitas dan penuh perdebatan ide dan gagasan bukan transaksional. Penyelenggarannya harus demokratis dengan melibatkan semua DPD Golkar dan jangan ada intimidasi," ujarnya.

Menurut dia, Munaslub harus terbuka dan transparan serta "perang" ide dan gagasan para calon diketahui masyarakat.

Meutya Hafid mengatakan bahwa konflik internal di Partai Golkar telah membuat partai tersebut hanya sibuk mengurus dirinya sendiri, dan tidak sempat untuk memikirkan rakyat.

Menurut Meutya, Partai Golkar ke depan harus dekat dengan publik, harus transparan, dan harus terbuka terhadap pemikiran-pemikiran dari masyarakat.

"Munas nanti harus jadi momen Golkar berbalik 180 derajat untuk bangkit," katanya.

Dalam diskusi tersebut, Koordinator Gerakan Indonesia Bersih (GIB), Adhie Massardi, mengecam adanya indikasi permainan politik uang menjelang pelaksanaan Munaslub Golkar.

Menurut dia, jika Golkar bermain politik uang, maka dipastikan ke depan partai tersebut tidak bisa berpihak pada rakyat, tetapi berpihak pada pemodal.


"Dalam Munaslub harus dihilangkan betul money politics," ujarnya.

Adhie mengatakan pengumpulan dukungan dengan uang akhirnya akan jadi tidak sehat bagi partai dalam menentukan sikap. Dia mencontohkan, dalam menyikapi kebijakan pemerintah tidak bisa lagi menggunakan kekuatan politiknya.

"Akhirnya harus menyebar uang lagi, sehingga sikap partai ini mengandalkan pada uang. Nanti sikap partai atau kebijakan-kebijakan partai pasti tidak berpihak pada rakyat, karena yang berpihak pada rakyat pasti tidak ada uangnya," katanya.
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Rapimnas Golkar putuskan Munaslub selambatnya Juni 2016

Rapimnas Golkar putuskan Munaslub selambatnya Juni 2016

Rapimnas Golkar putuskan Munaslub selambatnya Juni 2016
Partai Golkar (ANTARA News/Grafis)
 Akhirnya Rapimnas menyetujui Munaslub dengan berpijak kepada keputusan hukum,"

Jakarta (ANTARA News) - Rapat Pimpinan Nasional Golkar yang diselenggarakan kubu Aburizal Bakrie memutuskan penyelenggaraan Musyawarah Nasional Luar Biasa selambatnya Juni 2016.

"Akhirnya Rapimnas menyetujui Munaslub dengan berpijak kepada keputusan hukum," kata Wakil Ketua Umum Golkar kubu Aburizal, Nurdin Halid di Jakarta, Senin.

Nurdin mengatakan Rapimnas menyepakati bahwa penyelenggaraan Munaslub harus memiliki kekuatan hukum sehingga peserta Rapimnas meminta Menteri Hukum dan HAM agar menentukan kepengurusan Golkar yang legal menyelenggarakan Munaslub tersebut.

"Penyelenggaraan Munaslub harus ada legal standing. Untuk waktunya disepakati selambat-lambatnya bulan Juni 2016," ujar Nurdin.

Secara terpisah, Menkumham Yasonna Laoly yang hadir dalam penutupan Rapimnas itu berjanji akan mengesahkan kepengurusan Golkar hasil Munas Riau untuk mengakomodasi legalitas penyelenggaraan Munaslub tersebut.

Menurut Yasonna, kepengurusan Golkar hasil Munas Riau dapat mengakomodasi kepentingan kedua pihak.

"Ya Riau lah (yang akan disahkan)," kata Yasonna.

Dalam kepengurusan Golkar hasil Munas Riau, Ketua Umum Golkar dijabat Aburizal dengan Sekjen Idrus Marham dan Wakil Ketua Umum Agung Laksono.

Sebelumnya, Ketua Umum Golkar hasil Munas Jakarta Agung Laksono menyatakan enggan mengikuti Munaslub kubu Aburizal. Bagi Agung Munas Golkar harus diselenggarakan Tim Transisi yang diketuai Jusuf Kalla, sesuai amanat Mahkamah Partai Golkar.

Namun Jusuf Kalla yang hadir dalam Rapimnas kubu Aburizal menjamin bahwa Munaslub akan diikuti kedua kubu secara adil. Dirinya akan segera berbicara dengan Agung Laksono mengenai hal ini.
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top