-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Presiden temui 14 ormas Islam di Istana

Presiden temui 14 ormas Islam di Istana

Presiden temui 14 ormas Islam di Istana
Presiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/VYT/Wahidin)
 Ormas Radikal ini duduk atau mendapat surat keterangannya dari Menkumham

Jakarta (ANTARA News) - Sebanyak 14 organisasi masyarakat Islam yang tergabung dalam Lembaga Persahabatan Ormas Islam menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu.

"Alhamdulillah tadi diterima oleh Presiden pada hari yang bagus 30 Syaban. Kami bicara dari hati ke hati," kata Sekjen LPOI H Lutfi usai bertemu Presiden di Istana Merdeka Jakarta.

Dia mengatakan dalam pertemuan tersebut LPOI akan berdiri di belakang Presiden dan meminta pemerintah lebih memperhatikan kesejahteraan rakyat.

"Setiap Selasa kami melakukan rapat melihat situasi dan kondisi, bukan masuk politik. Bagi kami tidak ada KIH, KMP, bagi kami hanya ada Indonesia," katanya.
Lutfi juga mengungkapkan bahwa LPOI merupakan gabungan Ormas Islam yang sudah berdiri sebelum kemerdekaan Republik Indonesia.

Anggota LPOI Nahdlatul Ulama (NU), Syarikat Islam Indonesia (SII), Persatuan Islam (PERSIS), Al Irsyad Al Islamiyyah, Mathlaul Anwar, Al-Ittihadiyah, Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Ikatan DAI Indonesia (IKADI), Azzikra, Al-Washliyah, Persatuan Tarbiyah Islamiyah (PERTI), Persatuan Umat Islam (PUI), Himpunan Bina Mualaf.

Lutfi mengatakan bahwa LPOI menentang radikalisme, terorisme, ekstremisme sehingga LPOI meminta Presiden mencabut ijin terhadap ormas yang cenderung berbuat hal tersebut di atas.

"Ormas Radikal ini duduk atau mendapat surat keterangannya dari Menkumham. Kami minta Presiden supaya cepat ormas radikal itu dicabut, agar kita tenang," tegasnya.

Menteri Agama Lukman Hakim, usai mendampingi Presiden bertemu dengan LPOI, mengatakan Presiden menyambut baik informasi yang diberikan oleh ormas dan menyambut baik kerja sama terkait pencegahan kelompok radikalisme.

Lukman mengatakan Indonesia yang merupakan negara dengan jumlah terbesar umat Islam harus dapat menunjukkan Islam yang ramah dan rahmatan lil alamin.

Tim Komunikasi Presiden, Teten Masduki mengatakan Presiden menyatakan peran dan posisi LPOI yang strategis karena keberadaannya di tengah-tengah masyarakat dapat memberikan pencerahan dan membentengi masyarakat dari pengaruh luar yang tidak sesuai falsafah bangsa.
Masduki mengatakan peran itu bisa dilakukan antara lain melalui sinergi dengan Kementerian Agama lewat berbagai program kegiatan yang mampu meningkatkan kualitas keagamaan di Indonesia. Salah satunya melibatkan LPOI dalam pengembangan pendidikan di Perguruan Tinggi Islam Moderat yang berkisar pada pemikiran dan peradaban Islam.

Presiden mengapresiasi LPOI yang memiliki perhatian besar terhadap pencegahan dan penanggulangan aksi terorisme dan radikalisme agama.

Terkait dengan masukan LPOI untuk mencari kelompok perekrut sejumlah WNI yang berangkat ke Irak dan Suriah untuk bergabung dengan ISIS dan pengawasan terhadap masuknya dana-dana asing yang penyalurannya langsung ke sejumlah kelompok masyarakat tanpa melalui pemerintah, Presiden menyatakan akan menindaklanjuti lewat kementerian dan lembaga yang berwenang. 
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Kemenkominfo Diminta Libatkan Ormas Islam Saat Blokir Website, Agar Ada Verifikasi

Kemenkominfo Diminta Libatkan Ormas Islam Saat Blokir Website, Agar Ada Verifikasi

Fajar Pratama - detikNews

Jakarta - Kemenkominfo memblokir 22 website atas permintaan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Pemblokiran itu disayangkan karena tidak ada verfikasi, mana website yang memang layak diblokir dan mana yang tidak.

"Pemerintah dalam hal ini Kominfo harus segera membentuk tim panelis tadi agar segera memutuskan situs mana saja yang akan diperingatkan atau diblokir. Supaya masalah ini cepat selesai dan tidak menjadi isu liar. Jangan sampai juga isu ini ramai di masyarakat yang pada akhirnya malah melupakan permasalahan bangsa yang lain seperti kenaikan BBM, dst," ujar anggota Komisi I DPR Sukamta, Selasa (31/3/2015).

Politisi PKS ini menyarankan agar Kementerian Komunikasi dan Informatika segera membentuk tim panel yang terdiri dari di antaranya ormas-ormas Islam dan Majelis Ulama Indonesia. Dari panel itu nanti bisa diverifikasi dan dikonfirmasi situs mana yang layak untuk diblokir dan mana yang tidak.

"Setelah itu baru beri surat peringatan kepada situs-situs tersebut untuk memperbaiki kontennya. Jika tidak ada perbaikan, baru dilakukan pemblokiran. Jadi harusnya begitu prosedurnya, jangan langsung tiba-tiba menyebar opini pemblokiran yang justeru menimbulkan keresahan di masyarakat," jelas dia.

Harusnya, imbuh Sukamta, pemerintah tidak serta merta membuat opini seolah-olah 19 situs tersebut memang terverifikasi sebagai penyebar ajaran terorisme, tapi alangkah lebih bijaknya jika pemerintah memastikan dulu dengan klarifikasi dan konfirmasi melalui tim panel.

"Rencana pemblokiran jangan sampai mencoreng konstitusi itu sendiri. Apa dasar hukumnya pemblokiran situs? Apa juga batasan sebuah situs harus diblokir. Kebebasan berpendapat sudah mendapat tempat di negeri ini," tutup anggota DPR dari Dapil Yogyakarta ini.

(ndr/mad)
Ormas Islam Dorong Masyarakat Gabung ISIS?

Ormas Islam Dorong Masyarakat Gabung ISIS?

Gerakan ISIS
Gerakan ISIS

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Banyak faktor penyebab maraknya warga negara Indonesia (WNI) bergabung dengan ISIS. Dorongan organisasi masyarakat (ormas) Islam juga disinyalir menjadi salah satu pemicu tertariknya masyarakat mendukung gerakan radikalisme ini.

"Faktor dorongan dari ormas Islam yang menyatakan seruannya mendukung kelompok Al-Qaeda dan ISIS juga menjadi faktor pendorong," kata pengamat politik Timur Tengah dari Universitas Indonesia, Smith Alhadar saat dihubungi Republika, Senin (23/3).

Smith mengungkapkan dugaan adanya dukungan dari kelompok Islam di Tanah Air terhadap ISIS dan Al-Qaeda. Namun, ia enggan menyebutkan nama kelompok yang memberikan seruan tersebut.

Ia mengatakan ormas itu melalui website resminya secara terang-terangan menyerukan untuk mengikuti nasihat pemimpin Al-Qaeda Syeikh Aiman Az-Zawahiri. Selain itu ormas Islam itu juga mendukung pasukan jihad Al-Qaeda baik pasukan Muhammad Al-Jaulani di Suriah maupun pasukan ISIS.

Tak hanya itu, kata Smith, ormas itu mendukung bersatunya segenap Mujahidin Islam di seluruh dunia untuk melanjutkan jihad di Suriah, Irak, Palestina, dan negeri-negeri Islam lainnya yang tertindas'. Padahal ormas ini menyatakan diri menganut ahlu sunnah wal jamaah (Sunni), yang secara ideologinya pun berbeda.

Hal ini,kata dia, yang dikhawatirkannya menjadi faktor pendorong masyarakat untuk ikut memerangi kafir dengan jalan ISIS.
Terlebih ormas tersebut adalah ormas yang populer di kalangan masyarakat dan pengikutnya pun banyak. Hal itu bisa menjadi potensi besar mengalirnya WNI mendukung gerakan ISIS.

Back To Top