-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
PLN minta calo meteran di Sulbar dilaporkan

PLN minta calo meteran di Sulbar dilaporkan

PLN minta calo meteran di Sulbar dilaporkan
PLN (ANTARA)
Mamuju (ANTARA News) - General Manajer PT PLN Wilayah Sulawesi Selatan Barat dan Tenggara, Wasito Adi meminta masyarakat agar melaporkan petugas PLN yang menjadi calo pemasangan meteran listrik.

"Kami akui pelayanan kami masih kurang, karena adanya temuan Ombudsman Sulbar yang menemukan adanya pencaloan pemasangan listrik di wilayah Sulbar," kata Wasito Adi di Mamuju, Senin.

Ia meminta agar masyarakat melaporkan ketika menemukan masih ada pencaloan pemasangan listrik karena itu tidak dibenarkan. Ia mengatakan oknum itu bisa dilaporkan kepada pihak berwajib untuk diselesaikan secara hukum.

"Pembayaran pemasangan meteran listrik dilakukan melalui Bank atau Kantor Pos tidak boleh melalui calo, karena itu tidak dibenarkan, kalau ada calo laporkan untuk ditindak secara hukum," katanya.

Ia mengatakan, pelayanan PLN di wilayah Sulbar akan terus diperbaiki dan dimaksimalkan sehingga masyarakat dapat menikmati listrik dengan pelayanan maksimal.
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
PLN sosialisasikan wacana kenaikan tarif dasar listrik

PLN sosialisasikan wacana kenaikan tarif dasar listrik

 | 2.461 Views
PLN sosialisasikan wacana kenaikan tarif dasar listrik
Ilustrasi. Petugas PLN melakukan perawatan jaringan listrik di Kawasan Jalan Setiabudi Medan, Sumatera Utara, Senin (21/3/16). Perawatan berkala yang dilakukan pada puluhan instalasi listrik itu antara lain dengan mengganti isolator dan trafo yang sudah tidak layak pakai untuk memastikan lancarnya pasokan listrik ke pelanggan. (ANTARA FOTO/Septianda Perdana)

Musirawas (ANTARA News) - PT PLN Persero Ranting Muara Beliti, Kabupaten Musirawas, Sumatera Selatan, mensosialisasikan ke masyarakat terkait wacana kenaikan tarif dasar listrik 2016, sambil menunggu surat resmi dari PLN pusat.

Kepala PT PLN Persero Ranting Muara Beliti, Musirawas Randy, Selasa mengatakan dengan kondisi ekonomi masyarakat sedang menurun saat ini PLN tidak gegabak menaikan Tarif Dasar Listrik (TDL),meskipun akan terjadi kenaikan pada pelanggan di sejumlah daerah termasuk Musirawas.

Ia mengatakan wacana kenaikan TDL itu sudah meluas ke seluruh daerah, namun hingga saat ini pihaknya belum menerima surat edaran dari PLN pusat, sambil menunggu surat itu pihak telah melakukan sosialisasi agar masyarakat tidak terkenjut.

Kenaikan TDL tersebut tidak serta merta dilakukan begitu saja dan harus melalui proses, baik usulan maupun lain sebagainya karena adanya pengaruh kenaikan harga jual minyak dunia yang saat ini cendrung tidak stabil.

Jika melihat kondisi ekonomi masyarakat di Kabupaten Musirawas yang saat ini sedang anjlok serta penurunan harga minyak dunia, maka kecil kemungkinan adanya kenaikan TDL.

Sesaui keputusan untuk TDL kapasitas 450-900 Volt hingga April 2016 tidak akan mengalami kenaikan, namun keputusan bisa saja berubah berdasarkan kesepakatan dan kondisi di lapangan.

"Intinya hingga saat ini kita masih menunggu edaran resmi PLN pusat adanya kenaikan TDL tersebut termasuk berapa jumlah kenaikannya," katanya.

Namun hal tersebut masih sekedar wacana, apalagi beberapa bulan terakhir tariff 1.300 Volt mengalami penurunan mencapai Rp1.320 per KWH,mungkin saja bila terjadi kenaikan kapasitas 450-900 tidak naik, ujarnya.

Sanusi (53) salah seorang warga Mandiaur, Kecamatan Tuah Negeri mengeluh adanya wacana kenaikan TDL tersebut, karena penghasilan mereka tak mampu membayar tarif listrik setiap bulan.

"Dengan tarif sekarang ini saja kami sering terlambat membayar, apa lagi pemerintah akan menaikan lagi tarif baru, kalau harga hasil perkebunan masih tinggi seperti dulu tak masalah," katanya.

Pihaknya sangat berharap tidak ada kenaikan tarif dasar listrik karena kondisi harga karet dan buah kelapa sawit satu-satunya andalan petani sangat rendah, kalau dipaksakan bisa saja masyarakat kembali menggunakan lampu teplok, ujarnya.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016
PLN gratiskan tambah daya pelanggan 900 VA

PLN gratiskan tambah daya pelanggan 900 VA

PLN gratiskan tambah daya pelanggan 900 VA
Warga melakukan isi ulang pulsa listrik di salah satu perumahan, Jakarta, Rabu (6/1/2016). (ANTARA FOTO/M Agung Rajasa)

Jakarta (ANTARA News) - PT PLN (Persero) menyediakan layanan tambah daya listrik gratis bagi pelanggan rumah tangga 900 VA yang ingin naik ke 1300 VA mulai 15 Maret hingga 31 Desember 2016.

Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun di Jakarta, Rabu, mengatakan program tambah daya gratis itu dilakukan setelah selesainya pencocokan data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K) untuk rumah tangga miskin daya 900 VA.

"Progam ini sebagai bagian dari upaya mempercepat proses pemberian subsidi tepat sasaran bagi konsumen rumah tangga dengan daya 900 VA yang ingin naik daya menjadi 1.300 VA," katanya.

Menurut dia, program subsidi tepat sasaran itu sesuai surat penugasan Menteri ESDM No 7294/20/MEM.L/2015 tertanggal 30 September 2015 yang menyebutkan, subsidi listrik tahun berjalan 2016 dialokasikan sebesar Rp38,39 triliun dengan kebijakan pemberian subsidi listrik bagi 24,7 juta pelanggan rumah tangga miskin dan rentan miskin sesuai data TNP2K.

Benny mengatakan, biaya tambah daya yang digratiskan adalah biaya penyambungannya.

"Bagi konsumen listrik pascabayar tetap ada biaya penyesuaian jaminan langganan, sedangkan bagi konsumen prabayar cukup membayar token perdana saja," ujarnya.

Ia melanjutkan, lewat penambahan daya itu, maka konsumen bisa lebih bebas dan nyaman dalam menggunakan listrik untuk berbagai kebutuhan.

Benny juga mengatakan, bagi konsumen bisnis dan industri dengan daya 100-200 kVA, PLN memberikan keringanan diskon biaya penyambungan sebesar 20 persen dari tarif yang ditetapkan pemerintah.

"Ini berlaku khusus untuk permintaan sambungan baru dan penambahan daya konsumen bisnis dan industri yang ingin memiliki daya 100 hingga 200 kVA," ujarnya.

Menurut dia, kebijakan itu ditempuh mengingat sebagian besar konsumen bisnis dan industri merupakan jenis usaha pemula yang secara aktif mampu menggerakkan perekonomian.

"Dengan demikian, program ini akan menggerakkan dunia usaha lewat keringanan di sisi penyediaan listriknya," katanya.

Editor: Heppy Ratna
COPYRIGHT © ANTARA 2016
PLN: tarif listrik turun pada Maret

PLN: tarif listrik turun pada Maret

PLN: tarif listrik turun pada Maret
Petugas melakukan pemeriksaan jaringan listrik ilegal pada tiang milik PLN di Kawasan Tugu Tani, Jakarta, Jumat (26/2). (NTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/pd/15)

Jakarta (ANTARA News) - PT PLN (Persero) kembali menurunkan tarif listrik nonsubsidi dengan kisaran Rp26 hingga Rp41 per kWh pada Maret 2016 dibandingkan Februari 2016.

Kepala Divisi Niaga PLN Benny Marbun di Jakarta, Selasa mengatakan, penurunan tarif listrik untuk 12 golongan pelanggan tersebut terutama dikarenakan penurunan harga minyak mentah (Indonesia Crude Price/ICP).

"Penurunan tarif listrik pada Maret ini lagi-lagi terutama karena penurunan ICP dari semula 35,48 dolar AS per barel pada Desember 2015 menjadi 27,49 dolar per barel pada Januari 2016," ujarnya.

Ia melanjutkan, penurunan besaran inflasi dari 0,96 persen pada Desember 2015 menjadi 0,51 persen pada Januari 2016 dan relatif tetapnya nilai tukar dari Rp13.855 per dolar AS pada Desember 2015 menjadi Rp13.889 pada Januari 2016 juga membantu penurunan tarif listrik pada Maret dibandingkan Februari 2016.

Benny mengatakan, tarif listrik konsumen dengan tegangan rendah (TR) mengalami penurunan dari Februari 2016 sebesar Rp1.392 menjadi Rp1.355 per kWh pada Maret 2016.

Golongan tarif yang masuk kelompok TR adalah rumah tangga kecil R1/1300 VA, rumah tangga kecil R1/2200 VA, rumah tangga sedang R2/3500-5500 VA, dan rumah tangga besar R3/6600 VA ke atas.

Pelanggan lain adalah bisnis menengah B2/6600 VA-200 kVA, pemerintah sedang P1/6600 VA-200 kVA, dan penerangan jalan P3.

Lalu, lanjutnya, tarif listrik konsumen dengan tegangan menengah (TM) mengalami penurunan dari Rp1.071 pada Februari menjadi Rp1.042 per kWh pada Maret 2016.
Golongan TM itu adalah bisnis besar B3/di atas 200 kVA, industri menengah I3/di atas 200 kVA, dan pemerintah besar P2/di atas 200 kVA.

Selanjutnya, tarif pelanggan pada tegangan tinggi (TT) turun dari Februari 2016 sebesr Rp959 menjadi Maret 2016 Rp933 per kWh.

Golongan tarif yang masuk kelompok TT itu adalah industri skala besar I4/di atas 30 MVA.

Terakhir, tarif konsumen untuk layanan khusus termasuk premium yakni golongan layanan khusus L di TR/TM/TT turun dari Rp1.573 pada Februari 2016 menjadi Rp1.532 per kWh pada Maret 2016.
"Semakin rendahnya tarif listrik bagi industri dan bisnis skala menengah dan besar ini tentunya diharapkan berdampak positif bagi meningkatnya daya saing industri terhadap produk impor, dan semakin bergairahnya dunia usaha," ujar Benny.
Mulai Desember 2015, sebanyak 12 golongan tarif listrik nonsubsidi itu mengikuti mekanisme tariff adjusment (tarif penyesuaian).

Dengan skema tersebut, maka tarif listrik mengalami fluktuasi naik atau turun yang tergantung tiga indikator yakni ICP, kurs, dan inflasi.
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
PLN: Palu bebas krisis listrik 2017

PLN: Palu bebas krisis listrik 2017

PLN: Palu bebas krisis listrik 2017
Petugas PLN memperbaiki kabel jaringan transmisi di kawasan Alue Awe, Muara Dua, Lhokseumawe, Provinsi Aceh. (ANTARA FOTO/Rahmad)

"Pemadaman listrik terjadi karena memang kemampuan daya yang ada sekarang ini terbilang belum memadai,"katanya di Palu, Senin.

Saat ini, katanya PLN sedang menunggu beropersinya Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) III dan IV yang sementara tahap pembangunan.

Jika semua berjalan dengan normal, PLTU unit III akan mulai beropersi sekitar Juni 2016. Sementara PLTU unit IV akhir 2016.
Menurut dia, jika kedua PLTU tersebut beroperasi, ditambah lagi suplai daya dari PLTA (Pembangkit Listrik Tenaga Air) Sulewana Poso ditingkatkan secara maksimal, maka pada 2017 Palu dan beberapa kabupaten di Sulteng jauh lebih aman dari krisis listrik seperti yang terjadi selama ini.
Dia juga mengaku sejumlah Pembangkit Listrik Tenaga Disel (PLTD) milik PLN yang selama ini memperkuat sistem kelistikan Palu,Donggala, Parigi dan Sigi (Palapas), rata-rata telah menurun kemampuannya karena sudah lebih belasan tahun beroperasi.

Seperti yang ada di PLTD Silae, Kecamatan Palu Barat, semua mesin pembangkit itu sudah lama beroperasi sehingga kemampuan terus menurun.

Namun demikian, kata dia, PLTD tersebut masih perlu dipertahankan, untuk mengantisipasi jika terjadi gangguan pada pembangkit lain misalnya PLTU dan PLTA.
Editor: Unggul Tri Ratomo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top