-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Presiden Jokowi tinjau PLTGU Pesanggaran dan Benoa

Presiden Jokowi tinjau PLTGU Pesanggaran dan Benoa

Presiden Jokowi tinjau PLTGU Pesanggaran dan Benoa
Presiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/HO/Setpres/ama/16)
Denpasar (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo meninjau konversi sumber tenaga Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) di Pesanggaran dan berkunjung ke kapal penyimpanan LNG di Pelabuhan Benoa pada Sabtu siang.

"Awal Juni kemarin selesai. Ini mengganti dari yang sebelumnya diesel dipindah ke gas dan ini storage-nya di sini yang cair kemudian diganti di sana gas dan gas masuk ke pembangkit listrik tadi," kata Jokowi ditemui di Pelabuhan Benoa, Bali.

proyek ini dapat menghemat biaya operasional PLN hingga Rp60 miliar.

Menurut Presiden, pengalihan sumber tenaga dari diesel menjadi LNG dapat memberikan efisiensi yang besar bagi biaya maupun lingkungan.

Pemerintah, ujar Presiden Jokowi, akan mempertimbangkan pengalihan penggunaan bahan bakar diesel dengan LNG jika operasional PLTGU Pesanggaran berjalan baik.

"Sangat efisien, ini memang kita lihat kalau nanti ini baik, saya kira yang diesel yang di pulau-pulau itu satu persatu akan kita pindahkan, kita transfer ke gas," kata Jokowi.
Ketika meninjau kapal LNG yang menyimpan dan menyalurkan gas kepada PLTGU Pesanggaran, Presiden Jokowi menyatakan apresiasinya karena fasilitas tersebut dikerjakan oleh sejumlah insinyur lulusan perguruan tinggi dalam negeri.

Kapal LNG tersebut dikerjakan bersama oleh tiga BUMN, yaitu Pelindo, PLN dan Pertamina.

Menurut Presiden, total biaya yang dibutuhkan untuk membangun PLTGU Pesanggaran sebesar Rp2 triliun.

Kendati demikian, Presiden menjelaskan, biaya penggunaan PLTGU dan kapal penyalur gas masih lebih mahal ketimbang menggunakan sumber batubara.

Presiden Jokowi menjelaskan seluruh kalkulasi terkait biaya penggunaan PLTGU akan dihitung oleh PLN.

"Pertama kita ingin mempercepat, yang kedua masalah biaya kita lihat agar lebih efisien dan yang ketiga juga masalah energi baru terbarukan juga menjadi catatan," kata Presiden.

Dalam tinjauan tersebut, Presiden didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno serta Menteri ESDM Sudirman Said dan Dirut PLN Sofyan Basir.
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Presiden minta PLTGU Jeranjang selesai sebelum MTQ

Presiden minta PLTGU Jeranjang selesai sebelum MTQ

Presiden minta PLTGU Jeranjang selesai sebelum MTQ
Beberapa hari lalu Presiden Joko Widodo juga meresmikan PLTG Paguat berkapasitas 100 MW di Gorontalo. (ANTARA FOTO/Adiwinata Solihin)
Mataram, NTB (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo meminta kepada pembangun Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Unit 2 Jeranjang di Provinsi Nusa Tenggara Barat untuk menyelesaikan proyek selesai sebelum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) nasional di Lombok akhir bulan depan.

"Tadi saya menanyakan ke pak dirut (PLN) katanya kira-kira Insya Allah Agustus akan selesai tapi karena di NTB nanti akan ada MTQ, kalau bisa diusahakan sebelum MTQ itu bisa dirampungkan," kata Jokowi dalam sambutannya saat meresmikan pembangunan PLTGU Jeranjang di Mataram, Provinsi Nusa Tenggara Barat, Sabtu.
Menurut Jokowi, pembangunan PLTGU ini demi menambah suplai listrik ke masyarakat dan industri.

Presiden mengatakan pembangunan PLTGU Jeranjang Unit 2 sudah dimulai sejak empat bulan lalu. PT GE Operation Indonesia selaku pembangun, akan menerima mesin pembangkit yang dikirim dari Singapura pada Juni 2016.

"Saya lebih baik datang pada saat proyek sudah berjalan sehingga bisa memastikan kapan proyek ini selesai," kata Jokowi.
Menurut Presiden, dengan tersedianya listrik di daerah maka diharapkan membangun ekonomi masyarakat kecil dan membantu pendidikan anak Indonesia.

Pembangkit bertenaga gas di Jeranjang yang berkapasitas 2 x 25 Megawatt akan menggunakan bahan bakar minyak hingga pada 2018 dan selanjutnya akan menggunakan LNG.

Menurut rencana kontraktor utama PLTGU Jeranjang, PT GE Operation Indonesia, mesin pembangkit listrik akan tiba di Lombok pada 23 Juni 2016.

Pembangunan fasilitas PLTGU ditargetkan rampung pertengahan Agustus 2016 untuk beroperasi akhir bulan itu. Seluruh nilai kontrak amandemen proyek PLTGU Jeranjang itu bernilai Rp265,7 miliar.

PLTGU 2 x 25 Megawatt itu akan menambah kapasitas listrik dari PLTU Jeranjang sebelumnya yang menggunakan tenaga uap dari batu bara.
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Bunyikan sirene, Jokowi resmikan PLTGU di Mataram

Bunyikan sirene, Jokowi resmikan PLTGU di Mataram

Bunyikan sirene, Jokowi resmikan PLTGU di Mataram
Presiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/Rahmad)

Presiden tiba di Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Jeranjang Unit 2, Desa Taman Ayu, Kecamatan Gerung, Kabupaten Lombok Barat Sabtu sekitar pukul 09.30 WITA.

Dia didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi, Menteri BUMN Rini Soemarno serta Menteri ESDM Sudirman Said dan disambut Direktur Utama PLN (Persero) Sofyan Basir.
Presiden juga meninjau lahan dan pembangunan tangki penyimpanan gas pembangkit listrik.

Menurut Gubernur Nusa Tenggara Barat TGH Zainul Majdi, kawasan Jeranjang adalah area inti terbesar penyedia listrik di provinsi itu.

"Kalau dibangun sesuai perencanaan Insya Allah suplai listrik beberapa tahun ke depan akan terjamin," kata Zainul sembari menyatakan pembangkit listrik di Lombok sudah diharapkan masyarakat Nusa Tenggara Barat sejak lama.
Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top