-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Papua Barat kembangkan 20 hektare kebun kopi

Papua Barat kembangkan 20 hektare kebun kopi

Papua Barat kembangkan 20 hektare kebun kopi
Dokumentasi: Sejumlah pekerja berjalan usai memanen kopi robusta (Coffea robusta L) di kebun milik PT Perkebunan Nusantara (PTPN) IX, Asinan, Bawen, Semarang, Jawa Tengah, Sabtu (1/8/15). (Antara Foto/Aditya Pradana Putra) ()
 Kami sedang menyiapkan sebanyak 35 ribu bibit kopi jenis arabika. Penanaman akan dilakukan di lahan milik masyarakat di Distrik Testega,"
Manokwari (ANTARA News) - Pemerintah Provinsi Papua Barat mulai mengembangkan lahan perkebunan kopi seluas 20 hektare di wilayah Kabupaten Pegunungan Arfak pada 2016. 

"Kami sedang menyiapkan sebanyak 35 ribu bibit kopi jenis arabika. Penanaman akan dilakukan di lahan milik masyarakat di Distrik Testega," kata Kepala Dinas Perkebunan, Agus Wali di Manokwari, Rabu.

Dia menyebutkan awalnya bibit kopi tersebut akan diambil dari Pusat Penelitian Perkebunan Jember, Jawa Timur.

Namun bibit dari lokasi tersebut dinilai sulit tumbuh di Pegunungan Arfak karena suhunya lebih dingin.

Sebagai penggantinya, Dinas Perkebunan mengupayakan bibit yang sama dari Wamena, Papua.

Koordinasi sudah dilakukan dan saat ini proses pembibitan sedang berlangsung.

"Pegunungan Arfak merupakan daerah dengan ketinggian di atas 2.000 meter dari permukaan air laut. Bibit dari Jember memerlukan waktu untuk menyesuaikan diri, berbeda dengan Wamena yang memang memiliki karakteristik daerah yang sama dengan Pegunungan Arfak," katanya.

Agus mengutarakan pengembangan kebun kopi itu akan sepenuhnya melibatkan masyarakat setempat.

Bibit yang disiapkan pemerintah daerah akan dibagikan kepada masyarakat di distrik tersebut.

Sementara itu, jumlah dan lokasi lahan penanaman tersebut sudah didata dan masyarakat dilarang membuka lahan baru untuk untuk mengantisipasi bencana longsor dan banjir bandang.

"Kita tahu bahwa Pegunungan Arfak adalah daerah rawan bencana. Untuk itu, penanaman ini cukup memanfaatkan lahan yang sudah ada, bisa di bekas kebun dan pekarangan masing-masing," ujarnya lagi.

Pada program itu, pemerintah akan melakukan pendampingan kepada masyarakat dari pengolahan tanah, penanaman, hingga panen.

Pemerintah pun akan menyiapkan dana stimulan berupa insentif, pelatihan pengolahan hingga pemasaran hasil produksi kopi olahan mereka.

Dia menilai potensi daerah tersebut cukup tinggi untuk pengembangan kopi.

Para misionaris puluhan tahun lalu disebutnya sudah mengembangkannya di beberapa daerah Pegunungan Arfak.

Selain di Testega, pengembangan kopi pun akan dilakukan di Distrik Minyambouw.

Di daerah tersebut, tanaman kopi sudah tumbuh cukup lama namun kurang perawatan.

"Kita akan melihat, jika animo masyarakat tinggi, pendampingan akan kita lakukan biar mereka bisa memanfaatkan dan mengembangkan tanaman yang sudah ada," pungkasnya.
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Pelari Papua Barat wakili Indonesia ke Vietnam

Pelari Papua Barat wakili Indonesia ke Vietnam

Manokwari (ANTARA News) - Salah seorang atlet lari dari Provinsi Papua Barat Zilser Numberi mendapat kepercayaan untuk mewakili Indonesia mengikuti kejuaraan Atletik tingkat Asia di Vietnam.

Pelatih Atletik Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Papua Barat, Ruben Numberi, di Manokwari, pada Rabu (1/6) mengatakan, atlet tersebut sangat beruntung mendapat kepercayaan untuk berangkat ke Vietnam.

Dia menuturkan, Zilser Numberi merupakan atlet andalan Papua Barat. Ia dipersiapkan untuk maju pada Pekan Olahraga Nasional (PON) Jawa Barat September mendatang.

Kejuaraan Atletik Asia di Vietnam, kata dia, akan dilaksanakan pada 3 hingga 6 Juni 2016. Hal ini sekaligus menjadi ajang latihan bagi Zilser sebelum tampil di PON.

"Selain Zilser ada dua atlet lain dari Jakarta dan Jawa Barat yang juga ditunjuk untuk mewakili Indonesia. Ini kesempatan bagus buat kami karena menuju ke PON Jawa Barat, kami perlu melihat progress dari atlet," kata dia.

Dia menyebutkan, sejuah ini persiapan dan latihan sudah dilakukan secara matang. Ruben menargetkan, atlet binaanya itu bisa mencetak rekor pelajar Asia pada nomor estafet.

Pada ajang tersebut, Ruben pun ingin memperbaiki catatan waktu yang pernah diraih Zilser pada PON Remaja tahun 2014.

"Event ini diikuti banyak pelari internasional sehingga kami nerharap atlet kita memperoleh catatan waktu terbaiknya. Catatan waktu yang diterapkan pada PON 2016 berbeda dari PON sebelumnya," ujarnya menambahkan.
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Presiden Jokowi tinggalkan Maluku menuju Papua Barat

Presiden Jokowi tinggalkan Maluku menuju Papua Barat


Presiden Jokowi tinggalkan Maluku menuju Papua Barat
Presiden Joko Widodo bersama petani - ilustrasi (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari)

Ambon (ANTARA News) - Presiden Joko Widodo meninggalkan Kota Ambon, Maluku, untuk bertolak ke Kabupaten Manokwari di Papua Barat, guna meresmikan sejumlah proyek infrastruktur di sana.

Presiden Jokowi dan rombongan meninggalkan Bandar Udara Internasional Pattimura, Kota Ambon, Selasa, sekitar pukul 07.42 WIT dan lepas landas dengan menggunakan pesawat Boeing 737-400 TNI AU untuk terbang sekitar 1,5 jam ke Kabupaten Manokwari.

Di sana, Presiden Jokowi akan meresmikan Pelabuhan Wasior dengan menandatangani prasasti sebagai tanda peresmian.

Presiden juga akan meninjau Pelabuhan Laut Wasior yang merupakan pelabuhan pengumpul dalam hierarki pelabuhan laut.

Pembangunan Pelabuhan Wasior meliputi dermaga seluas 174x10 meter persegi, Trestle I seluas 48x8 meter persegi, Trestle II seluas 47x8 meter persegi, Causeway I seluas 160x6 meter persegi, Causeway II seluas 127x8 meter persegi dan reklamasi 12.500 meter persegi.

Pelabuhan Wasior dapat disandari kapal hingga 3.500 DWT dengan faceline dermaga -10 mLWS.

Yang juga digangun adalah kantor, terminal penumpang, pos jaga, rumah pompa, genset, gudang seluas 15x40 meter persegi, dan lapangan penumpukan seluas 10.000 meter persegi.

Presiden kemudian meresmikan sejumlah pelabuhan laut di Maluku Utara pada hari berikutnya sebagai bagian dari upayanya mewujudkan tol laut di Tanah Air.

Tol Laut adalah upaya pemerintah menegaskan kembali Indonesia sebagai bangsa maritim dengan membangun transportasi laut sehingga sistem logistik antarpulau dan di dalam kepulauan bisa terhubungkan.


Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Duta Besar Amerika temui Gubernur Papua Barat

Duta Besar Amerika temui Gubernur Papua Barat

Duta Besar Amerika temui Gubernur Papua Barat
Dubes Amerika Serikat untuk Indonesia, Robert O Blake (ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay)

Manokwari (ANTARA News) - Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert O Blake menemui Gubernur Papua Barat Abraham O Atururi di kantor gubernur, Jalan SKMA Manokwari, Senin.

Ditemui usai pertemuan itu, Blake mengatakan banyak persoalan yang dibahas dalam pertemuan tersebut.

Antara lain, kata dia, menyangkut rencana yang akan menjadikan Papua Barat sebagai provinsi konservasi, serta komitmen Amerika Serikat untuk mendukung pengelolaan hutan dan perikanan secara berkelanjutan.
Pertemuan yang tak lebih dari dua jam itu pun, kata dia, dimanfaatkan untuk membicarakan soal upaya yang sudah dilakukan AS untuk mendukung program kesehatan ibu dan anak, pencegahan dan penanganan tuberkolosis serta HIV/AIDS.
"Kita pun membahas soal kemajuan pembangunan infrastruktur dan pengelolaan dana otonomi khusus," kata dia melalui penerjemah.

Pada kesempatan itu, ia pun menyampaikan bahwa, kedatangannya ke Papua Barat tidak ada kaitanya dengan isu pelanggaran hak asasi manusia.

"Kedatangan kami, fokus terhadap isu konservasi dan pembangunan yang berkelanjutan. Meski demikian HAM merupakan isu penting dalam hubungan antara Indonesia dengan Amerika Serikat," kata dia.
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top