Partai Golkar dan PPP bisa ikut Pilkada
Dokumentasi
Ketua Umum PPP hasil Muktamar Surabaya, Romahurmuziy (kiri), Sekjen
Nasdem, Patrice Rio Capella (kedua kiri), Sekjen PDIP, Hasto Kristyanto
(tengah), Sekjen PPP, Ainur Rofiq (kedua kanan), dan Sekjen PKPI, Didi
Suprianto, berjabat tangan bersama saat acara Rapat Pimpinan Nasional II
PPP di Jakarta, Senin (13/7/15). Rapimnas II PPP digelar untuk
konsolidasi dan islah nasional jelang Pilkada serentak. (ANTARA
FOTO/Teresia May)
... kami cari jalan jangan sampai mereka yang bersengketa...Jakarta (ANTARA News) - Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Hadar Gumay, menyatakan, Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) bisa mengikuti pemilihan kepala daerah meskipun saat ini masih bersengketa.
Hal itu tercantum dalam revisi Peraturan KPU Nomor 9/2015 tentang Pemilihan Kepala Daerah yang dilakukan KPU dan segera didaftarkan ke Kementerian Hukum dan HAM.
"Revisi sudah selesai dan sedang kita daftarkan ke Kementerian untuk diundang-undangkan," kata Hadar saat dihubungi, Jakarta, Rabu.
Hadar menuturkan, ada tiga poin penting dari revisi Peraturan KPU itu adalah:
Pertama, dalam hal partai yang bersengketa belum mencapai islah atau inkracht, maka dua kepengurusan parpol dapat memberikan persetujuan untuk mengusung satu pasangan calon yang sama.
Kedua, jika di dalam pengusungan calon kepala daerah parpol bersengketa membentuk koalisi, maka koalisi tersebut harus lah koalisi tunggal. Artinya, masing-masing kubu harus bekerjasama dengan koalisi yang sama.
Ketiga,
proses yang telah dan sedang berlangsung pada saat adanya putusan
pengadilan inkracht, dinyatakan tetap sah dan parpol maupun gabungan
parpol tidak dapat menarik pengajuan pasangan calon.
“Revisi
atas PKPU tersebut dilakukan demi memberikan kesempatan kepada seluruh
parpol yang telah memenangkan pemilu legislatif untuk ikut serta dalam
pelaksanaan pilkada serentak," katanya.
"Jadi
kami cari jalan jangan sampai mereka yang bersengketa, apalagi dalam
proses pengadilan belum selesai akhirnya mereka tidak bisa mendaftar,"
demikian Gumay.
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2015
