-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Pasar saham zona euro turun akibat kekhawatiran pertumbuhan

Pasar saham zona euro turun akibat kekhawatiran pertumbuhan

Pasar saham zona euro turun akibat kekhawatiran pertumbuhan
ILUSTRASI (ANTARANews.com)

London (ANTARA News) - Pasar saham zona euro berakhir turun pada Rabu, akibat kekhawatiran tentang pertumbuhan yang lambat melebihi dampak langkah-langkah radikal stimulus baru ECB yang bertujuan meningkatkan ekonomi blok itu.

Bank Dunia memangkas proyeksinya untuk pertumbuhan ekonomi global pada Selasa, mengatakan negara-negara maju "rebound" lebih lambat daripada yang diperkirakan dan bahwa harga-harga komoditas rendah terus merugikan negara-negara lain, lapor AFP.

Data resmi sementara yang dirilis pada Rabu menunjukkan bahwa impor Tiongkok menurun pada Mei, meskipun pada laju paling lambat dalam 19 bulan, sebuah tanda kemungkinan permintaan domestik di ekonomi terbesar kedua di dunia itu sedang dalam pemulihan.

Negara Asia itu pendorong utama pertumbuhan dunia dan permintaannya untuk komoditas-komoditas memiliki implikasi besar untuk negara-negara yang kaya sumber daya mulai dari Australia hingga Nigeria.

Indeks saham DAX-30 di Frankfurt turun 0,7 persen dan indeks CAC-40 di Paris turun 0,6 persen. Di luar zona euro, indeks FTSE 100 di London naik 0,3 persen.

Bank Sentral Eropa (ECB) melangkah ke wilayah yang belum dipetakan pada Rabu, ketika bank mulai membeli obligasi-obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan, dalam upaya untuk meningkatkan inflasi zona euro.

Harapannya adalah bahwa perusahaan-perusahaan akan menggunakan uang itu untuk berinvestasi, sehingga merangsang pertumbuhan, menciptakan lapangan kerja dan membantu mendongkrak harga-harga.

Pertumbuhan lambat zona euro telah melihat inflasi bergeser ke wilayah negatif, mengancam spiral penurunan berbahaya pada harga dan upah.

"Pasar Eropa tampaknya masih khawatir tentang kesehatan ekonomi global," kata analis pasar Yoav Nizard dan broker mata uang FXCM.
"Kenaikan harga minyak tidak berhasil menghentikan kontraksi impor dan ekspor Tiongkok pada Mei atau kerapuhan pasar pekerjaan AS yang telah dilemparkan ke dalam keraguan kalender Federal Reserve untuk memperketat kebijakan moneternya," tambahnya.

Data pekerjaan Mei yang mengecewakan pekan lalu, membalikkan ekspektasi kenaikan suku bunga AS pada Juni atau Juli, menyebabkan anjloknya dolar, yang berlanjut pada Rabu.

Pound sterling, yang telah datang di bawah tekanan di perdagangan yang bergejolak menjelang referendum 23 Juni tentang keanggotaan Inggris di Uni Eropa, sementara memenangkan dukungan dari data manufaktur Inggris yang secara tak terduga menguat, kata para pedagang.

Pasar saham Asia menyimpang pada Rabu setelah mendapat dukungan positif dari Wall Street dan karena Beijing mengatakan bahwa bulan lalu impor Tiongkok menurun hanya 0,4 persen dalam dolar AS, tingkat terlambat sejak Oktober 2014.

Sementara itu Bank Dunia mengeluarkan prospek suram tentang ekonomi global, memangkas proyeksinya untuk pertumbuhan 2016 menjadi 2,4 persen tahun ini, laju lesu yang sama tahun lalu dan jauh lebih lambat dibandingkan dengan 2,9 persen yang diperirakan pada Januari.

Bank Dunia mengutip "rebound" yang lebih lambat dari perkiraan di negara-negara maju, yang kembali menahan negara-negara maju, dengan perdagangan dan investasi dunia tertekan.

Bank menambahkan bahwa ada keraguan pelonggaran moneter yang agresif di negara-negara maju, dengan suku bunga negatif di beberapa negara, telah meningkatkan kegiatan ekonomi sebagaimana dimaksud.

Saham-saham AS terdorong lebih tinggi pada Rabu, terangkat oleh keuntungan di saham-saham terkait minyak bumi, karena minyak mencapai tertinggi baru 2016, dengan Dow menambahkan 0,4 persen pada awal perdagangan, naik di atas tingkat psikologis 18.000 poin.
(T.A026)
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Pasar saham Spanyol berakhir naik 0,07 persen

Pasar saham Spanyol berakhir naik 0,07 persen



Xinhua melaporkan, pada sesi Kamis, Banco Popular memimpin kenaikan dengan bertambah 4,64 persen, diikuti oleh Banco Sabadell, Caixabank, Bankia, Bankinter dan BBVA yang masing-masing naik 4,43 persen, 2,94 persen, 2,71 persen, 1,36 persen dan 1,35 persen.

Di sisi lain, Repsol memimpin penurunan dengan kehilangan 3,5 persen, diikuti oleh Acerinox, ACS, IAG, Indra A dan Amadeus yang masing-masing turun 2,99 persen, 2,83 persen, 2,61 persen, 1,81 persen dan 1,56 persen.

Sementara itu, premi risiko Spanyol berdiri di 131,30 poin, sedikit di bawah 133,9 poin pada Rabu, dan tingkat suku bunga obligasi 10-tahun Spanyol ditutup pada 1,6 persen.

(Uu.A026)

Editor: Heppy Ratna
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Pasar saham Australia dibuka lebih tinggi

Pasar saham Australia dibuka lebih tinggi

 | 1.693 Views
Pasar saham Australia dibuka lebih tinggi
Australian Securities Exchange (ASX) (Reuters)

Sydney (ANTARA News) - Pasar saham Australia dibuka lebih tinggi pada Kamis, dengan indeks acuan S&P/ASX200 naik 19,7 poin atau 0,38 persen menjadi 5.176,9, sementara indeks All Ordinaries naik 19,4 poin atau 0,37 persen menjadi 5.235,1.

Sektor energi Australia telah merespon pembukaan Kamis dengan baik, analis pasar IG, Angus Nicholson, mengatakan. "Konsumen benar-benar bereaksi kuat terhadap harga energi yang lebih murah," katanya.

Risiko-risiko untuk pasar termasuk survei ekspektasi inflasi Australia pada Kamis.
Pada pembukaan, ANZ menambahkan 0,47 persen, Commonwealth Bank of Australia terangkat 0,69 persen, National Australia Bank naik 0,83 persen, sementara Westpac 0,52 persen lebih tinggi.

BHP Billiton turun 0,34 persen sementara saingannya Rio Tinto naik 1,63 persen. Sementara itu, Woodside Petroleum terangkat 1,12 persen.
Editor: AA Ariwibowo
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Pasar saham Eropa bervariasi karena G20 mengecewakan

Pasar saham Eropa bervariasi karena G20 mengecewakan

 | 1.943 Views
Pasar saham Eropa bervariasi karena G20 mengecewakan
ilustrasi Pialang saham beristirahat di bawah layar yang menunjukkan pergerakan harga saham di Bursa Saham Spanyol. (FOTO ANTARA/REUTERS/Andrea Comas )

London (ANTARA News) - Pasar saham utama Eropa diperdagangkan bervariasi pada Senin, sementara pasar saham Asia turun kembali setelah pertemuan akhir pekan penting para menteri keuangan G20 gagal menghapus kekhawatiran tentang pelambatan pertumbuhan global.

Indeks DAX 30 di Frankfurt menutup sesi perdagangan turun 0,19 persen, sementara indeks CAC 40 di Paris menambahkan 0,9 persen dan indeks FTSE 100 di London hampir tidak berubah, setelah saham-saham Tiongkok merosot 2,86 persen.

Para pedagang tak yakin bahwa kelompok G20 negara-negara ekonomi terkemuka dunia telah cukup menjanjikan untuk menghidupkan kembali ekonomi dunia yang kendur dalam pertemuan akhir pekan mereka di Shanghai Tiongkok.

Wall Street melihat kenaikan moderat karena harga minyak sedikit menguat dan menjelang laporan pekerjaan AS untuk Februari akhir pekan ini. Dalam lebih dari dua jam perdagangan, Dow Jones Industrial Average telah naik 0,4 persen menjadi 16.705,99, sedangkan indeks berbasis luas S&P 500 dan indeks komposit Nasdaq membukukan keuntungan yang sama.

"Ekuitas Eropa diperdagangkan lebih rendah karena ... kesimpulan pertemuan G20 di Shanghai tanpa terobosan besar untuk menstimulus merangsang pertumbuhan global yang dikhawatirkan," kata Markus Huber, seorang pedagang di City of London Markets.

"Sentimen agak memburuk tidak hanya di Asia tetapi juga di Eropa adalah kenyataan bahwa Tiongkok telah sekali lagi menetapkan mata uangnya lebih rendah ... ini tidak hanya mempertahankan sorotan pada pelambatan ekonomi Tiongkok, tetapi juga menciptakan ketidakpastian lebih lanjut."

Menambah kegelisahan adalah data resmi Senin menunjukkan inflasi zona euro pada Februari turun tajam menjadi negatif 0,2 persen, tanda terjelas bahwa beberapa putaran langkah-langkah stimulus oleh Bank Sentral Eropa (ECB) tidak bekerja.

Menyebabkan ketidakpastian lanjut lanjut adalah pemungutan suara mendatang di Inggris untuk memilih apakah tetap atau keluar dari Uni Eropa (EU). Sebuah hasil dari Brexit kemungkinan bisa mengakibatkan anjloknya nilai sterling, dengan bank Swiss UBS menghitung risiko keluar pada 40 persen dan menunjukkan mata uang bisa jatuh ke dekat paritas dengan euro.

Tapi Capital Economics menyatakan bahwa implikasi Brexit "seharusnya tidak dilebih-lebihkan, atau mereka semua akan menjadi negatif," saat menerima risiko "penularan" eurosceptic ke negara-negara anggota lainnya.

Tekanan telah meningkat di seluruh dewan bank-bank sentral untuk berbuat lebih banyak guna merangsang pertumbuhan dan meyakinkan investor setelah pasar keuangan mencatat salah satu mengawali tahun dengan terburuk dalam ingatan manusia.

Namun para menteri G20 setuju atas cara terbaik untuk membendung gejolak, dan teks akhir mereka tidak termasuk mendesak untuk tindakan terkoordinasi yang banyak diharapkan.

Komunike tersebut mengatakan kelompok itu "akan menggunakan semua alat kebijakan -- moneter, fiskal dan struktural -- individual dan kolektif" untuk membangun kepercayaan dan memperkuat pemulihan, demikian AFP.

(A026)
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Pasar saham Spanyol ditutup turun 0,87 persen

Pasar saham Spanyol ditutup turun 0,87 persen

Saham Sacyr memimpin penurunan dengan kehilangan 6,18 persen, diikuti oleh FCC, Tecnicas Reunidas, Banco Sabadell, Banco Popular dan Bankinter yang masing-masing kehilangan 5,70 persen, 5,01 persen, 4,52 persen, 2,77 persen dan 2,35 persen, lapor Xinhua.

Di sisi lain, saham ArcelorMittal memimpin kenaikan dengan bertambah 3,62 persen, diikuti oleh Ferrovial, Caixabank, Merlin, Gamesa dan AENA yang masing-masing naik 1,45 persen, 0,78 persen, 0,62 persen, 0,43 persen dan 0,11 persen.

Sementara itu, premi risiko Spanyol ditutup pada 128 poin dan tingkat bunga obligasi 10 tahun Spanyol ditutup pada 1,746 persen, keduanya tidak menunjukkan perbedaan besar bila dibandingkan dengan posisi Jumat.
(T.A026)
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Back To Top