-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Tim SAR evakuasi 11 penumpang LCT tenggelam

Tim SAR evakuasi 11 penumpang LCT tenggelam

Tim SAR evakuasi 11 penumpang LCT tenggelam
Kantor SAR Balikpapan yang berkoodinasi dalam evakuasi 11 penumpang kapal LCT Kariya Star, Sabtu (11/6/2016). (balikpapan.basarnas.go.id)
 LCT Kariya Star 3 itu tenggelam akibat cuaca buruk ..."
Samarinda (ANTARA News) - Tim pencari dan penyelamat (search and rescue/SAR) berhasil mengevakuasi 11 penumpang kapal jenis Landing Craft Tank (LCT) Kariya Star 3 yang tenggelam di wilayah perairan Tanjung Mangkaliat, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur, Kamis (9/6).

Kepala Seksi Operasional Badan SAR Nasional (Basarnas) Balikpapan, Mujiono, pada Minggu dinihari menyatakan, sebanyak 11 penumpang LCT Kariya Star 3 berhasil dievakuasi pada Sabtu pagi (10/6) sekitar pukul 08. 00 Wita.

"Ke-11 orang tersebut sempat dinyatakan hilang sesaat setelah LCT Kariya Star 3 dilaporkan tenggelam di perairan Tanjung Mangkaliat pada Kamis (9/6). Ke-11 orang itu berhasil ditemukan Sabtu pagi sekitar pukul 06.00 Wita oleh tugboat 69 milik Berau Coal dan dievakuasi pukul 08. 00 Wita," ujarnya.

Ia menimpali, "LCT Kariya Star 3 itu tenggelam akibat cuaca buruk di wilayah perairan Tanjung Mangkaliat, Kabupaten Kutai Timur yang berbatasan dengan wilayah perairan Kabupaten Berau."

Sebanyak 11 orang yang sempat dinyatakan hilang tersebut, menurut dia, ditemukan selamat.

"Mereka dalam kondisi selamat dan sehat. Hingga saat ini, ke-11 penumpang tersebut masih dalam proses evakuasi menuju Tanjung Redeb, Kabupaten Berau," kata Mujiono.

Kantor SAR Balikpapan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten (pemkab) setempat, yakni Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Sosial Kabupaten Berau untuk menyiapkan tenda penginapan sementara bagi korban LCT itu.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Pemkab Berau agar menyiapkan penginapan sementara kepada penumpang dan ABK yang berhasil dievakuasi tersebut," ujarnya menambahkan.
Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © ANTARA 2016
PT KAI kenakan biaya kelebihan bagasi penumpang

PT KAI kenakan biaya kelebihan bagasi penumpang

PT KAI kenakan biaya kelebihan bagasi penumpang
Dokumentasi pemakai jasa kereta api antre masuk ke Stasiun Tegal, Jawa Tengah, Minggu (27/12). (ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah)
 ... kelebihan barang kelas ekonomi dikenakan tarif Rp2.000 per kilogram, kelas bisnis Rp5 kilogram, dan kelas eksekutif Rp10.000 perkilogram...

Jakarta (ANTARA News) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) Persero pada awal 2016 mulai memberlakukan biaya kelebihan bagasi barang bawaan penumpang.

"Setiap penumpang hanya diizinkan membawa barang maksimum 20 kilogram, lebih dari itu dikenakan tarif tambahan. Untuk kelebihan barang kelas ekonomi dikenakan tarif Rp2.000 per kilogram, kelas bisnis Rp5 kilogram, dan kelas eksekutif Rp10.000 perkilogram," kata Direktur Utama PT KAI, Edi Sukmoro, di Jakarta, Rabu.
Menurut dia, pengenaan biaya tambahan bagasi karena seringkali penumpang KA mengeluh tidak kebagian tempat untuk penyimpanan bagasi.

Ada saja penumpang yang membawa barang hingga dua karung lebih, sehingga menganggu penumpang lainnya untuk menempatkan barang bawaan.

"Peraturan tertulis sesungguhnya sudah ada. Tapi mulai tahun ini (2016) mulai kami berlakukan lagi," tegasnya.

Mekanismenya, setiap penumpang akan diperiksa saat hendak masuk stasiun sehingga bisa diketahui apakah seseorang membawa beban lebih 20 kilogram atau tidak.

Pada 2016, PT KAI menargetkan mengangkut 72,3 juta orang pemakai jasa, meningkat 5,49 persen dari jumlah tahun lalu sebanyak 68,54 juta orang.

Saat yang bersamaan volume barang yang terangkut diproyeksikan mencapai 62,92 juta ton tumbuh dari tahun 2015 sebanyak 29,65 juta ton.
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2016
Metromini kembali beroperasi, penumpang minta perbaikan pelayanan

Metromini kembali beroperasi, penumpang minta perbaikan pelayanan

Metromini kembali beroperasi, penumpang minta perbaikan pelayanan
Dokumentasi antrian Metromini di pintu keluar terminal Blok M, Jakarta, Minggu (13/1) malam. Angkutan umum ini akan ditata pemerintah Provinsi DKI Jakarta segera. (FOTO ANTARA/M Agung Rajasa)
 ... Jangan dihapus, diperbaiki saja Metromini yang jelek-jelek biar enggak tabrakan... 

"Semoga Metromini ke depannya bisa lebih baik ya, armada diutamakan yang bagus-bagus supaya penumpang nyaman, enggak pindah naik ojek atau naik motor pribadi," kata Yustinus, penumpang Metromini U-23 yang baru turun di Terminal Tanjung Priok, Selasa. 

Metromini dan mikro bis lain dikenal dan diakui dalam sistem transportasi nasional, apakah itu untuk beroperasi dalam kota, antar kota dalam provinsi, atau antar kota antar provinsi. 

Tidak demikian halnya dengan ojek konvensional ataupun ojek berbasis online, yang beroperasi memakai plat hitam sebagai tanda bahwa itu adalah kendaraan pribadi. Sepeda motor yang diojek-kan juga tidak ada KIR.

Penumpang lain Metromini, Sularni mengaku menggunakan bis sedang berwarna oranye itu untuk berbelanja bahan dagangan di Pasar Waru, Jakarta Utara, setiap hari.

"Soalnya kalau naik ojek susah bawa belanjaan banyak, ongkosnya juga mahal sekali naik Rp15ribu. Naik Mikrolet (angkutan kecil) ruangnya sempit, makanya saya naik Metromini karena bisa bawa barang dagangan banyak dan ongkosnya murah, cuma Rp3ribu," cetus Sularni.

"Jangan dihapus, diperbaiki saja Metromini yang jelek-jelek biar enggak tabrakan," katanya. Keberadaan Metromini juga diperlukan masyarakat luas di Jakarta. 
Berdasarkan pengamatan pada pukul 18.00 WIB, Metromini U-23 jurusan Terminal Tanjung Priok-Cilincing dan Metromini U-07 jurusan Simpang Lima Semper-Terminal Senen terlihat kembali mengangkut penumpang kendati belum begitu banyak armada yang mangkal di terminal.

Sebetulnya tidak semua Metromini kondisi fisik dan kelengkapannya bobrok walau harus diakui banyak pengemudinya yang ugal-ugalan dan membahayakan keselamatan umum. Pemilik bus Metromini juga membeli semua suku cadang kendaraan dengan harga pasar, tidak ada keistimewaan apapun. 

Metromini yang beroperasi rata-rata berkondisi baik terlihat dari cat bodi yang masih berwarna oranye terang, lampu-lampu menyala, klakson berfungsi, knalpot tidak mengeluarkan asap pekat, dan terdapat kartu uji kelayakan kendaraan umum (KIR) yang ditempelkan di dekat kaca supir.

"Mobil ini lolos uji KIR, makanya berani narik. Kami butuh makan, butuh biaya tambahan juga untuk hidup," kata Nikson pengemudi Metromini U-23. 
Namun ketika ditanya apakah mendukung jika Metromini bergabung dengan manajemen Transjakarta, pria tersebut menolak menjawab dengan mengatakan "soal itu saya enggak tahu, yang penting saya bisa kerja."
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Back To Top