-->
Motivasi Menulis
Bisnis Online
Gambar Candi Borobudur dan Prambanan hiasi trem di Rotterdam

Gambar Candi Borobudur dan Prambanan hiasi trem di Rotterdam

Gambar Candi Borobudur dan Prambanan hiasi trem di Rotterdam
Pengunujung menikmati arsitektur Candi Prambanan, di Sleman, Yogjakarta, Minggu (24/2). Proses pembersihan candi tersebut dari abu vulkanik erupsi Gunung Kelud diperkirakan memakan waktu hingga dua bulan, berbeda dengan Candi Borobudur yang diperkirakan hanya membutuhkan waktu 10 hari, namun begitu kedua lokasi wisata tersebut dibuka untuk umun meskipun dengan area terbatas. (ANTARA FOTO/Saiful Bahari)

London (ANTARA News) - Gambar Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko serta gambar Rama dan Shinta yang tengah menari menghiasi angkutan umum khas negeri Belanda berupa trem yang berkeliling di Kota Rotterdam, Belanda.

Begitupula jika membuka handphone di Rotterdam, maka seketika akan muncul iklan ajakan berwisata mengunjungi ketiga candi tersebut, demikian Minister Counsellor Pensosbud KBRI Den Haag, Belanda Azis Nurwahyudi kepada Antara London, Selasa.

Trem dengan gambar candi dan penari tersebut diluncurkan Kuasa Usaha ad Interim (KUAI) KBRI Den Haag, Ibnu Wahyutomo, bersama Asisten Deputi Bidang Usaha Industri Strategis dan Manufaktur, Kementerian BUMN, Agus Suharyono di Rotterdam, Senin. Peluncuran promosi Indonesia di transportasi di Belanda itu ditandatai dengan penyiraman air dari kendi menandakan resminya trem beroperasi keliling menarik penumpang di kota pelabuhan itu.

Dalam pidato sambutannya, Ibnu Wahyutomo menyampaikan kebangganya karena gambar ikon wisata Indonesia hadir di transportasi umum yang melintas di Rotterdam, kota terbesar kedua di Belanda. Diharapkannya iklan pariwisata Indonesia melalui handphone dan transportasi umum seperti itu juga bisa dilakukan di kota-kota lain di negeri kincir angin ini.

Sementara itu, Agus Suharyono mengharapkan dengan adanya iklan di transportasi umum akan semakin menarik minat orang Belanda berkunjung ke Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko sehingga meningkatkan jumlah wisatawan asing terutama dari Belanda ke Indonesia.

Menurutnya, Kementerian BUMN akan terus meningkatkan promosi pariwisata Indonesia di Belanda selain dengan PT Taman Wisata Candi (TWC) juga menggandeng berbagai BUMN yang terkait. Promosi dengan menampilkan gambar Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko dilakukan PT Taman Wisata Candi yang mengelola tiga candi tersebut.

Direktur PT TWC, Ricky Siahaan, mengatakan saat ini kantornya aktif mempromosikan ketiga obyek wisata budaya itu di Belanda yang merupakan pasar terbesar untuk wisatawan dari Eropa.

Menurut Ricky, yang masih menjadi tantangan adalah memperpanjang durasi wisatawan asing untuk berada di obyek wisata itu. Oleh karena itu perlu digali ide-ide baru terkait aktivitas wisata agar turis makin lama berkunjung di ketiga obyek wisata tersebut.

Rencana pemasangan iklan promosi melalui trem dan handphone lama dirancang PT TWC bersama KBRI Den Haag dimulai sejak awal 2015. Rotterdam menjadi pilihan karena selain sebagai kota terbesar kedua, juga kota ini merupakan kota perdagangan dan mempunyai hubungan dekat dengan Indonesia.

Trem bergambar ketiga candi tersebut akan melaju di Rotterdam sampai November 2016 dan rencananya akan ditambah dengan berbagai promosi lainnya seperti pertunjukan seni untuk lebih menarik orang Belanda ke Borobudur, Prambanan sekaligus Ratu Boko.
Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Borobudur, Prambanan, Ratu Boko targetkan 2 juta wisman 2019

Borobudur, Prambanan, Ratu Boko targetkan 2 juta wisman 2019


Borobudur, Prambanan, Ratu Boko targetkan 2 juta wisman 2019
Candi Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.(ANTARA FOTO/Andreas Fitri Atmoko)
Terkait dengan kunjungan, Indonesia dipatok bisa mendatangkan sekitar 20 juta wisatawan asing pada 2019...
Yogyakarta (ANTARA News) - PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko (PT TWCBPRB) menargetkan sekitar dua juta wisatawan mancanegara mengunjungi objek wisata bersejarah di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta itu pada 2019.

"Terkait dengan kunjungan, Indonesia dipatok bisa mendatangkan sekitar 20 juta wisatawan asing pada 2019, untuk Jateng-DIY datangkan sekitar dua juta wisatawan," kata Direktur Keuangan dan Sumber Daya Manusia (SDM) PT TWCBPRB, Purwanto di Candi Borobudur, Minggu.

Pernyataan tersebut disampaikan pada acara peluncuran gambar Street View Candi Borobudur untuk bisa diakses melalui google maps dan Google Cultural Institute untuk Indonesia oleh Google Indonesia.

Menurut dia, target dua juta wisatawan asing mengunjungi objek wisata Candi Borobudur di Magelang Jawa Tengah dan Candi Prambanan serta Ratu Boko di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) tersebut tidaklah mudah untuk dicapai.

"Saat ini tingkat kunjungan wisatawan asing capaiannya masih sekitar 260 ribu wisatawan, untuk menuju dua juta itu agak berat, akan tetapi perlu ada upayanya, karena negara sudah mematok seperti itu," kata dia.

Menurut Purwanto, diperlukan kolaborasi antara pihak tarkait baik itu masyarakat maupun pelaku pariwisata di Jateng-DIY untuk menuju angka dua juta wisatawan dari berbagai negara dalam waktu empat tahun ke depan.

"Harus ada kolaborasi seluruh pelaku pariwisata di Jateng-DIY termasuk pihak yang mengelola candi-candi, sehingga bisa jadi bagian dari upaya dua juta wisatawan asing bisa hadir di daerah kita," kata dia.
Purwanto mengatakan, dengan hadirnya sekitar dua juta wisatawan asing ke Jateng-DIY tentunya akan berdampak pada tumbuh kembangnya kehidupan masyarakat dan lingkungan serta kemajuan sektor pariwisata Jateng-DIY.

Ia juga mengatakan, dengan hadirnya google maps dan google cultural institute yang dirancang Google ini bisa mendorong apa yang sudah dicanangkan negara, salah satunya 20 juta wisman dan khususnya dua juta wisman di Jateng-DIY pada 2019.

"Google diharapkan bisa memberikan informasi detinasi yang luas khususnya heritage, serta memberikan edukasi kepada masyarakat untuk bisa menjadi warga yang selalu siap terima wisatawan," kata dia.
Editor: Fitri Supratiwi
COPYRIGHT © ANTARA 2015
Back To Top